3121 research outputs found
Sort by
Gambaran Implementasi Billing System di Puskesmas Seririt II
Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas adalah pemberian informasi tagihan kepada pasien dan pelaporan administrasi yaitu dengan menggunakan sistem aplikasi e-retribusi atau billing system. Seluruh Puskesmas di Kabupaten Buleleng sudah mengimplementasikan billing system termasuk salah satunya adalah Puskesmas Seririt II, dalam prosesnya tentu diperlukan Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam penggunaan billing system akan tetapi di Puskesmas Seririt II bisa dikatakan belum memenuhi persyaratan tersebut karena ditemukan petugas yang bertanggungjawab terhadap billing system memiliki tanggungjawab pula di loket pendaftaran, poli gigi dan tim vaksinasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Dimana metode ini bertujuan untuk memahami tentang fenomena yang dialami atau terjadi oleh subjek penelitian. Dengan metode ini penulis mampu melihat gambaran implementasi billing system di Puskesmas Seririt II. Dari metode yang digunakan didapatlah hasil bahwa implementasi billing system di Puskesmas Seririt II dapat mempermudah dalam proses pengolahan data dengan waktu pelayanan pasien yang lebih singkat dan cepat, jumlah data pasien yang diolah menjadi tidak terbatas, proses pencarian data pasien yang cepat, serta penyimpanan data yang teratur serta dapat mempercepat proses pelayanan pasien
Hubungan Kelincahan terhadap Keterampilan Menggiring Bola pada Pemain Sepak Bola di SMA Negeri 1 Tembuku
Teknik dasar menggiring bola harus dikuasai oleh setiap pemain sepak bola didalam permainan sepak bola membutuhkan komponen fisik kelincahan sangat diperlukan dalam teknik menggiring bola untuk menghindari bola dari lawan dengan kecepatan yang maksimal. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi korelasi berupa analisis statistik deskriptif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 36 orang yang berusia 16-17 tahun yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Illinois Agillity Run Test digunakan untuk mengukur kelincahan dan Soccer Dribbling Test digunakan untuk mengukur kemampuan menggiring bola. Untuk menguji hipotesis dilakukan uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji pearson product moment untuk mengetahui derajat korelasi antara variabel kelincahan dan variabel menggiring bola didapatka nilai signifikan 0,000 dimana menunjukkan bahwa adanya korelasi kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola. Angka koefisien korelasi adalah 0,637 yang artinya korelasi kelincahan terhadap keterampilan menggiring bola kuat. Koefisien korelasi bertanda positif
Rancang Bangun Sistem Informasi Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Berbasis Web (Studi Kasus: Puskesmas Kanatang)
Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah sangat berkembang dalam berbagai bidang di kehidupan sehari-hari. Dalam suatu instansi kesehatan seperti Puskesmas membutuhkan sistem informasi sebagai salah satu faktor penunjang agar dalam proses pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Puskesmas Kanatang merupakan salah satu instansi kesehatan yang berada di Desa Kanatang Kabupaten Sumba Timur yang dalam proses pelayanan rekam medis bagi pasien rawat jalan masih dilakukan secara manual sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan antrian pasien dan waktu pelayanan yang tidak sesuai dengan SOP pelayanan Puskesmas Kanatang, oleh karena itu penulis akan melakukan penelitian rancang bangun sistem informasi ini di Puskesmas Kanatang dengan menggunakan framework Laravel agar dapat mempercepat proses pelayanan rekam medis bagi pasien rawat jalan. Penulis membuat rancang bangun sistem informasi ini berbasis web, dengan menggunakan metode perancangan SDLC. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan HTML, CSS dan MySQL sebagai database yang digunakan. Hasil dari sistem ini adalah agar bisa mempersingkat waktu yang digunakan dalam pelayanan rekam medis pasien rawat jalan. Berdasarkan hasil pengujian usability dengan USE Questionnaire membuktikan hasil 87,5% dengan klasifikasi “sangat baikâ€
ANALISIS STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENYIMPANAN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT PRIMA MEDIKA DENPASAR
Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah proses langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pekerjaan dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menggambarkan bagaiman pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kebijakkan dan peraturan yang berlaku, menggambarkan bagaimana proses pelaksanaan pekerjaan tersebut dan sebagai tata pelaksanaan pekerjaan. SPO merupakan dokumen yang berisikan prosedur yang dilakukan secara kronologi yang bertujuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan efesien dan efektif. Pelaksanaan SPO penyimpanan rekam medis di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar yang di lihat dari unsur 4 M (Man, Method, machine, dan Material). Penelitian ini menggunaka metode penelitian deskriptif analitik kualitatif dan teknik pengumpulan data trianggulasin teknik sehingga diketahui bagaimana unsur 4 M (Man, Method, machine, dan Material) mempengaruhi pelaksanaan SPO Penyimpanan Rekam Medis. Pada periode bulan Januari 2021 sampai bulan Januari 2022 jumlah pasien yang dirawat sebanyak 5845 pasien. Pada pasien isolasi COVID-19 sebanyak 433 pasien. Hasil dari penelitian ini yang di lihat dari unsur 4 M (Man, Method, Machine, dan Material) menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik kualitatif, dengan jenis penelitian cross sectional. Selama penelitian dilihat dari hasil wawancara, oservasi dilapangan dan studi dokumentasi sehingga dapat di simpulkan bahwa pelaksanaan SPO penyimpanan rekam medis rawat inap pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Prima Medika Denpasar sudah cukup optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peneliti melihat bahwa pelaksanaan SPO penyimpanan rekam medis rawat inap tidak dilakukan sesuai dengan yang tertulis di SPO
Efektifitas Kombinasi Filtrasi dan Fitoremidiasi dengan Tanaman Kangkung Air pada Limbah Tempe Tahun 2022
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode kombinasi filtyrasi dan fitoremediasi dengan tanaman kangkung air dalam penurunan kadar BOD dan COD dalam pengolahan limbah cair tempe. Penyajian data yang digunakan adalah data yang telah diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dan disajikan dengan menggunakan tabel dan diuraikan dalam bentuk narasi. Hasil sebelum treatment BOD sebesar 3936,26 mg/L dan parameter COD sebesar 12200,0 mg/L. Treatment tanpa masker BOD sebesar 1769,05 mg/L, 1156,47 mg/L, 865,19 mg/L dan parameter COD sebesar 2789 mg/L, 1612,04 mg/L, 1426,10 mg/L dan treatment penambahan masker BOD sebesar 1276,4 mg/L, 689,56 mg/L, 498,05 mg/L dan parameter COD sebesar 2154,08 mg/L, 1219,02 mg/L, 987,20 mg/L. Efektifitas tanpa masker BOD sebesar 55%, 70%, 78% dan parameter COD sebesar 77%, 86%, 88% dan menggunakan masker BOD sebesar 67%, 82%, 87% dan parameter COD sebesar 82%, 90%, 91%. Efektivitas Presentase penurunan kadar parameter air limbah pemeriksaan pertama parameter BOD sebesar 55% dan COD sebesar 77%, pemeriksaan kedua parameter BOD 70% dan COD 86%, pemeriksaan ketiga parameter BOD 78% dan COD 88%. Presentase penurunan kadar parameter air limbah dengan menggunakan metode kombinasi filtrasi dan fitoremediasi tanaman kangkung air yaitu pemeriksaan pertama parameter BOD sebesar 67% dan COD sebesar 82%, pemeriksaan kedua parameter BOD 82% dan COD 90%, pemeriksaan ketiga parameter BOD 87% dan COD 91%
Rancang Bangun Sistem Informasi Pengurusan Kerja Praktek Berbasis Website (Studi Kasus: Universitas Dhyana Pura)
Pemanfaatan teknologi dalam sebuah institusi pendidikan sudah semakin berkembang. Kerja Praktek (KP) adalah suatu bentuk implementasi antara program pendidikan dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja lapangan untuk mencapai tingkat keterampilan tertentu. KP merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa. Berdasarkan observasi awal menggunakan teknik wawancara yang penulis lakukan pada admin prodi Teknik Informatika yaitu ibu susan dan juga mahasiswa Prodi Teknik Informatika angkatan 2018 yang berjumlah 14 orang, diketahui bahwa rata-rata 62.5% dari mereka menjawab diperlukan waktu 1-2 hari dalam pembuatan surat dan 37.5% nya lagi menjawab 1-5 jam. Hal ini disebabkan karena pengurusan surat pengurusan kerja praktek masih menggunakan metode manual dan harus melalui beberapa prosedur yang cukup panjang. Oleh karena itu, penulis membuat rancang bangun sistem informasi pengurusan kerja praktek menggunakan Codeigniter agar dapat membantu mahasiswa dalam pengurusan surat KP dan pengolahan surat-surat KP tersebut. Dalam penelitian ini penulis membuat sistem informasi berbasis web, menggunakan Codeigniter sebagai framework PHP dalam pembuatan web, MariaDB sebagai database pada web yang akan penulis buat, dan menggunakan metode SDLC sebagai metode pembuatan sistem. Dengan berbasis web dan menggunakan Codeigniter diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam melakukan pengajuan KP, mempersingkat waktu dan prosedur serta memudahkan program studi dalam memantau dan mengelola data mahasiswa yang melakuka
Analisis Kelengkapan Informed Consent pada Kasus Bedah Orthopaedi Rawat Inap di RSUD Sanjiwani Gianyar
Informed Consent adalah pemberian informasi pasien tentang sifat, alternatif, dan resiko dari prosedur medis yang akan dilakukan. Setelah menerima informasi, pasien dapat menyetujui atau menolak prosedur medis tersebut Tujuan yang akan dicapai penelitian ini adalah mendapatkan diskripsi secara kualitatif kelengkapan informed consent yang terdapat dalam dokumen rekam medis rawat inap pada kasus bedah orthopaedi di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi observasi terhadap berkas informed consent yang ada dalam instalasi rekam medis pasien rawat inap pada kasus bedah orthopaedi selama periode 3 bulan yaitu mulai 28 Oktober 2020 sampai dengan 30 Desember 2020, untuk kemudian dilakukan analisa terhadap kelengkapannya. Dari hasil penelitian terhadap 165 berkas informed consent yang merupakan bagian dari rekam medis yang dianalisa, didapatkan hasil dalam hal Autentifikasi pasien : Kelengkapan alamat pasien 59% dan Kelengkapan tanggal lahir 52,7%; Kelengkapan Autentifikasi pemberi layanan: Nama dokter bedah 52,7%, Nama dokter anesthesia 47,3%, Nama pemberi informasi 72,7%; Kelengkapan Jenis Informasi yang dijelaskan: Diagnosis kerja & Diagnosis banding 39,4%, Dasar diagnosis 30,3%, Tindakan kedokteran 60,6%, Indikasi tindakan 75,8%, Tata cara tindakan 33,3%, Tujuan tindakan medis 72,7%, Resiko dan Komplikasi 90,9%, Prognosis 30,3%, Alternatif dan Resiko 42,4%, Hal lain yang dilakukan 21,2%; Autentifikasi Pernyataan: Autentifikasi pernyataan telah memberi informasi 96,3% dan Autentifikasi pernyataan telah menerima informasi 92,1%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kelengkapan informed consent pada pasien rawat inap kasus bedah orthopaedi di RSUD Sanjiwani Gianyar adalah masih kurang
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Patuh dan tidak Patuh terhadap Pengobatan pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kediri 1 Kabupaten Tabanan
Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang semakin meningkat jumlah penderitanya setiap tahun. Pada tahun 2025, diperkirakan 1,5 miliar orang akan mengidap hipertensi, dengan 9,4 juta kematian setiap tahun yang terkait dengan komplikasi hipertensi. Prevalensi penyakit ini juga terus meningkat, diperkirakan mencapai 29% pada orang dewasa di seluruh dunia pada tahun 2025. Wanita di atas usia 65 tahun lebih rentan terhadap hipertensi daripada pria, sementara pada usia paruh baya dan remaja, laki-laki lebih sering terkena hipertensi. Pada usia 55 hingga 64 tahun, sekitar 15-20% populasi dunia menderita hipertensi. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah dalam arteri terus meningkat. Dalam keadaan istirahat, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik di atas 140 mm Hg dan tekanan diastolik di atas 90 mm Hg dalam dua pembacaan yang terpisah lima menit. Faktor-faktor risiko meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan gaya hidup seperti merokok, konsumsi natrium berlebih, lemak jenuh, alkohol, obesitas, kurang olahraga, stres, dan estrogen. Di Indonesia, hipertensi adalah masalah serius dalam pelayanan kesehatan dasar. Prevalensi hipertensi di berbagai kelompok usia cukup tinggi, seperti pada usia 45 hingga di atas 75 tahun dengan estimasi prevalensi mencapai 69,5%. Penelitian di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, menunjukkan tingginya angka penderita hipertensi, mencapai lebih dari 50%. Bahkan di Provinsi Bali, prevalensi hipertensi mengalami peningkatan signifikan hingga 30,97% dalam lima tahun terakhir. Kepatuhan terhadap pengobatan menjadi masalah penting, terutama karena hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang dan dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Inovasi dalam meningkatkan pengetahuan, dukungan keluarga, dan akses pelayanan menjadi kunci meningkatkan kepatuhan pengobatan orang yang menderita hipertens
IMPLEMENTASI METODE MOORA DALAM MENENTUKAN KELAYAKAN PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI COVID-19
ABSTRACTThe government is trying to control the economy amid the Covid-19 pandemic by distributing several aids to the community in various cities and villages, one of which is in Yeh Embang Village, Mendoyo District, Jembrana Regency. Temporary Unconditional Cash Transfer Program (BLT) is assistance to society originating from village fund allocations in the Village Budget (APB Desa) which will be provided by the government to people who have lost their livelihoods due to the Covid-19 pandemic. The availability of BLT funds is limited and on the other hand many people need it. Therefore, this research has developed a decision support system for Covid-19 BLT recipients in Yeh Embang Village. The system developed uses 6 criteria, namely work, income, type of floor, toilet and type of roof. The system was tested using 156 datasets of the people of Yeh Embang Village and the results of the confusion matrix method test showed that the system could produce an accuracy of 90%.Keywords: Decision Support System, Temporary Unconditional Cash Transfer Program, Covid-19, MOORAABSTRAKPemerintah berupaya mengendalikan perekonomian di tengah pandemi Covid-19 dengan menyalurkan beberapa bantuan – bantuan ke masyarakat di berbagai kota dan desa salah satunya di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah bantuan yang berasal dari alokasi dana desa pada Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Desa) yang akan diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat yang kehilangan mata pencaharian karena pandemi Covid-19. Ketersediaan dana BLT ini terbatas dan disisi lain banyak masyarakat yang memerlukan. Oleh karena itu pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah sistem pendukung keputusan penerima BLT Covid-19 di Desa Yeh Embang. Sistem yang dikembangkan menggunakan 6 kriteria yaitu pekerjaan, penghasilan, jenis lantai, MCK dan jenis atap rumah. Sistem diuji menggunakan 156 dataset masyarakat Desa Yeh Embang dan hasil pengujian metode confusion matrix menunjukan sistem bisa menghasilkan akurasi sebesar 90%..Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Bantuan Langsung Tunai, Covid-19, MOOR
ANALISIS QUALITY OF SERVICE ROUTING PROTOCOL OSPF PADA JARINGAN IPV4 MENGGUNAKAN SIMULATOR CISCO PACKET TRACER
Jaringan yang baik harus memiliki kualitas layanan yang diberikan ke pengguna maka dari itu harusmemperhitungkan Quality of Service (QoS). QoS mengacu pada kemampuan suatu jaringanmemberikan layanan yang lebih baik pada suatu jaringan tertentu berdasarkan kebutuhan yangdiperlukan. Pada sebuah jaringan komputer diperlukan routing protokol untuk melakukan pencarianjalur singkat dan terbaik dalam proses komunikasi paket data di suatu jaringan. Salah satu routingprotokol yang sering digunakan dalam jaringan komputer adalah routing protocol Open Shortest PathFirst (OSPF) yang merupakan routing dinamis. Selain protokol routing, diperlukan protokolpengalamatan sebagai kode unik untuk membedakan setiap komputer dalam suatu jaringan. Protokolpengalamatan yang umum digunakan saat ini adalah Internet Protocol version 4 (IPv4). Pengalokasianalamat IP yang paling mudah dengan menggunakan IPv4, karena IPv4 paling umum digunakansehingga mendukung banyak topologi jaringan serta menggunakan format 32 bit dan prefiks yangsederhana. Pada protokol IPv4 dapat membawa paket melalui jalan alternatif apabila sebuah koneksisedang mengalami masalah IPv4 digunakan sebagai protokol yang dapat menentukan rute yangdiambil oleh paket untuk mencapai sebuah tujuan. Penelitian ini mengimplementasikan routing protocol OSPF pada jaringan IPv4 menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai simulator dengan 2router dan 2 switch. Penelitian ini menggunakan perhitungan QoS dengan acuan standarisasi dariTIPHON serta parameter yang diujikan adalah throughput, delay, dan packet loss. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kualitas layanan jaringan pada routingprotocol OSPF dengan mengukur QoS pada jaringan yang telah disimulasikan menggunakan CiscoPacket Tracer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai rata - rata QoS menurut standarisasiTIPHON yang dihasilkan dengan menerapkan routing protocol OSPF pada jaringan IPv4 memilikiindeks sebesar 3,6 yang berarti nilai tersebut menunjukkan hasil yang Memuaskan