3121 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PELAYANAN DOKUMEN DIGITAL DENGAN MEMPERGUNAKAN CLOUD FILE MANAGEMENT SYSTEM
ABSTRACTThe purpose of this study is to carry out the optimization of digital document services by using the Cloud File Management System. Digital document services related to accreditation and teaching and learning process activities, especially student practicum modules in the Electrical Engineering Department study program, do not yet have a cloud storage based file management system. Accreditation document storage and practicum modules are files that are often used and called many times for completeness of data and teaching and learning processes, so we need a file management that can be accessed anytime and anywhere without being limited by space and time. The results of the research on Optimizing Digital Document Services By Using the Cloud File Management System can be implemented very well, as evidenced by the system testing process which shows the functions and features run according to the expectations of their users, up to testing through a questionnaire with two indicators, namely Service Quality. and Usability, which obtained an average score of 95% in the assessment of Very Good.Keywords: File Management System, Digitalisasi Document, Cloud Storage.ABSTRAKTujuan pada penelitian ini adalah untuk melaksanakan Optimalisasi Pelayanan Dokumen Digital dengan Mempergunakan Cloud File Management System. Permasalahan manajemen dokumen digital dialami oleh Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali. Pelayanan dokumen digital terkait akreditasi dan kegiatan proses belajar mengajar khususnya modul praktikum mahasiswa pada program studi Jurusan Teknik Elektro belum memiliki sistem manajemen file berbasis cloud storage. Penyimpanan dokumen akreditasi dan modul praktikum adalah file yang sering dipergunakan dan dipanggil berkali-kali untuk kelengkapan data dan proses belajar mengajar, sehingga diperlukan sebuah management file yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa terbatas ruang dan waktu. Hasil dari penelitian Optimalisasi Pelayanan Dokumen Digital Dengan Mempergunakan Cloud File Management System dapat diimplementasikan dengan sangat baik, dibuktikan dari proses testing sistem yang menunjukan fungsi dan fitur berjalan sesuai dengan harapan penggunannya, sampai dengan pengujian melalui kuesioner dengan dua indikator yaitu Service Quality (Kualitas Pelayanan) dan Usability (Kebergunaan Sistem) yang memperoleh nilai rata-rata 95% dalam penilaian Sangat Baik.Kata kunci : Sistem Manajemen File, Dokumen Digital, Pelayanan Digital
PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI ESTRUS BERDASARKAN GERAK SAPI DENGAN ACCELEROMETER BERBASIS ARDUINO
ABSTRACTDetection of estrus can usually be done by looking at the state of the vulpa and the behavior of cattle. In addition, there are cows with subestrus or silent heat that do not show their estrus symptoms physically, such as the vulva swells, flushes and the clear liquid comes out by hanging from the vulva or seen at the base of the tail. One of the factors that cause reproductive problems and low pregnancy rates in cattle herds is due to the failure to detect estrus. Based on these conditions, it can be seen that not all breeders are able to detect animal estrus properly. From these problems, it is proposed a system that is able to detect estrus in cattle based on cow motion. The system is built using an accelerometer and Arduino microcontroller which is expected to be able to help detect the occurrence. The results of system performance testing using the K-Means algorithm compared to expert results obtained an accuracy of 72.2%. According to experts, Reproductive Veterinarians, these results can be used to help farmers to recognize the emergence of estrus symptoms in Bali cattle, but this system must be developed again to get better results.Keywords : Arduino, Accelerometer, Estrus, Bali CattleABSTRAKDeteksi estrus biasanya dapat dilakukan dengan melihat keadaan vulpa dan tingkah laku ternak. Selain itu terdapat sapi-sapi yang subestrus atau silent heat yang tidak memperlihatkan gejala estrus secara fisik, seperti vulva membengkak, memerah dan keluar cairan bening menggantung dari vulva atau terlihat di pangkal ekor. Salah satu faktor yang menyebabkan masalah reproduksi dan rendahnya angka kebuntingan pada kelompok ternak sapi disebabkan oleh gagalnya dalam mendeteksi estrus. Berdasarkan kondisi tersebut, dapat diketahui bahwa tidak semua peternak mampu mendeteksi estrus hewan dengan baik. Dari permasalahan tersebut maka diusulkan suatu sistem yang mampu mendeteksi estrus pada sapi berdasarkan gerak sapi. Sistem yang dibangun menggunakan accelerometer berbasis mikrokontroler arduino yang diharapkan mampu membantu mendeteksi terjadinya. Setelah mengetahui waktu estrus, peternak dapat melakukan langkah yang tepat sehingga keberhasilan kebuntingan dapat terjadi secara lebih optimal. Hasil pengujian unjuk kerja system menggunakan algoritma K-Means yang dibandingkan dengan hasil pakar memperoleh akurasi sebesar 72.2 %. Menurut pakar yaitu Dokter Hewan Bidang Reproduksi, hasil ini telah dapat digunakan membantu peternak untuk mengenali munculnya gejala estrus pada sapi Bali namun sistem ini harus dikembangkan lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.Kata Kunci : Accelerometer, Arduino, Estrus, Sapi Bal
ALTERNASI VERBA BAHASA INDONESIA(SUFIK -I DAN -KAN )
Setiap bahasa memiliki cara untuk menjelaskan niat yang ingin diucapkan oleh penutur mereka. Konsep linguistik kognitif pada domain sintaksis menjelaskan bagaimana alternasi terikat pada kata kerja dan bentuk obyek atau objek kausatif dan objek dasar atau objek lokatif yang juga terkait dengan konsep semantik kognitif. Jika secara teoritis diterapkan pada klausa Indonesia, maka akan terbentuk pola alternasi yang sesuai angka keselarasan batas dan objek dasar. Pada tingkat valensi terjadi perubahan jumlah transitif valensi ke intransitif. Pergantian kata kerja dalam Bahasa Indonesia dalam penelitian ini terbatas pada akhiran -i dan –kan. Kata kunci: alternasi, objek dasar, bentuk objek, lokatif, kausati
HUBUNGAN LOGIS ANTARKLAUSA DALAM TEKS BAHASA WAIJEWA
Hubungan antarklausa dalam analisis linguistik sistemik fungsional (LSF) merupakan bagian pada jenjang leksikogramatika, khususnya pada meta fungsi makna tektual. Rangkaian semantik direalisasikan oleh suatu rentetan klausa komplek (Halliday dan Matthiessen (2004: 364).Tujuan penulisan artikel ini adalah menjelaskan hubungan antarklausa dalam teks bahasa Waijewa pada masyarakat adat Wewewa. Data hasil observasi dengan teknik perekaman pada empat tuturan lisan ditranskrip, dan dianalisis berdasarkan Gramatika Fungsional. Data dianalisis berdasarkan metode kualitatif dan kuantitatif sederhana, dan secara khusus menerapkan metode padan.Hasil memperlihatkan bahwan huhungan logis antarklausa meliputi parataktik dan hipotaktik. Parataktik memperlihatkan penggunanaan koordinasi konjungsi seperti mono ’dan’, baka, ’kemudian’, taka ‘tetapi’, nyakido ‘hanya saja’. Hipotaktik memperlihatkan penggunaan konjungsi subordinasi, seperti ka ‘jika’, ba ‘’bahwa’,.apabila, jika’; balenga ‘sesudah ‘, orona ‘karena’, oleh sebab itu’, ga’ ‘agar supaya’. Hubungan logis semantik meliputi ekspansi dan proyeksi. Ekspansi meliputi elaborasi, eksistensi, dan enhansemen. Proyeksi berkenaan dengan melaporkan pendapat menggunakan proses verbal, hina-ngge, pateki da, hida-ngge, hina patekina. Untuk melaporkan ide digunakan proses mental, seperti pangeda ‘memikirkan’, palolo ‘ mengingatkan’, dan kambu ate ‘maksud hati’. Hubungan antarklausa baik segi logis sintaktik maupun logis semantik saling terkait untuk menjaga keterkaitan dan kesinambungan teks. Kata kunci: teks, hubungan antarklausa, Waijewa, Wewew
Communication and Listening Skills
Communication is any feelings to another. Com Kresheck, and Nicolosi, with mentees. This sect listening and communic When establishing a meenvironment. This can bmentors to control the frevealed. For example, likely respond by revealthe mentee does not resmentee feel more comfomentoring relationship
THE STUDY OF FIRST LANGUAGE ACQUISITION ON DEAFBLINDNESS CHILDREN IN THE MOVIE ENTITLED BLACK
ABSTRACTThe study is concerned with analyzing the first language acquisition passed by MicheleMcNally as a deaf-blind child in the movie Black, which Sanjay Leela Bhansali directed in2005. The aim of this study investigated the stages of the first language acquisition processwere undergone by Michele McNally as a deaf-blind child. This study, using the languageacquisition process theory by Aitchison (2011) and theory by Goldin-Meadow (2003) whichstudied the language acquisition process on deaf-blind children. The data source is taken fromthe movie itself and it is focused on utterances and non-verbal signs by using qualitativeresearch methods since it involved observation and documentation. The result found that thefirst language acquisition passed by a deaf-blind child is different from normal children becausethey pass through the stage of Manual Babbling, Pointing Gesture, and Iconic Gesture whichnormal children did not pass.Keywords: First Language Acquisition, Language Acquisition Process, Deaf-blind ChildABSTRAKPenelitian ini berkaitan dengan menganalisis pemerolehan bahasa pertama yang dilalui olehMichele McNally sebagai anak tuli-buta dalam film Black, yang disutradarai oleh Sanjay LeelaBhansali di tahun 2005. Tujuan dari penelitian ini menyelidiki tahapan dalam prosespemerolehan bahasa pertama yang dialami oleh Michele McNally sebagai anak buta-tuli.Penelitian ini menggunakan teori proses pemerolehan bahasa oleh Aitchison (2011) dan teorioleh Goldin-Meadow (2003) yang mempelajari proses pemerolehan bahasa pada anak-anakbuta-tuli. Sumber data diambil dari film itu sendiri dan berfokus pada ujaran dan isyarat nonverbaldengan menggunakan metode penelitian kualitatif karena melibatkan observasi dandokumentasi. Hasil dari penelitian ini menemukan nahwa pemerolehan bahasa pertama yangdilalui oleh anak tuli-buta berbeda dengan anak-anak normal karena mereka melewatitahapan Babbling Manual, Gestur Menunjuk, Gestur Ikonik yang mana tidak dilalui oleh anakanaknormal.Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa Pertama, Proses Pemerolehan Bahasa Pertama, Anak Tulibut
ONOMATOPOEIA ANALYSIS IN THE GOD OF HIGH SCHOOL WEBTOON COMIC
ABSTRACTThe goal of this research is to find out the occurrence of onomatopoeia in the webtoon comicentitled The God of High School. People nowadays like reading comic books as a form of pleasure.Comic books are currently available in both hardcopy and digital formats, particularly over theinternet. The God of High School is a popular web comic among teenagers. Onomatopoeia refersto the use of words in comic books to reflect the noises and motions that occur in the panels. Theuse of an onomatopoeia word in a comic is significant because, unlike novels, comics have alimited amount of space in which to explain a scenario with a large number of phrases. This studywas analysed qualitatively by using theory from Bredin (1996) about the types of onomatopoeiaand theory from Thomas (1995) about the meaning. The findings of this study show that all typesof of onomatopoeia words occurred in the webtoon comic entitled The God of High School.Exemplary onomatopoeia is found more frequently than the other two forms, including 41 directonomatopoeia, 8 associative onomatopoeia, and 76 exemplary onomatopoeias. The total numberof words in the data is 125.Keywords: Onomatopoeia, linguistic, webcomicABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan kemunculan onomatopoeia dalam komik webtoon TheGod of High School. Orang-orang saat ini suka membaca buku komik sebagai bentuk kesenangan.Buku komik saat ini tersedia dalam format hardcopy dan digital, terutama melalui internet. TheGod of High School adalah webcomic yang populer di kalangan remaja. Onomatopoeia mengacupada penggunaan kata-kata dalam buku komik untuk mencerminkan suara dan gerakan yangterjadi di panel. Penggunaan kata onomatopoeia dalam komik sangat penting karena, tidak sepertinovel, komik memiliki ruang terbatas untuk menjelaskan skenario dengan sejumlah besar frasa.Penelitian ini dianalisis secara kualitatif menggunakan Theory dari Bredin (1996) tentang tipe darionomatopoeia dan untuk menganalisis maknanya menggunakna teori dari Thomas (1995).Berdasarkan hasil analisis, semua jenia onomatopoeia ditemukan dalam komik webtoon berjudulThe God of High School. Tipe exemplary onomatopoeia ditemukan lebih sering daripada duabentuk lainnya, antara lain 41 direct onomatopoeia, 8 associative onomatopoeia, dan 76 exemplaryonomatopoeia. Jumlah kata yang mengandung onomatopoeia dalam data adalah 125.Kata kunci: Onomatopoeia, linguistik, komik we
AN ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER’S CONFLICT IN THE MOVIE ACT’S OF VENGEANCE
ABSTRACTThe aim this study is to describe the conflict of the main character Act of Vengeance in the movie.This study focused on explaining the types of conflicts that the main character faced in the movieAct of Vengeance and to analyze how the main character manages to settle conflict in the movieAct of Vengeance. The collected data were analyzed descriptively based on Kenney’s theory ofliterature (1966). The result of this study reveals that the conflicts faced by the main character canbe divided into internal conflict and external conflict. The sources of conflicts faced by the maincharacter are different opinions, incompatible roles, incompatible goals, limited resources. Theconflict management strategies applied are pacification, compromise, and creative integration.Conflict adds excitement and suspense to a story. As the plot unfolds, the readers start to wonderwhat will happen next, and how the character will handle the situation. It can be concluded thatthe conflict of the main character has important roles in created the movie story.Keywords: Main character, Movie, and conflict.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik karakter utama Act of Vengeance dalamfilm tersebut. Penelitian ini difokuskan untuk menjelaskan jenis-jenis konflik yang dihadapi tokohutama dalam film Act of Vengeance dan menganalisis bagaimana tokoh utama mengelola konflikdalam film Act of Vengeance. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif berdasarkan teorisastra Kenney (1966). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konflik yang dihadapi olehtokoh utama dapat dibagi menjadi konflik internal dan konflik eksternal. Sumber konflik yangdihadapi oleh tokoh utama adalah perbedaan pendapat, peran yang tidak sesuai, tujuan yangtidak sesuai, sumber daya yang terbatas. Strategi manajemen konflik yang diterapkan adalahpasifikasi, kompromi, dan integrasi kreatif. Konflik menambah kegembiraan dan ketegangan padasebuah cerita. Saat plot terungkap, pembaca mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadiselanjutnya, dan bagaimana karakter akan menangani situasi tersebut. Dapat disimpulkan bahwakonflik tokoh utama memiliki peran penting dalam pembuatan cerita film.Kata kunci: Tokoh utama, Film, dan konflik
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN COFFEE SHOP DI KINTAMANI DI MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN PENDEKATAN MODEL TINGKAH LAKU KERBY
ABSTRAKPandemi COVID-19 telah banyak membuat perubahan yang begitu drastis di berbagaisektor, salah satunya adalah pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaranperilaku konsumen coffee shop di Kintamani yang melakukan kunjungan di masa pandemicCOVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Analisis datamenggunakan statistic deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 partisipan yangdiperoleh menggunakan teknik kuota sampling. Terdapat satu instrument pengukuran yangdigunakan dalam penelitian ini, yakni skala perilaku konsumen dengan lima indikator yangdisusun berdasarkan teori model tingkah laku Kerby. Instrument penelitian telah melalui tigauji coba alat ukur, yakni uji validitas isi dari 3 orang expert judgement dan memperoleh hasil0.4167-1, validitas alat ukur dengan hasil dari 0.393-0.745 dan reliabilitas sebesar 0.935dari 37 orang responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner onlineyang terdiri dari 30 butir pernyataan. Hasil uji menunjukkan bahwa perilaku konsumencoffee shop yang melakukan kunjungan di masa Pandemi COVID-19, di dominasi olehindiKator social dengan hasil rata-rata 22.5 dan persentase 22.5% yang didukung oleh hasilkategorisasi perindikator yang menunjukkan indicator sosial termasuk ke dalam kategoritinggi, dengan jumlah 69 orang dan persentase 71.9%.Kata kunci: coffee shop, model tingkah laku kerby, perilaku konsumen
ERRORS ANALYSIS IN PASSIVE VOICE AT UNDHIRA STUDENTS’ THESES AGREED FOR FOLLOWING THE FINAL COMPREHENSIVE TEST
ABSTRACTThis article is part of the writer’s study on the grammatical error analysis. It is the studyon students’ theses as the final academic projects for getting the bachelor degree at EnglishDepartment of Universitas Dhyana Pura Bali. The students were allowed for joining finalcomprehensive test, to write their studies by using right grammar. However, they still wroteerrors writing. Propose of this study identified the types and percentage of grammaticalerrors in using passive voice. It was made by the students in their writing products in termsof studies agreed by their advisors for following the final comprehensive test. This study wasdone by applying descriptive research design. The total member of this study was thedocuments in the form of 30 students’ studies. They were agreed for following the finalcomprehensive test in three periods of final comprehensive tests from 2018/2019 up to2020/2021. Random sampling technic was made use of collecting 3 studies (about 10% ofthe population) as the sample. In getting the data, researcher read and analyzed all of 3students’ studies. It was found that the students wrote errors in using passive voice in eachtypes of surface strategy taxonomy. The highest level of the grammatical errors on passiveusage in on “Omission†type. The omission in preposition, to be, conjunction, and verbal. Itindicated that the students still have got problem in using passive voice. The lecturers ofgrammar are suggested to pay more attention and consider the appropriate teachingtechnique in teaching in passive voice. This study is also recommended to students’ advisorsto give more checking on the students’ errors for the accompaniment process of theirstudents’ errors, particularly in making use of passive voice.Kata kunci: grammatical error analysis, passive voice, students’ theses