E-Journal Universitas Dhyana Pura

E-Journal Universitas Dhyana Pura
Not a member yet
    3121 research outputs found

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN MARIGOLD (Tagetes erecta L.) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)

    Get PDF
    Daun marigold (Tagetes erecta L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa metabolit sekunder jenis flavonoid sehingga memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun marigold. Metode yang digunakan yaitu DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Ekstrak etanol, dan fraksi ethyl asetat positif mengandung metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, dan tannin berdasarkan hasil uji skrining fitokimia. Nilai IC50 fraksi etil asetat daun marigold (Tagetes erecta L.) yaitu 75,3185 ppm dengan kategori antioksidan kuat. Kata kunci : Daun marigold (Tagetes erecta L.), fraksi etil asetat, antioksidan, dan DPPH

    PKM Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Metode Storytelling Berbasis Multimedia bagi Anak-Anak Perumahan Citra Tegal Buah Padangsambian Kelod Denpasar

    Get PDF
    ABSTRAKStorytelling. merupakan kegiatan bercerita baik dengan media buku atau menggunakan media lainnya seperti boneka, gambar, multimedia, bahkan tidak menggunakan media apapun. Storytelling berfungsi sebagai alat perekat komunikasi antara orangtua dan anak, namun saat ini cara mendongengnya saja yang sedikit berubah. Pemanfaatan teknologi seperti berbasis multimedia dapat juga salah satu sarana yang dapat membangkitkan kreatifitas anak-anak dalam bercerita. Hanya saja berbeda hal yang terjadi pada anak-anak yang berada di wilayah Kelompok Perumahan Citra Tegal Buah yang beralamat di Jalan Gunung Mas Gang Kidul Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, Denpasar Bali. Berdasarkan observasi dan fakta di lapangan yang terjadi melalui kegiatan kuesioner pada anak-anak sekolah dasar dari Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 yang akan ikut serta dalam kegiatan yaitu sejumlah 30 peserta. Maka untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan anak-anak tentang kegiatan bercerita seperti storytelling menggunakan Bahasa Inggris dan pemanfaatan teknologi berbasis multimedia bahwa dengan hasil perhitungan skala Gutman memperoleh nilai rata-rata pengetahuan sejumalah 41% yang termasuk nilai rendah atau dengan kata lain tidak banyak mengetahui tentang storytelling berbasis multimedia. Dengan demikian perlu diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyrakat dalam hal peningkatan pembelajaran Bahasa inggris dengan metode storytelling berbasis multimedia pada anak-anak Kelompok Perumahan Citra Tegal Buah.Kata kunci : storytelling, multimedia, Bahasa InggrisABSTRACTStorytelling is an activity to tell a story with the media of books or using other media such as dolls, pictures, multimedia or without using any media at all. Its function as an adhesive tool for communication between parents and children. Nowadays the way of storytelling is slightly changed. The multimedia technology can be used as one of the tools that can arouse children's creativity in storytelling. The children who are in the group of Citra Tegal Buah Subdivision which is located at jl. Gunung Mas gang Kidul Br. Tegal Buah Padangsambian Kelod, Denpasar Bali has dealt differently. The questionnaires had given to 30 students of grade 1 to 5 elementary school. The Gutman scale calculation showed 41% of an average knowledge value. It means low scores or in other words only few students know about storytelling with multimedia base. In accordance to this, it is necessary to hold community service activities in terms of improving English language learning with multimedia based in storytelling for children Group of Citra Tegal Buah housing.Key words: storytelling, multimedia, Englis

    PKM Pembuatan Roti (Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll) bagi Guru dan Siswa SMK Wira Harapan Tegal Jaya

    Get PDF
    ABSTRAKSekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wira Harapan merupakan sekolah kejuruan di bidangpariwisata beralamat di Jalan Raya Padang Luwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, BadungBali menerapkan Kurikulum 2013 yang mendidik, melatih dan mencetak lulusan yangkompeten di bidang perhotelan (Kantor Depan, Tata Graha, Jasa Boga dan Tata Hidangan).Kompetensi khusus di Bidang Jasa Boga, siswa dididik dan dilatih dalam proses pengolahandan menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman dan siap bekerja di industry perhotelansebagai seorang juru masak (cook). Sebagai calon juru masak (cook) yang professional, untukbisa menghasilkan makanan yang rasanya enak, menarik, sehat dan aman dimakan, sangatdiperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pengolahan makanan (metodememasak), bahan makanan dan peralatan yang digunakan dalam pengolahan makanan. SiswaSMK Wira Harapan khususnya jurusan Jasa Boga telah dididik dan dilatih untuk praktekpengolahan hidangan Indonesia, Asia, dan Eropa tetapi belum mencakup praktik pengolahanroti sebagai hidangan utama untuk sarapan. Untuk dapat mencetak lulusan yang kompeten dibidang jasa boga, siswa SMK Wira Harapan perlu diberikan pelatihan tentang pembuatan roti(Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll). Luaran dari kegiatan ini meliputi: lulusan SMKWira Harapan memiliki keterampilan, pengetahuan tentang penerapan metode, bahan-bahan,peralatan yang dipergunakan dalam proses pembuatan roti (Croissant, Danish Pastry, danRaisin Roll), penataan dan pengemasan produk yang menarik sehingga menambah nilai jual dariproduk roti.Kata Kunci: pengolahan, roti (croissant, danish pastry, dan raisin roll), pendampinganABSTRACTWira Harapan Vocational High School is a vocational school located on Jalan Raya PadangLuwih, Br. Tegal Jaya, Dalung, North Kuta, Badung, Bali. It applies the 2013 Curriculumwhich educates, trains and produces competent human resources in the hotel industry (FrontOffice, Housekeeping, Food Production and Food and Beverages). Students are educated andtrained how to produce and serve foods and beverages, meaning that they are prepared to beemployed at the hospital industry as cooks. The cooking method, which includes the knowledgeand skill needed to process foods, and the materials as well as equipment needed highlycontribute to the production of delicious foods, healthy and safe to be consumed. The students ofWira Harapan Vocational High School, especially those who enrolled at the Department ofFood Productions class, are educated and trained to cook Indonesian, Asian and Europeanfoods; however, they have not been trained to produce bread as the main course for breakfast.Therefore, it is necessary to train them to produce bread (Croissant, Danish Pastry, dan RaisinRoll) to make them highly competent in food production. It is expected that the Wira HarapanHigh School graduates will be skilled and knowledgeable of the cooking method, the materialsand equipment used in the bread production (Croissant, Danish Pastry, dan Raisin Roll), andserving and packaging products that have more added selling value.Keywords: processing, bread (croissant, danish pastry, dan raisin roll), supervisio

    Marketing Go Digital Untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok UMKM Di Desa Banjar Kemuning

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan dari Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemasaran digital, terutama media sosial, bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Agar penjualan dan keuntungan UMKM meningkat. Kegiatan ini dihadiri oleh 8 peserta UMKM, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah; pertama, penjelasan tentang penggunaan Slide Power Point dan proyektor LCD; kedua, berbagi pengalaman dan diskusi; dan akhirnya, praktik langsung membuat akun media sosial (Facebook, Instagram dan OLX) dan bagaimana membuatnya menarik bagi pembeli (gambar, kata, cerita, dll.). Diadakan pada tanggal 2 Februari 2020, layanan masyarakat ini didanai oleh Universitas Bhayangkara, Surabaya. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya sedikit yang secara aktif menggunakan media sosial sebagai alat promosi dan tidak memisahkan akun toko daring mereka dari akun pribadi mereka, beberapa yang lain menggunakannya sesekali, dan sisanya dari para peserta tidak pernah menggunakan pemasaran media sosial karena kurangnya teknologi keterampilan. Setelah mengikuti kegiatan ini, semua peserta menunjukkan minat besar dalam menggunakan pemasaran media sosial secara terus menerus.Kata kunci: pemasaran digital, pendapatan, kelompok UMKMABSTRACTThe purpose of this community service is to increase knowledge and skills about digital marketing, especially social media, for Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) as well as to increase their sales and profits. Attended by 8 MSME participants, the methods used in this activity were; first, an explanation of Power Point slides and LCD projectors usage; second, sharing experiences and discussions; and finally, the direct practice of creating social media accounts (Facebook, Instagram and OLX) and how to make them attractive to buyers (pictures, words, stories, etc.). Held on 2 February 2020, this community service was funded by Bhayangkara University, Surabaya. The results show that only a few actively use social media as their promotional tool and not separating the online store account from participant’s personal accounts. Some of the participants use it occasionally, and the rest never use social media marketing due to lack of technological skills. After participating in this activity, all participants continuously show great interest in using social media marketing.Keywords: digital marketing, income, MSME village group Banjar Kemunin

    Pendampingan Dalam Pengembangan Desa Wisata Baha

    Get PDF
    ABSTRAKDesa Wisata Baha dikembangkan tahun 2010, memiliki potensi berupa jalur trekking/ cycling, daya tarik berupa pertanian dengan aktivitas budaya pertanian, peninggalan sejarah berupa tangsi Jepang, serta daya tarik budaya. Pengembangan Desa Wisata Baha belum menunjukkan perkembangan yang optimal. Berdasarkan fenomena tersebut, kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat, pelatihan, dan substitusi ipteks. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa untuk mengoptimalkan pengembangan Desa Wisata Baha, diperlukan pendampingan Perguruan Tinggi dengan menerapkan lima prioritas. Dari lima prioritas yang direncanakan untuk mengoptimalkan pengembangan Desa Wisata Baha, prioritas pertama sampai prioritas ketiga sudah berjalan, sedangkan prioritas keempat dan prioritas kelima belum berjalan. Pada prioritas ketiga, terdapat tiga kegiatan yang sudah berjalan yang didanai dari Dana Desa Baha Tahun 2020 yaitu pembuatan tempat sampah sepanjang jalur trekking/cycling, pembuatan umbul-umbul sepanjang jalur trekking/cycling, dan pembuatan sanggah catu (tempat persembahyangan di sawah). Sedangkan sembilan kegiatan yang belum berjalan pada prioritas ketiga yaitu pembuatan loket pemungutan karcis masuk, pembuatan gazebo, pembuatan lelakut, pembuatan sunari, pembuatan map atau peta jalur trekking/cycling, perbaikan atau perawatan jalur trekking/cycling, pengadaan motor pengangkut sampah, pengadaan mesin sensor untuk potong rumput, dan pembuatan fasilitas CHSEKata kunci: optimalisasi, desa wisata, pendampinganABSTRACTBaha Tourism Village was developed in 2010, has the potential in the form of trekking/ cycling paths, attractions in the form of agriculture with agriculture cultural activities, historical relics in the form of Japanese barriers, and cultural attraction. The development of Baha Tourism Village has not shown optimal development. Based on this phenomenon, community service activities are carried out by means of community education, training, and science and technology substitution. The results of the community service activities show that to optimize the development of Baha Tourism Village, higher education assistance is needed by implementing five priorities. Of the five priorities planned to optimize the development of Baha Tourism Village, the first priority to the third priority have been running, while the fourth priority and the fifth priority have not yet been implemented. On the third priority, there are three ongoing activities funded by the 2020 Baha Village Fund, namely making trash bins along the trekking/cycling route, making banners along the trekking/cycling path, and making ‘sanggah catu’ (a place to pray in the fields). Meanwhile, the nine activities that have not been running are in the third priority, namely making ticket booths, making gazebos, making ‘lelakut’, making ‘sunari’, making maps of trekking/cycling paths, repairing or maintaining trekking/cycling paths, procuring waste transporting motors, procuring sensor machines for lawn mowing, and the manufacturing of the CHSE facilityKeywords: optimization, tourism village, mentorin

    PROFIL INFERTILITY-RELATED STRESS PADA PEREMPUAN INFERTIL DI BALI

    No full text
    ABSTRAKPenelitian terdahulu menunjukkan bahwa salah satu sumber kebahagiaan perempuan yang telah menikah adalah anak. Namun, tidak semua perempuan yang telah menikah dapat segera memperoleh anak karena kondisi infertilitas. Kondisi infertilitas pada perempuan dapat berakibat pada stres infertilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran infertility related stress pada perempuan infertil. Infertility related stress akan diukur dengan menggunakan Copenhagen Multi-Center Infertility Psychosocial Infertility-Fertility Problem Stress Scale (COMPI-FPSS) yang diadaptasi oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe deskriptif. Karakteristik subjek penelitian adalah perempuan menikah minimal satu (1) tahun, mengalami infertilitas, dan berdomisili di Bali. Subjek penelitian sebanyak 140 orang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat infertility related stress, dimana ada 0% subjek dengan kategori sangat rendah, 35.71% subjek dengan kategori rendah, 30.71% subjek dengan kategori sedang, 27.86% subjek dengan kategori tinggi, dan 5.71% subjek dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: Infertility-related stress, perempua

    UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN LILI (Lilium longiflorum THUMB.) BERDASARKAN UMUR DAUN

    No full text
    ABSTRAKLilium longiflorum ini merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi yang bermanfaat sebagaibunga potong, tanaman hias, bahan kosmetika dan obat. Kandungan metabolit sekunder daritanaman lili mengandung saponin, tannin, flavonoid dan senyawa antioksidan. Ekstrak tanaman lilidapat digunakan sebagai antioksidan maupun antimikroba, namun belum diketahui secara pastikandungan dan kemapuan efektifitas antioksidan. Maka dilakukan uji aktifitas antioksidan padadaun muda dan daun tua Lilium longiflorum. Metode yang digunakan yaitu metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picryl Hidrazil) diukur serapan pada panjang gelombang 517 nm dan besarnya aktivitasantioksidan ditandai dengan nilai Inhibition Concentracion (IC50). Ekstrak daun lilium longiflorumdibuat dalam berbagai konsentrasi dan diuji aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan (IC50)pada ekstrak daun muda lilium longiflorum 85,29 ppm dan pada daun tua sebesar 66,86 ppmsedangkan sebagai pembanding yaitu IC50 vitamin C murni sebesar 33,71 ppm. Aktivitasantioksidan ekstrak etanol daun lili tua lebih kuat dibandingkan daun lili muda, namun lebih lemahdibandingkan vitamin C. Tingkat kekuatan aktifitas antioksidan pada daun lili muda dan tuatermasuk dalam kategori kuat.Kata Kunci : Antioksidan, lili, IC50, daun, DPP

    PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KENAIKAN GAJI BAGI PEGAWAI YAYASAN TRIATMA SURYA JAYA DENGAN METODE SAW

    Get PDF
    ABSTRACTHuman Resources (HR) has a very strategic role in the progress of an organization or business entity. One very important process carried out by an organization or business entity is the promotion of employee salary increases. The Triatma Surya Jaya Foundation as an organization has hundreds of employees who at all times need a salary increase process. In ensuring the process of taking employees' salary increases, the Foundation needs a system that can help in making decisions for employee salary increases. With these problems, we need a decision support system for employee salary increases within the Triatma Surya Jaya Foundation. With this system it is expected to be able to present information more quickly and accurately. The method used in determining this salary increase promotion is Simple Additive Weight (SAW). The design of this decision support system consists of several main processes, namely: input data in the form of criteria and criteria weights, the calculation process uses the SAW method, and displays the final criteria valueKeywords: decision Support Systems, Simple Additive Weighting, Employee Salaries.ABSTRAKSumber Daya Manusia (SDM) memiliki peran yang sangat strategis dalam kemajuan sebuah organisasi atau badan usaha. Salah satu proses yang sangat penting dilakukan oleh sebuah organisasi atau badan usaha adalah proses promosi kenaikan gaji pegawai. Yayasan Triatma Surya Jaya sebagai sebuah organisasi memiliki ratusan pegawai yang setiap saat membutuhkan proses kenaikan gaji. Dalam menjamin proses pengambilan kenaikan gaji pegawainya, Yayasan ini membutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu dalam hal pengambilan keputusan untuk kenaikan gaji pegawai. Dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan kenaikan gaji pegawai di lingkungan Yayasan Triatma Surya Jaya. Dengan sistem ini diharapkan mampu menyajikan informasi yang lebih cepat dan akurat. Metode yang digunakan dalam menentukan promosi kenaikan gaji ini adalah Simple Additive Weight (SAW). Rancang bangun sistem pendukung keputusan ini terdiri dari beberapa proses utama yaitu: input data berupa kriteria dan bobot kriteria, proses perhitungan menggunakan metode SAW, dan menampilkan nilai akhir kriteria.Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Simple Additive Weighting, Gaji Pegawai

    DIGITAL KNOWLEDGE REPOSITORY SEBAGAI MEDIA PUSAT PENGELOLAAN ILMU DAN PENGETAHUAN PERGURUAN TINGGI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

    Get PDF
    ABSTRACTThe focus of this research is to develop a Digital Knowledge Repository service based on information technology that can be used as a media center for the management of Science and Knowledge produced from a university. The knowledge referred to in this research is all outputs resulting from the practice of Tri Dharma Perguruan Tinggi, namely scientific journals, final project reports, textbooks, research models or products, electronic books, multimedia files and other similar outputs. Knowledge will be displayed in the form of a digital catalog that can be accessed online. The method used in this research is a qualitative approach with case studies. Data collection is done through in-depth interviews, observation, and documentation studies. The data obtained will be used as a basis for developing Digital Knowledge Repository services. This research resulted in a Digital Knowledge Repository platform. Besides being able to manage knowledge in the form of electronic documents, this application can also manage knowledge in the form of video, audio and images. The application of the self-service concept in this application makes it easier and faster for users to manage their accounts and knowledge.Keywords: Knowledge Repository, Information Technology, Digitalization.ABSTRAKFokus penelitian ini adalah mengembangkan sebuah layanan Digital Knowledge Repository berbasis teknologi informasi yang dapat digunakan sebagi media pusat pengelolaan Ilmu dan Pengetahuan yang dihasilkan dari sebuah perguruan tinggi. Yang dimaksud dengan knowledge pada penelitian ini adalah semua luaran yang dihasilkan dari pengamalan tri dharma perguruan tinggi antara lain jurnal ilmiah, laporan hasil tugas akhir, buku ajar, model atau produk hasil penelitian, buku elektronik, file multimedia serta luaran sejenis lainnya. Knowledge yang ada akan ditampilkan dalam bentuk katalog digital yang dapat diakses secara online. Selain itu katalog yang ditampilkan dapat dikelompokan sesuai dengan atribut data yang dimiliki, seperti penulis atau kontributor knowledge, tahun luaran, kategori, jurusan, penerbit, serta data atribut sejenis lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang didapat akan digunakan sebagai landasan dalam mengembangkan layanan Digital Knowledge Repository. Penelitian ini menghasilkan sebuah platform Digital Knowledge Repository. Selain dapat mengelola knowledge dalam bentuk elektronik dokumen, aplikasi ini juga dapat mengelola knowlege dalam bentuk video, audio maupun gambar. Penerapan konsep self-service pada aplikasi ini, membuat pengguna lebih mudah dan cepat dalam mengelola akun serta knowledge yang dimiliiki.Kata Kunci : Repositori Pengetahuan, Teknologi Informasi, Digitalisasi

    Pemberdayaan Kelompok Kerajinan Batok Kelapa melalui Pengembangan Produk Berbasis Limbah Kelapa

    Get PDF
    ABSTRAKProgram Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan terobosan baru bagi kelompok kerajinan batok kelapa, memenuhi kebutuhan pasar produk kerajinan batok kelapa, menerapkan metode pengolahan usaha berbasis Iptek dan inovasi. Secara khusus, pengabdian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usaha kecil menengah di Desa Timpag, peningkatkan pengetahuan kelompok tentang kualitas produksi dan pemasaran. Pemberdayaan perekonomian masyarakat melalui kerajinan batok kelapa di Desa Timpag adalah upaya membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga Desa Timpag mengalami pertumbuhan perekonomian dengan adanya kerajinan batok kelapa. Mitra memerlukan alat-alat atau mesin-mesin produksi pengolahan bahan baku agar dapat menjadi barang kerajinan yang mempunyai nilai tambah. Aspek manajemen usaha yang diberikan pelatihan kepada mitra kelompok wirausaha baru sebagai bagian masyarakat adalah manajemen pembukuan sederhana agar mereka bisa mengetahui dengan jelas keuangan dari usaha tersebut. Untuk aspek pemasaran, dengan adanya program BUMDes tersebut maka mitra kelompok wirausaha baru sangat terbantu dalam memasarkan produknya. PKM dilaksanakan dengan cara melakukan pelatihan dan pendampingan. Tahap pertama adalah tahap identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, di mana pada mitra terdapat 3 bidang yang menjadi permasalahan yaitu bidang pengelolaan, bidang pengolahan, dan bidang distribusi. Bidang pengelolaan diterapkan pelatihan tentang standar manajemen pengelolaan batok kelapa, pembuatan standar dan pelatihan manajemen pengelolaan batok kelapa, serta pendampingan dan pelatihan. Bidang pengolahan diterapkan pembuatan standar dan pelatihan pengolahan batok kelapa menjadi kerajinan seperti tempat sabun, gayung, dan mangkok kayu, serta pendampingan dan pelatihan terpadu pengolahan batok kelapa. Bidang distribusi diterapkan cara mendistribusikan hasil pengolahan batok kelapa serta pendampingan.Kata kunci : batok kelapa, kerajinan, limbah kelapa, inovasi masyarakatABSTRACTThis Community Partnership Program is provide breakthroughs for coconut shell craft groups, meet market needs for coconut shell craft products, apply science and technology-based business processing methods and innovations. In particular, this project can make a positive contribution to the development of small and medium businesses in the village of Timpag. In addition to increasing group knowledge about the quality of production and marketing. Community economic empowerment through coconut shell handicrafts in Timpag Village is an effort to build community power by encouraging, motivating and raising awareness of the potential that is owned to meet the needs of the community so that Timpag Village experiences economic growth with the existence of coconut shell handicrafts. So it requires tools or machines for processing raw materials in order to become handicrafts that have added value. Besides that, public knowledge about handicrafts made from coconut shells as mentioned above is also lacking, so training in the manufacture of these products is needed. The aspect of business management that needs to be given training to new entrepreneurial group partners as part of the community is simple bookkeeping management so that they can know the finances of the business. For marketing aspects, with the BUMDes program, new entrepreneurial group partners will be significantly helped in marketing their products. The Community Partnership Program is implemented by conducting training and assistance. The first stage is the stage ofidentifying problems and needs of partners, wherein partners there are 3 problem areas,namely, management, processing, and distribution. In the field of management, training onmanagement standards for coconut shell management is applied, standard-setting andmanagement training for coconut shell management, as well as mentoring and training. In thefield of processing, standard manufacturing and training in processing coconut shells intohandicrafts such as soap dispenser, and wooden bowls are applied, as well as integratedcoconut shell processing and assistance. The distribution sector will be applied on how todistribute the results of coconut shell processing and assistance.Keywords: coconut shell, crafts, coconut waste, community innovatio

    866

    full texts

    3,121

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Dhyana Pura is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage E-Journal Universitas Dhyana Pura? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!