3121 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal (Gliricidia sepium) Terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa L.)
Tanaman bawang merah membutuhkan pupuk yang banyak mengandung unsur N untuk memaksimalkan pertumbuhan daun. Pupuk organik juga dapat menyuplai hara NPK, dan dapat menyediakan unsur hara mikro. Penggunaan pupuk organik cair diharapkan dapat meningkatkan hasil dan produksi tanaman bawang merah. Melihat potensi daun gamal yang dinilai sangat berpotensi untuk dikembangkan dan diteliti sebagai bahan baku pupuk organik cair, penulis tertarik melakukan pengujian lebih lanjut tentang pupuk organik cair gamal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kosentrasi pupuk organik cair daun gamal yang terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah; untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah terhadap pemberian pupuk organik cair (POC) daun gamal. Metode : melakukan pembuatan pupuk cair daun gamal, penanaman pada polybag dan pemupukan.Hasil didapatkan pupuk organik cair daun gamal dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda nyata (signifikan) terhadap pertumbuhan bawang merah.
Kata Kunci: bawang merah, gamal, pupuk organik cair, pertumbuha
ANALISIS PENGAKUAN DAN PENGUKURAN PENDAPATAN JASA FUMIGASI PADA CV. MAJESTY
ABSTRAKCV. Majesty adalah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang ekspor dan impor. Selama ini, perusahaan CV. Majesty menggunakan Cash Basis dimana hal tersebut belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Maka dari itu perlu diterapkan suatu pengakuan dan pengukuran pendapatan berdasarkan Accrual Basis. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah menguatkan penerapan pengakuan dan pengukuran terhadap pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan, kemudian metode pencatatan pendapatan tersebut serta penyajiannya dalam suatu laporan keuangan yang tepat dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan jenis data Kuantitatif dengan metode wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui metode dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengukuran dan pengakuan pendapatan pada CV. Majesty dapat ditarik kesimpulan bahwa CV. Majesty masih belum menerapkan pengakuan dan pengukuran pendapatan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Berdasarkan kelemahan pada Cash Basis maka penulis menyarankan sebaiknya menggunakan dasar Accrual Basis. Dengan demikian perusahaan dapat mengetahui dengan pasti berapa besarnya pendapatan yang diakui oleh perusahaan tersebut.Kata kunci: Akuntansi pengakuan, pengukuran, Cash Basis dan Accrual Basi
INOVASI PEMANFAATAN BATOK KELAPA DAN POTONGAN KAYU MENJADI PRODUK EKONOMIS
ABSTRAKLimbah tempurung kelapa dan kayu memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi briket campuran arang tempurung kelapa dan kayu sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Proses karbonasi berlangsung di dalam tanur, kemudian arang yang dihasilkan dihaluskan dan diayak, kemudian dibentuk briket dari lem tepung tapioka. Pemanfaatan limbah tempurung kelapa dan kayu dapat mengurangi sampah dari tempurung kelapa dan kayu serta mengurangi penggunaan minyak tanah dan gas. Oleh sebab itu penulis ingin membuat produk yang bermanfaat kepada alam. Usaha yang kami buat ini kami beri nama B-Charcoal Sinergi. Arang briket dapat di gunakan untuk melakukan proses pembakaran dengan lebih lama dari arang pada umumnya, dengan demikian di harapakan “B-Charcoal Sinergi†dapat menjadi barang yang dapat membantu masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk memasak bahan makanan.Kata kunci: Briket arang Tempurung kelapa dan Kayu, Pemanfaatan produk Inovatif
Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Tuna Pada Kelompok Amertha Segara Tanjong Benoa
ABSTRAKKelompok Pengolahan Ikan Amertha segara merupakan salah satu kelompok yang sampai sekarang masih tetap mengolah ikan. Kelompok Amertha Segara berlokasi di tanjong Benoa Nusa Dua, Bali. Kelompok ini ingin berinovasi dalam produk olahan ikan, salah satunya yang ingin dikembangkan adalah bakso ikan tuna. Tujuan dilakukannya pelatihan pembuatan bakso ini adalah agar memudahkan kelompok dalam membuat dengan cara yang sederhana dan cepat. Pelatihan ini didahului dengan kegiatan persiapan, pelatihan, pengemasan, dan evaluasi. Dari hasil pelatihan dapat dikatakan bahwa pengetahuan kelompok mitra menjadi meningkat, dari tidak tahu cara membuat dan mengemas bakso manjadi tahu cara membuat dan mengemas. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok mitra dengan penambahan variasi produk.Kata kunci: ikan tuna, bakso ikan, amertha segara, tanjong beno
Pelatihan Prinsip Hygiene dan Sanitasi Pengolahan Abon Ikan pada Kelompok Amertha Segara Tanjong Benoa
ABSTRAKKelompok Amertha Segara merupakan salah satu kelompok pengolahan ikan yang berasal dari Tanjung Benoa, Bali. Produk olahan ikan yang dihasilkan adalah abon ikan. Hygiene dan sanitasi dalam pengolahan sangat penting agar produk yang dihasilkan bersih dari cemaran. Pelatihan ini sangat diperlukan untuk menjamin mutu produk yang dihasilkan. Pada pengabdian ini kami menggunakan cara sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Beberapa Langkah yang dilakukan yaitu, 1) persiapan, 2) pre test, 3) pelaksanaan, dan 4) evaluasi kegiatan dengan melaksanakan post test. Pemahaman mitra setelah dilakukan pelatihan meningkat mencapai 95%, dan mitra memahami bahwa hygiene dan sanitasi saling terkait satu dengan lainnya. Sanitasi lingkungan sangat dibutuhkan sebagai pelengkap terlaksananya kegiatan hygiene sanitasi dalam produksi abon ikan tuna ini.Kata kunci: abon ikan, Hygiene, sanitasi, Amertha Segara, Tanjung Beno
Hubungan Social Comparison dengan Kecenderungan Menggunakan Eyelash Extension Pada Wanita Dewasa Awal di Kota Denpasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan social comparison dengan kecenderungan menggunakan eyelash extension pada wanita dewasa awal di Kota Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan uji korelasi pearson product moment untuk mengetahui hubungan antar variabel. Populasi penelitian ini adalah wanita dewasa awal (18-40 tahun), mengetahui eyelash extension, dan berdomisili di Kota Denpasar. Teknik sampling yang digunakan berdasarkan rumus unknown population dikarenakan populasi tidak diketahui pasti jumlahnya. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat ditentukan bahwa jumlah sampel penelitian ini adalah minimal 96 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala social comparison dan skala keputusan pembelian untuk mengukur kecenderungan menggunakan eyelash extension. Sebanyak 152 responden terlibat di dalam penelitian ini. Hasil uji korelasi menunjukkan R=0,285 dan koefisien determinan (r2) sebesar 0,081 (8,1%). Berdasarkan hasil tersebut, hubungan antar variabel memiliki hubungan yang positif serta dapat dikategorikan memiliki hubungan yang rendah
Pengaruh Sosialisasi dan Pemahaman Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratama Denpasar Barat
Tujuan dari penelitian ini yakni gunamengetahui bagaimana kepatuhan wajib pajak orang pribadi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan sosialisasi perpajakan serta pemahaman wajib pajak. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Denpasar Barat menjadi lokasi penelitian ini, yang berlangsung antara tahun 2019 hingga 2021. Dari populasi penelitian ini diambil sampel yakni 219 wajib pajak, mencakup 54.763 wajib pajak orang pribadi yang tercatat di KPP Pratama Denpasar Barat antara tahun 2019 hingga 2021 wajib pajak individu yang menggunakan rumus Slovin. Regresi linier berganda yakni metodologi analisis yang diterapkan di sini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwasanya pemahaman perpajakan membawa efek positif yang selanjutnya membawa efek positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Selanjutnya, sosialisasi perpajakan secara parsial diketahui membawa efek positif. Kepatuhan wajib pajak orang pribadi dapat memperoleh manfaat dari peningkatan sosialisasi dan peningkatan pengetahuan perpajakan pada saat yang bersamaan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Kepesertaan Prolanis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat
                        Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan cross section dan diteliti di UPT Puskesmas II Denpasar Barat. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Technik probability random sampling. Teknik analisis data menggunakan Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Uji statistic menggunakan rumus Chi- Square. Hasil uji statistik Chi Square pada tingkat pengetahuan, Sarina dan prasarana, dukungan petugas kesehatan menunjukan (ð‘ value > 0.05) maka dapat di simpulkan bahwa tidak ada hubunngan antara tingkat pengetahuan, Sarina dan Prasarana, Dukungan petugas kesehatan dan jarak tempeh terhadap partisipasi prolanis. Hail uji pada sikap Dan dukungan keluarga menunjukan (ð‘ value < 0.05) maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan Antara sikap terhadap partisipasi peserta prolanis di daerah kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat. Dari data yang diperoleh dilapangan dapat peneliti simpulkan bahwa Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan,sarana dan prasarana, dukungan petugas kesehatan, dan jarak tempuh terhadap partisipasi peserta prolanis di Daerah kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat karena nilai p > 0.05. Ada keterkaitan antara sikap dan dukungan keluarga terhadap partisipasi peserta prolanis di wilayah kerja UPT Puskesmas II Denpasar Barat karena nilai p < 0.05.Kata kunci: Faktor-faktor, Partisipasi, Prolanis, Puskesmas II Denpasar Barat                        Abstract This research is quantitative research with a research design using cross section. This research was conducted at UPT Puskesmas II, West Denpasar. The sampling technique is the probability random sampling technique. The data analysis technique used Univariate Analysis and Bivariate Analysis. The statistical test uses the Chi-Square formula.The statistical test Chi Square on the level of knowledge, facilities and infrastructure, and support from health workers showed (value > 0.05). It can be concluded that there is no relationship between the level of knowledge, facilities and infrastructure, support from health workers, and distance traveled to prolanis participation. The test results on attitudes and family support showed (ð‘ value < 0.05) that there is a relationship between attitudes towards the participation of prolanis participants in the work area of UPT Puskesmas II West Denpasar. Based on the results of the analysis of the data obtained in the field, the authors conclude that there is no relationship between the level of knowledge, facilities and infrastructure, support from health workers, and distance traveled to the participation of prolanis participants in the work area of UPT Puskesmas II West Denpasar because the p value> 0.05. There is a relationship between attitudes and family support for the participation of prolanis participants in the work area of the UPT Puskesmas II West Denpasar because the p value < 0.05.Keywords: Factors, Participations, Prolanis, Puskesmas II West Denpasa
Hubungan antara Pet Attachment dengan Psychological Well-Being pada Masyarakat Bali yang Memelihara Hewan Anjing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dengan psychological well-being masyarakat Bali yang memiliki hewan peliharaan anjing. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, alat ukur pet attachment dan psychological well-being diukur dengan skala Lexington Attachment to Pets Scale dan Six- Dimensional Psychological Well-being Scale yang sudah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 349 orang masyarakat Bali yang memeliharan hewan peliharaan anjing, berusia 18-40 tahun dan beragama Hindu. Hasil analisa korelasi menujukan bahwa pet attachment berkorelasi secara positif terhadap psychological well-being (sig= 0.00 < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.799. Meningkatnya pet attachment seperti peningkatan terhadap kualitas hidup, gaya hidup yang sehat dan sumber kenyamanan maka akan ada peningkatan juga terhadap psychologocal well-being pemilik hewan peliharaan anjing
Pengaruh Kepuasan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Perilaku Pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Tabanan
Peserta JKN berhak memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang diinginkan sebagai tempat berobat pertama. Hal ini menyebabkan timbulnya fenomena berpindah FKTP. Menurut penelitian sebelumnya salah satu faktor penyebab perilaku berpindah FKTP adalah kepuasan. Namun penelitian lain menyatakan kepuasan tidak berpengaruh terhadap perilaku berpindah FKTP. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepuasan peserta JKN terhadap perilaku berpindah FKTP di Kabupaten Tabanan. Design penelitian ini adalah cross-sectional. Uji analisis yang digunakan adalah Chi Square Test. Hasil uji analisis memperoleh hasil nilai Odds Ratio 5,62 dan P Value 0,019. Simpulan penelitian ini yaitu sebanyak 95% peserta JKN di FKTP Kabupaten Tabanan merasa puas, terdapat 56% peserta JKN tidak pernah melakukan perpindahan FKTP sejak pertama kali terdaftar menjadi peserta JKN dan 43,5% pernah melakukan perpindahan FKTP, dan kepuasan peserta JKN berpengaruh signifikan terhadap perilaku berpindah FKTP di Kabupaten Tabanan