3121 research outputs found
Sort by
PENGOLAHAN TEPUNG LABU KUNING KELOMPOK WANITA TANI DEWI CATUR, KABUPATEN BANGLI
ABSTRAKKelompok Wanita Tani Dewi Catur Lembaga desa yang terletak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan diolah dari hasil pertanian, salah satunya adalah labu kuning. Labu kuning atau waluh merupakan bahan makanan yang cukup populer di Indonesia. Tanaman labu kuning tergolong jenis tanaman yang mudah untuk dibudidayakan. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan sebagai campuran sayuran, cemilan (keripik), dan jajanan tradisional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok Wanita Tani dalam mengolah hasil panen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa: ceramah, demonstrasi, dan kegiatan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pendampingan ini menghasilkan produk berupa tepung labu kuning. Dalam pelaksanaan pendampingan kelompok peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang mewakili tiga banjar yang ada di Desa Catur. Produk yang dihasilkan dalam pelatihan sudah diikutsertakan dalam pameran desa. Ibu-ibu KWT juga sudah mengembangkan produk dari tepung sudah diolah menjadi beraneka macam jenis kue kering. Dari kegiatan pelatihan ini dapat diberikan kesimpulan bahwa pengetahuan mitra semakin meningkat, mitra memiliki keterampilan dalam memilih dan mengolah bahan, dan mitra telah menghasilkan produk yang dikemas dan siap untuk dipasarkan.Kata kunci: labu kuning, tepung labu kuning, Kelompok Wanita Tani Dewi CaturABSTRACTThe Dewi Catur Women Farmers Group is an institution located in Catur Village, Kintamani District, Bangli Regency, Bali Province, which has a lot of potential that can be developed and processed from agricultural products, one of which is pumpkin. Pumpkin is a fairly popular food item in Indonesia. Pumpkin plants are classified as types of plants that are easy to cultivate. So far, pumpkin is only used as a mixture of vegetables, snacks (chips), and traditional snacks. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the Women Farmers Group in processing crops. The methods used in this activity are; lectures, demonstrations and training and mentoring activities. This mentoring activity produces a product in the form of pumpkin flour. In the implementation of group assistance, the participants were very enthusiastic in participating in the training. This activity was attended by 23 participants representing three banjars in Catur village. The products produced in the training have been included in the village exhibition. The women have also developed products from flour that has been processed into various types of pastries. From this training activity, it can be concluded that the knowledge of partners is increasing, partners have skills in selecting and processing materials, and partners have produced products that are packaged and ready to be marketed.Keywords: yellow pumpkin, yellow pumpkin flour, Dewi Catur Women Farmer Grou
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JINTEN (Coleus amboinicus L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes
ABSTRAKJerawat merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada remaja hingga dewasayang disebabkan oleh bakteri. Salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat adalahStaphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Adanya sifat resinten bakteripenyebab jerawat pada antibiotic, maka diperlukan bahan alami untuk mengurangi infeksijerawat yang ditimbulkan oleh bakteri penyebab jerawat, salah satunya yaitu daun jinten(Coleus amboinicus L.). Daun jinten mengandung berbagai jenis antioksidan seperti saponin,flavonoida, polivenol dan minyak atsiri yang mampu sebagai metabolit sekunder antibakteri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun jinten dapatmenghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnesserta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien menghambat bakteri Staphylococcusepidermidis dan Propionibacterium acnes. Rancangan penelitian yang digunakan yaituRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan dua kontrol. Perlakuan diulangsebanyak 3 kali dengan berbagai konsentrasi 50%, 70%, 90%, kontrol (-) menggunakanetanol 70% dan kontrol (+) menggunakan salep antibiotik enbatic dengan kandunganneomycin sulfate dan bacitracin zinc. Hasilnya diketahui bahwa pada bakteri Staphylococcusepidermidis diperoleh diameter zona hambat pada 50% 4,0 mm, 70% 4,0 mm dan 90% 4,1mm. Pada bakteri Propionibacterium acnes diperoleh diameter zona hambat padakonsentrasi 50% 2,8 mm, 70% 4,3 mm dan 90% 4,8 mm.Kata kunci: antijerawat, daun Jinten, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis,zona hambat
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BAKSO MERCON BAGI BU- IBU PKK DI DESA BLIMBINGSARI
ABSTRAKPerkumpulam ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, yang beralamat di DesaBlimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali dimana masyarakatnya memilikilatar belakang pendidikan, pekerjaan dan perekonomian yang berbeda-beda. Adanya wabah virusCorona membuat dunia pariwisata terpuruk termasuk pariwisata di Bali. Banyak masyarakat yangbekerja di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan, termasuk masyarakat yang berasal dari desaBlimbigsari, banyak yang kehilangan pekerjaan dan terpaksa kembali ke desa dengan mengambilpekerjaan serabutan (menjadi petani, buruh bangunan), sedangkan kaum wanita atau ibu-ibumayoritas sebagai Ibu Rumah tangga, yang setiap hari menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Iburumah tangga diharapkan mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk menambah penghasilankeluarga, salah satu cara dengan meningkatkan ketrampilan dalam bidang produksi makanan ringanyang bisa dijual ke masyarakat. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam prosespembuatan makanan ringan bagi ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, dilakukansuatu upaya optimalisasi potensi dan pengembangan keterampilan dengan memberikanpendampingan dan pelatihan dalam pembuatan makanan ringan. Peningkatan keterampilan dankompetensi dilakukan dengan metode ceramah dalam menyampaikan materi tentang jenis-jenisbahan makanan, peralatan, dan metode memasak, juga dengan metode demonstrasi, pelatihan danpendampingan dalam pembuatan makanan ringan (bakso mercon). Luaran dari kegiatan ini meliputi:ibu-ibu PKK desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis bahanmakanan, penerapan metode memasak serta penggunaan peralatan dalam pembuatan makananringan (bakso mercon). Serta memiliki ketrampilan dalam memproduksi bakso mercon.Kata Kunci: Pembuatan, Makanan Ringan, pendampingan, pelatiha
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN DI BIDANG HOUSE KEEPING PADA PENGELOLAAN GUEST HOUSE BAGI PKK BANJAR KEROBOKAN DESA WISATA MUNGGU
ABSTRAKGerakan PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan termasuk jugadengan lembaga pendidikan. PKK Banjar Kerobokan Desa Wisata Munggu memiliki sumber dayapotensial untuk bisa dikembangkan. Mayoritas mata pencaharian ibu-ibu di Desa Wisata Munggusebagai Ibu Rumah tangga dan pengelola Guest house. Untuk membantu warga Desa WisataMunggu dalam mendapatkan pelatihan di bidang house keeping maka Prodi D4 ManajemenPerhotelan menjawab kebutuhan tersebut, dengan memberikan Pelatihan dan Pendampingan dibidang House Keeping dan Hospitality pada pengelolaan Pondok Wisata atau guest house bagi PKKBanjar Kerobokan Desa Wisata Munggu. Tujuan pelatihan ini memberikan wawasan,keterampilan penataan kamar, hospitality dan penerapan CHSE serta memberikan informasibahwa pelatihan ini juga bermanfaat dalam pengembangan usaha/enterpreneurship. Melihatbanyaknya manfaat dari pelatihan ini diharapkan peserta dapat menyerap ilmu danmengaplikasikan di masyarakat khususnya dalam mengelola guest house. Jenis Kegiatan yangdilakukan adalah persiapan, ceramah dan demontrasi serta pendampingan praktek. Pelaksanaanpelatihan di laksanakan secara offline di salah satu guest house milik warga. Antusias pesertaselama mengikuti pelatihan mereka sangat komunikatif, aktif bertanya dan mengikuti pelatihandengan sangat baik. Mereka berharap pada kesempatan mendatang bisa diberikan pelatihan lagipada bidang yang berbeda seperti pelatihan pembuatan roti, dan pelatihan spa.Kata kunci : Pelatihan, Penataan kamar dan hospitality, pengelolaan guest hous
Pengaruh Motivasi dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan Jambuluwuk Oceano Seminyak Hotel
Abstrak
Tujuan dari pelaksanaan riset ini yaitu supaya menganalisis pengaruhnya motivasi serta pelatihan kerja kepada kinerja karyawan dengan kepuasan kerja merupakan variabel mediasi pada karyawan Jambuluwuk Oceano Seminyak Hotel. Populasi pada penelitiannya ini yaitu keseluruhan pegawai tetap dengan jumlah 55 orang. Metode yang dipergunakan yakni SEM-PLS (Structural Equation Models-Partial Least Squares) dengan aplikasi SmartPLS versi 3.2.9. Mengacu pada hasil menganalisis yang sudah dilaksanakan hasilnya menampilkan yaitu ada pengaruhnya negatif antara motivasi terhadap kepuasan kerja, terdapat pengaruhnya positif dan bersignifikan diantara pelatihan kepada kepuasan kerja, terdapat pengaruhnya negatif serta tidak bersignifikan diantara motivasi terhadap kinerja karyawan, ada pengaruh negatif dan tidak signifikan diantara pelatihan kerja kepada kinerja karyawan, ada pengaruh positif dan signifikan diantara kepuasan kerja kepada kinerja karyawan, ada pengaruh negatif dan tidak signifikan kepuasan kerja yang memediasi pengaruhnya motivasi kepada kinerja karyawan, serta ada pengaruh positif dan signifikan kepuasan kerja yang memediasi pengaruhnya pelatihan kerja kepada kinerja karyawan pada karyawan Jambuluwuk Oceano Seminyak Hotel.
Abstract
This study aims to analyze the effect of motivation and job training on employee performance with job satisfaction as a mediating variable on employees of Jambuluwuk Oceano Seminyak Hotel. The population in this study were all permanent employees totaling 55 people. The method used is SEM-PLS (Structural Equation Models-Partial Least Squares) with SmartPLS application version 3.2.9. Based on the analysis that has been done the results showed that there was a negative influence between motivation on job satisfaction, there was a positive and significant effect between training on job satisfaction, there was a negative and not significant effect between motivation to the employee performance, there was a negative and not significant effect between job training on job satisfaction to the employee performance, there was a positive and significant effect between job satisfaction on employee performance, there was a negative and not significant effect on job satisfaction which mediates the effect of motivation on employee performance, and there was a positive and significant influence on job satisfaction which mediates the effect of job training on employee performance of employees in Jambuluwuk Oceano Seminyak Hotel
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Fasilitas, dan Lokasi Terhadap Kepuasan Tamu Menginap di Pondok Bagus Canggu, Bali
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk dan kesesuaian harga secara parsial dan simultan terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan di Gourmet Cafe Petitenget. Populasi menggunakan konsumen Gourmet Café Petitenget dan sampel sebanyak 97 responden. Teknik analisis data menggunakan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil penelitiannya yaitu : (1) kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen, dimana diperoleh nilai t-hitung 3,558, nilai koefisien regresi 0,332 dan signifikansi 0,001. (2) kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen, dimana diperoleh nilai t-hitung 3,600, nilai koefisien regresi 0,277 dan signifikansi 0,001. (3) harga berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan konsumen, dimana diperoleh nilai t-hitung 2,974, nilai koefisien regresi 0,401 dan signifikansi 0,007. (4) secara simultan kualitas pelayanan, kualitas produk dan kesesuaian harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen, dimana diperoleh nilai F-hitung 38,954, persamaan regresi sebesar Y = 2,015 + 0,332X1 + 0,277X2 + 0,401X3 dan signifikansi 0,000. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap kepuasan konsumen adalah 54,3%.
Abstract
This research aims to determine the effect of service quality, facilities, and location as partially and simultaneously on guest satisfaction. It was conducted at Pondok Bagus Canggu, and data collected from 100 of staying guest at Pondok Bagus Canggu. The data analysis technique uses Validity Test, Reliability Test, Classical Assumption Test, Multiple Linear, Regression Analysis, Partial Correlation Analysis, Multiple Correlation Analysis, Determination Test Coefficient, F-Test, and T-Test. The research resulted that service quality has a positive significant effect on guest satisfaction, where the T-count value of 2,879, the regression coefficient value is 0.346, and significance of 0,005. The facilities have a positive significant to the guest satisfaction, where the T-count value of 4,570, the regression coefficient value of 0.640, and significance of 0.000. The location has a positive significant to guest satisfaction, where T-count value of 3,163, regression coefficient value of 0,356, and significance of 0.002. Simultaneously the service quality, facilities, and location have significant effect to guest satisfaction, where the T-count is 41,610, regression equation is Y = 3,411 + 0,346X1 + 0,640X2 + 0,356X3 and significance is 0,000. The result of 54,3% shows the influence degree of the independent variable on guest satisfaction
Penerapan Model Paikem untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental Kelas XI TB 2 di SMK PGRI 1 Badung
AbstrakTujuan penelitian ini meneliti penerapan model PAIKEM untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental kelas XI TB 2 di SMK PGRI 1 Badung. Penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Suharsimi Arikunto yang dirancang dengan 2 sikus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TB 2 di SMK PGRI 1 Badung. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model PAIKEM kreativitas dan hasil belajar siswa meningkat, yaitu dalam Pra-Tindakan nilai rerata kreativitas yaitu 62.56 dan pada siklus I nilai rerata kreativitas sebesar 77.78 mengalami peningkatan dari Pra-Tindakan ke Siklus I sebesar 50% sedangkan pada Siklus II nilai rerata kreativitas sebesar 84.70 mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 43%. Pada hasil belajar dalam Pra-Tindakan nilai rerata hasil belajar siswa yaitu 73.67 dan pada Siklus I nilai rerata hasil belajar siswa sebesar 75 mengalami peningkatan dari Pra-Tindakan ke Siklus I sebesar 17% sedangkan pada Siklus II nilai rerata hasil belajar siswa sebesar 83.5 mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 43%. Kreativitas dan hasil belajar siswa pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model PAIKEM dapat meningkat dalam mata pelajaran Pengolahan dan Penyajian Makanan Kontinental.Kata kunci: model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), kreativitas dan hasil belajar siswa.AbstractThis study aimed to examine the application of the PAIKEM model to increase creativity and student learning outcomes in the subject of Continental Food Processing and Serving class XI TB 2 at SMK PGRI 1 Badung. The research used is Classroom Action Research (CAR) Suharsimi Arikunto's model which is designed with 2 cycles. The sampling technique used is purposive sampling. The sample in this study were students of class XI TB 2 at SMK PGRI 1 Badung. Data collection methods used are observation and documentation. The results showed that with PAIKEM models creativity and student learning outcomes increased, namely in Pre-Action the average value of creativity was 62.56 and in cycle I the average value of creativity was 77.78, it increased from Pre-Action to Cycle I by 50% while in Cycle II the average value of creativity was 84.70, it grew from Cycle I to Cycle II by 43%. On learning outcomes in Pre-Action the average value of student learning outcomes is 73.67 and in Cycle I the average value of student learning outcomes is 75 which has increased from Pre-Action to Cycle I by 17% while in Cycle II the average value of student learning outcomes is 83.5 has increased from Cycle I to Cycle II by 43%. Creativity and student learning outcomes in Classroom Action Research (CAR) using the PAIKEM model can increase in the subjects of Processing and Serving Continental Food. Keywords: Model PAIKEM (Active Learning, Innovative, Creative, Effective, and Fun), creativity, and student learning outcomes
Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Tehadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Tata Hidang di SMK Wira Harapan
AbstrakTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Creative Problem Solving pada mata pelajaran tata hidang di kelas XI JB 4 SMK Wira Harapan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas dengan tujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tata hidang kelas XI JB 4 SMK Wira Harapan yang terletak di Jalan Padang Luwih, Tegaljaya, Desa Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung. Metode pengambilan Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 33 siswa yang terdiri dari 11 perempuan dan 22 laki-laki. Hasil penelitian mengemukakan bahwa Creative Problem Solving yang dilaksanakandi kelas XI JB 4 SMK Wira Harapan telah berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Melalui penerapan model pembelajaran creative problem solvingpada siklus I terjadi perubahan nilai sebesar 69,54%, peningkatan aktivitas pembelajaran sebesar 75%.Kata kunci: Creative Problem Solving(CPS), Aktivitas belajar siswa, Hasil belajar siswa.  AbstractThis research aims to determine the increase in students’learning activities and the students’outcomes through Creative Problem Solving model in Food Service Subject in class XI JB 4 SMK Wira Harapan Vocational High School. It uses Class Action Research which is implemented in a class with the goal of increasing activities and students outcomes in Food Service Subjects in a class of XI JB 4 in Wira Harapan Vocational High School that is located in Padang Luwih Street, Tegaljaya, Dalung Vilage, Kuta Utara, Badung Regency. Sampling method is using total sampling with a total of 33 students consisting of 11 girls and 22 boys. The research found that Creative Problem Solving held in class of XI JB 4 at SMK Wira Harapan has succeeded in increasing students’learning activities and students’learning outcomes. Through the CPS nodel implementation in first cycle, there is value change of 69,54%, an increase in learning activities 75%. Through CPS in first cycle there is an average value change of 84,03% with the 80% completion and in second cycle there is 93,93% completion of learning outcomes increase.Keywords: Creative Problem Solving, Students’ Learning Activities, Students’ Learning Outcome
Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan, dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Hotel COMO Uma Canggu
AbstrakKepuasan kerja karyawan merupakan variabel penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Ada beberapa variabel yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, yaitu: motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi. Beberapa penelitian telah dilakukan pada berbagai jenis organisasi untuk mengidentifikasi pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan dan hasilnya bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada Hotel COMO Uma Canggu. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi berganda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kerja, kepemimpinan, secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja tetapi budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dapat dilakukan dengan memberikan motivasi melalui realisasi diri karyawan dan memperhatikan kesejahteraan karyawan.Kata kunci: Motivasi Kerja, kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerjaAbstractEmployee job satisfaction is an important variable in achieving company’s goals. There are several variables that affect employee job satisfaction, they are: motivation, leadership, and organizational culture. Several studies have been conducted on various types of organizations to identify the influence of motivation, leadership and organizational culture on employee job satisfaction and the results were vary. This study aims to identify the effect of motivation, leadership, and organizational culture to employee job satisfaction at COMO Uma Canggu Hotel. Data analysis was carried out by multiple regression analysis. This study concludes that motivation, leadership, partially and simultaneously have a positive and significant effect on job satisfaction but organizational culture has not significant effect on employee job satisfaction. The results of this study suggest that to increase employee job satisfaction can be done by providing motivation through employee self-realization and attention to employee welfare.Keywords: Work motivation, leadership, organizational culture, employee’s satisfactio
Budaya Ngopi dan Distress pada Remaja di Desa Tumbakbayuh
Abstrak             Distress pada remaja di Desa Tumbakbayuh diharapkan dapat terkontrol akan tetapi, kenyataannya remaja di desa tersebut tidak dapat mengontrol distressnya, terbukti dari didapatkan tujuh orang remaja yang mengalami gejala distress seperti gangguan pola tidur. Minum kopi dinilai menggunakan kuesioner Konsumsi Kopi, sedangkan tingkat distress memakai standar Perceived Stress Scale (PSS-10). Penelitian ini berparadigma kuantitatif, jenisnya observasional, dengan pendekatan waktu cross sectional, dan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan rumus slovin dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dengan google form. Hasil uji statistik spearman rank didapatkan hasil ada korelasi yang signifikan (p = 0,001) antara minum kopi dengan tingkat distress remaja di Desa Tumbakbayuh, dengan kekuatan korelasi yang sedang antar kedua variabel dan sifat korelasi positif (r = 0,554) atau searah yang artinya semakin banyak kopi yang di minum oleh remaja, maka semakin menurun tingkat distresnya.AbstractDistress felt by adolescents in Tumbakbayuh Village is expected to be controlled, however, in reality, adolescents in the village cannot control their distress, as evidenced by the fact that seven adolescents experienced symptoms of distress such as sleeping patterns disorder. Drinking coffee assessed using a coffee consumption questionnaire, while the level of stress by using the standard Perceived Stress Scale (PSS-10). This study aimed to determine the correlation between drinking coffee and adolescents’ distress level in Tumbakbayuh Village. This study had a quantitative paradigm, the type was observational, with a cross-sectional time approach, and a correlational design. The sampling technique used the slovin formula with a simple random sampling technique with a total sample of 48 respondents. Data collection used a questionnaire sheet with google form. The results of the Spearman Rank statistical test showed that there was a significant correlation (p = 0.001) between drinking coffee and adolescents’ distress level in Tumbakbayuh Village, with a moderate strength of the correlation between the two variables and a positive correlation (r = 0.554) or in the same direction, which means that the more coffee adolescents drink, the lower the level of distress will be