3121 research outputs found
Sort by
STUDI KANDUNGAN TIMBAL (Pb) DALAM URIN PEKERJA OJEK ONLINE DI DESA DAUH PURI KELOD
ABSTRAK
Plumbum (Pb) merupakan salah satu polutan utama yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas kota terutama transportasi yang menjadi penyebab buruknya kualitas udara karena menggunakan bensin bertimbal. Selain melalui pernafasan, timbal dan senyawanya masuk ke tubuh manusia melalui pencernaan dan kontak dermal. Urin merupakan salah satu sisa metabolisme tubuh yang dapat memberikan gambaran keadaan kesehatan tubuh kita. Pemeriksaan urin merupakan pemeriksaan yang paling dianjurkan sebagai screening test pada keracunan timbal. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pribadi yang akhir-akhir ini digunakan sebagai ojek online baik penumpang dan juga pengendara beresiko tinggi terhadap paparan timbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar timbal dalam urin serta hubungan antara kadar timbal dalam urin dengan usia dan masa kerja pekerja ojek online di Desa Dauh Puri Kelod Denpasar Barat. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Penelitian ini dilakukan di Desa Dauh Puri Kelod Denpasar Barat. Sampel penelitian ini berjumlah 15 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua responden yang menjadi sampel (15 orang) mempunyai kadar timbal diatas batas normal dalam urin yang ditetapkan oleh Permenkes Nomor 1404/MENKES/SK/XI/2002. Semakin tinggi usia pekerja ojek online maka semakin tinggi kadar timbal dalam urin. Begitupun dengan lama masa kerja pekerja ojek online maka semakin tinggi kadar timbal dalam urin. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang sangat kuat antara pengaruh usia dengan kadar timbal yaitu 0,955 dan nilai R2 yaitu sebesar 0,913. Dan ada korelasi yang kuat juga antara lama masa kerja dengan kadar timbal yaitu 0,979 dan nilai R2 yaitu sebesar 0,959.
Kata Kunci: timbal, urin, ojek online
ABSTRACT
Plumbum (Pb) or lead is one of the main pollutants produced by various city activities, especially transportation which is the cause of poor air quality because it uses leaded gasoline. In addition to in addition to inhalation, lead and its compounds enter the human body through digestion and dermal contact. Urine is one of the remains of the body’s metabolism that can provide an overview of the state of our body’s health. Urine examination is the most recommended examination as a screening test for lead poisoning. The increasing number of motorized vehicles, especially private vehicles which have recently been used as online motorcycles taxis, both passengers and drivers are at high risk for lead exposure. The purpose of this study was to determine the levels of lead in urine and the relationship between levels of lead in urine and the age and years of service of online motorcycle taxi workers in Dauh Puri Kelod Village, West Denpasar. The design of this study is descriptive research with an observational approach. This study was conducted in Dauh Puri Kelod Village, West Denpasar. The sample of this study amounted to 15 people. This study used a total sampling technique. The results of this study indicate that all respondents in the sample (15 people) have a lead level above the normal limit in urine set by the Minister of Health Number 1404/MENKES/SK/XI/2002. The higher the age of online motorcycle taxi workers, the higher the lead level in the urine. Likewise, the longer the working period of online motorcycle taxi workers, the higher the level of lead in the urine. So it can be concluded that there is a very strong correlation between the effect of age and lead levels, which is 0,955 and the R2 value is 0,913. And there is also a strong correlation between length of service and lead content, which is 0,979 and the R2 value is 0,959.
Keywords: lead, urine, online oje
KARAKTERISTIK WISATAWAN PEMINAT STAYCATION DI KABUPATEN BADUNG, PROVINSI BALI
ABSTRAKStaycation merupakan salah satu cara wisatawan lokal untuk berwisata selama masaPandemi Covid-19. Cara berwisata ini dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan akanpembatasan masyarakat keluar rumah, keluar daerah, ataupun keluar negara Indonesia.Bagi masyarakat yang sudah terbiasa melakukan perjalanan wisata berusaha untukmelakukan wisata dengan jarak tempuh yang tidak jauh dari tempat tinggal, dapat dijangkaukurang dari sehari, dan secara finansial juga terjangkau dimana pendapatan masyarakatjauh berkurang akibat penurunan pendapatan sektor pariwisata yang berdampak kepadaseluruh sektor terutama di Pulau Bali. Penelitian ini menganalisa karakteristik wisatawanpeminat staycation di Kabupaten Badung Provinsi Bali melalui penyebaran kuisioner terhadap140 responden yang telah melakukan Staycation selama masa Pandemi Covid-19. Penelitianini menghasilkan bahwa Staycation lebih banyak diminati oleh perempuan sebanyak 60%dengan status menikah (67%), dengan kirasan umur antara 26 sampai 30 tahun sebanyak30%, sebanyak 68% karyawan swasta, memiliki pendapatan selama masa Pandemi Covid-19 berkisar Rp. 2.000.000 sampai Rp. 5.000.000/bulan, memilih untuk staycation menginap59% daripada hanya staycation satu hari. Alasan respondent melakukan staycation dimana47% ingin menikmati waktu dengan keluarga/kerabat dan 42% jenuh dengan PandemiCovid-19. Didalam pemilihan destinasi staycation, responden menyatakan penting untukmemilih tempat yang dituju telah menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety,Environmental Sustainability). 40% responden memilih tujuan staycation dimana sajadengan 42% responden bersedia membayar harga kamar maksimal Rp.500.000/malam/kamar.Kata kunci: Pandemi Covid-19, Staycation, wisata loka
An Analysis of Picture and Picture Method in Japanese Vocabulary Mastering at the Japanese Internship Institution Terayoka Bali
This study aims to analyze (1) the students' capability to master Japanese vocabulary at the basic level of class B-2 before and after applying the picture and picture method; (2) the effectiveness of the picture and picture method that influences the advancement of students' Japanese vocabulary mastery. This research employed a descriptive qualitative method conducted on 20 students at LPK Terayoka Bali. In line with that, the data collection techniques were tests, questionnaires, and observations. The test was delivered twice, namely a pre-action evaluation and a conclusive test after the treatment. Data collection was maintained through questionnaires distributed after administering the test and observing the class process during treatment delivery. The results revealed that the picture and picture method could enhance students' Japanese vocabulary mastery of nouns, adjectives, and verbs. Moreover, the students' average scores attainment of the pre-action evaluation compared to the final test after treatment can confirm the students' ability enhancement. The total average score of students based on the results of the pre-action evaluation is 35.8, advancing the conclusive evaluation outcome after treatment to an average score of 81. The low outputs of student pre-action evaluations were caused by learning methods applications that were not under the students' learning needs in mastering the vocabulary of nouns, adjectives, and verbs. In addition, the picture and picture method application in the learning process influences the increasing students' ability to master Japanese vocabulary effectively, which is also in line with the response to the questionnaire regarding the external and internal factors. The external factor is the application of learning methods with less encouragement, and internal factors are related to students' learning motivation to be more active in mastering Japanese vocabulary
ANALISIS SENTIMEN PADA EDOM STMIK PRIMAKARA MENGGUNAKAN METODE LONG SHORT TERM MEMORY
ABSTRACTEDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa) is an instrument for evaluating the performance of lecturers at universities on the STMIK Primakara campus with the aim of obtaining information from students about the performance of lecturers in the teaching process. The EDOM evaluation process at STMIK Primakara still uses the manual method, which is certainly not effective when there is a lot of EDOM data. Sentiment analysis is a part of artificial intelligence that is used to analyze opinions, emotions, judgments and evaluations of an object. With sentiment analysis the evaluation process on EDOM will be easier to do, because the calculations will be assisted by machines. The classification method used in this study is the recurrent neural network which gets an average accuracy of 88.93% in the class 2 scenario that does not use neutral sentiment..Keywords: EDOM, sentiment analisys, recurrent neural network, LSTM.ABSTRAKEDOM (Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa) merupakan instrumen untuk evaluasi kinerja dosen pada perguruan tinggi di kampus STMIK Primakara dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari mahasiswa tentang kinerja dosen dalam proses mengajar. Proses evaluasi EDOM di STMIK Primakara masih menggunakan cara manual, yang tentunya tidak efektif ketika data EDOM yang sangat banyak. Analisis sentimen merupakan bagian ilmu dari kecerdasan buatan yang digunakan untuk menganalisa pendapat, emosi, penilaian dan evaluasi suatu objek. Dengan analisis sentimen proses evaluasi pada EDOM akan lebih mudah dilakukan, karena perhitungan akan dibantu oleh mesin. Metode klasifikasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu recurrent neural network dengan varian LSTM yang mendapatkan rata – rata akurasi 88.93% pada skenario class 2 yang tidak menggunakan sentimen netral.Kata Kunci : EDOM, analisis sentimen, recurrent neural network, LSTM
MEDIA PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PAJAK BERBASIS VIDEO ANIMASI 2 DIMENSI DI SMK NEGERI 1 BANGLI
ABSTRACTDuring the Covid-19 pandemic, teaching and learning activities at SMK Negeri 1 Bangli implemented Hybrid teaching and learning activities. This learning activity makes the subject of Tax Administration less attractive to students of Accounting study program. Because when learning is online, the delivery of material is felt to be less accurate. So we need teaching media that helps explain material related to Tax Administration to students. The media is a 2-dimensional animated video-based learning media. This research uses primary and secondary data collection methods. Primary data collection used the interview method with one of the teachers of the Accounting study program at SMK Negeri 1 Bangli and the questionnaire method by giving statements to students of class XI Accounting study program at SMK Negeri 1 Bangli as many as 80 people and the statements given to material experts and media experts. Secondary data collection using the library method. Based on the results of data processing, it was found that 90% or around 72 students stated that they could receive the related material well. Then the voice of the narrator in this 2-dimensional animated video-based learning media can be heard clearly. The conclusions obtained after this Learning Media were tested, the results obtained were in accordance with the author's expectations. This learning media has succeeded in helping teachers deliver the material and can be well received by students.Keywords: pandemic, hybrid, media, animation, 2dABSTRAKSelama pandemi Covid-19 berlangsung, kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Bangli memberlakukan kegiatan belajar mengajar Hybrid. Kegiatan belajar ini menjadikan mata pelajaran Administrasi Pajak kurang menarik minat siswa prrodi Akuntansi. Hal itu dikarenakan saat pembelajaran daring, penyampaian materi dirasa kurang akurat. Sehingga diperlukan media ajar yang membantu menjelaskan materi terkait Administrasi Pajak kepada siswa. Media tersebut adalah media pembelajaran berbasis video animasi 2 dimensi. Peneitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer menggunakan metode Wawancara dengan salah satu guru prodi Akuntansi di SMK Negeri 1 Bangli dan metode Kuesioner dengan memberikan penyataan kepada siswa kelas XI prodi Akuntansi di SMK Negeri 1 Bangli sebanyak 80 orang dan adanya pernyataan yang diberikan kepada ahli materi dan ahli media. Pengumpulan data sekunder menggunakan metode kepustakaan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan sebanyak 90% atau sekitar 72 siswa menyatakan dapat menerima materi terkait dengan baik. Kemudian suara narator yang ada pada media pembelajaran berbasis video animasi 2 dimensi ini dapat didengar dengan jelas. Kesimpulan yang didapatkan setelah Media Pembelajaran ini diujikan, hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan penulis. Media pembelajaran ini berhasil membantu guru menyampaikan materi dan dapat diterima oleh siswa dengan baik.Kata Kunci: pandemi, hybrid, media, animasi, 2
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MONITORING KESEHATAN IBU DAN ANAK DI PUSKESMAS II MENDOYO
ABSTRACTIn the era of information technology as it is currently bringing about changes in various fields, one of which is in the health sector. One of the solutions to problems in the health sector using information technology is in the process of monitoring the health of mothers and children. The government's effort in ensuring maternal and child health nationally is by issuing the Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). So far, the maternal and child health monitoring system carried out at the Mendoyo Health Center II is still done manually using a ledger. Manually recording using a ledger can cause the search for the mother and child's medical history to run slowly because they have to open the notebook again sheet by sheet to search for the data and check health in previous counseling and to record the results of the ongoing examination. The need to build an information technology-based system is needed to make it easier to manage data and health history of mothers and children. The system created will assist in the monitoring and evaluation of basic health services for mothers and children so that the midwife of Puskesmas II Mendoyo will find it easier to take action on the development of maternal and child health, especially those who experience problems. This system will also provide an overview of data on maternal and child health monitoring, especially for stakeholders so that the decision-making system can be carried out more quickly.Keywords: monitoring; health; mother and childABSTRAKDi era teknologi informasi seperti saat ini membawa dampak perubahan bagi berbagai bidang salah satunya adalah di bidang kesehatan. Salah penyelesaian permasalahan dalam bidang kesehatan memanfaatkan teknologi informasi adalah dalam proses monitoring kehatan ibu dan Anak. Upaya pemerintah dalam menjamin Kesehatan Ibu dan Anak secara nasional adalah dengan mengeluarkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Selama ini sistem monitoring kesehatan Ibu dan Anak yang dilakukan di Puskesmas II Mendoyo masih dilakukan secara manual menggunakan buku besar. Manualnya pencatatan menggunakan buku besar dapat mengakibatkan pencarian riwayat kesehatan Ibu dan Anak berjalan lambat karena harus membuka buku catatan kembali lembar demi lembaran untuk mencari data tersebut dan memeriksa kesehatan pada konseling sebelumnya serta untuk mencatat hasil pemeriksaan yang sedang terjadi. Perlunya membangun sebuah sistem berbasis teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk mempermudah dalam mengelola data dan riwayat kesehatan Ibu dan Anak. Sistem yang dibuat akan membantu dalam hal pemantauan dan evaluasi pelayanan kesehatan dasar pada Ibu dan Anak sehingga Bidan Puskesmas II Mendoyo akan lebih mudah dalam memberikan tindakan terhadap perkembangan kesehatan Ibu dan Anak terutama yang mengalami permasalahan. Sistem ini juga akan memberikan gambaran data tentang pemantauan kesehatan Ibu dan Anak terutama di bagi pemangku kepentingan sehingga sistem pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat.Kata Kunci : monitoring; kesehatan; ibu dan Ana
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, KEGIATAN SOSIALISASI PERPAJAKAN, DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN DI KPP PRATAMA TABANAN
ABSTRACTThis study aims to determine whether taxpayer awareness, tax socialization activities, and tax audits on income tax receipts at the Tabanan Tax Service Office. Taxpayer awareness is measured by self-motivation and trust of corporate taxpayers registered at KPP Pratama Tabanan. Tax Socialization Activities can be measured based on the number of socialization activities carried out by KPP Pratama Tabanan. Tax audits are measured based on corporate taxpayers who are actively registered and classified as active taxpayers at KPP Pratama Tabanan. Income Tax Article 25 is measured by the amount of increase in corporate income tax realized in the current tax year at KPP Pratama Tabanan. This study uses quantitative techniques in the form of secondary data obtained in the form of secondary data obtained from KPP Pratama Tabanan for the 2017 to 2019 fiscal year. The data analysis technique used is multiple linear regression. The population of this study is 4,739 corporate taxpayers registered at KPP Pratama Tabanan with a sample of 98 processed with SPSS. This study proves that taxpayer awareness, tax socialization activities, and tax audits simultaneously affect income tax receipts at KPP Pratama Tabanan. The partial test concludes that taxpayer awareness, tax socialization activities, and tax audits have a significant effect on income tax revenue article 25.Keywords: taxpayer awareness, tax socialization, tax audit, income tax receiptsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kesadaran wajib pajak, kegiatan sosialisasi perpajakan, dan pemeriksaan pajak terhadap penerimaan pajak penghasilan di KPP Pratama Tabanan. Kesadaran wajib pajak diukur dengan motivasi diri dan kepercayaan wajib pajak badan yang terdaftar di KPP Pratama Tabanan. Kegiatan Sosialisasi Pajak dapat diukur berdasarkan jumlah kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh KPP Pratama Tabanan. Pemeriksaan pajak diukur berdasarkan wajib pajak badan yang terdaftar aktif dan diklasifikasikan sebagai wajib pajak aktif di KPP Pratama Tabanan. PPh Pasal 25 diukur dengan besarnya kenaikan pajak penghasilan badan yang direalisasikan dalam tahun pajak berjalan di KPP Pratama Tabanan. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif berupa data sekunder yang diperoleh berupa data sekunder yang diperoleh dari KPP Pratama Tabanan untuk tahun anggaran 2017 sampai dengan 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Populasi penelitian ini adalah 4.739 Wajib Pajak Badan yang terdaftar di KPP Pratama Tabanan dengan sampel 98 yang diolah dengan SPSS. Penelitian ini membuktikan bahwa kesadaran wajib pajak, kegiatan sosialisasi perpajakan, dan pemeriksaan pajak secara simultan berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan di KPP Pratama Tabanan. Pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa kesadaran wajib pajak, kegiatan sosialisasi perpajakan, dan pemeriksaan pajak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajakpenghasilan pasal 25.Kata kunci: kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, pemeriksaan pajak, penerimaanpajak penghasila
PKM Pengelolaan Restoran di Warung Madu Segara di Desa Gumbrih Pekutatan, Jembrana – Bali
ABSTRAKDesa Wisata Gumbrih merupakan kawasan strategis yang memiliki potensi pertumbuhan di bidang ekonomi dan pariwisata karena terletak di jalur penghubung dari Denpasar ke Gilimanuk. Warung Madu Segara yang terletak di pinggir pantai merupakan salah satu anggota kelompok sadar wisata di Desa Wisata Gumbrih yang bergerak dalam usaha kuliner yang berusaha mengangkat potensi dari kelompok sadar wisata lainnya. PKM ini berupaya membantu permasalahan yang dihadapi oleh Warung Madu Segara yaitu dalam pengelolaan restoran, pengolahan bahan makanan sampai dengan penyajian makanan bagi wisatawan yang datang berkunjung. Kendala lainnya adalah Warung Madu Segara belum dikenal di kalangan wisatawan karena kurangnya informasi dan promosi sehingga perlu adanya pendampingan dalam aspek pemasaran dan penataan usaha warung makan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pengelolaan warung makan, dengan mendatangkan instruktur baik instruktur memasak (chef) dan instruktur tata hidangan (waiter) yang berpengalaman. Hasil dari program PKM ini adalah telah terjadi peningkatan pengetahuan pengelolaan sebuah warung makan, baik dari segi pengelolaan restoran, pengolahan dan penyajian makanan dan minuman, serta dapat mengangkat potensi lokal yang dapat sajikan kepada wisatawan.Kata Kunci: Desa Wisata, Manajemen Kuliner, RestoranABSTRACTGumbrih Tourism Village is a strategic area that has the potential for growth in the economic and tourism sectors because it is located on the connecting route from Denpasar to Gilimanuk. Warung Madu Segara, located on the beachside, is one of the tourism awareness groups in Gumbrih Tourism Village which is engaged in a culinary business that seeks to raise the potential of other tourism awareness groups. This PKM seeks to help problems faced by Warung Madu Segara, namely in restaurant management, processing food ingredients, until serving the food for tourists who come to visit. Another obstacle is that Warung Madu Segara is not yet well-known among tourists due to a lack of information and promotion so that there is a need for assistance in the aspects of marketing and structuring the food stall business. The method used is counseling, training and mentoring on the management of the food stalls, by inviting experienced instructors, both cooking instructors (chef) and service instructors (waiter). The result of this PKM program is that there has been an increase in the knowledge of managing a food stall, both in terms of restaurant management, processing and serving of food and beverages, as well as being able to raise the local potential that can be served to tourists.Keywords:tourism village, culinary management, restauran
Penggunaan Digital Marketing Dalam Pembangunan Desa Wisata Catur Kintamani, Bangli
ABSTRAKPermasalahan yang ditemukan bahwa (1) Belum tersedianya pusat informasi tempat wisata, (2) Belum terintegrasi wilayah untuk dapat dijadikan sebagai potensi wisata. (3) belum adanya pusat pembuatan konten menarik mengenai promosi budaya, produksi pertanian, dan wisata. (4) Belum ada pengelolaan digital marketing untuk desa wisata Catur Kintamani. Untuk mengatasi masalah tersebut, tujuan program PKM adalah sebagai berikut: (1). Sosialisasi potensi wisata dengan tersedianya informasi center, (2). Mengintegrisakan seluruh komponen potensi desa dalam satu program desa wisata, (3).Pembuatan media promosi (content) sebagai bahan digital marketing, dan (4). Pelatihan pemasaran digital sebagai bahan promosi kepada biro perjalanan dan calon wisatawan. Metode pelaksanaan Program PKM antara lain: sosialisasi awal, pendampingan, pelatihan, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program, yang dilakukan oleh tim pengusul serta dibantu oleh tenaga ahli dan mahasiswa dari Universitas Dhyana Pura. Hasilnya adalah Desa Catur memiliki pengetahuan, keterampilan tentang (1). Adanya potensi wisata dengan tersedianya informasi center, (2). Ada integrasi seluruh komponen potensi desa dalam satu program desa wisata, (3). Ada media promosi (Website) sebagai bahan digital marketing, dan (4). Memiliki pengetahuan pemasaran digital sebagai bahan promosi. Tim pelaksana dan setiap kelompok melaporkan hasilnya dengan cara presentasi dan dokumentasi. Keberlanjutan dari program ini adalah masyarakat terus belajar dan tim PKM Undhira mendampingi kelompok dalam meningkatkan pengetahuannya untuk meningkatkan kesejahteraannya.Kata kunci: Desa Catur Kintamani, digital marketing, visitor center, wisata alam.ABSTRACTThe problem found that (1) The unavailability of tourist information centers, (2) Has not integrated the region to be used as a tourism potential. (3) There is no center for creating interesting content regarding cultural promotion, agricultural production, and tourism. (4) There is no digital marketing management for the Catur Kintamani tourist village. To solve the problem, the purpose of the PKM program is as follows: (1) Socialization of tourism potential with the availability of information centers, (2). Identify all components of the potential of the village in one tourist village program, (3). The creation of promotional media (content) as digital marketing material, and (4). Digital marketing training as promotional materials to travel agencies and prospective travelers. Methods of implementation of the PKM Program include: Initial socialization, mentoring, training, monitoring, evaluation, and sustainability of the program, which was carried out by the proposer team and assisted by experts and students from Dhyana Pura University. The result is that the Catur Village has knowledge, skills about (1). The existence of tourism potential with the availability of information centers, (2). There is integration of all potential components of the village in one tourist village program, (3) There is promotional media (Website) as digital marketing material, and (4). Have knowledge of digital marketing as a promotional material. The implementing team and each group report the results by means of presentation and documentation. The sustainability of this program is that the community continues to learn and the PKM Undhira team assists the group in increasing its knowledge to improve its well-being.Keywords: Kintamani Catur Village, Digital marketing, Visitor center, Nature Tourism
PEMBAYARAN DIGITAL BAGI UMKM KULINER DALAM UPAYA MENINGKATKAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DI KELURAHAN PANJER DENPASAR
ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bersama dengan mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berlokasi di Jalan Tukad Pancoran, Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan. Terdapat dua masalah utama yang dihadapi oleh mitra UMKM, yaitu belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang baik dan belum memiliki sistem pembayaran digital bagi usahanya. Langkah praktis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pembinaan terhadap mitra dengan dua cara. Pertama pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan pencatatan keuangan secara manual dan terdigitalisasi menggunakan aplikasi Ngekas. Kedua, pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan penggunaan pembayaran digital menggunakan OVO dan Gopay. Hasil dari kegiatan pembinaan ini, mitra UMKM memiliki pencatatan keuangan yang telah terdigitalisasi sehingga dapat memiliki laporan keuangan sehingga dapat mengetahui posisi keuangan usahanya secara berkala. Selain itu, mitra UMKM juga dapat meningkatkan penjualan dan transaksi usaha melalui pembayaran digital.Kata kunci: Keuangan, Digitalisasi, dan UMKMABSTRACTThis community service activity was held involving with micro, small, and medium enterprises (SME’s) partners located on Tukad Pancoran street, Panjer, Distric of South Denpasar. There were two main problems faced by the SME’s: they had no financial recording system and they had no digital payment system of each business. Practical steps to overcome these problems were taken through coaching partners in two ways. First, coaching was done by providing training on manual and digitalized financial records using the Ngekas application. Second, coaching was carried out by providing training on the use of OVO and Gopay as digital payments. As a result of this coaching activities, SME partners havd digital financial records for financial reports to understand the financial position of their business on a regular basis. In addition, SME partners can also increase sales and business transactions through digital payments.Keywords:Finance, Digitalization, and SM