Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    STUDI FAKTOR pH PADA ADSORPSI KATION Ca(II) OLEH SILIKA TERMODIFIKASI SULFONAT

    Get PDF
    Silika memiliki luas permukaan spesifik tinggi dan gugus hidroksil yang reaktif, menjadikan silika berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pengemban kation yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH pada sifat adsorpsi kation Ca(II) oleh silika termodifikasi sulfonat dan silika non modifikasi.Subjek dari penelitian ini adalah silika dan silika termodifikasi sulfonat. Objek dari penelitian ini adalah daya adsorpsi logam Ca(II) oleh silika termodifikasi sulfonat maupun silika non modifikasi. Data dikumpulkan melalui eksperimen adsorpsi, di mana 0,2 gram silika hasil sintesis dilarutkan dalam 20 mL larutan yang berisi Ca2+ 0,001 M, dan diaduk selama waktu kesetimbangan, yaitu 1 jam. pH suspensi divariasi dengan variasi pH yaitu 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Sampel yang telah diaduk kemudian di centrifuge, diambil sentrifugatnya dan diukur konsentrasi logam Ca(II) sisa dalam larutan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sintesis silika termodifikasi sulfonat berhasil dilakukan dengan ciri-ciri, hilangnya gugus –SH pada panjang gelombang 2569,18 cm-1 dan naiknya intensitas pada daerah bilangan gelombang 3451,57 cm-1 yang meningkat dari 4,215 menjadi 20,380. Semakin tinggi pH semakin besar daya adsorpsi Ca2+ oleh silika maupun silika termodifiasi sulfonat. pH yang baik untuk adsorpsi Ca2+ oleh silika atau silika termodifikasi sulfonat terdapat pada pH 7. Pada pH 7, silika mampu menjerap Ca2+ sebanyak 71% dan silika termodifikasi sulfonat menjerap Ca2+ 82,6%

    IMPLEMENTASI PROGRAM BEASISWA FULL SARJANA UNTUK MAHASISWA KURANG MAMPU DAN BERPRESTASI ASAL KOTA CILEGON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program Beasiswa Full Sarjana untuk mahasiswa kurang mampu dan berprestasi asal Kota Cilegon beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program sudah berjalan cukup baik, tetapi belum optimal karena berdasarkan teori implementasi kebijakan Edward III yang terdiri dari variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, pada variabel komunikasi dan struktur birokrasi masih kurang maksimal. Kemudian, terdapat beberapa faktor pendukung dalam implementasi program, yaitu komunikasi berjalan baik dan mudah melalui grup WhatsApp, sumber daya manusia dan fasilitas serta dana mendukung, respons positif masyarakat, dan kerja sama terjalin baik sedangkan faktor penghambatnya, yaitu informasi program belum tersosialisasikan maksimal dan sikap mendukung dari mahasiswa kurang.Kata kunci: implementasi kebijakan, beasiswa full sarjana, Kota Cilego

    ANALISIS KESETARAAN GENDER PADA SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMA NEGERI 7 PURWOREJO

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis kesetaraan gender pada sekolah ramah anak di SMA Negeri 7 Purworejo dan (2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kesetaraan gender pada sekolah ramah anak di SMA Negeri 7 Purworejo. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek penelitian yang dipilih dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Aspek kesetaraan gender: (a) pemahaman gender yang cukup antara kepala sekolah, guru, dan siswa; (b) Tidak adanya sikap diskriminasi di sekolah; (c) Dapat mengurangi masalah kekerasan; (d) Sudah tidak melakukan praktik-praktik yang membahayakan di sekolah; (e) Dapat membagi peran yang setara antara laki-laki dan perempuan; (f) Memberikan fasilitas yang responsif gender di sekolah. 2) Faktor pendukung dan penghambat kesetaraan gender: (a) Faktor pendukung: tidak melakukan pelabelan, melaksanakan program sekolah ramah anak, lingkungan kerja yang baik dan saling mendukung. (b) Faktor penghambat: Kurangnya fasilitas responsif gender yang dimiliki, masih terjadinya kasus kekerasan dalam bentuk verbal di antara siswa.Kata kunci: Sekolah Ramah Anak, Kesetaraan Gender

    IMPLEMENTASI PROGRAM SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB) DALAM MEMBANGUN RESILIENSI SEKOLAH DI MAN 3 BANTUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di MAN 3 Bantul; 2) Mendeskripsikan resiliensi sekolah di MAN 3 Bantul; 3) Mengetahui keterkaitan antara implementasi Program SPAB dalam membangun resiliensi sekolah di MAN 3 Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Bantul dengan subjek penanggungjawab program SPAB, guru, dan siswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) MAN 3 Bantul telah melaksanakan Program SPAB dengan memperhatikan empat aspek utama pada teori implementasi James Anderson; 2) Resiliensi sekolah telah dibangun oleh MAN 3 Bantul, namun masih ada aspek resiliensi yang rendah; 3) Keberhasilan implementasi program SPAB sangat mendukung peningkatan resiliensi sekolah, karena terdapat keterkaitan antara komponen SPAB dengan aspek-aspek resiliensi. Melalui program SPAB, sekolah menstimulus semua warga pendidikan untuk memiliki paradigma baru tentang bencana yang berorientasi pada caring dan loving dalam berbagai bentuk aktivitas sehari-hari. Maka warga sekolah dapat menghadapi kondisi dan keadaan, hal inilah yang disebut dengan resiliensi (ketahanan) terhadap bencana. Kata kunci: implementasi program, Satuan Pendidikan Aman Bencana, resiliens

    NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERITA RAKYAT BANGKA BELITUNG: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA

    Get PDF
    Nilai-nilai sosial adalah segala sesuatu yang terjadi di kehidupan nyata. Kata nilai-nilai sosial atau realita sendiri merupakan bentuk serapan dari bahasa Inggris, yaitu reality yang bermakna kenyataan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui nilai-nilai sosial dalam kumpulan cerita rakyat Bangka Belitung, meliputi : (1) sosial kemasyarakatan berdasarkan nilai kasih sayang, (2) sosial kemasyarakatan berdasarkan nilai tanggung jawab, dan (3) sosial kemasyarakatan berdasarkan keselarasan hidup dalam kumpulan cerita rakyat Bangka Belitung karya Maulana Syamsuri. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini menggunakan kumpulan cerita rakyat Bangka Belitung karya Maulana Syamsuri. Subjek penelitian ini adalah nilai-nilai sosial. Penelitian ini difokuskan dengan permasalahan sosial  yang dikaji dengan menggunakan kajian sosiologi sastra. Data yang digunakan adalah semua kutipan dialog dan jalan cerita yang mengandung nilai kasih sayang, tanggung jawab dan keselarasan hidup. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan catat, instrumen penelitian menggunakan insttumen manusia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, Aspek kasih sayang yakni: (a) tolong menolong, (b) kesetiaan, (c) kekeluargaan. Kedua, Aspek Tanggung Jawab, yakni: (a) disiplin, (b) empati, dan (c) rasa memiliki. Ketiga, Aspek keselarasan hidup, yakni: (a) keadilan, (b) toleransi, (c) kerjasama, dan (d) ketakwaan, (e) pemanfaatan daya alam, (f) penyatuan, (kepatuhan). Kata kunci: sosiologi sastra, nilai sosial, cerita rakya

    PERFORMATIVITAS GENDER DALAM KUMPULAN CERPEN SANUBARI JAKARTA KARYA LAILA NURAZIZAH: KAJIAN TEORI QUEER JUDITH BUTLER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk performativitas gender dalam kumpulan cerpen Sanubari Jakarta karya Laila Nurazizah dan (2) efek performativitas gender tokoh terhadap tatanan gender dalam kumpulan cerpen Sanubari Jakarta karya Laila Nurazizah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data yang digunakan adalah empat cerpen dalam kumpulan cerpen Sanubari Jakarta karya Laila Nurazizah berjudul “Malam Ini Aku Cantik”, “Lumba-Lumba”, “Menunggu Warna”, dan “Kotak Cokelat”. Penelitian ini difokuskan pada performativitas gender yang dialami oleh tokoh yang dikaji menggunakan teori queer milik Judith Butler. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Keabsahan data diperoleh melalui validitas semantis dan reliabilitas intrarater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) performativitas gender ditunjukkan dengan penampilan fisik dan cara berpakaian; 2) performativitas gender diungkapkan oleh tokoh melalui perbincangan atau dialog antar tokoh dalam cerita; 3) berdasarkan aktivitas seksualnya, tokoh-tokoh dalam cerpen menunjukkan cara mereka menikmati hubungan seksual dengan tidak mematuhi norma heteroseksual dan lebih memilih preferensi seksualnya secara merdeka, yaitu LGBTQ; 4) efek dari identitas gender yang dipilih oleh para tokoh yaitu seorang banci yang tidak diterima dalam masyarakat, seorang lesbian dan gay yang diketahui identitasnya, dan rasa inferioritas seorang transgender. Kata Kunci: efek performativitas, performativitas, teori quee

    Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: (1) kegiatan pengembangan Desa Wisata Pulesari, (2) partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Pulesari, (3) faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Pulesari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kegiatan pengembangan Desa Wisata Pulesari meliputi obyek dan daya tarik wisata, prasarana wisata, sarana wisata, tata laksana/infrastruktur, dan masyarakat/lingkungan sosial, (2) terdapat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Pulesari namun belum berjalan secara maksimal. Partisipasi tersebut terdiri dari bentuk partisipasi dan jenis partisipasi. Dalam bentuk partisipasi, yang dilakukan oleh masyarakat Desa Wisata Pulesari yaitu (a) terdapat partisipasi dalam bentuk buah pikiran oleh masyarakat desa, (b) partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga telah dilakukan masyarakat dalam setiap kegiatan, (c) partisipasi dalam bentuk harta benda telah dilakukan oleh masyarakat, (d) partisipasi dalam bentuk keterampilan belum dilakukan secara maksimal, (e) partisipasi dalam bentuk sosial telah dilakukan oleh masyarakat. Dalam jenis partisipasi, yang dilakukan oleh masyarakat adalah (a) partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan belum dilakukan secara maksimal, (b) partisipasi dalam pelaksanaan, masyarakat telah terlibat dalam kegiatan wisata, (c) partisipasi dalam pengambilan manfaat dengan memperoleh keuntungan financial, (d) partisipasi dalam evaluasi dilakukan secara intern dan ekstern. (3) faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Pulesari antara lain : sumber daya alam, kesadaran masyarakat, dan terbukanya lapangan pekerjaan. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: adanya rasa minder, kecemburuan sosial, kesibukan masyarakat dan adanya salah paham

    Evaluasi CIPP pada Pelatihan Pemandu Wisata Outbound di Jogja Tourism Training Center

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan program pelatihan pemandu wisata outbound di jogja tourism training center dengan menggunakan model CIPP yang meliputi evaluasi context, input, process, dan product. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, dan menarik kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Evaluasi context yang terdiri dari dua aspek menunjukkan ketercapaian dan sesuai dengan kebutuhan.  Evaluasi Input, yang terdiri dari tujuh aspek yaitu warga belajar, instruktur, kurikulum, materi pelatihan, metode pelatihan, pendanaan, sarana dan prasarana semuanya juga sudah tercapai dengan baik. Evaluasi Process, yang terdiri dari empat aspek yaitu waktu pelaksanaan, penyelenggara pelatihan, kinerja instruktur dan aktivitas warga belajar dalam mengikuti kegiatan pelatihan tercapai sesuai dengan aspek-aspek evaluasi program model CIPP. Evaluasi Product, yang terdiri dari tiga aspek meliputi ketercapaian penguasaan materi oleh warga belajar, hasil belajar dan dampak program pelatihan sesuai dengan yang diharapkan

    Representasi peran ganda perempuan dalam iklan Sunlight Extra Higienis baru (analisis semiotika Roland Barthes)

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi peran ganda perempuan dalam iklan Sunlight Extra Higienis Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data semiotika Roland Barthes. Instrumen dan metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara. Informan pendukung data penelitian adalah Gilang Jiwana Adikara., S.I.Kom., M.A, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta dan Sasiana Gilar Apriantika, M.A, Dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Sunlight Extra Higienis Baru merepresentasikan realitas peran ganda perempuan dengan mengaplikasikan nilai gender transformatif. Representasi perempuan tidak hanya ditampilkan secara feminim, tetapi juga ditampilkan memiliki peran di sektor publik. Tokoh perempuan dalam iklan direpresentasikan memiliki tiga peran, yaitu sebagai ibu rumah tangga, perempuan pekerja, dan seorang ibu yang perhatian dengan pendidikan anak. Sajian dalam iklan memberikan kesan pemberdayaan kepada kaum perempuan untuk berani memilih dan lebih dari sekedar domestik. Representasi peran ganda dimaknai sebagai perluasan makna tentang konsep gender dan perempuan sempurna. Gender sebagai sesuatu yang dinamis dan perempuan sempurna adalah mereka dapat meletakkan komitmen sama rata pada wilayah publik dan domestik. Realitas peran ganda menjadi wacana gender yang mempersuasif dan mempengaruhi perasaan penonton, sehingga akan ingat dan bersedia membeli produk yang ditawarkan.Kata kunci : Representasi, Iklan, Semiotika Roland Barthes, Peran Ganda Perempuan, Gender Abstract This study aims to find out how the representation of the dual role of women’s in the advertisement of the New Sunlight Extra Hygienic. This research uses a qualitative approach with Roland Barthes' semiotic data analysis method. Data collection instruments and methods are carried out by documentation and interview techniques. The informants supporting the research data are Gilang Jiwana Adikara., S.I.Kom., M.A, Lecturer of Communication Science, Yogyakarta State University and Sasiana Gilar Apriantika, M.A, Lecturer of Sociology Education, Yogyakarta State University. The data validity technique uses triangulation techniques. The results showed that the New Sunlight Extra Hygienic ad represents the reality of women's dual roles by applying transformative gender values. Women's representation is not only displayed femininely, but also shown to have a role in the public sector. The female character in the advertisement is represented as having three roles, namely as a housewife, a working woman, and a mother who is concerned with children's education. The presentation in the advertisement gives the impression of empowerment to women to dare to choose and be more than just domestic. The representation of dual roles is interpreted as an extension of the meaning about the concepts of gender and perfect women. Gender as something dynamic and women are perfect is that they can put an equal commitment to the public and domestic spheres. The reality of dual roles becomes a gender discourse that persuasive and affects the feelings of the audience, so that they will remember and be willing to buy the products offered. Keywords : Representation, Advertising, Roland Barthes Semiotics, Women's Dual Roles, Gende

    Strategi komunikasi Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan pelaksanaan program lanjut usia terlantar di Sendangmulyo

    Get PDF
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan program Lanjut Usia Terlantar di Sendangmulyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Dalam penentuan sample, Teknik yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan dan terdapat 5 orang sebagai informan utama. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, serta teknik analisis data menggunakan Model Miles and Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman dalam mengoptimalkan pelaksanaan program Lanjut Usia Terlantar di Sendangmulyo dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu pendataan, penyandingan data, verifikasi dan validasi data, dan pendampingan penyaluran program dibantu oleh TPSK (Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan) dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) sebagai komunikator program Lanjut Usia Terlantar (LUT). Hambatan penelitian ini adalah hambatan semantic. Implementasi penyaluran program Lanjut Usia Terlantar (LUT) ini kurang efisien dan tersistem. Namun terdapat peningkatan kualitas program Lanjut Usia Terlantar (LUT) dari tahun ke tahun.Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Pelaksanaan program, Lanjut Usia Terlantar AbstractThis research aims to determine the communication strategy of the Sleman Regency Social Service in optimizing the Neglected Elderly program in Sendangmulyo. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection methods used are observation, structured interviews and documentation. In determining the sample, the technique used was purposive sampling with predetermined criteria and there were 5 people as the main informants. Data validity techniques in this study used source triangulation techniques, as well as data analysis techniques using the Miles and Hubberman Model. The results showed that the communication strategy bt the Sleman Regency Social Service in optimizing the implementation of the Neglected Elderly program in Sendangmulyo was carried out in 4 stages, namely data collection, data matching, data verification and validation, and program distribution assistance assisted bt TPSK (Kalurahan Social Asisstence Workers) and TKSK (District Social Welfare Workers) as the communicator of the Neglected Elderly Program (LUT). The obstacle of this research is the semantic barrier. In implementing the distribution of the Neglected Elderly (LUT) program, it is less efficient and systemized. However, there has been an increase in the quality of the Neglected Elderly (LUT) program from year to year.Keywords : Communication Strategy, Program Implementation, Neglected Elderl

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇