Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE FUZZY GOAL PROGRAMMING UNTUK MENGOPTIMALKAN PERENCANAAN PRODUKSI KERUPUK IKAN
Penelitian ini bertujuan untuk membahas penerapan model fuzzy goal programming pada masalah optimasi perencanaan produksi untuk menentukan banyaknya kerupuk ikan yang harus diproduksi oleh UMKM Ciepoerindo agar dapat memenuhi jumlah permintaan konsumen, memaksimumkan pendapatan penjualan, meminimumkan biaya produksi, meminimumkan waktu produksi, dan meminimumkan waktu pengemasan. Pada penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan peramalan untuk memprediksi jumlah penjualan satu periode ke depan menggunakan metode moving average dan single exponential smoothing. Setelah itu, dicari solusi optimal dengan metode goal programming tanpa prioritas sasaran yang kemudian ditetapkan sebagai nilai harapan untuk setiap sasaran pada model fuzzy goal programming. Selanjutnya ditentukan fungsi keanggotaan fuzzy dari setiap sasaran dengan nilai toleransi dan kriteria aturan fuzzy yang telah ditentukan secara subjektif oleh perusahaan. Kemudian dicari nilai keanggotaan fuzzy maksimum untuk menentukan solusi optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fuzzy goal programming dapat diterapkan untuk menentukan solusi optimal yang disesuaikan dengan keinginan UMKM Ciepoerindo
PENGEMBANGAN E-MODUL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PHET UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS ASPEK CONTEXT DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN CURIOSITY PESERTA DIDIK SMA
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghasilkan e-modul pbl berbantuan PhET yang layak. 2) Mendeskripsikan peningkatan literasi sains aspek context. 3) Mengungkapkan hubungan antara kemampuan awal dan curiosity dengan kemampuan literasi sains aspek context. 4) Mengetahui sumbangan kovariat. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian dan pengembangan (RD) dengan desain 4D Models yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA yang berlokasi di Kabupaten Purworejo yang memiliki latar belakang akademik baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) e-modul pbl berbantuan PhET layak digunakan untuk meningkatkan literasi sains aspek context ditinjau dari kemampuan awal dan curiosity peserta didik SMA. 2) terdapat perbedaan signifikan kemampuan literasi sains peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 3) kemampuan awal dan curiosity sebagai kovariat berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan literasi sains aspek konteks. 4) kemampuan awal dan rasa keingintahuan berpengaruh simultan 19,8% terhadap literasi sains. Sumbangan efektif kemampuan awal sebesar 14.4% dan rasa keingintahuan 5.4%. Sumbangan relatif kemampuan awal sebesar 72.70% dan rasa keingintahuan sebesar 27.30%
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT BERBANTUAN PUZZLE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar ranah kognitif peserta didik antara pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media puzzle dengan TGT berbantuan media gambar, serta mengukur pengaruh media puzzle terhadap kedua variabel tersebut. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen. Sampel terdiri dari kelas 8F (32 peserta didik) sebagai kelas eksperimen dan kelas 8E (30 peserta didik) sebagai kelas kontrol, dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen berupa tes pre-test dan post-test, angket motivasi belajar, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U, Independent Sample t-test, dan uji effect size. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan pada motivasi belajar (sig. 0,05) dan hasil belajar ranah kognitif (sig. 0,05). Uji effect size menunjukkan pengaruh media puzzle terhadap motivasi belajar (0,6) dan hasil belajar (1,69). Pembelajaran TGT berbantuan puzzle terbukti efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar, sehingga disarankan sebagai inovasi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan
PENGGUNAAN DEIKSIS WAKTU DALAM NOVEL KISAH UNTUK GERI KARYA ERISCA FEBRIANI
Novel yang ditulis oleh Erisca Febriani, Kisah untuk Geri, pertama kali muncul di Wattpad, tetapi karena banyak orang menyukai alur ceritanya, diterbitkan menjadi buku cetak pada tahun 2019. Novel Kisah untuk Geri ini adalah salah satu dari banyak buku yang disukai remaja modern. Novel ini menggunakan deiksis waktu. Karena novel akan mengandung elemen deiksis waktu, yang digambarkan oleh pengarang melalui situasi dan kondisi yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji deiksis kewaktuan dalam novel Kisah Untuk Geri. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk deiksis waktu terbagi menjadi tiga berdasarkan kelas kata yaitu kata, frasa, dan klausa. Novel Kisah untuk Geri memiliki tiga jenis deiksis waktu dan tiga makna. Berdasarkan 342 data yang ditemukan, makna deiksis waktu satuan jam paling sering muncul, dengan 135 data, atau 39,47% dari total, menunjukkan bahwa satuan jam adalah skala waktu yang digunakan untuk menentukan berapa lama suatu tuturan dalam novel. Ini karena jam menjadi patokan untuk makna deiksis waktu.Kata Kunci: bentuk deiksis, deiksis waktu, jenis deiksis, makna deiksis, nove
PENGGUNAAN KOSAKATA BAHASA GAUL PADA KOMIK ATUY GALON KARYA CYNTHIA
Penggunaan bahasa Indonesia oleh remaja kerap tidak sesuai dengan kaidah Bahasa disebabkan kecenderungan remaja untuk mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa daerah maupun bahasa asing sehingga berakibat pada Bahasa tidak baku. Ketidakbakuan bahasa dewasa ini ditemukan pula dalam karya tulis seperti komik. Komik Atuy Galon karya Cynthia merupakan salah satu komik yang dominan dalam penggunaan bahasa non baku atau bahasa gaul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelas kata bahasa gaul, proses pembentukan kata bahasa gaul, dan fungsi dari bahasa gaul pada komik Atuy Galon. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode agih dan padan sebagai teknik analisis data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dari 265 data yang telah dianalisis didominasi oleh jenis kata nomina dengan presentase 25 persen yang terbentuk melalui proses penghilangan. Sedangkan kelas kata numeralia hanya sebesar 2 persen. Fungsi bahasa gaul pada komik Atuy Galon ditemukan sebanyak sembilan jenis dengan fungsi sekedar mengadakan kontak memiliki frekuensi tertinggi yakni 108 data atau dengan persentase sebesar 41 persen, sedangkan frekuensi terendah sejumlah tiga data yakni fungsi merahasiakan sesuatu dengan persentase hanya sebesar 1 persen.Kata kunci: Bahasa gaul, fungsi kata, kelas kata, pembentukan kat
Dekonstruksi Makna Uang Panai: Perspektif Semiotika dalam Konteks Gender dan Budaya
AbstrakTradisi uang panai dalam budaya Bugis-Makassar merupakan simbol adat yang sarat makna, namun dalam praktiknya seringkali mengandung problematika sosial, ekonomi, dan gender. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya pembacaan ulang terhadap makna uang panai yang selama ini dianggap sebagai bentuk penghormatan, namun mengandung struktur simbolik yang menormalisasi hubungan kekuasaan patriarkal. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendekonstruksi makna uang panai melalui pendekatan semiotika Roland Barthes guna mengungkap lapisan-lapisan makna denotatif, konotatif, dan mitos budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis media, serta dianalisis secara struktural semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang panai direpresentasikan sebagai sistem tanda yang memperkuat dominasi maskulin dan objektifikasi perempuan, baik dalam praktik adat maupun media populer. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan perspektif kritis dalam kajian budaya lokal dan representasi gender melalui kerangka semiotika. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya reinterpretasi simbol budaya agar tetap relevan dan adil secara sosial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks wilayah serta mengintegrasikan pendekatan interdisipliner guna memperdalam pemahaman terhadap simbol-simbol budaya serupa.Kata kunci : uang panai, semiotika, budaya Bugis-Makassar, representasi gender, mitos budaya
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila terhadap: (1) Kemampuan berpikir kritis siswa SMA; (2) Kemampuan berpikir kreatif siswa SMA; dan (3) Kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA. Jenis penelitian quasi-experimental dengan unit eksperimen meliputi kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dan kelas kontrol yang menerapkan model Discovery Learning. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis dengan uji paired sample t-test dan uji Repeated Measures MANOVA melalui uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji sferisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada pembelajaran Pendidikan Pancasila: (1) Berpengaruh positif signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Berdasarkan hasil uji Paired Sample t-Test di kelas eksperimen, bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,023 ( 0,05); (2) Berpengaruh positif signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA. Berdasarkan hasil uji Paired Sample t-Test di kelas eksperimen, bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,020 ( 0,05); dan (3) Berpengaruh positif signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA. Berdasarkan hasil uji Repeated Measures MANOVA di kelas eksperimen, bahwa nilai signifikansi sebesar 0,048 ( 0,05)
Penguatan karakter nasionalisme pada siswa SMP Negeri 1 Srandakan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan upaya pembentukan karakter nasionalisme siswa di SMP Negeri 1 Srandakan melalui proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah; 2) mendeskripsikan hambatan yang dialami dalam upaya pembentukan karakter nasionalisme siswa di SMP Negeri 1 Srandakan; 3) mendeskripsikan solusi untuk mengatasi hambatan yang dialami dalam pembentukan karakter nasionalisme siswa di SMP Negeri 1 Srandakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) upaya pembentukan karakter nasionalisme siswa di SMP Negeri 1 Srandakan telah dilakukan dengan berbagai cara melalui kegiatan pembelajaran, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah dengan baik; 2) hambatan yang muncul dalam pembentukan karakter nasionalisme siswa berasal dari siswa yang terpengaruh oleh lingkungan di luar sekolah dan dampak negatif gadget; 3) upaya dalam mengatasi hambatan pembentukan karakter nasionalisme siswa dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan wali siswa, penyusunan KOSP melibatkan banyak pihak yang terkait, dan pelarangan penggunaan gadget di sekolah
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pencapaian Prestasi Belajar Pendidikan Pancasila di SMA Muhammadiyah 1 Klaten
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Klaten; 2) mengetahui hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Klaten; 3) mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan minat belajar secara bersamaan dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menemukan hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial, minat belajar, dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Analisis statistik menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial (α = 0,002, thitung = 3,204) dan minat belajar (α = 0,015, thitung = 2,472) masing-masing memiliki korelasi positif yang signifikan dengan prestasi belajar. Selain itu, analisis gabungan kedua variabel ini menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan prestasi belajar (α = 0,004, Fhitung = 5,813). Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial dan minat belajar secara bersama-sama berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila
Implementasi Program Pendidikan Guru Penggerak di Kota Yogyakarta
bstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan guru penggerak di Kota Yogyakarta, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori Edward III dan menunjukkan bahwa mplementasi PGP di Kota Yogyakarta sudah berjalan dengan baik yang didukung oleh beberapa aspek seperti komunikasi antar pelaksana dan komunikasi pelaksana dengan kelompok sasaran, b) Sumber daya manusia, anggaran, dan finansial yang memadai, c) Disposisi yang berjalan sesuai dengan pedoman PGP, dan d) Struktur birokrasi dengan mekanisme dan adanya struktur organisasi. Faktor pendukung berupa a) Komunikasi dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan kepada CGP, serta melakukan koordinasi dengan BBGP DIY, b) Sumber daya didukung dengan sumber daya manusia, anggaran, dan peralatan, c) Disposisi dari pelaksana yang berjalan dengan baik, d) Struktur Birokrasi dengan mekanisme dan struktur organisasi. (3) Sedangkan faktor penghambatnya yaitu a) Adanya beberapa CGP yang mengalami kesalahan pemahaman terkait komunikasi, b) Kurangnya kemampuan manajemen waktu yang dimiliki PGP. Kata kunci: Kebijakan Pendidikan, Pelatihan Guru, Pendidikan Guru Penggerak