Student Journals
Not a member yet
    16241 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LETTERING ART TOPIK SUHU DAN KALOR

    Get PDF
    Penelitian yang bertujuan untuk: (1) menghasilkan media yang layak untuk meningkatkan hasil belajar ditinjau dari kemampuan awal dan kreativitas peserta didik, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik, (3) mendiskripsikan hubungan kemampuan awal dan kreativitas dengan hasil belajar peserta didik, (4) mengungkapkan besarnya sumbangan kemampuan awal dan kreativitas memberikan sumbangan terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (RD) model 4-D dari Thiagarajan Semmel-Semmel (1974) yang terdiri dari empat tahap yaitu (1) tahap pendefinisian dengan mendeskripsikan peserta didik dan produk media (2) tahap perancangan, dengan merancang media dan rancangan implementasi dan pelaksanaan pembelajaran (3) tahap pengembangan, melalui validasi produk pengembangan oleh guru dan ahli/pembimbing serta mengimplementasikan pembelajaran dengan model PTK satu siklus dan (4) tahap penyebaran dilakukan dengan menyerahkan produk ke sekolah. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri yang berlokasi di Kalasan Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Telah dihasilkan produk media pembelajaran berbasis letering art dengan materi suhu dan kalor yang layak digunakan dalam pembelajaran fisika, (2) Pembelajaran dengan menggunakan produk media pembelajaran berbasis letering art dengan materi suhu dan kalor dapat meningkatkan penguasaan materi peserta didik dengan nilai Normalized Gain sebesar 0,62 yang termasuk dalam kategori “sedang”, (3) Terdapat hubungan antara kemampuan awal dan kreativitas dengan hasil belajar peserta didik yang ditunjukkan dengan indeks regresi sebesar 64%. (4). Sumbangan kemampuan awal dan kreativitas terhadap hasil belajar peserta didik sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 41,0%, sumbangan efektif dan relative kemampuan awal dan kreatifitas  terhadap  hasil belajar secara sendiri-sendiri secara berturut-turut 11% dan 30% serta 27% dan 73%. kata kunci: lettering art; kemampuan awal; kreativitas; hasil belajar; suhu dan kalor

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP, KEMAMPUAN NUMERIK DAN BERPIKIR LOGIS

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kelayakan perangkat pembelajaran fisika berbasis problem based learning (2) peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik (3) peningkatan kemampuan numerik peserta didik (4) peningkatan berpikir logis peserta didik. Desain penelitian ini adalah Research and Development (RD) dengan model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Subjek pada penelitian ini yaitu Kelas X MIA 1 SMA N 1 Imogiri. Instrumen penelitian diantaranya: silabus, RPP, dan LKPD, lembar validasi perangkat pembelajaran, angket respon peserta didik, lembar observasi keterlaksanaan RPP, instrumen penilaian, dan respon pembelajaran. Perangkat yang valid dan reliabel diujicobakan melalui desain penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis validasi instrumen dan analisis hasil. Teknik analisis validitas instrument menggunakan CVR, CVI, percentage of agreement, sedangkan untuk analisis hasil penelitian menggunakan standar gain dan IJA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) telah diperoleh perangkat pembelajaran berbasis problem based learning yang layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan numerik, dan berpikir logis, (2) peningkatan pemahaman konsep sebesar 0,46 dengan kategori sedang, (3) peningkatan kemampuan numerik sebesar 0,65 dengan kategori sedang, (4) peningkatan kemampuan berpikir sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Kata kunci: perangkat pembelajaran, problem based learning, pemahaman konsep, kemampuan numerik, berpikir logis Abstract This research is intended to describe (1) the qualify of physics learning based on the problem-based learning to improve conceptual understanding, numerical ability, and logical thinking (2) the increase of understanding of physic learner’s concept, (3) the increase of numerical learner’s ability, (4) the increase of logical learner’s thinking. This research is entitled Research and Development with 4-D models (define, design, develop, and desseminate). The subject of this research is 10th grade, student of 1 Imogiri Senior High School. Instrument datas of this research are: syllabus, Lesson Plan, validation sheet of physical learning device, students response, observastion sheet, feasibility of lesson plan, assessment and learning response. The technique of analysis consist of intrument validation and the result of research. The device that is valid and reliabel trailed by class action research. The technique of data analysis consist of intrument validation analysis and the result of research analysis. Intrument validation analysis uses CVR, CVI, percentage of agreement, while the result of research analysis uses gain and IJA. The result of this research show that (1) Physics learning device based on PBL suitable with good category to increase conceptual understanding, numerical ability, and logical thinking, (2) the increase of student understanding concept is 0,46 with medium category, (3) the increase of student numerical capabilities is 0,65 with medium category, and (4) the increase of student logical thinking is 0,71 with high category. Keywords: learning device, problem based learning, understanding concept, numerical ability, and logical thinkin

    SYNTHETIZATION AND CHARACTERIZATION LUMINESCENCE COLOR OF CARBON NANODOTS MADE OF VERMICELLI WASTE WITH CIE 1931

    Get PDF
    This study aims to (1) characterize carbon nanodots (C-dots) made from vermicelli waste synthesized by oven and microwave methods and (2) determine the effect of the mass of C-dots on the results of the colors that fluoresce by C-dots made from vermicelli waste. . This research was started by drying vermicelli waste. Furthermore, the heating method is carried out using an oven and microwave. The C-dots sample obtained was dissolved in 10 mL distilled water with various C-dots masses (in g): 0.003, 0.010, 0.015, 0.020 and 0.025. The C-dots samples were then characterized using ultraviolet-visible (UV-Vis) spectroscopy to determine the absorbance peaks and characterized using X-ray diffraction (XRD) to determine the phase formed in the sample. Next, the C-dots sample is irradiated with a UV laser to determine its luminescence. The results of the luminescence were captured with a camera. The luminescence image obtained is then analyzed for its RGB data and converted into xy data. The results of the xy data were then placed into the CIE 1931 graph. UV-Vis testing on the samples showed absorbance peaks in the wavelength range of 200 nm – 300 nm which indicated the presence of core C-dots. The results of the XRD characterization showed that the carbon phase of the C-dots powder was amorphous. The luminescence of the C-dots solution produces a cyan color. The more mass of C-dots dissolved, the shorter the glow and the more diffuse the color. The longest luminescence with the narrowest luminescence color was obtained in the solution with the smallest mass of C-dots, namely: 0.003 g

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia, L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, Lam.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia, L.) terhadap kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus, Lam.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen satu faktor dengan desain Rancangan Acak Lengkap. Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu pada Desember 2020 sampai Februari 2021 bertempat di Laboratorium Pengelolaan Hewan Kebun Biologi UNY. Penelitian terdiri dari 4 kelompok, dengan masing-masing terdiri dari 6 ulangan. Dosis ekstrak daun mengkudu yang digunakan adalah 0,6 mg/gramBB, 1,2 mg/gramBB, dan 1,8 mg/gramBB. Tikus putih merupakan tikus jantan galur wistar yang berusia 2 – 3 bulan dengan berat 200 – 300gram sebanyak 24 ekor. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mengkudu berpengaruh secara nyata (p ≤ 0.01) menurunkan kadar gula darah tikus putih. Dosis yang paling optimal dalam menurunkan kadar gula darah tikus putih adalah dosis sebesar 1,8 mg/gramBB.Kata kunci: Diabetes mellitus, ekstrak daun Morinda citrifolia, L., kadar glukosa darahThe research aimed to determine the effect of noni leaf extract (Morinda citrifolia, L.) on blood sugar levels of white rats (Rattus norvegicus, Lam.). The research was one factor experimental study with a completely randomized design. The research was conducted for three months, from December 2020 to February 2021 at the Animal Management Laboratory of the Biological Gardens of UNY. The research consisted of 4 groups, with each consisting of 6 replications. The doses of noni leaf extract used were 0.6 mg/gramBW, 1.2 mg/gramBW, and 1.8 mg/gramBW. White rats are male wistar rats aged 2-3 months with a weight of 200-300 grams as many as 24 tails. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that noni leaf extract had a significant effect (p ≤ 0.01) in reducing blood sugar levels in white rats. The most optimal dose in reducing blood sugar levels in white rats is a dose of 1.8 mg/gramBB. Keywords: Diabetes mellitus, Morinda citrifolia leaf extract, L., blood glucose level

    PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor, L.) DAN BIJI KACANG POLONG (Pisum sativum, L.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGI HATI, GINJAL DAN LAMBUNG TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun bayam merah (Amaranthus tricolor, L.) dan biji kacang polong (Pisum sativum, L.) terhadap struktur histologi hati, ginjal dan lambung tikus putih betina (Rattus norvegicus). Penelitian menggunakan tikus putih betina berumur 2 bulan dengan berat ±200gr sebanyak 20 ekor terbagi dalam empat kelompok yang terdiri atas 1 kelompok kontrol (P0) dan 3 kelompok perlakuan ekstrak (P1 25mg/kgBB bayam merah: 75mg/kgBB kacang polong, P2 50mg/kgBB bayam merah: 50mg/kgBB kacang polong, dan P3 75mg/kgBB bayam merah: 25mg/kgBB kacang polong). Setiap kandang terdiri 5 ekor tikus. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Data yang diamati berupa struktur histologi organ hati, ginjal dan lambung. Data kerusakan sel organ hati dan ginjal dianalisis menggunakan One Way Anova. Apabila terdapat pengaruh, dilanjutkan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Data organ lambung dianalisis secara deskriptif mengenai kerusakan struktur lapisan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kombinasi daun bayam merah (Amaranthus tricolor, L.) dan biji kacang polong (Pisum sativum, L.) : (1) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah sel hati tahap piknosis dan karioreksis, tetapi berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada lisis, (2) berpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah sel ginjal tahap piknosis, tetapi berpengaruh tidak nyata (P0,05) pada karioreksis dan lisis, (3) pada struktur lambung tidak menunjukkan perbedaan dari kondisi normal.Kata kunci: Ekstrak, Bayam, Kacang, Piknosis, Karioreksi

    PERBEDAAN PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI METODE EKSPERIMEN DITINJAU DARI KETERAMPILAN PROSES DAN SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan signifikan pembelajaran IPA yang menggunakanpendekatan inkuiri terbimbing dengan pendekatan kontekstual ditinjau dari keterampilan proses dan ditinjau dari sikapilmiah. Kemudian mengetahui pendekatan yang lebih baik dalam pembelajaran IPA antara kelas berpendekatan inkuiriterbimbing dan pendekatan kontekstual ditinjau dari keterampilan proses dan ditinjau dari sikap ilmiah. Penelitian inimerupakan penelitian quasi experiment dengan desain Posttest-only Control Design yang dilakukan di SMP Negeri 2Depok. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik cluter random sampling. Perlakuan yang diberikan padakelas eksperimen 1 yaitu melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dengan metodeeksperimen, sedangkan pada kelas ekspeirmen 2 menggunakan pendekatan kontekstual dengan metode eksperimen.Data keterampilan proses diperoleh dengan menggunakan lembar observasi keterampilan proses. Data sikap ilmiahpeserta didik diperoleh dengan menggunakan lembar observasi sikap ilmiah. Pengujian hipotesis dilakukanindependent sample t-test. Uji prasyarat yang dilakukan meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan inkuiriterbimbing dengan pendekatan kontekstual ditinjau dari keterampilan proses dan terdapat perbedaan signifikan antarapembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing dengan pendekatan kontekstual ditinjau darisikap ilmiah. Kemudian pendekatan inkuiri terbimbing lebih baik ditinjau dari keterampilan proses peserta didikdibandingkan pendekatan kontekstual dan pendekatan inkuiri terbimbing lebih baik ditinjau dari sikap ilmiah pesertadidik dibandingkan pendekatan kontekstual.   Kata kunci: pendekatan inkuiri terbimbing, pendekatan kontekstual, metode eksperimen, keterampilan proses, sikap Abstract ilmia

    KUALITAS PELAYANAN INFORMASI COMMAND CENTER PADA DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA KEMENTERIAN PUPR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kualitas pelayanan informasi Command Center yang berbasis digital pada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Urgensi dalam penelitian ini dikarenakan adanya kekurangan dalam bentuk dukungan, kemampuan dan manfaat dalam pelaksanaan pelayanan publik di lokasi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber datanya berupa data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ditjen Bina Marga mempublikasikan proses pelayanan secara terbuka dan mudah diakses melalui situs web. Situs web ini berisi informasi tentang organisasi, tugas, kebijakan, anggaran, lokasi, dan kontak pejabat. Publik dapat mengakses layanan melalui binamarga.pu.go.id dan memberikan saran, kritik, atau pengaduan. Layanan Command Center Bina Marga digunakan untuk melaporkan masalah jalan dan jembatan nasional, serta mengakses informasi publik. Layanan ini tersedia 24/7 dan tanggapan diberikan kepada pengguna. Adapun faktor pendukungnya berupa: kualitas sistem teknologi, layanan pelanggan, proses pengaduan, komunikasi dan kecepatan respons, serta jaminan keamanan. Dan faktor penghambatnya berupa: kualitas operator SDM, sumber daya pendanaan, semangat dan motivasi pegawai serta masyarakat, adapun pemeliharaan dan perawatan dengan aspek desain

    KEMITRAAN PUBLIK DAN SWASTA DALAM PENANGANAN MASALAH STUNTING DI KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    This study attempts to explain how the 1000 Pelangi Goes To Community Program handled the stunting issue in Yogyakarta City, as well as the motivating elements and challenges encountered throughout program implementation. Due to resource and budget constraints, the Yogyakarta City administration needs the private sector to manage the stunting issue, making this research urgent. Descriptive research methods are used in a qualitative research strategy. ways for gathering data, including documentation, interviews, and observation. The research is being held at nine sub-districts in Yogyakarta City, the PKPU Human Initiative, the Yogyakarta City Development Planning Agency at the sub-national level, and an integrated services post. The results of this study show that the partnership process in the 1000 Pelangi Goes To Community Program is not yet fully effective because it is still CSR or Corporate Environmental Social Responsibility. (TSLP) so that there is no distribution of funding from the Yogyakarta City government, the Yogyakarta City government is not yet the core agency in implementing the program, and the government's role in negotiating and monitoring functions is limited to being a facilitator so that the partnership process becomes fragmented. The impact of this study regarding the government's handling of stunting cases is to create a sustainable public and private partnership format, play a more strategic role, and openness regarding program implementation

    RESPONSIVITAS PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN DALAM PROGRAM KELUARGA HARAPAN

    Get PDF
    Penelitian dilakukan demi mencapai tujuan untuk mendeskripsikan Responsivitas Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat khususnya di Kecamatan Pamulang, Kelurahan Pamulang Barat. Hasil wawancara dalam penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menjalankan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan optimal dalam menghimpun data, menyalurkan program, maupun menerima aspirasi dan keluhan dari masyarakat. Meskipun demikian, terdapat banyaknya keluhan dari masyarakat maupun penempatan pengguna jasa yang belum berjalan baik. Hal ini karena memang PKH menjadi program yang bersifat cukup sentral di Pemerintah pusat, Pemerintah daerah dengan berbagai komponennya, mulai dari Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Kantor Kelurahan, hingga Pendamping KPM hanya menghimpun dan mengajukan nama. Sebenarnnya, ada komitmen kuat dalam memberikan pelayanan dari pemerintah setempat, terutama koordinator kota dan pendamping social. Namun kendala seperti validasi data yang kurang dan keterbatasan administrasi membuat PKH sulit optimal dan menimbulkan banyak keluhan. 

    ANALISIS KEBIJAKAN DALAM MASALAH PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PERTAMBANGAN PASIR DI KAWASAN MERAPI KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat adanya tambang pasir di kawasan Merapi Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui akar masalah, kebijakan yang telah yang dilakukan, dan penyebab pengendalian tidak mudah dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini terdiri dari Dinas PUPESDM DIY, DLHK DIY, DLH Kabupaten Sleman, Perangkat Desa Kalurahan Glagaharjo, Kepuharjo, Purwobinangun, Hargobinangun, Girikerto, Wonokerto, penambang pasir, dan warga setempat. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambangan pasir di kawasan Merapi dilakukan di Kapanewon Cangkringan, Pakem, dan Turi yang mencakup pertambangan berizin dan tidak berizin. Upayaupaya pengendalian telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah DIY tetapi masih sulit untuk mengendalikan perilaku penambangan yang tidak bertanggung jawab. Stakeholder terkait lingkungan tambang pasir memberikan beberapa alternatif kebijakan yang dapat mengurangi permasalahan tersebut dengan mempertimbangkan aspekaspek seperti aspek lingkungan, ekonomi, sosial, tata ruang. Dari penelitian ini, didapatkan sebuah rekomendasi yaitu peralihan dari sektor tambang ke sektor pariwisata

    14,920

    full texts

    16,241

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Student Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇