Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM SERIAL DRAMA KOREA ITAEWON CLASS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, jenis, dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam dialog serial drama Korea Itaewon Class. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah serial drama Korea Itaewon Class yang ditayangkan di JTBC dan Netflix pada tahun 2020. Data penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam dialog pemain serial drama Korea Itaewon Class. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik SBLC dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatis. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk tindak tutur ilokusi ditemukan dalam bentuk modus kalimat deklaratif, kalimat interogatif, modus kalimat imperatif, (2) jenis tindak tutur ilokusi ditemukan dalam lima jenis, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif, dan (3) fungsi tindak tutur ilokusi ditemukan sebanyak empat bentuk, yaitu kompetitif, konvivial, kolaboratif, dan konfliktif.Kata Kunci: Itaewon Class, Pragmatik, Tindak Tutur Ilokus
ABREVIASI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis abreviasi dalam konteks kasual (gaul), proses pembentukan abreviasi, dan penggunaan abreviasi kasual (gaul) pada berbagai kalangan (pengguna umum, pejabat, dan selebritas). Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu teks bahasa Indonesia yang digunakan dalam media sosial Twitter. Adapun objek dalam penelitian ini yaitu abreviasi dalam konteks kasual yang terdapat di media sosial Twitter. Teknik pengumpulan data diperoleh menggunakan metode teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan membaca pesan-pesan yang dikirimkan (postingan) dalam media sosial Twitter untuk diklasifikasikan menurut jenis dan proses pembentukan abreviasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik ketekunan pengamatan, sedangkan untuk uji reliabilitas data menggunakan teknik triangulasi. Pada penelitian ini, abreviasi dalam konteks kasual menunjukkan hasil, bahwa: (a) jenis singkatan merupakan jenis yang paling banyak digunakan; (b) proses pembentukan abreviasi paling banyak mengalami proses pengekalan huruf pertama dari tiap suku kata; dan (c) tidak semua kalangan menggunakan abreviasi dalam konteks yang kasual (gaul).Kata Kunci: abreviasi, morfologi, Twitte
PENGGUNAAN UMPATAN DALAM GRUP TELEGRAM ANONYMOUS GROUP CHAT
Seiring pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan umpatan semakin mewarnai aktivitas berbahasa manusia, penggunaan umpatan tersebut baik berupa bahasa lisan maupun tulisan. Umpatan kerap digunakan dalam media sosial terutama yang bertujuan untuk menunjukkan ketidaksukaan atau ketidaknyamanan penutur. Salah satu grup yang banyak menghadirkan umpatan adalah anonymous group chat dalam aplikasi Telegram. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bentuk, acuan, dan tujuan umpatan yang terdapat dalam grup Telegram anonymous group chat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah tuturan dalam grup telegram anonymous group chat. Peneliti menyimak dan membaca tuturan dalam grup telegram lalu mencatat kembali tuturan- tuturan tersebut dalam bentuk data tertulis dengan menggunakan metode agih dan metode padan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini mencakup bentuk umpatan, referensi, dan tujuan. Bentuk umpatan telah dibedakan berdasarkan satuan bahasanya, yaitu kata (dasar dan turunan) dan frasa. Tujuh referensi ditemukan berdasarkan keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, aktivitas, dan profesi. Dalam penelitian ini, tiga kategori umpatan digunakan: umpatan untuk menyatakan kekesalan, umpatan untuk menyatakan kekecewaan, dan umpatan untuk menyatakan penghinaan.Kata Kunci: Anonymous group chat, Referensi, Telegram, Umpatan
KONVERGENSI TEKNOLOGI PADA PRODUKSI BERITA DI LIPUTAN 6
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi berita dengan penggunaan teknologi terbaru, Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, Penelitian ini dilaksanakan di SCTV Tower, Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses produksi Liputan 6 dengan penggunaan teknologi dan sistem NRCS (Newsroom Computing System) sangat membantu dalam pengumpulan dan produksi berita, berita dari reporter di lapangan dapat terkirim dengan cepat dan langsung dijadwalkan oleh produser menggunakan perangkat lunak yang sama untuk ditayangkan dengan cepat. Selain sistem NRCS ada penggunaan teknologi lainnya yang membantu penyampaian berita seperti teknologi AI (artificial intelligence) dan Hologram, dan alat komunikasi interkom yang digunakan dalam proses produksi memungkinkan komunikasi antara berbagai departemen yang terlibat dalam produksi. Hal ini membantu tim bekerja sama dan membuat perubahan dengan cepat yang penting dalam siaran langsung. Interkom juga membantu tim menanggapi berita yang tidak terduga dan menyesuaikan rencana siaran. Kesimpulannya Liputan 6 telah mampu meningkatkan efisiensi dengan menggunakan teknologi dalam kegiatan produksinya. Sistem NRCS yang digunakan sangat membantu dalam kegiatan pelaporan berita, penggunaan AI yang sangat membantu dan penggunaan teknologi komunikasi Interkom memungkinkan para kru untuk berbicara satu sama lain selama siaran langsung.
DARI SIMBOL KE IDENTITAS KOLEKTIF: STUDI INTERAKSI SIMBOLIK PADA KOMUNITAS CHELSEA INDONESIA SUPPORTERS CLUB
Chelsea Football Club (Chelsea FC) merupakan klub Liga Inggris papan atas dengan penggemar yang tersebar di seluruh dunia, tidak hanya di Inggris atau Eropa. Kesuksesannya telah menarik jutaan penggemar, termasuk di Indonesia. Penelitian ini meneliti interaksi simbolik dalam proses pembentukan identitas sosial anggota Chelsea Indonesia Supporters Club (CISC). Teori konstruktivis digunakan bersamaan dengan Teori Identitas dan Identitas Sosial, serta pendekatan interaksi simbolik untuk memahami identitas sebagai penggemar Chelsea FC. Sebagai penelitian deskriptif, data dihimpun dari para informan dan melalui observasi lapangan. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana interaksi simbolik berperan dalam konstruksi identitas diri yang terbentuk dari proses eksplorasi melalui keluarga, teman, dan media massa. Penelitian ini juga mengkaji hubungan antara komitmen dengan loyalitas, serta peran kategorisasi, identifikasi, dan perbandingan sosial dalam proses pembentukan identitas. Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi simbolik pada level komunitas (society), diri anggota (self), dan proses pemaknaan (mind) membentuk CISC sebagai kelompok yang loyal, serta memiliki rasa kasih sayang, solidaritas, dan kekeluargaan yang kuat antar anggota
Peran Kebijakan Moneter Menurunkan Tingkat Inflasi di Indonesia
This study aims to see how the role of conventional and Islamic monetary policy on reducing inflation in Indonesia. This study is a qualitative study with literature studies, data obtained through books and journals related to the research discussed. The results of this study indicate that the government's way to reduce the inflation rate conventionally is by issuing SBI (Bank Indonesia Certificate) or SBIS (Bank Indonesia Sharia Certificate) if using sharia methods. For further researchers if using the same title, the researcher recommends using qualitative research with the latest data
Evaluasi Dampak Program Pendampingan BBPPM Yogyakarta Terhadap Kelembagaan BUMDesa Tirtajaya, Gamping, Sleman
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan dan dampak program pendampingan BBPPM Yogyakarta terhadap BUM Desa Tirtajaya. Subjek penelitian ini adalah pendamping dan ketua BUM Desa Tirtajaya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) proses pelaksanaan program pendampingan terlaksana dengan baik yang meliputi tahapan identifikasi dan analisis kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan program, evaluasi dan monitoring program, dan pelaporan hasil program pendampingan, (2) Dampak positif yang terjadi setelah proses program pendampingan yakni adanya perubahan BUM Desa menjadi berstatus berbadan hukum, peningkatan motivasi pengurus BUM Desa, stabilisasi struktur kelembagaan BUM Desa Tirtajaya, kemudahan akses modal, dan peningkatan reputasi BBPPM Yogyakarta di mata masyarakat
Teori framing dan media sosial: analisis kontroversi cyberbullying terhadap Jang Won-Young
Teori framing dan media sosial: analisis kontroversi cyberbullying terhadap Jang Won-YoungAbstrakPenelitian ini menggali fenomena cyberbullying yang menimpa Jang Won-young, seorang idol K-pop yang menjadi sasaran perundungan di platform TikTok. Dalam era digital yang pesat, media sosial, khususnya TikTok, menjadi wadah masyarakat berbagi kreativitas dan tren terkini, termasuk fenomena fandom K-pop. Fandom K-pop tidak hanya sekadar penggemar, tetapi juga membentuk komunitas kuat dengan norma dan tradisi sendiri. Sayangnya, di balik popularitas, platform TikTok juga menjadi tempat terjadinya perundungan terhadap idol K-pop, menciptakan lingkungan online yang tidak aman dan merugikan. Studi kasus pada Jang Won-young memperlihatkan kompleksitas dampak cyberbullying terhadap reputasi publik seorang idol. Teori framing digunakan untuk menganalisis cara media sosial, terutama TikTok, membentuk naratif dan mempresentasikan cyberbullying. Framing media sosial dapat memengaruhi persepsi masyarakat, memberikan penekanan tertentu pada konten kontroversial, dan memicu respon beragam. Media sosial bukan hanya penyebar informasi, tetapi juga pembentuk opini publik yang dapat memengaruhi hubungan antara idol dan penggemar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif, melibatkan Systematic Literature Review (SLR) dan Internet Searching untuk merangkum informasi terkait Judgment Culture. Hasil dan pembahasan menggambarkan deskripsi kasus, analisis faktor pemicu, respons publik, dan peran media sosial. Kesimpulan menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran publik terhadap tekanan yang dihadapi oleh idol K-pop. Upaya bersama dari masyarakat, industri hiburan, dan media sosial diperlukan untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan mendukung bagi para idol.Kata kunci: cyberbullying, tiktok, fandom k-pop, teori framing Abstract This research explores the phenomenon of cyberbullying that befell Jang Won-young, a K-pop idol who was the target of bullying on the TikTok platform. In the rapid digital era, social media, especially TikTok, has become a forum for people to share creativity and the latest trends, including the K-pop fandom phenomenon. K-pop fandom is not just fans, but also forms a strong community with its own norms and traditions. Unfortunately, behind its popularity, the TikTok platform is also a place where bullying of K-pop idols occurs, creating an unsafe and detrimental online environment. The case study on Jang Won-young shows the complexity of the impact of cyberbullying on an idol's public reputation. Framing theory is used to analyze the way social media, especially TikTok, shapes narratives and presents cyberbullying. Social media framing can influence public perceptions, place a certain emphasis on controversial content, and trigger mixed responses. Social media is not only a disseminator of information, but also a shaper of public opinion that can affect the relationship between idols and fans. The research method uses a qualitative approach with descriptive studies, involving Systematic Literature Review (SLR) and Internet Searching to summarize information related to Judgment Culture. The results and discussion describe the case description, trigger factor analysis, public response, and the role of social media. The conclusion emphasizes the importance of education and public awareness of the pressures faced by K-pop idols. A concerted effort from the community, entertainment industry, and social media is needed to create a safer and more supportive online environment for idols. Keywords: cyberbullying, tiktok, k-pop fandom, framing theor
Pengaruh Kepercayaan kepada Pemerintah dan Kesadaran Politik terhadap Partisipasi Politik Masyarakat di Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung
Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui apakah 1) kepercayaan kepada pemerintah memiliki pengaruh terhadap partisipasi politik di Kecamatan Bansari; 2) kesadaran politik memiliki pengaruh terhadap partisipasi politik di Kecamatan Bansari; 3) kepercayaan kepada pemerintah dan kesadaran politik secara bersama memiliki pengaruh terhadap partisipasi di Kecamatan Bansari. Desain penelitian yang digunakan ialah jenis korelasional, bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah Populasi ialah 18.859 orang dengan 377 sampel. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, uji hipotesis yang terdiri uji regresi sederhana dan berganda, serta uji-t dan uji-f. Hasil dari penelitian ini ialah 1) kepercayaan kepada pemerintah memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap partisipasi politik di Kecamatan Bansari sebesar 37,2%; 2) kesadaran politik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi politik di Kecamatan Bansari sebesar 16,2%; 3) kepercayaan kepada pemerintah dan kesadaran politik secara bersama memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap partisipasi politik di Kecamatan Bansari sebesar 53,4%
Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Sumpiuh
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengaruh penerapan metode pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan berpikir kritis siswa; (2) mendeskripsikan pengaruh penerapan metode pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Sumpiuh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non equivalent control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas X SMA Negeri 1 Sumpiuh. Sampel penelitian ini yaitu kelas X-A dan kelas X-B dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, angket, dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas, uji paired sample t test dan uji independent sample t test. Berdasarkan analisis data penelitian menunjukan hasil yaitu: (1) metode pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis;,dan (2) metode pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap motivasi belajar dalam pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Sumpiu