3121 research outputs found
Sort by
DIAPHRAGMATIC BREATHING MEMPERBAIKI FLEKSIBILITAS TRUNK PESERTA BULUTANGKIS PUTRA CLUB BIMA SAKTI DI GOR ANGGALIN CANGGU
Bulutangkis adalah olahraga yang memiliki teknik dan jenis - jenis pukulan yang perlu dikuasai oleh atlet untuk dapat bermain dengan baik. Teknik dan jenis pukulan dalam bulutangkis memiliki gerakan yang kompleks sehingga diperlukan fleksibilitas tubuh untuk dapat menguasainya, terutama fleksibilitas pada trunk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian diaphragmatic breathing dalam memperbaiki fleksibilitas trunk peserta bulutangkis putra Club Bima Sakti di Gor Anggalin, Canggu, Kuta Utara, Badung. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Variabel independent adalah diaphragmatic breathing dan variabel dependent adalah fleksibilitas trunk yang diukur dengan trunk and neck flexibility test. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive dengan jumlah 5 sampel. Penentuan sampel dengan menggunakan kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan kriteria drop out. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya perubahan fleksibilitas trunk sesudah dilakukan diaphragmatic breathing, dianalisis dengan uji paired t-test dengan hasil nilai p adalah 0,001 dimana nilai
UJI PENDAHULUAN KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR DI BANJAR TANGGAHAN TENGAH, DESA SUSUT KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis, fisika dan kimiawi air dari Sumber Mata Air Di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kualitas mikrobiologis yang diuji berupa cemaran bakteri coliform dan coliform fecal (Escherichia coli). Kualitas fisika yang diuji antara lain zat padat terlarut, suhu, kekeruhan, kesadahan, warna, rasa, dan bau. Kualitas kimiawi yang diuji antara lain nilai pH, TDS, Nitrat, Nitrat, Besi, Klorida, Arsen, Amoniak, Sulfat, Total Kromium, Kadmum, Selenium, Aluminium, Seng, Tembaga dan mangan. Parameter fisik dan pH diukur di lokasi pengambilan sampel, sedangkan parameter lainnya diuji di laboratorium Analitik Universitas Udayana Bali. Parameter mikrobiologis diuji dengan metode MPN (Most Probable Number). Nitrit, Nitrat, Amoniak, kekeruhan dan Sulfat diuji dengan menggunakan metode spektrofotometri. Kesadahan dan Klorida diuji dengan metode titrimetri. Sedangakan untuk penentuan kandungan logam (As, Cr, Cd, Se, Al, Fe, Mn, Zn dan Cu) diuji dengan metode Plasma Emission Spektroskopi. Hasil uji menunjukkan bahwa Sumber Mata Air Di Br. Tanggahan Tengah, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dari tidak memenuhi standar baku mutu air minum dari segi mikrobiologis, tetapi memenuhi standar baku mutu air minum dalam parameter fisika dan kimiawi sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang peryaratan kualitas air minum. selain (kekeruhan, Cr, Cd dan Se) karena nilainya diatas baku mutu. Secara umum air dari Sumber Mata Air Di Banjar Tanggahan Tengah, Desa Susut, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli termasuk dalam air golongan B.
Kata kunci: mata air Tanggahan, kualitas air, baku mut
PKM Industri Rumah Tangga Jajanan Khas Bali Di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali
ABSTRAK Usaha jajanan Bali traditional Dana Asih dan Riko Kaliadrem adalah industri rumah tangga (IRT) yang berlokasi di Br. Pengembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kedua industri tersebut menyediakan berbagai jajanan khas Bali yang digunakan untuk upacara dan dikonsumsi. Jajanan khas Bali yang diproduksi adalah jaja uli, jaja begina dan jaja kaliadrem. Kegiatan bisnis yang dijalani kedua IRT ini diantaranya menerima pesanan jajanan khas Bali, memproduksi secara konvensional dari pemilihan bahan, kuantitas bahan yang digunakan, pengolahan bahan, pengemasan jajanan serta memasarkan hasil produksi. Produk yang dihasilkan oleh mitra adalah jajanan kering khas Bali. Produk tersebut dikemas kedalam plastik flip tanpa memberikan desain kemasan yang dapat menjadi identitas industri. Mitra mengakui produk yang mereka dijual di pasaran tidak dikenali oleh konsumen karena banyak produk yang sama. Hal tersebut mempengaruhi promosi yang diinginkan oleh mitra. Jajanan khas Bali yang dibuat tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga diperlukan kemasan yang kedap udara agar produk dapat bertahan lebih lama. Permasalahan yang dialami mitra adalah pemasaran produk atau promosi serta pencatatan penjualan. Solusi yang diberikan adalah dengan merancang kemasan produk yang menarik dan kedap udara, memberikan pelatihan membuat jajanan khas Bali dengan resep baru yang lebih tahan lama, menyediakan sebuah website e-commerce serta mitra diberikan pelatihan menggunakan media sosial. Produk dapat dikenal pada khalayak umum dengan identitas pada kemasan serta masa kadaluarsa produk lebih lama. Varian rasa dari produk bertambah dengan harapan lebih diminati masyarakat. Kemampuan memanfaatkan teknologi juga meningkat yang dapat berpengaruh kepada peningkatan produktivitas.Kata kunci : jajanan, kemasan, promosi, e-commerceABSTRACT Traditional Balinese snacks are home industries businesses located in Br. Pengembungan, Tegal Jadi Village, Marga District, Tabanan Regency. Both industries has some kind of Balinese snacks that are used for ceremonies and also to consume. They are Jaja Uli, Jaja Begina and Jaja Kaliadrem. The business activities undertaken by these two home industries start from receiving orders for the snacks, producing conventionally, from selecting the ingredients, measuring the quantity of materials used, processing of materials, wrapping the snacks and selling of these products. These products can be classified into bali dry snacks. It is wrapped into a flip plastic that can be bought on the market without using special design for the packaging, which is it can be an industrial identity. Partners acknowledge that the products they sell on the market cannot be recognized by consumers because many other industry players sell the similar products. This will probably affects the promotion desired by partners. In addition, typical Balinese snacks that are made do not use preservatives, so airtight packaging is needed so that the product can last longer. The main problems experienced by partners and closely related to the packaging are product selling or promotion. The selling process carried out by partners (some sellers) is done conventionally. Partners keep their products limited in traditional markets. The impact that occurs in this marketing way is the demand for products does not increase. The next problem is recording sales. So far, business partners do not record sales in any form so that it cannot be clearly seen how many products have been sold and in what time period and cannot calculate the total profits that have been obtained. The solution offered is to design attractive and airtight product packaging, make recipes and provide training for recipes, provide an e-commerce website that can help the promotion process and record sales. Some courses will also be provide to partners for example the course about using social media. As the aim, the products will be famous into public. And the packaging design hopefully will give an identity that is including the product expiry date as a trustworthy product. The flavor variant of the product increases with the hope that the community is more interested. The ability to use technology also increases which can affect productivity.Key words : snacks, packaging, promotion, e-commerc
Peningkatan Omzet Usaha Bakmie Djuragan Di Desa Kerobokan, Badung, Bali
ABSTRAKBakmie Djuragan terletak di Kerobokan. Kelompok ini belum menerapkan manajemen pengelolaan dan pemasaran yang profesional. Proses pembuatan Bakmie Djuragan kurang memperhatikan kebersihan, dan tata kelola manajemen pemasaran. Akibatnya, kelompok mitra belum berkembang secara maksimal. Target program ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok usaha Bakmie Djuragan tentang kebersihan, manajemen pengelolaan, dan pemasaran serta penggunaan teknologi tepat guna semakin lebih baik. Solusinya adalah memberikan pelatihan tentang menajemen pengelolaan dan pemasaran, membelikan sarung tangan untuk hygine, pembelian Wifi Andromax 3z Smartfren dan memasukan usaha ini ke GO-FOOD dalam hal ini GO-RESTO untuk penunjang omzet usaha tersebut. Program ini melibatkan tenaga pakar dari Universitas Dhyana Pura. Dalam rangka keberlanjutan program PKM ini, maka tim melakukan evaluasi serta monitoring secara berkala terhadap usaha tersebut. Dengan demikian, usaha Bakmie Djuragan dapat berkembang, omzet penjualan semakin meningkat, dan memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk berwirausaha sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.Kata kunci: Bakmie Djuragan, Teknologi, Manajemen, dan PemasaranABSTRACTBakmie Djuragan is located in Kerobokan. This group has not implemented professional management and marketing management. The process of making Bakmie Djuragan paid little attention to cleanliness, and management of marketing management. As a result, partner groups have not developed optimally. The target of this program is to increase the knowledge of the Bakmie Djuragan business group about cleanliness, management, and marketing management and the use of appropriate technology to be better and better. The solution is to provide training on management and marketing management, buy gloves for hygine, purchase Wifi Andromax 3z Smartfren and enter this business into GO-FOOD in this case GO-RESTO to support the business turnover. This program involves experts from the University of Dhyana Pura. In the context of the sustainability of this PKM program, the team regularly evaluates and monitors the business. Thus, Bakmie Djuragan's business can grow, sales turnover is increasing, and inspire the community to entrepreneurship so as to improve the welfare of the surrounding community.Keywords: Bakmie Djuragan, Technology, Management, and Marketing
Peningkatan Daya Saing Produk Tedung Bali Menembus Pasar Ekspor
ABSTRAKTedung Bali merupakan hasil kerajinan rumah tangga yang memproduksi barang seni berupa tedung atau payung yang selama ini lebih banyak untuk kegiatan upacara adat maupun keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Bentuk fisik Tedung Bali ini secara garis besar terdiri dari dua bentuk yaitu “Tedung Agung†dan “Tedung Robrob†serta masing-masing bentuk ini menggunakan ukuran yang bervariasi sesuai dengan inovasi perajin. Tedung Bali dibuat dengan berbagai ornamen yang sarat dengan unsur lambang atau makna sesuai ajaran sastra Bali dan dimasuki unsur seni sehingga menarik sebagai sarana upacara khususnya umat Hindu sekaligus juga menjadi daya tarik wisata baik bagi wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Permasalahan utama mitra Program Kemitraan Masyarakat ini (PKM) adalah mitra belum mengetahui apakah usaha yang dijalani menguntungkan atau tidak. Permasalahan bidang pemasaran adalah bagaimana upaya mitra binaan menembus pasar ekspor. Tujuan dari program PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam teknik manajemen usaha, teknik pemasaran dengan memanfaatkan media online. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut meliputi (1) pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem pembukuan usaha berbasis teknik akuntansi sederhana dan pelatihan dibidang manajemen usaha; (2) Focus Group Discusion (FGD) dengan mebahas berbagai topik manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Luaran program ini adalah Buku Kas, buku persediaan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), perhitungan titik impas (BEP), Teknik Pemasaran untuk menembus pasar ekspor, dan artikel yang siap di publikasi pada jurnal ilmiah.Kata Kunci : Tedung Bali, Teknik manajemen usaha, Focus Group DiscusionsABSTRACT"Balinese building" is the result of household crafts that produce art items in the form of buildings or umbrellas, which so far have been more traditional and religious ceremonial activities for Hindus in Bali. The physical form of this Balinese building outlines consists of two forms, namely the "Great Mosque" and the "Robrob Building" and each of these forms uses varying sizes according to the craftsman's innovation. The Balinese building is made with various ornaments which are full of elements of symbols or meanings in accordance with the teachings of Balinese literature and are entered by elements of art so that it is attractive as a means of ceremonies especially Hindus as well as a tourist attraction for both foreign and domestic tourists. The main problem of this Community Partnership Program (PKM) partner is that partners don't know whether the business they are doing is profitable or not. The problem in marketing is how the efforts of fostered partners penetrate the export market. The aim of the PKM program is to increase partners' understanding and skills in business management techniques, marketing techniques by utilizing online media. The methods used in achieving these objectives are (1) training and assistance in making business accounting systems based on simple accounting techniques and training in business management; (2) Focus Group Discussion (FGD) by discussing various topics of financial management and marketing management. The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques to penetrate the export market, and articles that are ready to be published in scientific journals.Keywords: Balinese Building, Business management techniques, Focus Group Discusion
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran hidangan kesempatan khusus dan Fusion Food Kelas XII Program Keahlian tata boga SMK PGRI 3 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Objek penelitian ini adalah penerapan pendidikan karakter dengan lesson study, aktifitas, dan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Tata Boga SMK PGRI 3 Denpasar yang berjumlah 46 siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan metode tes, metode observasi, dan metode dekomentasi. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan telah terjadi peningkatan hasil evaluasi pada setiap siklus yang dapat dilihat dari peningkatan Persentase rerata skor aktivitas belajar siswa sebesar 14,8 % yaitu dari siklus I sebesar 72,6 % meningkat menjadi 87,4 % pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase rerata skor hasil belajar meningkat sebesar 2% yaitu dari siklus I sebesar 85,7 % meningkat menjadi 87,7% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Persentase Akomulasi rerata nilai skor aktivitas belajar dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 8% yaitu dari siklus I sebesar 79,5 % meningkat menjadi 87,5 % pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Ketuntasan klasikal Siswa meningkat sebesar 15,5% yaitu dari siklus I sebesar 84,7 % meningkat menjadi 100% pada siklus II yang berada pada kategori sangat baik. Jadi, penerapan pendidikan karakter dengan lesson study dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran hidangan kesempatan khusus dan Fusion Food Kelas XII Program Keahlian tata boga SMK PGRI 3 DenpasarKata Kunci : pendidikan karakter, lesson study, aktivitas belajar, Hasil Belajar.AbstractThis study aims to improve learning activities and student learning outcomes on special occasion dishes and Fusion Food in Class XII of the CateriAng Skills Program of SMK PGRI 3 Denpasar. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. The object of this research is the application of character education with lesson study, activities, and student learning outcomes. The subjects of this research were 12th grade students of Catering in PGRI 3 Vocational High School in Denpasar, totaling 46 students. Data collected using the test method, observation method, and decomentation method. The data obtained were then analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study indicate that there has been an increase in the evaluation results in each cycle which can be seen from the increase in the average percentage of students' learning activity scores of 14.8%, from the first cycle of 72.6% to 87.4% in the second cycle in the category very good. The average percentage score of learning outcomes increased by 2%, from the first cycle of 85.7% increased to 87.7% in the second cycle which is in the very good category. Percentage of average value of learning activities and student learning outcomes increased by 8%, from the first cycle of 79.5% to 87.5% in the second cycle which is in the very good category. Classical completeness Students increased by 15.5%, from 84.7% in the first cycle increased to 100% in the second cycle which is in the very good category. So, the application of character education with lesson study can improve learning activities and Keywords: character education, lesson study, learning activities, learning outcome
EFEKTIVITAS METODE ASSURE PADA MATA KULIAH MATEMATIKA I
AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas metode ASSURE untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika I di STMIK STIKOM Indonesia. Penelitian ini menggunakan mixed method yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif secara berurutan, di mana pada tahap pertama menggunakan metode kuantitatif dan tahap kedua dengan metode kualitatif. Dimulai dari persiapan penelitian yaitu observasi dengan metode wawancara sampai ke analisis data yang berupa kuisioner/angket respon mahasiswa dan tes motivasi kognitif. Desain penelitian kuantitatif yang digunakan adalah pre-experimental design yaitu one group pretest-posttest design dengan uji hipotesis dilakukan dengan t-test. Sedangkan deskriptif kualitatif digunakan untuk memahami kelemahan dan kelebihan metode ASSURE dalam upaya meningkatkan motivasi belajar matematika mahasiswa. Hasil analisis kuisioner respon mahasiswa terlihat bahwa penggunaan metode ASSURE dalam pembelajaran matematika mendapat respon positif sebesar 93% dalam kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa menyenangi metode pembelajaran yang dilakukan oleh dosen yang bersangkutan. Didukung pula dengan data hasil motivasi belajar mahasiswa setelah mendapat metode ASSURE juga baik. Hal ini dibuktikan dengan 63% mahasiswa berada pada skor dengan kategori tinggi, 27% mahasiswa dengan kategori sedang, dan 10% mahasiswa dengan kategori rendah.Kata Kunci: Metode ASSURE, Motivasi Belajar, Media PembelajaranAbstractThis research aims to determine the effectiveness of the ASSURE method to increase the motivation to study students at Mathematics I College at STMIK STIKOM Indonesia. The study used a mixed method that combines quantitative research methods with qualitative sequentially, where in the first phase using quantitative methods and the second phase with qualitative methods. Starting from the research preparation is observation with the method of interviews to the analysis of data that is in the form of questionnaire/questionnaire student response and cognitive motivation test. Quantitative research design used is a pre-experimental design that is one group Pretest-posttest design with hypothesis test done with T-Test. While qualitative descriptive is used to understand the weaknesses and advantages of the ASSURE method in the effort to increase motivation learning student mathematics. The results of the student response questionnaire analysis were seen that the use of the ASSURE method in learning mathematics received a positive response of 93% in high category. This proves that the students have the convenience of learning methods performed by the lecturers in question. Supported by the motivation result of learning student data after getting the ASSURE method is also good. This is evidenced by the 63% of students being in high-category scores, 27% of moderate-to-category students, and 10% of low-category students.Keywords: ASSURE method, learning motivation, learning medi
THE EFFECT OF SCIENTIFIC APPROACH ON SPEAKING COMPETENCY AND ITS RELATIONSHIP TO ACHIEVEMENT MOTIVATION OF TENTH YEAR STUDENTS OF SMK PARIWISATA TRIATMA JAYA BADUNG
ABSTRACTThis experimental study aims to investigate the effect of scientific approach and achievementmotivation on the speaking competency of tenth graders of SMK Pariwisata Triatma Jaya Badungin the academic year 2019/2020. This research applied 2x2 factorial design. Sixty students wereselected as sample through random sampling. Data on students’ speaking and achievementmotivation were collected by using multiple-choice tests. The acquired data were analyzedstatistically by Two Way Analysis of Variance (Two Way ANOVA) and Tukey test to know theinteraction effect at 5% significance level. This research discovers: 1) The scientific Approachsignificantly correlates with students’ speaking competency, 2) There is a significant interactioneffect of teaching strategy and achievement motivation on students speaking competency, 3) Thescientific Approach significantly correlates with the motivation students’ speaking competency,and 4) Conventional Strategy significantly correlates with low motivation students’ speakingcompetency.Keywords: scientific approach, achievement motivation, speaking competencyABSTRAKStudi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh pendekatan saintifik dan motivasiberprestasi terhadap kompetensi berbicara siswa kelas X SMK Pariwisata Triatma JayaBadungpada tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan rancangan 2x2 faktorial. 60siswa dilibatkan sebagai sampel penelitian. Mereka dipilih dengan teknik sampling acak. Datakompetensi berbicara dan motivasi berprestasi dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data yangdiperoleh dianalisis dengan Analisis Varian AB (ANAVA AB) dan uji Tukey untuk mengetahuipengaruh interaksi. Temuan penelitian ini adalah (1) Pendekatan Saintifik berpengaruh secarasignifikan terhadap kompetensi berbicara siswa, (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikanstrategi mengajar dan motivasi berprestasi terhadap kompetensi berbicara siswa, (3) PendekatanSaintifik berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi berbicara siswa yang memilikimotivasi tinggi, dan (4) Strategi Konvensional berpengaruh secara signifikan terhadapkompetensi berbicara siswa yang memiliki motivasi rendah.Kata-kata kunci: pendekatan saintifik, motivasi berprestasi, kompetensi berbicar
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI METODE GUIDED NOTE TAKING PADA MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS TRIATMA MULYA
ABSTRAKPeningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Melalui Metode Guided Note Taking Padamahasiswa Akuntansi Universitas Triatma Mulya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkanmotivasi dan hasil belajar bahasa Inggris melalui metode guided note taking. Penelitian inimenggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklusterdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian tindakan kelas iniadalah mahasiswa akuntansi semester 8 Universitas Triatma Mulya yang berjumlah 20 orangmahasiswa terdiri dari 3 mahasiswa laki-laki dan 17 perempuan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan metode guided note taking dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasaInggrisKata kunci: Guided Note Taking, Motivasi, Bahasa InggrisABSTRAKImproving Motivation and Learning Result through Guided Note Taking Method on Triatma MulyaUniversity students. The aims of this research is to improve student’s motivation and Englishlearning results through guided note-taking methods. This research is a classroom action researchthat is done on three cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection.The subject of the research was the students of Triatma Mulya University, consisting of 20 students,3 boys, and 17 girls. The result shows that the implementation guided note-taking method is able toimprove student’s motivation and learning results of English for the students of Triatma MulyaUniversity.Keywords: Guided Note Taking, Motivation, Englis