3121 research outputs found
Sort by
The Influence of Consumer Legal Literacy, Digital Contract Transparency, and Fear of Debt on Decisions to Use Online Loan Services: Pengaruh Literasi Hukum Konsumen, Transparansi Kontrak Digital, dan Ketakutan Terjerat Utang terhadap Keputusan Menggunakan Layanan Pinjaman Online
Fenomena maraknya penggunaan layanan pinjaman online di kalangan mahasiswa menimbulkan kekhawatiran terkait literasi hukum, transparansi kontrak, serta risiko terjerat utang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh Literasi Hukum Konsumen, Transparansi Kontrak Digital, dan Ketakutan Terjerat Utang terhadap Keputusan Menggunakan Layanan Pinjaman Online di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Populasi penelitian berjumlah 37.732 mahasiswa, dan sampel ditentukan sebanyak 378 responden berdasarkan rumus Yount dengan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Sebelum analisis, data telah diuji validitas dan reliabilitas instrumen, serta memenuhi uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas, sehingga model layak dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Kontrak Digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menggunakan layanan pinjaman online (koefisien 0,9290; sig. 0,0000). Ketakutan Terjerat Utang berpengaruh negatif signifikan (koefisien -0,3024; sig. 0,0010). Sementara itu, Literasi Hukum Konsumen tidak berpengaruh signifikan (koefisien -0,0980; sig. 0,4572). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6406 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 64,06% variasi keputusan penggunaan pinjaman online. Temuan ini menegaskan pentingnya keterbukaan informasi serta aspek emosional dalam perilaku keuangan mahasiswa, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan edukasi keuangan digital yang lebih efektif di lingkungan perguruan tinggi
The Christian Applied Ethics Perspective on Divorce and Remarriage
The issue of divorce and second marriage occupies a crucial position in the study of Christian applied ethics because it involves a tension between normative theological ideals and the empirical realities of human life. Within a theological framework, marriage is conceived as a covenantal union instituted by God, bearing sacred and ethical dimensions that demand fidelity, exclusivity, and permanence. From this standpoint, divorce is understood as an act that is normatively contrary to God’s intention as articulated in the biblical tradition. However, the complexities of human existence marked by sin, broken relationships, violence, and infidelity require an ethical approach that is not merely legalistic but also hermeneutical and pastoral. The findings of this study affirm that Christian applied ethics cannot be reduced to a literal application of biblical texts; rather, it must be approached as a holistic process of moral reasoning that integrates hermeneutical, theological, ecclesiological, and pastoral dimensions. Consequently, the church is called not only to uphold the sanctity of marriage but also to develop pastoral practices that are sensitive to the intricate realities of human struggle, so that decisions concerning divorce and second marriage may be situated within a framework of justice, mercy, and transformation that reflects the character of God
Pengaruh Lokasi dan Kualitas Layanan tehadap Minat Beli Konsumen Pada Guest House Svaha Tepi Sawah Canggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi dan kualitas layanan terhadap minat beli. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Lokasi penelitian di Guest House Svaha Tepi Sawah Canggu. Sampel yang digunakan sebanyak 58 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Validitas, Reliabilitas, Asumsi Klasik, Regresi Linear Berganda, Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji F. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa lokasi berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli, kualitas layanan berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli, dan secara simultan lokasi dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap minat beli adalah 55,9%. Saran dalam penelitian ini adalah Guest House Svaha Tepi Sawah Canggu hendaknya mempertimbangkan untuk meningkatkan kenyamanan tamu dengan menambah alat peredam pada dinding kamar tipe studio room, mengoptimalkan karyawan melalui program pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan komunikasi, penanganan keluhan, dan pelayanan pelanggan dan selalu memberikan informasi lokasi, layanan dan harga yang lebih baik dari pesaing
Project Pemasaran Digital, Program Studi Manajemen Pemasaran Digital Melalui Media Sosial Facebook dan Instagram
Proyek ini berfokus pada penerapan strategi pemasaran digital melalui platform media sosial Facebook dan Instagram untuk Program Studi Manajemen Pemasaran di Universitas Dhyana Pura. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan media sosial, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan publisitas dan brand awareness program studi di antara target audiens yang relevan. Melalui pendekatan berbasis konten kreatif, proyek ini melibatkan perencanaan, produksi, dan pendistribusian konten yang disesuaikan dengan karakteristik dan preferensi pengguna media sosial. Proyek ini juga mencakup analisis kinerja iklan dan keterlibatan pengguna untuk mengukur efektivitas kampanye. Hasil proyek ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran efektif dalam menjangkau target audiens dan meningkatkan keterlibatan audiens. Temuan ini mendukung pentingnya strategi pemasaran digital yang terstruktur dalam mempromosikan program akademik kepada audiens yang lebih luas, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi
Pengolahan Daun Kelor menjadi Olahan Cookies dan Teh
Penelitian ini bertujuan mengembangkan inovasi kuliner sehat berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera) menjadi dua produk, yaitu cookies dan teh dengan merek Moringa Healthy. Daun kelor dipilih karena memiliki kandungan nutrisi tinggi serta peluang pasar yang terus meningkat di sektor makanan dan minuman sehat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner, dan uji coba produk. Proses pembuatan meliputi pemilihan bahan, pengolahan, pengemasan, serta pengujian organoleptik dan masa simpan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa kedua produk dapat diterima baik oleh responden berdasarkan rasa, aroma, tekstur, warna, dan kemasan. Strategi pemasaran disusun dengan pendekatan marketing mix yang mencakup produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik, dengan target pemasaran pada coffee shop, warung, serta promosi melalui media sosial. Selain itu, kegiatan promotion event di Universitas Dhyana Pura turut mendukung pengenalan produk secara langsung kepada audiens. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan daun kelor menjadi cookies dan teh tidak hanya bernilai gizi tetapi juga memiliki potensi sebagai peluang usaha kuliner sehat yang prospektif. Rekomendasi difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, diversifikasi varian, dan penguatan strategi distribusi agar produk dapat berkembang di pasar lokal hingga nasional
Upaya Pencegahan Malnutrisi melalui Kelas Ibu Balita Cermat di Puskesmas Tembuku II
Kegiatan pencegahan stunting di Kabupaten Bangli dilakukan dengan intervensi sensitive dan spesifik. Pengembangan yang dilakukan dengan melakukan kelas ibu Hamil CERMAT yang merupakan inovasi dari kelas ibu balita dengan melakukan praktek langsung pembuatan MP-ASI. Jenis penelitian. Rancangan penelitian ini yaitu analitik kuantitatif dengan design penelitian case control. Besar sampel 150 orang yang terdirid ari 75 orang mengikuti kelas ibu balita biasa dan 75 orang mengikuti kelas ibu balita Cermat. Analisa data dengan cross sectional. Hasil penelitian Balita yang mengalami gizi lebih pada kelas ibu balita CERMAT sebanyak 68 orang (54,8%) sedangkan pada kelas ibu balita biasa sebanyak 56 orang (45,2%). Balita yang mengalami berisiko gizi lebih pada kelas ibu balita Cermat sebanyak lima orang (22,7%) sedangkan pada kelas ibu balita biasa sebanyak 17 orang (77,3%). Balita yang mengalami obesitas tidak ada pada kelas ibu CERMAT sedangkan pada kelas ibu balita biasa satu orang (100%). Hasil uji statistik mendapatkan nilai p 0,008 (< 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kelas ibu balita CERMAT dengan kelas ibu balita biasa berdasarkan status gizi berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) di UPTD Puskesmas Tembuku II. Kepada Puskesmas agar mengembangkan kelas ibu balita Cermat untuk semua Desa
Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak di UPTD Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung
Meningkatnya kasus HIV perempuan usia produktif menyebabkan tingginya transmisi HIV secara vertikal. Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) adalah intervensi pengendalian penularan IMS dan HIV/AIDS pada ibu ke anak, tergabung dengan layanan VCT dan ANC terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) melalui komponen input, proses dan output di UPTD. Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling sebanyak enam informan meliputi pemegang program KIA, pemegang program HIV, petugas LKB, konselor dan ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan komponen input telah memadai meski belum ada penyusunan SOP di puskesmas. Process, keseluruhan layanan sesuai dengan pedoman Kemenkes RI, namun kurang koordinasi dengan klinik/dokter swasta diluar wilayah kerja puskesmas, ibu hamil belum mendapatkan konseling, petugas kesulitan komunikasi penerimaan hasil, keterbukaan pasien, kerahasiaan status, loss to follow up, hasil layanan sempat tidak dilapor ke SIHA. Output, ibu hamil yang datang ke puskesmas tidak sebanyak dari target yang ditetapkan Pusdatin. Pelaksanaan program berjalan optimal sesuai pedoman Kemenkes RI
Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Petugas Rekam Medis di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon Tahun 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja petugas rekam medis di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, tahun 2025. Metode yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 petugas rekam medis yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan produktivitas kerja, dengan p-value 0,002 (p ≤ 0,05). Kesimpulannya, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja petugas rekam medis di RSUD Arjawinangun
Hubungan Mutu Pelayanan Pendaftaran dengan Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan di Rsud Arjawinangun Tahun 2025
Mutu pelayanan merupakan faktor kunci dalam kepuasan pasien di rumah sakit, terutama di unit pendaftaran yang mencakup kemampuan petugas dalam menyampaikan informasi, kecepatan, ketepatan waktu, ketanggapan, dan keandalan. Berdasarkan studi pendahuluan, mayoritas pasien BPJS rawat jalan di RSUD Arjawinangun merasa kurang puas dengan mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan yang mendaftar secara langsung di RSUD Arjawinangun dengan jumlah sampel 99 responden. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square (p value 0,002< 0,1) diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Dengan adanya penelitian ini diharapkan rumah sakit dapat terus meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan pada tempat pendaftaran pasien rawat jalan, serta dapat menjamin kerahasian pada setiap pasien dan melakukan survei kepuasan secara berkala untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan serta mutu pelayanan
The Effect of Giving Education on Knowledge of Self-Medications for Dysmenorrhea in Students of Vocational High School Muhammadiyah 03 Metro
Women frequently suffer from menstrual abnormalities, such as dysmenorrhea, which primarily affects teenagers. Teenagers who experience dysmenorrhea at school may engage in less educational activities. Adolescent dysmenorrhea self-medication behaviour will be impacted by ignorance. The study objective was to determine the knowledge of self-medication for dysmenorrhea before and after education, and to determine the effect of education on knowledge of self-medication for dysmenorrhea. This study is a quantitative study with a quasi-experimental design method of non-equivalent control group. Sampling with proportion sampling with inclusion and exclusion criteria with a sample size of 82 respondents. The data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The average pre-test value was 30.5% (good category), and the post-test was 65.9% (good category). The results of the Wilcoxon test obtained the Asymp. Sig (2-tailed) value in the treatment group 0.000 <0.05, stating that there was a difference in the level of knowledge before and after education was given. The Asymp. Sig (2-tailed) value in the control group obtained a value of 0.235> 0.05, so it was stated that there was no difference in knowledge in the pre-test and post-test. The results of the Mann-Whitney test showed that there was an effect of education on knowledge before and after education with an Asymp. Sig (2-tailed) value of 0.000 <0.05. Providing education with the lecture method and interactive discussion using video media related to self-medication for dysmenorrhea provided an increase in knowledge medication for dysmenorrhea in female students of Vocational High School Muhammadiyah 03 Metro with a p-value of 0.000 <0.05. related to self-medication for dysmenorrhea. There was an effect of providing education on knowledge of self-medication for dysmenorrhea in female students of Muhammadiyah 03 Metro Vocational School with a p-value of 0.000<0.05