3121 research outputs found
Sort by
PENGARUH PELATIHAN TEAM BUILDING TERHADAP KERJASAMA TIM DI ORGANISASI YOUNG ON TOP (YOT) BALI
Organisasi merupakan wadah berkumpulnya beberapa orang dengan tujuan tertentu. Kerjasama tim merupakan upaya dari sekumpulan orang dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan team building terhadap kerjasama tim (teamwork) di Organisasi Young On Top (YOT) Bali dengan memberikan intervensi berupa pelatihan team building. Kerjasama tim diukur dengan menggunakan Indonesian Teamwork Scale oleh Rahmadi, S.N.F., Helli, I., Juwitaningrum, I. (2021) yang terdiri dari empat aspek. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental research dengan desain pretest-posttest control group design dan partisipan berjumlah 32 orang anggota YOT. Data pada penelitian ini normal dan homogen, sehingga analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji parametrik independent sample t-test.
Setelah dilakukan penelitian berupa pelatihan kepada kelompok eksperimen, diperoleh nilai total pre-test sebesar 2.651 dan post-test sebesar 2.744, sedangkan pada kelompok control yang tidak diberikan perlakuan, diperoleh nilai total pre-test sebesar 2.704 dan post-test sebesar 2.706. Tidak adanya pengaruh yang signifikan yang ditunjukkan berdasarkan hasil uji kuantitatif
Virtual Tour Kampus Universitas Dhyana Pura Berbasis Webstite Dengan Teknik Image Stitching
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebingungan mahasiswa Universitas Dhyana Pura dalam mencari gedung dan ruangan yang berada di kampus Universitas Dhyana Pura. Hal ini menunjukkan diperlukannya sebuah inovasi baru di kampus Universitas Dhyana Pura agar mahasiswa tidak mengalami kebingungan dalam mencari gedung dan ruangan. Penggunaan titik-titik point untuk memperlihatkan keadaan sekitar gedung dan ruangan mempermudah mahasiswa dalam melihat sekitar gedung dan ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan Virtual Tour kampus Universitas Dhyana Pura berbasis website dengan teknik Image Stitching untuk mempermudah mahasiswa dalam mencari gedung, untuk mengetahui hasil analisa tingkat kemudahan pengguna dalam aplikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dengan teknik kuisioner terhadap 16 pengguna aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan usability aplikasi sebesar 82,37% atau dapat diklasifikasikan “Sangat Baikâ€. Jadi berdasarkan hasil tersebut aplikasi ini dapat mempermudah mahasiswa untuk mengetahui letak atau keadaan sekitar dari gedung dan ruangan. 
Gambaran Penerimaan Diri Pada Ibu Yang Mengalami BABY BLUES SYNDROME Pasca Melahirkan Anak Pertama
Babyblues Syndrome merupakan gangguan Psikologis yang dapat dialami oleh Ibu pasca melahirkan. Umumnya babyblues syndrome lebih banyak dialami oleh ibu yang baru melahirkan anak pertama karena kurangnya pengalaman yang dimiliki oleh ibu dalam mengasuh buah hati. Penerimaan diri menjadi salah satu hal yang essensial bagi ibu. Dengan memiliki penerimaan diri yang baik, seorang ibu akan dapat lebih mudah untuk mengasuh buah hatinya serta menerima status barunya menjadi seorang ibu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan bersama tiga ibu postpartum dengan usia anak 0-3 bulan. Teknik yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari ketiga narasumber memiliki penerimaan diri yang baik karena terpenuhinya aspek-aspek penerimaan diri pada ketiga narasumber walaupun diawal ketiga narasumber memiliki pengalaman yang berbeda-beda dalam menyambut kehadiran buah hati namun saat ini sudah mampu untuk menerima kehadiran buah hati dengan baik
Gambaran Emosi Remaja Dengan Orang Tua yang Bercerai
Perceraian yang terjadi pada kedua orang tua akan memengruhi kondisi emosion dan psikis pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui gambaran emosional pada remaja usia (11-20) tahun yang menjadi korban perceraian kedua orang tuanya di Ungasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah remaja dengan rentan usia (11-20) tahun yang berada di desa Ungasan. Teknik penggalian data pada Penelitian menggunakan metode wawancara. Gambaran emosional pada remaja yang mengalami berbagai macam dampak. ketiga subjek penelitian adalah remaja yang mendapatkan dampak dari orangtua yang bercerai, sehingga membuat mereka kurang mendapatkan rasa kasih sayang, kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya, dan menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Dari perceraian tersebut, hubungan antara orangtua dengan si anak akan memiliki jarak, bahkan bisa sampai tidak berhubungan sama sekali. Emosi yang dirasakan oleh ketiga subjek penelitian tersebut ialah sedih, marah, cemas dan khawatir akan perjalanan hidupnya yang akan mendatang
Pengaruh Independensi, Etika Profesi, Pengalaman Kerja, dan Integritas Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Bali)
Auditor harus mampu menghasilkan audit yang berkualitas untuk meningkatkan kredibilitasnya. Oleh karena itu, laporan keuangan yang disediakan auditor haruslah andal agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Studi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh independensi, etika profesi, pengalaman kerja, dan integritas auditor terhadap kualitas audit pada KAP di Provinsi Bali. Studi ini dilaksanakan melalui pendekatan kuantitatif dengan jumlah populasi mencakup 71 auditor pada enam Kantor Akuntan Publik di Bali. Melalui metode purposive sampling, diperoleh sejumlah 37 auditor yang berpartisipasi dalam penelitian. Data empiris dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis melalui pendekatan regresi linear berganda. Studi ini berhasil membuktikan bahwa independensi, etika profesi, pengalaman kerja, serta integritas auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit baik secara parsial maupun secara simultan
Penerapan Model Pembelajaran Role Playing dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Housekeeping
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Kesulitan tersebut disebabkan karena kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan masih domi-nannya peran guru dalam proses pembelajaran. Subjeknya dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII AP I yang berjumlah 43 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan keaktifan dan hasil belajar. Hal ini dilihat dari peningkatan keaktifan belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata sebesar 67,5% pada siklus II memperoleh rata-rata 82,73%, ini menunjukan terjadi peningkatan keaktifan sebesar 15,23, sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 55,8%. Peningkatan hasil belajar siklus I memperoleh rata-rata sebesar 75,6% pada siklus II memperoleh rata-tara 83,00%, ini menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 7,4, sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus II memperoleh persentase rata-rata 93,02% hal ini menunjukan terjadi peningkatan sebesar 56,02. Pada akhir penelitian diperoleh hasil keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran housekeeping meningkat dengan metode role playing
Critical Discourse Analysis on Traveloka Hotel Review during the New Normal Era
This study aims to investigate the review of the hotel in Traveloka during the new normal. The objectives of the study are to explain the description dimension, interpretation dimension, and explanation dimensions of the review of the hotel in Traveloka. The study is analyzed using the Critical Discourse Analysis approach by Fairclough (1989). With a descriptive qualitative approach to obtain, gain, and explain the data. The findings emerged from this study: the description dimension showed the significant meaning of the word, active-passive sentences, and positive sentences were found in the review of the hotel, using description and persuasion structures. The interpretation dimension showed that the content, subject, relations, and connections were connected to the situational context. The explanation dimension in the situational context of praising and endorsing the resort is the main context of the review. The analysis discovered that hotel ratings are deeply connected with the larger social environment, the review referred to persuade the readers/guests with some praising and endorsing of the hotel, service, and amenities from the review the gues
PERCEPTION TOWARDS LECTURER’S CODE-SWITCHING IN EFL CLASSROOM OF STUDENTS AT THE AKADEMI KOMUNITAS MAPINDO FOOD AND BEVERAGE STUDY PROGRAM
Teaching English in Indonesia still faces several obstacles because not all students easily understand the meaning of what the Lecturer says in English. This greatly influences the students' success in understanding the material given, especially in completing the assignments or exams given. Therefore, most English language teaching and learning activities in Indonesia use code switching. Code switching is a change of language (switch) in communication, from one language to another Apart from that, code switching here means English to Indonesian or Indonesian to English. This research examines students of Akademi Komunitas MAPINDO food and beverages study program on the use of code switching in English Foreign Language (EFL) class. This research uses a qualitative research method with three instruments, namely questionnaire distribution, interviews and data collection. 28 students filled out the questionnaire, which is the total number from one class and these students are also involved in answering additional essay questions recognize the use of code switching in class. However, only 5 results were used to represent the entire class included in this research. The research results show that (1) the majority students agree to the use of code switching when it is taught in class (2) they perceive the existence of code switching help them improve their understanding of English language teaching (3) they think that Lecturers who use code switching are friendlier in teaching and better understand students' fluency in English (4) Students think that code switching can improve their readiness exam and pass (5) students feel confident when learning English by code switching and feel comfortable in class
Pengaruh Kepribadian, Budaya Organisasi, dan Moral Kerja terhadap Kinerja Karyawan di W Bali-Seminyak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian, budaya organisasi dan moral kerja terhadap kinerja karyawan di W Bali-Seminyak. Sampel penelitian ini yaitu 80 responden dengan metode purposive sampling, dan teknik analisis data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, korelasi parsial, korelasi berganda, regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji hipotesis dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kepribadian (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan. Didukung oleh nilai regresi 0,221X1 dan thitung = 1,875 serta signifikannya 0,004. Budaya organisasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan. Didukung oleh nilai regresi 0,471X2 dan thitung = 4,945 serta signifikannya 0,000. Moral kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan. Didukung oleh nilai regresi 0,032X3 dan thitung =1,790 serta signifikannya 0,002. Kepribadian (X1), budaya organisasi (X2) dan moral kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan. Didukung oleh persamaan regresi Y = 6,436 + 0,221X1 + 0,471X2 + 0,032X3 dan Fhitung = 27,812 serta signifikannya 0,000. Melalui analisis determinasi, kepribadian (X1), budaya organisasi (X2) dan moral kerja (X3) memberikan kontribusi sebesar 50,5% terhadap kinerja karyawan (Y)
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif
Latar belakang penelitian ini berusaha mengungkapkan bagaimana perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL berbantuan media interaktif. Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses pembelajaran yang kurang inovatif dan masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL (Problem Based Learning) pada mata pelajaran dasar-dasar kuliner. Jenis penelitian ini adalah eksperimen tipe one group pretest posttest yang dilakukan pada siswa kelas X Kuliner 1 di SMK Wira Harapan. Teknik sampling menggunakan purposive sumpling. Jumlah responden berjumlah 41 siswa yang terdiri dari laki-laki 25, dan perempuan 16 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan metode kuesioner, tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada pretest rerata kemampuan berpikir kritis yang diperoleh sebesar 82.02, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 88.66. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 6.64. Pada pretest rerata hasil belajar yang diperoleh sebesar 71.46, sedangkan pada posttest diperoleh sebesar 83.15. Dari hasil pengukuran tersebut secara deskriptif terdapat peningkatan skor sebesar 11.69. Hasil uji paired sample t-test yang membandingkan antara pretest-posttest kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan pada hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05