3121 research outputs found
Sort by
SPATIAL ANALYSIS OF CASES OF HIV/AIDS BALI IN THE YEAR 1987 - 2018
Based on data from the Bali Provincial Health Office in 2019 shows that people with cumulative HIV/AIDS is likely to increase in every year, with a total of 7,107 cases. This requires the handling of related parties to take steps to prevent that this case does not continue to rise. One effort to map the incidence of HIV/AIDS in Bali, the risk factors that influence and that data can be displayed using Geographic Information System (GIS). From this background, further research is needed on the spatial analysis of cases of HIV/AIDS in Bali using GIS. The method of research used descriptive method with the research subjects across the case of HIV/AIDS in Bali in 1987 - 2018. The data were collected using observation and documentation. Analysis of the potential distribution data using clustering techniques and methods of regression and mapping the spread of cases using spatial analysis with ArcView 3.3 software. Results showed the high potential areas Denpasar spread of HIV/AIDS, followed Badung and Jembrana. Based on the age group, the most vulnerable are aged 30-39 years were the highest spread through heterosexual amounted to 73.25%. In conclusion the spread of cases in Denpasar supreme because some districts are Hot Spots such as South Denpasar in Sanur Danau Tempe, East Denpasar in Pasiran and Padang Galak as well as a significant link HIV/AIDS with key populations that support distribution with a significant value (Sig) < 0:05.Keywords: SIG, Clustering, Regression, HIV/AIDS, Spatial Analysi
INTRODUCTION TO SCIENCE IN EARLY CHILDHOOD WITH COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW TYPE ASSISTED WITH CONCRETE OBJECTS
The introduction of science in early childhood is made possible through the teaching of simple concepts and appropriate learning methods. Jigsaw type cooperative learning model can be applied in the introduction of science because the child's age is a social age, children like to work with peers. Concrete objects help children to understand various concepts of science because their cognitive abilities have only just entered the pre-operational stage. This study aims to determine the effectiveness of concrete jigsaw type cooperative learning models assisted in the introduction of science in early childhood. The study was conducted in PAUD Tunas Mekar II Dalung children group B semester 1 of 2019/2020 school year. The research method is a class action with a four-stage procedure, namely: 1) The planning stage, 2) The stage of taking action, 3) The stage of development, 4) The stage of reflection. The study was conducted in two cycles. The data collection method in this study was through observation using rubric guidelines to record data about scientific abilities demonstrated by early childhood. Data on children's scientific ability improvement were analyzed descriptively with the help of assessment instruments. Children's scientific ability at the initial observation of the percentage of completeness was only achieved by 5 children (20.83%), the first cycle was 10 children (41.67%), and the second cycle was 20 children (83.33%). Jigsaw type cooperative learning models assisted with concrete objects can improve science skills in early childhoodKeywords: Early Childhood, Introduction to Science, Jigsaw, Concrete Object
INDIVIDUAL AND CULTURAL DIFFERENCES IN SHAPING THE INTERACTION BETWEEN GERMAN AND INDONESIAN EXCHANGE STUDENTS
This study aims to better understand the dynamics of short-term student exchange as a form of educational tourism. The case study used in this study is the exchange program between a German Junior high school in Brunsbüttel and the Indonesian counterpart in SMPK 2 Harapan Bali. It focuses on the individual and cultural differences between students, and subsequently their behavior and attitude. It uses the qualitative method to analyze the cross-cultural exchanges already happening throughout and after trip from the German students to visit their Indonesian counterparts. It looks into the preparedness of the German students coming to visit Indonesia, and vice versa. It is interested in analyzing the international interaction through foreign exchange, to find the barriers in communication, interaction and understanding for each other. The study uses guided interview in the form of reflection with the German students after the exchange program in Indonesia.Keywords: student exchange, educational tourism, German students, Indonesian students, cultural difference
HUBUNGAN ANGKA RAWAN PANGAN DAN PREVALENSI STUNTING DI INDONESIA TAHUN 2018
Kajian mengenai angka rawan pangan (ARP), prevalensi stunting, dan hubungan kedua variabel tersebut di Indonesia dirasa masih belum banyak dilakukan. Adapun penelitian sejenis yang sudah dilakukan hanya mencakup sebagian kecil wilayah tertentu saja. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan mengingat stunting dan rawan pangan masih menjadi isu global yang mendapat sorotan utama dunia saat ini. Hal ini tercermin dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang menempatkan tanpa kelaparan dan ketahanan pangan pada tujuan 2, tepatnya target 2.1. dan target 2.2. stunting dikatakan menjadi masalah karena mampu meningkatkan risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan motorik terlambat, serta terhambatnya pertumbuhan mental. Kerawanan pangan menjadi masalah karena jumlah penduduk yang terus meningkat, namun luas lahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan semakin berkurang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Selain itu, digunakan teknik analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan antara angka rawan pangan (ARP) dengan prevalensi stunting. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik serta dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Temuan yang didapatkan menggambarkan bahwa angka rawan pangan di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 8,23 persen, sedangkan prevalensi stunting mencapai 30,8 persen. Lebih dari 50 persen provinsi di Indonesia memiliki nilai ARP di atas ARP Indonesia. Begitu juga halnya dengan prevalensi stunting. Sebaran ARP dan prevalensi stunting hampir merata di keempat kuadran. Lebih lanjut, nilai R2 antara ARP dan prevalensi stunting hanya sebesar 0,094 yang berarti bahwa hampir tidak ada hubungan yang nyata antara ARP dengan prevalensi stunting. Meski demikian, penelitian ini masih masih memerlukan analisis yang lebih komprehensif
ASUPAN KARBOHIDRAT DAN LEMAK DARI KONSUMSI MAKANAN JAJANAN TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA
Remaja merupakan masa yang berlangsung dengan cepat yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Permasalahan gizi pada remaja muncul akibat ketidakseimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi, dimana remaja lebih menyukai konsumsi makanan jajanan yang menyebabkan kehilangan terhadap nafsu makan terhadap makanan bergizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein dari konsumsi makanan jajanan terhadap status gizi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian cross sectional study dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah responden penelitian sebesar 175 orang. Data konsumsi makanan jajanan dikumpulkan dengan menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire dan data status gizi diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hubungan antar variabel diuji menggunakan Somers’d. Asupan karbohidrat dan lemak dari konsumsi makanan jajanan yaitu masuk kedalam kategori baik dan lebih masing – masing sebesar 93 orang (53,1%), dan 110 orang (87,4%). Status gizi responden yaitu masuk dalam kategori normal yaitu sebanyak 132 orang (75,4%). Uji Somers’d menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan karbohidrat (p=0,00) dengan kekuatan hubungan kuat (0,735) dan lemak (p=0,00) dengan kekuatan hubungan sedang (0,495) dari konsumsi makanan jajanan terhadap status gizi pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian status gizi remaja normal dan untuk konsumsi karbohidrat tergolong baik, sedangkan lemak tergolong lebih.
Kata kunci: Karbohidrat, Lemak, Makanan Jajanan, Remaja, Status Giz
IMPLEMENTASI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR
Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi utama dalam menuju keselamatan pasien, penerapan budaya keselamatan di rumah sakit adalah sesuatu yang mutlak harus diaplikasikan sejalan dengan sistem keselamatan agar mampu menurunkan KTD secara signifikan. RSUD Wangaya Kota Denpasar mengalami penurunan pelaporan total kasus insiden keselamatan pasien (IKP), dan terlaporkannya insiden pasien jatuh berdampak moderat yang menggambarkan kurang maksimalnya sistem keselamatan pasien yang berdampak pada lemahnya budaya pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Wangaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya keselamatan pasien terhadap kinerja pegawai di RSUD Wangaya dilihat dari dimensi persepsi staf terkait keselamatan pasien, frekuensi pelaporan kejadain dan respon non punitive terhadap kesalahan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan di 5 unit kerja RSUD Wangaya pada bulan Maret 2019. Populasinya adalah seluruh tenaga profesional pemberi asuhan (PPA) di RSUD Wangaya yang telah bekerja lebih dari 1 tahun yang berjumlah 353 orang. Sampel penelitian berjumlah 85 orang diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisa data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariate dengan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara budaya keselamatan pasien dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya, semakin kuat budaya keselamatan pasien maka semakin tinggi kinerja pegawai begitu sebaliknya semakin lemah budaya keselamatan pasien maka semakin rendah kinerja pegawai RSUD Wangaya. RSUD Wangaya diharapkan dapat meningkatkan motivasi pelaporan kejadian dan memberikan umpan balik dari setiap kejadian yang dilaporkan.
Kata kunci; keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien, kinerja, insiden keselamatan pasie
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT DESA WISATA WARISAN BUDAYA JATILUWIH, TABANAN, BALI
ABSTRAKMasalah prioritas Jatiluwih sebagai Desa Warisan Budaya yang harus diselesaikan adalah kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan sanitasi, dan juga kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam aspek makanan dan minuman. Masalah lain yang segera menjadi prioritas adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola akomodasi oleh kelompok masyarakat di Jatiluwih. Setelah dinyatakan sebagai warisan budaya, banyak kendala yang dihadapi oleh desa terutama terkait dengan aspek pemasaran, akomodasi dan pengaturan kuliner. Kelompok usaha jasa akomodasi yang sudah ada di desa sangat membutuhkan bantuan terkait dengan manajemen rumah tangga dalam bentuk akomodasi sesuai agar dengan harapan wisatawan; Tampaknya kendala lain juga dihadapi oleh masyarakat desa, yaitu kendala pada aspek sanitasi makanan dan minuman yang dihadapi oleh kelompok bisnis jasa kuliner. Kelompok ini membutuhkan bantuan terkait dengan upaya mereka sehingga hidangan yang disediakan oleh kelompok layanan kuliner sesuai dengan harapan para wisatawan yang tinggal di desa tersebut. Hasil yang diharapkan dari bantuan pada dua kelompok bisnis ini adalah peningkatan kinerja kelompok yang mampu menyediakan akomodasi dan layanan kuliner yang sesuai dengan harapan wisatawan, baik dari aspek sanitasi yang sesuai budaya lokal.Kata kunci: desa wisata, homestay, kuliner, hygiene dan sanitasi, wisatawan, kelompok masyarakat.ABSTRACTThe priority problem of Jatiluwih as Cultural Heritage Villages to be solved is the lack of knowledge about the hygiene and sanitation, and also the lack of knowledge and skills in food and beverage. The other problem that is immediately becoming a priority is the lack of knowledge and skills in accommodations that have been managed by community groups in Jatiluwih. After declaration as a cultural heritage, many obstacles faced by the village especially related to the aspects of marketing, accommodation and culinary arrangement. The accommodation services business group that already exists in the village is in dire need of assistance with housekeeping management in the form of accommodation in accordance with tourist expectations; it seems that another obstacle is also being faced by the village community, namely the constraints on food and beverage sanitation aspects faced by the culinary service business group. The group needed assistance with their efforts so that the dishes provided by the culinary services group were in line with the expectations of the tourists who stayed in the village. The expected outcome of the assistance in the two business groups is the increase in group performance that is able to provide accommodation and culinary services that are in accordance with the expectations of tourists, both from the aspect of sanitation, and local culture.Keywords: tourism villages, homestays, culinary, hygiene and sanitation, tourists, community group
IMPLEMENTASI OPTICAL CHARACTER RECOGNITION (OCR) DAN PENDEKATAN THESAURUS UNTUK MENEMUKAN INFORMASI PADA SURAT MASUK DI STMIK STIKOM INDONESIA
ABSTRACTSTMIK STIKOM Indonesia currently has 3,953 active students and 1,400 new students entering the academic year 2019/2020. This campus has good cooperation between educational institutions or other non-educational institutions which are indicated through an invitation to attend or participate in activities organized by other institutions. At present, incoming letters or invitations received an average of 50 letters in a month, to simplify the process of incoming letters management, this campus began to make improvements by developing a letter filing system, but the process of handling incoming mails has not been done automatically. Optical Character Recognition (OCR) is one of the technologies that can be used to recognize incoming letter details in the form of letter numbers, letter dates, subject matters, letter destinations and source of letters from the scan results of incoming letters. In this study the researchers proposed OCR technology and a thesaurus approach to be able to obtain information from the results of scans of incoming letters at STMIK STIKOM Indonesia, with 50 test data, the accuracy of recognition obtained from OCR technology will be calculated. The test results using 3 scenarios with the number of thesaurus are 10, 30 and 50, produce the highest level of recognition accuracy that is 92% when using 50 thesaurus.Keywords:OCR, Thesaurus, Incoming Letters, STMIK STIKOM Indonesia.ABSTRAKSTMIK STIKOM Indonesia saat ini memiliki mahasiswa aktif lebih dari 4.000 orang. Kampus ini memiliki kerja sama yang baik antar lembaga kependidikan ataupun lembaga lain non kependidikan yang ditunjukkan melalui undangan menghadiri ataupun mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga lain. Saat ini, surat masuk atau undangan yang diterima mencapai rata-rata 50 surat dalam sebulan, untuk mempermudah proses manajemen surat masuk, kampus ini mulai melakukan perbaikan dengan mengembangkan sistem pengarsipan surat, namun proses penanganan surat masuk belum dilakukan secara otomatis. Optical Character Recognition (OCR) merupakan salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengenali detail surat masuk berupa nomor surat, tanggal surat, perihal surat, tujuan surat serta sumber surat dari hasil scan surat masuk tersebut. Pada penelitian ini peneliti mengajukan teknologi OCR dan pendekatan thesaurus untuk dapat memperoleh informasi dari hasil scan surat masuk di STMIK STIKOM Indonesia, dengan 50 data uji, maka akan dihitung akurasi pengenalan yang diperoleh dari teknologi OCR. Hasil pengujian menggunakan 3 skenario dengan jumlah thesaurus yaitu 10, 30 dan 50 menghasilkan tingkat akurasi pengenalan tertinggi yaitu 92% saat menggunakan 50 thesaurus.Kata Kunci : OCR, Thesaurus, Surat Masuk, STMIK STIKOM Indonesi
PENGARUH WEBQUAL 4.0 TERHADAP MINAT BELI (STUDI KUANTITATIF PADA E-COMMERCE MATAHARIMALL.COM)
ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of WebQual 4.0. (X) towards the purchase intention (Y) at Mataharimall.com. This study used the concept of Marketing Communication that focussed on Internet Marketing through website. This study used Usability (X1), Information Quality (X2), and Service Interaction Quality (X3) variables. This type of research is quantitative explanative with survey method. This study also aimed to determine what variables are the most dominant in influenced consumer purchase intention. The sample of this study amounted to 272 respondents with purposive sampling technique. The result of this research showed that all the variables of WebQual 4.0 simultaneously influence significantly to the purchase intention at Mataharimall.com. Partially or individually variables that significantly influence purchasing intention are Usability (X1) and Service Interaction Quality (X3). While the Information Quality (X2) variable does not significantly influence the intention of purchase. The most dominant variable affected consumer purchase intention is Service Interaction Quality (X3).Keywords: WebQual 4.0, Usability, Information Quality, Service Interaction Quality, Purchase IntentionABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh WebQual 4.0 (X) terhadap Minat Beli (Y) pada Mataharimall.com. Penelitian ini menggunakan konsep Komunikasi Pemasaran yang berfokus pada Internet Marketing melalui website. Penelitian ini menggunakan variabel Usability (X1), Information Quality (X2), dan Service Interaction Quality (X3). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksplanatif dengan metode survey. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui variabel apa yang paling dominan dalam mempengaruhi minat beli konsumen. Sampel penelitian ini berjumlah 272 responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menghasilkan secara bersama-sama seluruh variabel WebQual 4.0 berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli pada e-commerce Mataharimall.com. Secara parsial atau individu, variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli adalah Usability (X1) dan Service Interaction Quality (X3). Sedangkan, variabel Information Quality (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap minat beli konsumen adalah variabel Service Interaction Quality (X3).Kata Kunci: WebQual 4.0, Usability, Information Quality, Service Interaction Quality, Minat Beli
RANCANG BANGUN E-COMMERCE PADA TOKO NAYLA BATIK
ABSTRACTNayla Batik Shop is Company that have main effort in the sale of batik clothing. Nayla Batik Shop estalished since 2004 and having its address on Jalan Raya Sesetan No 67 Denpasar Bali, Until now Nayla Batik Shop does not have electronic or online sales media. The sales process currently have several limitations such as sales scope of Nayla Batik Shop, which are relatively small, requires a lot employees so that the operational burdden of the company is increasing, and employees who have difficulty serving customers when the shop is crowded, not to mention employees serving customers who ask products via telephone and short message and sales record that are still done manually. To overcome this problem, an E-commerce website was built at the Nayla Batik Shop, the sistem was built using the PHP programming language so that it can be accessed through a computer that has internet connection and a browser. The method used is the interview method, documentation method, literature and observation. And using Black box testing. With this application, it is expected that in the future can increase the sales of Nayla Batik Shop.Keywords: Design, E-commerce, Nayla Batik ShopABSTRAKToko Nayla Batik merupakan sebuah perusahan yang bergerak dibidang penjualan pakaian batik. Toko Nayla Batik Berdiri sejak tahun 2004 dan beralamat dijalan raya sesetan No 67 Denpasar Bali, Sampai saat ini Toko Nayla Batik belum memiliki media penjualan secara elektronik ataupun online. Proses penjualan yang sedang berjalan saat ini menimbulkan beberapa keterbatasan seperti lingkupan penjualan toko nayla batik masih tergolong kecil, membutuhkan banyak karyawan sehingga beban oprasional perusahan pun semakin meningkat, serta karyawan yang mengalami kesulitan dalam melayani pelanggan saat toko sedang ramai, belum lagi karyawan melayani pelanggan yang menanyakan produk lewat via telepon dan sms dan pencatatan laporan penjualan yang masih dilakukan secara manual. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibangunlah suatu rancang bangun website E-commerce pada toko nayla batik yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP sehingga bisa diakses melalui perangkat komputer yang memiliki koneksi internet dan browser. Metode yang digunakan adalah metode wawancara, metode dokumentasi, kepustaka dan observasi. Serta menggunakan pengujian Black box testing. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan untuk kedepannya dapat meningkatkan penjualan pada toko nayla batik.Kata kunci : Rancang, E-commerce, Toko Nayla Batik