3121 research outputs found
Sort by
Perancangan Aplikasi Daftar Istilah Medis Prosedur Klinis Sistem Pencernaan berdasarkan ICD-9-CM Berbasis Website
Penguasaan keterampilan dalam klasifikasi klinis serta kodefikasi penyakit dan prosedur klinis merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh seorang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK). Kemampuan ini sangat bergantung pada pemahaman yang baik terhadap istilah medis dan informasi medis yang menjadi dasar dalam proses kodefikasi. Program Studi D-III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Cirebon, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sebagai salah satu institusi pendidikan yang mencetak tenaga PMIK, berdasarkan hasil observasi, masih menerapkan metode pembelajaran istilah medis secara manual. Kondisi ini dinilai kurang optimal dalam menghadapi tuntutan perkembangan teknologi pada era digital saat ini. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi berbasis website, menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi daftar istilah medis prosedur klinis sistem pencernaan berbasis website sebagai sarana pembelajaran mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan aplikasi waterfall. Adapun metode pengujian aplikasi dilakukan dengan metode blackbox testing dan pengujian konten dimana pada tahap ini pengujian dilakukan terhadap 32 (tiga puluh dua) orang mahasiswa dan 1 (satu) orang koordinator laboratorium koding. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa aplikasi, baik dari aspek system maupun konten menunjukkan hasil yang positif dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran mahasiswa
Review of the Accuracy of Codification of Chronic Kidney Disease Cases Based on ICD-10 at Hospital X in 2023
Chronic Kidney Disease is an irreversible kidney disease, with abnormalities in kidney structure and function. Based on the BPJS Health report, the number of catastrophic disease sufferers in Indonesia will increase to around 29.7 million cases by 2023. Kidney failure disease ranks 4th, with an increase in cases from 1.3 million to 1.5 million cases with treatment costs of IDR 2.9 trillion. The accuracy of diagnosis coding based on ICD-10 is very important for the quality of hospital services, reporting, and the accuracy of health insurance claim rates. In 2023 chronic kidney disease at hospital X as many as 229 medical records of inpatients who have performed hemodialysis. This study aims to assess the accuracy of diagnosis coding of chronic kidney disease cases based on ICD-10 at hospital X in 2023. This study used a quantitative descriptive method with a sample size of 146 medical records of inpatients, using random sampling techniques. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation of medical record documents, Data analysis in this study is a univariate analysis carried out by the formula, category frequency: total sample x 100%. From the results of the percentage calculation, it shows that the accuracy of the chronic kidney disease diagnosis code is 112 cases (77%) and 34 cases (23%) are inaccurate. The inaccuracy was due to coder errors in determining the combination code, incomplete medical information, and coder accuracy in analyzing medical record documents
Prototype Aplikasi Statistik Kematian di Laboratorium Statistik Program Studi D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Kemajuan teknologi telah mempermudah berbagai proses, termasuk pengolahan data statistik kematian. Di Program Studi D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, pembelajaran statistik kematian dilakukan menggunakan esdl manual dan Microsoft Excel sebagai bagian dari penguasaan dasar analisis data. Sebagai pelengkap, diperlukan inovasi berupa aplikasi yang mampu mengotomatisasi perhitungan indikator statistik kematian, seperti GDR dan NDR, serta menghasilkan grafik secara cepat dan akurat untuk mendukung proses pembelajaran dan analisis data kesehatan. Jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model Waterfall, pengujian black-box testing dan PSSUQ. Hasil penelitian berupa Prototype Aplikasi Statistik Kematian disertai tahap waterfall. Menggunakan kuesioner PSSUQ dengan responden 30 mahasiswa. Hasil perbandingan antara norma PSSUQ dengan rekapitulasi kuesioner PSSUQ yaitu subscale System Quality (SysQual) sebesar 1,19, Information Quality (InfoQual) sebesar 1,33, Interface Quality (IntQual) sebesar 1,26, serta Overall sebesar 1,26. Prototype Aplikasi Statistik Kematian berhasil dirancang dan dibangun sesuai dengan tahapan perancangan yang telah disesuaikan. Dari keempat skor subscale dan setelah dibandingkan dengan norma Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) didapatkan hasil bahwa keempat subscale tersebut mendapatkan hasil < lower limit (kurang dari lower limit), maka dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan sudah baik dan dapat memuaskan pengguna
Tinjauan Keakuratan Kodefikasi Kasus Batu Saluran Kemih Pasien Rawat Inap Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon
Batu Saluran Kemih merupakan penyakit yang ditandai dengan pembentukan kristal batu pada saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, yang dapat menyebabkan nyeri dan hambatan aliran urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan kode diagnosis dan tindakan kasus Batu Saluran Kemih di Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif dan teknik random sampling, melibatkan 171 dokumen rekam medis dan rekam medis elektronik pasien rawat inap kasus BSK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,7% kode diagnosis BSK akurat dan 5,3% tidak akurat, sedangkan 82% kode tindakan akurat dan 18% tidak akurat. Ketidakakuratan kode diagnosis disebabkan oleh hilangnya karakter ke-4 dan diagnosis sekunder yang tidak dikode, sedangkan ketidakakuratan kode tindakan disebabkan oleh kesalahan kode dan pemeriksaan yang tidak dikode. Faktor penyebab ketidakakuratan meliputi ketidaktelitian petugas koding dan ketidaksesuaian dengan standar ICD-10. Ketidakakuratan kode berpotensi memengaruhi validasi data, pelaporan, pengklaiman INA-CBG, dan kualitas layanan rumah sakit. Penelitian ini menegaskan pentingnya ketelitian dalam pengkodean untuk mendukung pengolahan data klinis, penagihan biaya, dan manajemen rumah sakit
Antibacterial Activity Test of the Combination of Citronella Leaf Extract (Cymbopogon nardus L.) and Lime Leaf Extract (Citrus aurantifolia Swingle) Against the Growth of Streptococcus mutans
Dental caries infection is one of the most common dental health problems caused by Streptococcus mutans bacteria. The use of synthetic antibiotics in the treatment of infection risks causing bacterial resistance, so a safer alternative, natural treatment, is needed. Citronella leaves (Cymbopogon Nardus L.) and lime leaves (Citrus aurantifolia Swingle) contain active compounds such as alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins that have antibacterial activity. This study aims to determine the effectiveness of the combination of extracts of the two plants against the growth of Streptococcus mutans. The type of research used is laboratory experimental with Completely Randomized Design, consisting of 5 treatments and 4 repetitions. The antibacterial test was carried out by disc diffusion method using a combination concentration of extracts P1 (2.5%: 7.5%), P2 (12.5%: 5%), and P3 18.75%: 2.5%), negative control (distilled water), and positive control (tetracycline). The test results showed that the P3 produced the best inhibition against Streptococcus mutans with an average inhibition zone of (6.02 ± 0.46) mm and fell into the moderate category. Data analysis using the ANOVA test resulted in a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), which indicated there were significant differences between treatments. Further tests using Tukey HSD showed that the P3 was significantly different compared to the other treatments. Thus, the combination of citronella and lime leaf extracts is proven to have potential as a natural antibacterial against the growth of Streptococcus mutans bacteria
The Relationship Between Knowledge Level and Students' Readiness to Face Menarche at the UPTD of SMP Negeri 1 Pesawaran
Menarche (the first menstruation) is the culmination of a series of primary and secondary changes, marking the transition of adolescent girls into early womanhood and signifying reproductive organ maturity. The study objective is to examine the correlation between students’ level of knowledge and their readiness to face menarche at UPTD SMP Negeri 1 Pesawaran. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. The research was conducted at UPTD SMP Negeri 1 Pesawaran, with a population of 188 students and a sample of 128 respondents from the 7th grade. Data were collected using questionnaires assessing knowledge and readiness to face menarche. Data were analysed using the chi-square test. The results showed that 121 students (94.50%) had good knowledge, 6 students (4.70%) had moderate knowledge, and 1 student (0.80%) had poor knowledge. In terms of readiness to face menarche, 113 students (88.30%) were ready, while 15 students (11.70%) were not ready. The conclusion of this studyindicated that, on average, the students had a good level of knowledge. The statistical test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant correlation between knowledge level and readiness to face menarche. Thus, the study concludeed that the level of knowledge is significantly associated with students' readiness to face menarche at UPTD SMP Negeri 1 Pesawaran
Effect of Green Tea Aromatherapy on Blood Pressure in Hypertensive Patients at Semper Barat I Health Center
Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dikenal sebagai silent killer karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, ginjal, dan stroke. Prevalensi hipertensi terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah penggunaan aromaterapi Green Tea yang mengandung senyawa aktif seperti polifenol dan L-theanine yang berpotensi menurunkan tekanan darah serta memberikan efek relaksasi sehingga mendukung keseimbangan sistem saraf otonom. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi Green Tea terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimen dengan rancangan pre and post test with control group. Sampel terdiri dari 36 responden, masing-masing 18 pada kelompok intervensi dan kontrol, dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok setelah intervensi. Kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 151,83 mmHg menjadi 143,06 mmHg, dan diastolik dari 86,44 mmHg menjadi 83,61 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok, namun uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05). Kesimpulan: Aromaterapi Green Tea berpotensi membantu menurunkan tekanan darah, namun belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian lanjutan dengan durasi intervensi lebih panjang, ukuran sampel lebih besar, dan kontrol variabel lebih ketat dianjurkan untuk memperkuat bukti ilmiah
Illocutionary Speech Act of Hate Speech in Mobile Legends Game
Hate speech appears as a form of players' emotional response to the tense and competitive game situation. The purpose of this study is to identify the types of speech acts used in hate speech and analyze the form of hate speech in the Mobile Legends chat and comments. The method used was descriptive qualitative with a pragmatics approach regarding Searle illocutionary theory and used documentation techniques on conversation in chat games and player comments. The results showed that expressive speech acts are the most dominant 65form (53,33%), followed by directive (33.33%), assertive (6.67%), and commissive (6.67%). The forms of hate speech are carried out through calling someone or a group of people with animals, parts of the human body, blasphemy, and also Psychological Abuse. This speech not only reflects emotions, but is also used as a tool to verbally and psychologically attack opponents. The findings prove that in-game hate speech is a meaningful social action that can influence interactions between players. This study emphasizes the importance of understanding pragmatics in unpacking the meaning of hate speech as well as the urgency of creating a healthy play environment free from verbal violence
Analisis Sistem Pengendalian Kredit Bermasalah Pada KSP. Bali Rahayu Mandiri
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis sistem pengendalian internal dalam mencegah kredit bermasalah pada KSP. Bali Rahayu Mandiri, kredit bermasalah yang dimagsud adalah kredit dalam kategori ragu-ragu dan macet. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif deskriptif dengan bantuan data tahunan kredit KSP Bali Rahayu Mandiri dari tahun 2020 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa KSP. Bali Rahayu Mandiri memilih sistem selfdeclare closeloop (hanya bisa melayani anggota), menjalankan produk pinjaman kreditnya dengan pengendalian yang dinamakan dengan prinsip kredit 5C yang terdiri dari “ Character, Capability, Condition Of Economic, Capital, dan Collateral “, memaksimalkan analisa yang dilakukan untuk meminimalisir kredit bermasalah sehingga mencapai tujuan dari instansi, dalam menyeleksi calon debitur KSP. Bali Rahayu Mandiri maka team kredit perlu teliti dalam melakukan pengendalian analisa yang dibuat, baik itu dari keadaan debitur pada masa lalu, masa sekarang dan tentunya masa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka analisis kredit pada KSP. Bali Rahayu Mandiri perusahaan bisa melakukan analisa terkait simpanan yang dimiliki anggota, melakukan pengendalian kredit bermasalah dengan memutar dana CSR, dana cadangan, menawarkan produk kompensasi kredit, dan memutar anggunan nasabah, selain itu memberikan keringanan kepada beberapa nasabah dengan tidak memberikan denda pada anggota yang masuk kategori terlambat membayar dengan mematuhi SOP yang ada, hal tersebut dibuktikan dari banyaknya target bulanan dan tahunan pinjaman kredit yang membaik dari ragu-ragu, macet bisa menjadi lancar, target tercapai dan bahkan dilampaui
Analisis Prosedur Penerimaan Kas Masuk atas Penjualan Kamar pada Secana Beachtown
Likuiditas sebuah perusahaan ditentukan oleh ketersediaan aktiva lancar perusahaan terutama kas dan setara kas. Penerimaan kas masuk adalah aliran masuk uang tunai atau setara kas ke dalam perusahaan. Pengendalian internal dalam penerimaan kas perusahaan perlu mendapat perhatian serius dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis prosedur penerimaan kas masuk yang terdapat di Secana Beachtown. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerimaan kas yang masuk atas penjualan kamar pada Secana Beachtown. Analisis data secara deskrptif kualitatif dilakukan dengan menganalisis penerimaan kas yang berasal dari transaksi penjualan kamar, restoran, dan fasilitas lain yang terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan atas penjualan kamar secara offline maupun online di Secana Beachtown menunjukkan tingkat efisiensi dan akurasi yang baik dalam pencatatan dan pelaporan transaksi penjualan kamar karena telah menerapkan sistem manajemen yang membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien namun masih terdapat unsur-unsur sistem pengendalian internal yang belum dilaksanakan secara maksimal