3121 research outputs found
Sort by
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL BIAYA OPERASIONAL PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG DENPASAR GAJAH MADA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengendalian internal biaya operasional pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada. Biaya operasional diperlukan dalam menjalankan operasional suatu organisasi tertentu saja ada biaya yang dikeluarkan dalam menunjang kegiatan operasional kantor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan, menguraikan, menjelaskan suatu praktek akuntansi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap hal-hal yang berhubungan dengan biaya operasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal yang sudah diterapkan di Bank BRI Gajah Mada terhadap biaya operasial sudah baik dan telah dilakukan pemisahan masing-masing fungsi yang terlibat dan otorisasi juga dilakukan oleh masing-masing bagian. Hal ini berdampak pada pengelolaan biaya operasional yang efisien dalam menunjang aktifitas operasional organisasi.Kata kunci: Biaya Operasional, Sistem Pengendalian Internal,Ban
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI DOKUMEN PERENCANAAN BERBASIS WEB STUDI KASUS BAPPEDA DAN LITBANG KABUPATEN GIANYAR
ABSTRACTThe design of this planning document information system aims to serve as a forum for the management of planning documents managed by Bappeda and Litbang Gianyar Regency. The method used in designing this planning document information system is Waterfall where this method has a series of clear and structured system workflows and there is also a maintenance stage where these stages function to maintain the integrity of the system. The design of this system uses the Laravel framework and uses a MySQL database in accordance with references from previous research. The results of this design will later be used as a forum for the management and archiving of planning documents made by Regional Apparatus Organizations.Keywords: Bappeda and Litbang, Planning Documents, Laravel, MySQL, WaterfallABSTRAKPerancangan Sistem Informasi Dokumen Perencanaan ini bertujuan sebagai wadah untuk penatakelolaan dokumen perencanaan yang dikelola oleh Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan dalam perancangan Sistem Informasi Dokumen Perencanaan ini adalah Waterfall dimana metode ini memiliki rangkaian alur kerja sistem yang jelas dan terstruktur dan juga ada tahap maintenance dimana tahapan tersebut berfungsi untuk menjaga keutuhan sistem. Perancangan sistem ini menggunakan framework Laravel dan menggunakan database MySQL sesuai dengan referensi dari penelitian terdahulu. Hasil dari perancangan ini nantinya akan digunakan sebagai wadah untuk penatakelolaan dan pengarsipan dokumen perencanaan yang dibuat oleh Organisasi Perangkat Daerah.Kata Kunci: Bappeda dan Litbang, Dokumen Perencanaan, Laravel, MySQL, Waterfal
KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI VERIFIKATOR SINTA UNIVERSITAS DHYANA PURA MENGGUNAKAN METODE IN DEPT INTERVIEW
ABSTRACTSinta (Science and Technology Index) is a web-based research information system that offers fast, easy and comprehensive access to measure the performance of researchers, institutions and journals in Indonesia. Sinta provided benchmarks and analysis, identified research strengths of each institution to develop collaborative partnerships, analyzed research trends and expert directories. The purpose of this study is to find out and analyze how user satisfaction is with the information system used and what factors influence user satisfaction with the information system. The subject of this research is Sinta Verifier. The method used in this study is the in-depth interview method. The research data is the result of interviews with the sinta verifier. Interview data reduction produces inhibiting factor data, namely the existence of features that cannot be used, the calculation of performance values that are not visible after synchronizing while the supporting factors are the effectiveness and efficiency of the system in providing data to users. The Sinta information system still has several inhibiting factors in assisting the performance appraisal process, therefore reporting system users is very much needed for evaluation in system development. Suggestions that can be given are to conduct studies on the integration of lecturer performance information systems in tertiary institutions. Key words: In depth interview method, satisfaction, information system, sinta verifier.ABSTRAKSinta (Science and Technology Index) adalah Sistem informasi penelitian berbasis web yang menawarkan akses yang cepat, mudah dan komprehensif untuk mengukur kinerja peneliti, lembaga dan jurnal di Indonesia. Sinta memberikan tolak ukur dan analisis, identifikasi kekuatan penelitian masing-masing lembaga untuk mengembangkan kemitraan kolaboratif, menganalisis tren penelitian dan direktori pakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana kepuasan pengguna terhadap sistem informasi yang digunakan dan faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi. Subyek penelitian ini adalah Verifikator Sinta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode in depth interview. Data penelitian merupakan hasil wawancara dengan verifikator sinta. Reduksi data wawancara menghasilkan data faktor penghambat yaitu adanya fitur yang tidak dapat di gunakan, perhitungan nilai kinerja yang tidak terlihat setelah melakukan sinkronisasi sedangkan faktor pendukung adalah efektifitas dan efisiensi sistem dalam memberikan data kepada pengguna . Sistem informasi Sinta masih memiliki beberpa faktor penghambat dalam membantu peroses penilaian kinerja maka dari itu pelaporan pengguna sistem sangat di perlukan untuk evaluasi dalam pengembangan sistem. Saran yang dapat di berikan yaitu dapat melakukan kajian tentang integrasi sistem informasi kinerja dosen dalam perguruan tinggi.Kata kunci: : Metode in depth interview, kepuasan, sistem informasi, verifikator sint
PERANAN TEKNOLOGI PRODUKSI TERHADAP KUALITAS DAN KAPASITAS PRODUKSI GULA MERAH ORGANIK DI KEC. KUTASARI DAN MREBET KAB. PURBALINGGA
ABSTRACTThis study aims to determine the role of the use of production technology in increasing the production of brown sugar in kec. Kutasari and Mrebet Kab. Purbalingga and find out what are the obstacles faced by the coconut sap farmer group towards increasing brown sugar production in the district. Kutasari and Mrebet Kab. Purbalingga. The research was conducted from September to December 2022 in the district. Kutasari and Mrebet Kab. Purbalingga. The number of farmers who were taken by simple random sampling as respondents was 18 people. Data collection techniques through direct observation and interviews using a list of questions and secondary supporting data. Descriptive analysis of the data was used using a scoring system for each question item to see the role of production technology. The role of production technology in increasing production is moderate. In which of the five group roles, 3 of them are classified as high, 2 are classified as low. The role that is categorized as high is the role of production technology in the provision of production facilities and means, the application of five farming technologies, cooperation with government agencies or KUD. And the obstacles faced by farmer groups in increasing brown sugar production are the lack of facilities and production facilities, the lack of application of five-farm technology and the lack of institutions such as KUD to increase the production of farmer groups in kec. Kutasari and Mrebet Kab. Purbalingga. Keywords: the role of production technology, production capacity, brown sugar, Purbalingga.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penggunaan teknologi produksi dalam meningkatkan hasil produksi gula merah di kec. Kutasari dan Mrebet Kab. Purbalingga dan mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh kelompok petani penderes nira kelapa terhadap peningkatan produksi gula merah di kec. Kutasari dan Mrebet Kab. Purbalingga. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai bulan Desember 2022 di kec. Kutasari dan Mrebet Kab. Purbalingga. Jumlah petani yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) sebagai responden sebanyak 18 orang. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan interview dengan menggunakan daftar pertanyaan serta data pendukung sekunder. Analisis deskriptif terhadap data dipakai dengan menggunakan sistem skoring pada setiap item pertanyaan untuk melihat peranan teknologi produksi. Peranan teknologi produksi terhadap peningkatan produksi tergolong sedang. Di mana dari kelima peranan kelompok 3 diantaranya tergolong tinggi, 2 tergolong tergolong rendah. Peranan yang dikategorikan tinggi adalah peranan teknologi produksi dalam penyediaan fasilitas dan sarana produksi, penerapan teknologi panca usahatani, kerjasama dengan lembaga pemerintah atau KUD. Dan hambatan-hambatan yang dihadapi teknologi produksi dalam peningkatan produksi gula merah yaitu kurangnya fasilitas dan sarana produksi, kurangnya penerapan teknologi panca usaha tani serta kurangnya lembaga-lembaga semacam KUD terhadap peningkatan produksi teknologi produksi di kec. Kutasari dan Mrebet Kab. Purbalingga. Kata Kunci : peranan teknologi produksi, kapasitas produksi, gula merah, Purbalingga
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB PADA SMA NEGERI 1 SEMENDE DARAT ULU
ABSTRAKPerpustakaan merupakan bagian dari bahan belajar yang harus dimiliki oleh setiap sekolah atau universitas. Karena siswa dengan mudah mencari informasi dan ilmu melalui perpustakaan. Sehubungan dengan perkembangan teknologi. Salah satunya dari sistem tradisional ke sistem komputer dengan menggunakaan fasilitas di internet. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem informasi berbasis web pemrograman dengan bahasa PHP MySQL. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan kebutuhan untuk menemukan buku serta memudahkan petugas perpustakaan sekolah dalam sirkulasi peminjaman buku dan pembuatan laporan. Untuk mendukung sistem peminjaman, penulis merancang Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web pada SMA Negeri 1 Semende Darat Ulu
PERANCANGAN ANTARMUKA APLIKASI KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN METODE FIVE PLANES
Pengelolaan keuangan yang efisien dan transparan merupakan aspek penting bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam mencapai tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk aplikasi keuangan berbasis website dianggap sebagai solusi yang relevan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa.Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka aplikasi keuangan berbasis website untuk Badan Usaha Milik Desa dengan menerapkan metode Five Planes, yang mencakup lima bidang perancangan antarmuka, yaitu konseptual, struktural, perilaku, visual, dan informasional. Tahap konseptual melibatkan analisis kebutuhan dan tujuan Badan Usaha Milik Desa dalam pengelolaan keuangan, serta identifikasi persyaratan aplikasi dan fitur-fitur utama yang diperlukan. Tahap struktural melibatkan pembuatan diagram alur proses dan tata letak antarmuka aplikasi, mengintegrasikan proses-proses keuangan Badan Usaha Milik Desa ke dalam aplikasi secara efisien. Tahap perilaku berfokus pada interaksi antara pengguna dan aplikasi, dengan merancang fitur-fitur interaktif agar aplikasi mudah digunakan dan responsif terhadap tindakan pengguna. Tahap visual mencakup desain tampilan estetika aplikasi yang mempertimbangkan identitas Badan Usaha Milik Desa, memilih palet warna, ikon, dan elemen desain lainnya dengan cermat untuk menciptakan kesan sesuai dengan karakter dan tujuan Badan Usaha Milik Desa. Tahap informasional menangani presentasi data keuangan secara jelas dan terstruktur, agar pengguna dapat dengan mudah memahami laporan keuangan dan perkembangan bisnis melalui grafik, tabel, dan visualisasi data lainnya. Dengan menggabungkan kelima bidang perancangan antarmuka tersebut, diharapkan aplikasi keuangan berbasis website untuk Badan Usaha Milik Desa dapat memberikan pengalaman pengguna yang intuitif, efisien, dan membantu meningkatkan pengelolaan keuangan BUMDES secara keseluruhan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi BUMDES lainnya yang ingin mengadopsi teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja keuangan dan mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.
Â
CODE SWITCHING IN THE NOVEL 5 CM
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi alih kode yang diucapkan olehpara tokoh dalam novel 5 CM. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari dialogpara tokoh dan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasidan teknik analisis adalah mencatat. Data dianalisis dengan mengidentifikasi danmengklasifikasikannya berdasarkan sumber data, kemudian data yang terkumpul dianalisissecara kualitatif dan deskriptif sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini.Temuan menunjukkan bahwa penulis cenderung mengalihkan bahasa mereka dari bahasaIndonesia ke bahasa Inggris melalui dialog pada karakter. Jenis alih kode yang terjadi padadata antara lain: alih tag, alih antar kalimat, dan antar kalimat. Data menunjukkan bahwasubstitusi terjadi di awal, di tengah, dan di akhir kalimat. Dari segi fungsi alih kode, temuanmenunjukkan bahwa fungsi data alih kode adalah: fungsi referensial, fungsi ekspresif, fungsifatis, fungsi metalinguistik dan fungsi puitis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KADER POSYANDU TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA
Posyandu lansia merupakan salah satu program Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Jumlah lanjut usia semakin meningkat seiring keberhasilan pembangunan di Indonesia. Lansia memerlukan pemeliharaan kesehatan yang terjangkau untuk mengatasi masalah kesehatannya. Posyandu lansia merupakan alternatif sarana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lansia tersebut. Pemanfaatan posyandu lansia di Desa Sukaraya Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor dukungan keluarga dan kader posyandu dengan pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Desa Sukaraya Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 254 lansia, sampel penelitian ini berjumlah 72 orang lansia, metode pengumpulan data dengan cara random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Rank Spearman pada taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56,9% responden kader menudukung kegiatan posyandu lansia. Sebanyak 79,2% responden keluarga mendukung kegiatan posyandu. Kesimpulan. Terdapat hubungan dukungan keluarga dan kader posyandu terhadap pemanfaatan posyandu lansia dengan nilai signifikansi p < 0,05, dukungan keluarga 0,008, dukungan kader sebesar 0.043. Dukungan keluarga merupakan variabel yang paling kuat keeratan hubungannya dibandingkan dengan variabel dukungan kader yang lain yakni sebesar 0,309
Produksi Dan Strategi Pemasaran Kunyit Kering di Desa Taro Gianyar
ABSTRAKUsaha pengembangan kunyit kering dilakukan oleh salah satu kelompok wanita tani di Desa Taro Gianyar. Selama ini kunyit kering yang dihasilkan masih terbatas diproduksi untuk memenuhi pesanan dari salah satu pengobatan herbal di wilayah Ubud. Produksi dilakukan secara otodidak dan tanpa menggunakan SOP standar pembuatan kunyit kering. Sehingga Tim PKM berencana untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok wanita tani di Desa Taro, Gianyar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu 1) Mitra mampu menerapkan prinsip hyegene sanitasi; 2) Memiliki keterampilan membuat kunyit kering sesuai SOP; Produk kunyit kering memiliki merk dagang dan desain kemasan produk; 3) Memiliki strategi pemasaran online. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan penyuluhan kepada mitra terkait prinsip dasar higiene sanitasi, proses produksi produk, pelabelan dan pengemasan produk serta strategi pemasaran. Hasil kegiatan diukur dengan memberikan pre test sebelum pendampingan dan post test setelah pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan 1)Pemahaman mitra terkait personal higiene dan sanitasi lingkungan meningkat 30% setelah pelatihan; 2)Mitra memiliki keterampilan membuat simplisia kunyit sesuai dengan Standar Operasional Kerja (SOP); 3)Mitra memiliki produk kunyit kering dengan kemasan dan label produk; 4) Mitra mampu menentukan harga jual produk dan memiliki strategi pemasaran online dengan memanfaatkan market place facebook.Kata kunci: Desa Taro, kelompok wanita tani, produk kunyit kerin
Pelatihan Pengelolaan Aspek Keuangan Dan Non-Keuangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng
ABSTRAKTujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam pengelolaan dana nasabah di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sangsit di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Mengelola dana nasabah tidak hanya melibatkan aspek keuangan, tetapi juga non-keuangan, sehingga pelatihan pengelolaan dana nasabah mencakup dua aspek tersebut. LPD Sangsit sempat mendapatkan sorotan media karena diduga ada kasus penggelapan dana nasabah oleh pegawai LPD tersebut. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara menyampaikan pelatihan pengelolaan keuangan dan non-keuangan LPD kepada seluruh pegawai, terutama pihak manajemen LPD Sangsit. Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 25 November 2022. Berdasarkan dialog bersama pihak manajemen LPD Sangsit selama pelatihan, pihak manajemen mengakui bahwa dana pihak ketiga dari krama adat sebagian dialokasikan ke dalam aset yang memiliki tingkat likuiditas yang rendah. Pengalokasian dana pihak ketiga ke dalam aset dengan likuiditas yang rendah berpotensi munculnya kepanikan nasabah ketika LPD menyatakan tidak dapat mencairkan dana simpanan nasabah. Selain itu, banyak kredit yang tidak disertai dengan jaminan, atau nilai jaminan lebih rendah dari nominal kredit yang disalurkan. Aspek non-keuangan yang menjadi sorotan selama pelatihan adalah bahwa pemegang buku dan pemegang kas di LPD Sangsit dilakukan oleh satu orang. Hal ini berpotensi terjadinya penyalahgunaan dana karena pihak yang mencatat dan memegang kas dilakukan oleh satu orang sehingga tidak ada mekanisme validasi yang memadai. Setelah pelatihan disampaikan, pihak manajemen dan pegawai LPD diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan tata kelola keuangan dan non-keuangan LPD yang baik, sehingga menumbuhkan kembali kepercayaan nasabah yang menempatkan dananya di LPD Sangsit.Kata kunci: pelatihan, pengelolaan keuangan dan non-keuangan, LPD, dana nasabah, DesaSangsitABSTRACTThe purpose of this community service is to provide training in managing customer funds at the Sangsit Village Credit Institution (LPD) in Sawan District, Buleleng Regency. Managing customer funds does not only involve financial aspects, but also non-financial ones, so the customer fund management training covers these two aspects. The Sangsit LPD received media scrutiny because of an alleged case of embezzlement of customer funds by the LPD employees. Community service is carried out by delivering an LPD financial and non-financial management training to all employees, especially to the management of the LPD. The training was held on 25 November 2022. Based on dialogue with the management of LPD Sangsit during the training, the LPD management acknowledged that third party funds from krama adat were partially allocated to assets that have a low level of liquidity. The allocation of third-party funds to assets with low liquidity has the potential for customer panic when the LPD states that it cannot withdraw customer deposit funds. In addition, many loans are not accompanied by collateral, or the value of the collateral is lower than the nominal credit extended. The non-financial aspect that was highlighted during the training was that one person handled the bookkeeping and cash handling at LPD Sangsit. This has the potential for misuse of funds because the party that records and holds cash is carried out by one person so that there is no adequate validation mechanism. Afterthe training was delivered, the management and employees of the LPD were expected to be ableto understand and implement good LPD financial and non-financial governance, thereby revivingthe trust of customers who placed their funds in the Sangsit LPDKeywords: training, financial and non-financial management, LPD, customer funds, villageSangsi