3121 research outputs found
Sort by
DESA CERDAS PAJAK: PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK KEMUDAHAN PAJAK DI DESA DALUNG
Kurangnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola kewajiban perpajakan menggunakan teknologi digital dapat menghambat kepatuhan pajak dan akurasi pelaporan, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Dalung. Menyadari pentingnya peran pajak dalam pembangunan negara, Program Studi Akuntansi melaksanakan program pengabdian masyarakat bertema “Desa Cerdas Pajak: Penggunaan Teknologi Digital untuk Kemudahan Pajak†di Desa Dalung pada bulan September hingga Desember 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan perangkat desa, dalam penggunaan teknologi digital seperti e-Filing dan e-Billing untuk pembayaran dan pelaporan SPT secara lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung. Tahap awal program adalah identifikasi permasalahan mitra terkait keterbatasan pengetahuan dalam perpajakan digital. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi mengenai manfaat penggunaan teknologi digital untuk memenuhi kewajiban perpajakan dengan lebih praktis dan aman. Pelatihan langsung disediakan untuk memperkenalkan aplikasi pajak dan simulasi pelaporan, di mana peserta dilatih dalam seluruh proses pelaporan pajak secara online dengan bimbingan dari tim pengabdian. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi perpajakan digital, yang berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak di Desa Dalung. Keberhasilan program ini diharapkan mampu membangun budaya sadar pajak di kalangan masyarakat desa dan mendukung transparansi serta akuntabilitas pengelolaan pajak di tingkat lokal. Sebagai rekomendasi, disarankan adanya pelatihan berkelanjutan dan dukungan fasilitas digital yang memadai agar program ini dapat terus diadopsi dan ditingkatkan, serta menjadi model bagi desa lain dalam penerapan teknologi digital di bidang perpajakan
PEMBUATAN PROGRAM TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PSIKOEDUKASI DI SEKOLAH “CHâ€
Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang memiliki perbedaan baik secara fisiknya, intelektual, sosial, mental serta emosional dalam perkembangan dan pertumbuhannya dibandingkan dengan anak yang lain. Dalam menjadi shadow teacher untuk Anak inisial K dan inisial J, penulis mengobservasi perilaku anak dan menemukan adanya perilaku seperti tantrum, berlari di kelas dan tidak fokus. Selain itu guru CH masih kurang pemahaman terkait ABK dan penanganan ketika tantrum di kelas Adanya permasalahan tersebut membuat penulis merancang program psikoedukasi untuk guru dan terapi untuk ABK. Hasil dari program psikoedukasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait ABK dilihat hasil pre-test yaitu dengan skor 80 dan hasil post-test dengan skor 100. Hasil dari program terapi menunjukkan kurang efektif dilihat dari hasil SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Pada anak inisial K terdapat penurunan pada aspek hiperaktivitas. Namun pada aspek, masalah perilaku, emosional, dan masalah teman sebaya mengalami peningkatan dan aspek prososial tidak mengalami peningkatan atau penurunan setelah dilakukannya intervensi terapi. Pada anak inisial J terdapat penurunun pada aspek hiperaktivitas dan masalah perilaku namun tidak terdapat peningkatan atau penurunan pada aspek emosional, masalah teman sebaya dan prososial setelah intervensi terapi
Motivasi Intrinsik Member Mengikuti Latihan Beban di Fitness X Denpasar Dalam Perspektif Self-Determination Theory
This research aimed to understand intrinsic motivation in individuals who engaged in weight training/fitness at Fitness X Denpasar based on Self-Determination Theory. The research used a descriptive quantitative approach, involving 161 members of Fitness X Denpasar who were selected through a probability sampling technique. The research employed a survey method with a Likert scale based on Self-Determination Theory (autonomy, relatedness, and competence) to measure the intrinsic motivation of Fitness X Denpasar members. After undergoing validity and reliability tests, the scale yielded 21 valid items with a Cronbach's Alpha of 0.968, which indicated high reliability. The results showed that, based on demographic characteristics (gender, age, education, and occupation), the majority of respondents at Fitness X Denpasar had intrinsic motivation that fell into the high to very high category according to Self-Determination Theory. This descriptive analysis indicated that the intrinsic motivation of individuals for weight training at Fitness X Denpasar was generally high according to Self-Determination Theory, with an average score of 75.80 and the majority of respondents in the high to very high categories. These findings affirmed that self-determination played a crucial role in shaping and maintaining individuals' intrinsic motivation for engaging in fitness training
Pengaruh Fasilitas, Komunikasi, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di The Patra Bali Resort & Villas
Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas, Komunikasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di The Patra Bali Resort & Villas. Populasi menggunakan Seluruh karyawan dari The Patra Bali Resort & Villas yang berjumlah 49 orang dengan metode penentuan sampel adalah Metode Sampling Jenuh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda dan data diolah dengan SPSS 28.0. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa: (1) Fasilitas pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dimana diperoleh nilai thitung = 2,285 > nilai ttabel = 2,014 dan signifikannya 0,027< 0,050. (2) Komunikasi pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dimana diperoleh nilai thitung = 2,275 > nilai ttabel = 2,014 dan signifikannya 0,028 < 0,050. (3) Lingkungan Kerja terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dimana diperoleh nilai thitung = 2,435 > nilai ttabel = 2,014 dan signifikannya sebesar 0,019 < 0,050. (4) Secara simultan Fasilitas, Komunikasi, dan Lingkungan kerja pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Dimana diperoleh Nilai F-hitung sebesar 13,019 sedangkan F-tabel sebesar 2,812 dan nilai sig sebesar 0,000 > 0,05. Besarnya pengaruh fasilitas, komunikasi, dan lingkungan kerja secara simultan memberikan kontribusi sebesar 46,5%
Pengaruh Budaya Organisasi, Penghargaan, dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan di Solaris Hotel Kuta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, penghargaan dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta. Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan di Solaris Hotel Kuta dengan total sampel sebanyak 43 orang. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reabilitas uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, analisis korelasi parsial, analisis korelasi berganda, uji analisis determinasi, uji f dan uji t. Dalam hasil uji analisis determinasi dari penelitian ini ditemukan bahwa budaya organisasi, penghargaan dan gaya kepemimpinan secara simultang memberi kontribusi naik turunnya kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta sebesar 56,2%, serta hasil penelitian menunjukan bahwa (1) budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta. Diperoleh nilai t-hitung 2,200 > t-tabel 2,023 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,383. (2) penghargaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta, diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,677 > t-tabel 2,023 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,530. (3) gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta, diperoleh nilai 3,996 > t-tabel 2,023 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,541 dan (4) secara simultan budaya organisasi, penghargaan dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta, diperoleh nilai f-hitung 16,677 > f-tabel 2,845 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,000 dan dari hasil regresi linier berganda sebesar Y = -5,313 + 0,374X + 0,541X. Oleh karena itu, budaya organisasi, penghargaan dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif secara parsial dan simultang terhadap kinerja karyawan di Solaris Hotel Kuta
A Comparative Analysis of English and Lamaholot (Eastern Adonara Dialect) Consonants
This study presents a contrastive phonological analysis of consonant sounds between English and the Lamaholot language, focusing on the Adonara Timur dialect spoken in Desa Riawale. The study aims to examine the articulatory and distributive differences in consonant phonemes and their implications for English pronunciation acquisition by Lamaholot speakers. Employing a comparative phonetic methodology, data were gathered through systematic linguistic observations and recordings of native speakers. Findings indicate that several English fricatives (/v/, /θ/, /ð/, /ʃ/, /ʒ/) and affricates (/ʧ/, /ʤ/) are absent from the Lamaholot consonant inventory, posing potential challenges for learners in accurately pronouncing English. Meanwhile, common consonants such as bilabial stops and nasals exhibit varying distribution patterns across both languages. The bilingual and multilingual competence of Lamaholot speakers appears to mitigate some pronunciation difficulties. Pedagogical implications include recommending phonetic and dual-language instructional approaches, supplemented by audiolingual techniques, to effectively address learners’ specific phonological challenges. This study enriches applied linguistics by offering targeted strategies for second language teaching tailored to speakers of minority indigenous languages
The Effect of Work Environment, Work Discipline, and Leadership Style on Employee Performance of Puri Raja Hotel Legian-Bali: Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Hotel Puri Raja Legian-Bali
Hotel Puri Raja Legian, merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata yang terus berupaya meningkatkan kinerja karyawan, karena kinerja yang baik akan mendukung tercapainya visi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja, disiplin kerja, dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Hotel Puri Raja Legian – Bali. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, dengan jumlah sampel 90 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS 24.0, dengan Analisis Deskriptif, Uji Validitas dan Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik, Analisis Korelasi Parsial, Analisis Korelasi Berganda, Regresi Linier Berganda, Analisis Determinasi, Analisis Uji T – test, dan Analisis Uji F – test. Uji Hipotesis dilakukan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial Lingkungan Kerja (X1) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan t hitung = 2,370 > t tabel = 1,988 dan tingkat signifikansi sebesar 0,020 < 0,050. Secara parsial Disiplin Kerja (X2) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan t hitung = 2,647 > t tabel = 1,988 dan tingkat signifikansi sebesar 0,010 < 0,050. Secara parsial Gaya Kepemimpinan (X3) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan t hitung = 2,759 > t tabel = 1,988 dan tingkat signifikansi sebesar 0,007 < 0,050. Secara simultan lingkungan kerja (X1), disiplin kerja (X2), dan gaya kepemimpinan (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) Hotel Puri Raja Legian – Bali, dibuktikan dengan nilai F hitung = 15,545 > F tabel = 2,711, yang berarti H0 ditolak dan H4 diterima. Selain itu, melalui analisis determinasi, diketahui bahwa ketiga variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 62,8% terhadap kinerja karyawan Hotel Puri Raja Legian – Bali
The Effect of Product Knowledge, Skills, and Attitudes on Employee Performance at Padma Resort Legian-Bali: Pengaruh Pengetahuan Produk, Keterampilan, dan Sikap Terhadap Kinerja Karyawan di Padma Resort Legian-Bali
Industri perhotelan merupakan salah satu sektor utama penopang pariwisata di Bali. Kinerja karyawan menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pelayanan hotel berbintang lima seperti Padma Resort Legian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan produk, keterampilan, dan sikap terhadap kinerja karyawan di Padma Resort Legian. Penelitian ini melibatkan 76 responden yang merupakan karyawan tetap, dipilih melalui metode proportionate stratified random sampling dengan perhitungan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert, dan analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, korelasi parsial dan berganda, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t dan F pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan produk (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0,264, nilai t-hitung 3,813, dan sig 0,000 < 0,05 Keterampilan (X2) berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,592, nilai t-hitung 8,153, dan sig 0,000 < 0,05. Sikap (X3) berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,378, nilai t-hitung 5,855, dan sig 0,000 < 0,05. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai F-hitung sebesar 129,867 dan sig 0,000 < 0,05. Hasil nilai koefisien determinasi (R2), pengetahuan produk (X1), keterampilan (X2) dan sikap (X3) memberikan kontribusi sebesar 83,8% terhadap kinerja karyawan pada Padma Resort Legian. Penelitian ini untuk memberikan gambaran bahwa peningkatan kompetensi karyawan melalui pemahaman produk, penguasaan keterampilan, dan pembentukan sikap profesional dapat memperbaiki kualitas pelayanan serta mendukung keberlanjutan daya saing hotel berbintang lima
Quizizz-Assisted Microlearning Model to Improve Students’ Activeness and Learning Outcomes in Basic Culinary Subject at SMK PGRI 3 Badung: Penerapan Model Microlearning Berbantuan Quizizz untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Kuliner di SMK PGRI 3 Badung
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Microlearning berbantuan Quizizz terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar - dasar Kuliner kelas X Kuliner 3 SMK PGRI 3 Badung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest. Sebanyak 40 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner keaktifan dan tes hasil belajar, dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa meningkat dari rata-rata 53,225 menjadi 57,725, dengan peningkatan tertinggi pada indikator penerapan pengetahuan dan evaluasi diri. Hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata 70,13 menjadi 88,6 disertai penyempitan rentang nilai. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,010 untuk keaktifan dan 0,000 untuk hasil belajar (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penerapan model. Temuan ini membuktikan bahwa model Microlearning berbantuan Quizizz efektif meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa
Translation Techniques and Equivalence of Cultural Terms in Karisma Event Nusantara Magazine
This study examines translation techniques and equivalence strategies in the English translation of cultural content in Karisma Event Nusantara Magazine, a bilingual publication issued by the Ministry of Tourism and Creative Economy of Indonesia. A descriptive qualitative method was employed in this study. The data were taken from the 2023 edition of the magazine, which presented the content in both Indonesian and English. Data collection was conducted using a note-taking technique, with cultural terms selected through purposive sampling. The analysis employed Molina and Albir’s (2002) framework of translation techniques and Newmark’s (1988) theory of semantic and communicative equivalence. Results showed that 12 out of 18 translation techniques were identified, with adaptation, calque, description, established equivalent, and literal translation as the most frequent (4 data each). Other techniques include borrowing (3), generalization (2), modulation (3), amplification (1), linguistic compression (1), substitution (1), and transposition (3). For equivalence, 19 instances of semantic equivalence and 15 of communicative equivalence were found. These findings demonstrate the strategies used to preserve cultural meaning while ensuring clarity for international audiences