Student Journals
Not a member yet
16241 research outputs found
Sort by
PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI GURU IPS SMP/MTS SE-KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kompetensi guru IPS SMP/MTs se-Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Penguasaan kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP/MTs se-Kecamatan Bukateja yang berjumlah 3.791 siswa. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Perhitungan sampel menggunakan rumus Isaac dan Michael diperoleh sampel sebanyak 349 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji validitas instrumen menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi guru IPS SMP/MTs se-Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga dalam kategori sangat baik sebesar 32,66%; kategori baik sebesar 58,74%; kategori cukup sebesar 8,60%; dan kategori kurang sebesar 0,00%. Dominasi skor yang berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 58,74% menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi guru IPS SMP/MTs se-Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga secara umum berada pada kategori baik.Kata Kunci: Persepsi Siswa, Kompetensi Guru, IP
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP ISLAM AL-AZHAR 26 YOGYAKARTA
SMP Al-Azhar 26 Yogyakarta merupakan sekolah dengan latar belakang Islami yang mengutamakan pengembangan karakter agamis, sehingga perlu dikaji secara mendalam mengenai implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta serta faktor pendukung dan penghambatnya..Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai dengan Agustus 2018. Informan penelitian terdiri dari satu guru mata pelajaran IPS sebagai pelaksana pembelajaran dan 6 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif dengan langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi pendidikan karakter dapat dalam pembelajaran di SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta meliputi: (1) Perencanaan pembelajaran yang meliputi tujuan membentuk karakter religius, materi, metode, media, dan evaluasi dengan menyesuiakan visi misi sekolah yang mengedepankan Akhlaqul Qarimah. (2) Pelaksanaan pembelajaran IPS dalam mengimplemetasi pendidikan karakter menggunakan pendekatan demokratis, siwa aktif dan live in, pendekatan keteladanan dan pendekatan penjernihan nilai. (3) Evaluasi pembelajaran mengarah kepada aspek afektif melalui pengamatan secara berkelanjutan. (4) Nilai karakter yang muncul dalam pembelajaran adalah religius, disiplin, kejujuran, demokratis, kerjasama, saling menghargai, kemandirian, jiwa enterpernuer, nasioanlisme serta visioner (5) Faktor pendukung antara lain: visi dan misi sekolah, iklim sekolah, dan materi IPS yang mengandung muatan nilai-nilai karakter. (6) Faktor penghambat yaitu: kondisi psikologis peserta didik, perbedaan kondisi karaktersitik peserta didik dalam kelas, dan pengaruh lingkungan diluar kendali sekolah. (7) Solusi hambatan tersebut adalah koordinasi anatar guru mata pelajaran dan guru BK, penggunaan metode pembelajaran yang efektif, dan monitoring guru terhadap peserta didik di luar jangkauan lingkungan sekolah.Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, pembelajaran IP
DAMPAK RELOKASI PASAR MUNTILAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG DI PASAR MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) dampak relokasi pasar Muntilan terhadap kondisi sosial pedagang di Pasar Muntilan; 2) dampak relokasi pasar Muntilan terhadap kondisi ekonomi pedagang di Pasar Muntilan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di lokasi relokasi pasar Muntilan. Subjek penelitian ini adalah pedagang di lokasi relokasi pasar Muntilan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan alat bantu berupa lembar observasi, pedoman wawancara, dan checklist dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Dampak relokasi pasar terhadap kondisi sosial pedagang yaitu: a) Interaksi sosial yang terjadi antara pedagang dengan pedagang atau pedagang dengan pembeli intensitasnya berkurang. b) Sarana dan prasarana masih kurang terpenuhi dan tidak terawat. c) Keamanan dan kenyamanan di lokasi relokasi pasar sementara menurut sebagian pedagang kurang aman. d) Konflik yang terjadi yaitu konflik berebut kios untuk berdagang dan persaingan harga pada jenis dagangan yang sama. 2) Dampak relokasi pasar terhadap kondisi ekonomi pedagang yaitu: a) Relokasi pasar cukup berperan terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. b) Sebagian besar pedagang di lokasi relokasi pasar menyatakan bahwa pendapatan mereka turun setelah menempati lokasi relokasi. c) Konsumsi yang dilakukan pedagang yaitu konsumsi untuk bahan pangan, tempat tinggal, sandang (pakaian), listrik, internet, dan transportasi. d) Sebagian besar pedagang menyatakan bahwa belum bisa menabung.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PROGRAM LIFE SKILL DI SMPIT LHI YOGYAKARTA
AbstrakProgram life skll yang jarang ditemui dalam pendidikan kewirausahaan memiliki berbagai persepsi dari para peserta didiknya.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pendidikan kewirausahaan melalui program life skill di SMPIT LHI Yogyakarta.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, data diwujudkan dalam bentuk angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik.Variabel penelitian yaitu persepsi terhadap pendidikan kewirausahaan melalui program life skill.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin yaitu berjumlah 59 siswa.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi.Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus alpha cronbach.Hasil penelitian mengenai persepsi siswa terhadap pendidikan kewirausahaan melalui programlife skill di SMPIT LHI Yogyakarta diketahui sangat baik sebesar 61 %; baik sebesar 37,3 %; cukup sebesar 1,7 % dan kurang sebesar 0 %. Berdasarkan hasil data tersebut maka diketahui persepsi siswa terhadap pendidikan kewirausahaan melalui program life skill di SMPIT LHI Yogyakarta termasuk dalam kategori sangat baik. Kata Kunci: Persepsi, Pendidikan Kewirausahaan, Program life skil
HAMBATAN-HAMBATAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS DI SMP KECAMATAN MUNTILAN DAN KECAMATAN SALAM, MAGELANG
AbstrakPeneltian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan guru dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) IPS di SMP se Kecamatan Muntilan dan Kecamataan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Pengembangan RPP meliputi mengkaji silabus, menjabarkan kompetensi dasar, mengidentfikasi materi pembelajaran, memilih metode dan media, mengembangkan kegiatan pembelajaran, serta mengembangkan jenis penilaian.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muntilan dan Kecamatan Salam pada bulan Agustus 2018 - Januari 2019. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji validitas instrumen menggunakan rumus korelasi Product Moment dan uji reabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan hambatan guru dalam mengembangkan RPP IPS di SMP Kecamatan Muntilan dan Kecamatan Salam yaitu persentase kategori hambatan sangat rendah 11,90%; kategori hambatan rendah sebesar 33,33%; kategori hambatan sedang sebesar 52,38%; kategori hambatan tinggi 2,38% dan kategori hambatan sangat tinggi sebesar 0%. Perolehan skor berdasarkan ketegori perempuan dan laki-laki yaitu : (1) Guru perempuan dalam mengembangkan RPP kategori hambatan sangat rendah sebesar 10,00%; kategori rendah sebesar 26,67%; kategori sedang sebesar56,67%; kategori hambatan tinggi sebesar 6,67% dan kategori sangat tinggi sebesar 0%; (2) Guru laki- laki dalam mengembangkan RPP kategori hambatan sangat rendah sebesar 8,33%; kategori rendahsebesar 66,67%; kategori sedang sebesar 16,67%; kategori hambatan tinggi sebesar 8,33% dan kategorisangat tinggi sebesar 0%. Kata kunci: Hambatan Guru, RPP, IP
PEMBALAJARAN AKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP N 1 NGLUWAR MAGELANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran aktif yang diterapkan di SMP Negeri 1 Ngluwar Magelang terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS. Mengingat pembelajaran aktif yang diterapkan di SMP N 1 Ngluwar belumlah maksimal sehingga penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi guru guna mengganti atau memaksimalkan pembelajaran aktif yang mereka terapkan sampai saat ini. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan menggunakan survey. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Ngluwar dengan jumlah 210 peserta didik. Jumlah sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang dihitung menggunakan rumus Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 5% yang menghasilkan 135 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas dan uji linearitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pembelajaran aktif dengan hasil belajar IPS peserta didik SMP Negeri 1 Ngluwar dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,030 yang berarti memiliki pengaruh yang rendah sebesar 3%, sisanya sebesar 97% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Peserata didik yang memiliki hasil belajar yang masih kurang menggunakan metode pembelajaran aktif sehingga hasil belajarnya rendah. Hasil uji linearitas dan uji hipotesis yang menyatakan Ha diterima yang berarti adanya pengaruh pembelajaran aktif terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Ngluwar Magelang
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN IPS DI ERA PANDEMI DI SMP NEGERI 1 PRAMBANAN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan, hambatan, dan kelebihan pembelajaran IPS di era pandemi di SMP Negeri 1 Prambanan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Instrumen pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Teknik analisis data dalam penelitian ini merupakan analisis data kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SMP Negeri 1 Prambanan pembelajaran IPS terlaksana dan dilaksanakan secara tatap muka secara terbatas. Proses pembelajaran IPS dilaksanakan dengan adanya pembatasan jumlah siswa, durasi waktu dan juga aktivitas kegiatan yang dibatasi Dengan menggunakan metode blended learning. Hambatan yang dihadapi pada pembelajaran IPS terutama pada PTM terbatas seperti guru perlu merancang kegiatan pembelajaran. Penyampaian materi tidak maksimal karena waktu yang dibatasi. Guru harus mampu menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik. Siswanya siswa yang tidak memiliki semangat belajar. Guru harus beradaptasi dan mengenal siswa lebih dalam lagi untuk mengetahui sifat dan karakter dari masing- masing siswa. Kelebihan adanya pelaksanaan pembelajaran IPS di era pandemi ini membuat siswa lebih antusias. Kata Kunci: Pembelajaran, IPS, Blended Learnin
Hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dipengaruhi oleh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Team Games Tournament di SMP
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pengaruh model kooperatif jigsaw terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pedidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP. (2) Mengetahu pengaruh model kooperatif Teams Games Tournament terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pedidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP. (3) Membandingkan hasil ppengaruh model kooperatif manakah yang lebih berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pedidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP. Penelitian ini menggunakan penelitian quasi exsperiment dengan desain penelitian Matching Pretest-Posttest Comparasion Grup Design. Populasi penelitian ini adalah peseta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Mertoyudan sebanyak 192 peserta didik. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh peserta didik kelas VIII B dan VIII A dengan jumlah 64 peserta didik. Data dikumpulkan dengan tes. Hasil data dilakukan dengan analisis uji prasyarat, uji hipotesis, dan uji gain unkuk hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian bahwa (1) pengaruh model kooperatif Jigsaw terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan hasil dari uji N-gain transformation, nilai sebesar 0,29. (2) pengaruh model kooperatif Team Games Turnament terhadap hasil belajar peserta didik berdasarkan hasil dari uji N-gain menguji, nilai sebesar 0,45. (3) membandingkan hasil pada uji N-gain pada model kooperatif Jigsaw dan model Kooperatif team Games Turnament dari perolehan nilai tersebut dikategorikan menggunakan ideks gain dengan hasil bahwa hasil belajar pada model kooperatif Jigsaw memiliki peningkatan rerata dengan kategori rendah sedangkan untuk model kooperatif Team Games Turnament memiliki peningkatan rerata dengan kategori sedang
Penguatan keterampilan kerja sama siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Peleton Inti di SMA N 1 Sentolo
Kegiatan pembelajaran di dalam kelas dinilai kurang optimal terutama dalam penyampaian karakter. Guru telah berupaya semaksimal mungkin tetapi masih ditemui beberapa permasalahan karakter di dalam kelas. Salah satu karakter yang ialah karakter kerja sama. Permasalahan ini terlihat dalam beberapa kegiatan di dalam kelas yakni masih banyaknya siswa yang tak acuh dengan teman, tidak berkontribusi dan bahkan tidak menghiraukan interuksi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan kerja sama siswa melalui ekstrakurikuler Peleton Inti yang berada di SMA N 1 Sentolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa adanya kegiatan Peleton Inti sudah berjalan dengan baik dan memberikan peranan yang baik dalam keterampilan kerja sama siswa, kemudian ditemukan faktor pendorong dan penghambat serta sekolah telah mengupayakan untuk mengatasi hambatan yang ada. Penelitian ini merekomendasikan agar nantinya sekolah dapat menangani hambatan dengan lebih serius
Strategi Kader dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras Kampung Tejokusuman
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Strategi kader dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras, (2) Faktor pendukung dan penghambat kader dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia di Posyandu Lansia Ngudi Waras. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) Strategi kader dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia yaitu kader berupaya dengan terpenuhinya 3 indikator kesejahteraan sosial lansia yaitu kebutuhan fisik: pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), senam, serta pemeriksaan kesehatan. Kebutuhan psikologis: motivasi, penyuluhan ataupun sosialisasi, berbagi pengalaman, kunjungan wisata. Kebutuhan sosial: silaturahmi dengan strategi yang berbeda-beda di setiap upaya pemenuhan kebutuhan (2) Faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan sosial lansia adalah sumber daya manusia, dana yang memadai, sarana prasarana yang mencukupi. Faktor penghambatnya yaitu tidak semua lansia dapat menghadiri kegiatan posyandu lansia, tensimeter digital yang tidak akurat