EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal)
Not a member yet
227 research outputs found
Sort by
AKAD JUAL BELI MURABAHAH DITINJAU DARI PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN PSAK 102 PADA LEMBAGA SYARIAH
AbstractThe implementation of murabahah financing at PT BRI Syariah Branch Bululawang Malang and BMT Maslahah Sidogiri Branch Bululawang Malang use the general implementation, that is selling goods. This study aims to determine the implementation of murabahah financing at PT BRI Syariah and BMT Maslahah Sidogiri. This research used the method of qualitative approach by looking at the relevant data and conducting interviews to the employees who take care of the financial part in the two institutions. This study investigated the implementation of murabahah financing that occurred in PT BRI Syariah and BMT Maslahah Sidogiri and evaluated the suitability of murabahah financing implementation with PSAK No. 102. The Results of this research showed that the implementation of murabahah financing that occurred in PT BRI Syariah and BMT Maslahah Sidogiri is buying and selling. The accounting treatment of murabahah including the recognition, measurement and presentation carried out by PT BRI Syariah and BMT Maslahah Sidogiri were less in accordance with PSAK No. 102.AbstrakPenerapan pembiayaan murabahah pada PT BRI Syariah Cabang Bululawang Malang dan BMT Maslahah Sidogiri cabang Bululawang Malang menggunakan penerapan pada umumnya yaitu jual beli barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembiayaan murabahah pada PT BRI Syariah dan BMT Maslahah Sidogiri. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualititif yaitu dengan cara melihat data-data terkait dan melakukan wawancara kepada karyawan yang mengurus bagian keuangan di dua lembaga tersebut. Penelitian ini mengetahui penerapan pembiayaan murabahah yang terjadi di PT BRI Syariah dan BMT Maslahah Sidogiri dan mengevaluasi kesesuain penerapan pembiayaan murabahah dengan PSAK No. 102. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan pembiayaan murabahah yang terjadi di PT BRI Syariah dan BMT Maslahah Sidogiri adalah jual beli. Perlakuan akuntansi murabahah meliputi pengakuan, pengukuran dan penyajian yang dilakukan oleh PT BRI syariah dan BMT Maslahah Sidogiri kurang sesuai dengan PSAK No. 102
TINJAUAN KRITIS ATAS KEBIJAKAN PEMBERIAN POTONGAN PELUNASAN ANGSURAN MURABAHAH BERDASARKAN NILAI KEDERMAWANAN ISLAM TJOKROAMINOTO
AbstractThe purpose of this research is to criticize the policy in discounting of Murabahah's installment payment in Islamic banking based on Islamic benevolent value of Tjokroaminoto. The critical method of Islamic Tjokroaminoto was used to criticize the policy in discounting of Murabahah’s installment payment in Islamic banking. The result shows that the profit’s domination and egoistic attitude had influenced the policy of margin’s discount in Murabahah’s installment payment when the clients hastened their installment payment period. The major opportunity in giving this kind of discounting is the financial ability of middle up customers and this may imbalance wealth. The solution which built based on Islamic benevolent value of Tjokroaminoto is used to evaluate the subject and the object that deserve to get aid. The aid is for the customer who had inability in paying the installment and the margin dis¬counts were should be influenced by the condition of customer and Islamic banking interest.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah kritik atas kebijakan pemberian potongan pelunasan angsuran murabahah di perbankan syariah berdasarkan nilai kedermawanan Islam Tjokroaminoto. Metode kritis Islam Tjokroaminoto digunakan untuk mengkritisi kebijakan pemberian potongan pelunasan angsuran murabahah di perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan adanya dominasi keuntungan yang menunjukkan sikap egoistik yang mempengaruhi kebijakan pemberian potongan margin sehingga yang diberikan hanya atas pelunasan pembayaran angsuran murabahah lebih cepat dari waktu jatuh temponya. Peluang terbesar diberikannya potongan ini adalah nasabah kelas atas karena kemampuan finansial-nya sehingga dimungkinkan adanya ketimpangan kesejahteraan. Solusi yang dibangun berdasarkan nilai kedermawanan Islam Tjokroaminoto adalah evaluasi subjek dan objek penerima dengan mengutamakan kepada nasabah yang membutuhkan pertolongan yaitu mengalami penurunan kemampuan membayar angsuran serta besaran potongan margin yang dipengaruhi oleh kondisi nasabah dan kepentingan perbankan syariah
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA AUDITOR PEMERINTAH (Studi Kasus pada BPK RI Perwakilan Propinsi Maluku Utara)
AbstractThe purpose of this study is to analyze and provide empirical evidence related to the influence of independence, audit structure, organizational commitment, role conflict and understanding of good governance on the performance of auditors. This study used a hypothesis testing approach with multiple regression analysis in order to prove the causal relationship between the variables of the study. The population in this study were all 44 auditors of BPK RI Representative of North Maluku with type of sample used is saturated sampling or the entire population is used as a sample. The test results show that audit structure, organizational commitment and role conflict does not affect the auditor’s performance, whereas the independence and understanding of good governance have significant effect on the performance of auditors.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris tentang pengaruh independensi, struktur audit, komitmen organisasi, konflik peran dan pemahaman good governance terhadap kinerja auditor. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengujian hipotesis dengan analisis regresi berganda untukdapat membuktikan hubungan kausalitas antara variabel penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh (44)auditor BPK RI Perwakilan Maluku Utara dengan jenis sampel penelitian yang digunakan adalah sampling jenuh atau seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Hasil pengujian membuktikan bahwa struktur audit, komitmen organisasi dan konflik peran tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor, sedangkan independensi dan pemahaman good governance berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN PADA PUSAT KAJIAN ZAKAT DAN WAKAF (LAZ)
Abstract This present study aims to design accounting information system for Lembaga Amil Zakat (LAZ) Malang. In this study the researcher compared between theory which is suggested by several experts and the practices implemented by LAZ, also gave recommendation toward the accounting information system in LAZ Malang.This study used descriptive qualitative method. The objective of this study is to describe the focus of study systematically. The data was obtained by observing the location of research, interviewing, and evaluating on the document which was related to accounting information system. The data which were obtained covered LAZ’s profile, structure of organization, job description, Standard Operational Procedure (SOP) of LAZ, documentation of transaction, financial report and other relevant documents.The result of this study shows that accounting information system in LAZ has been operated in general. However, the documentation of the system is not well. There are several Improvements that should be done, such us adjustment of organization structure and job description,segregation of duty, clear authority and responsibility, standard journal, application of chart account, accounting authority.Abstrak Penelitian ini bertujuan merancangkan sistem infomasi akuntansi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berada di Kota Malang. Pembahasan dilakukan dengan cara membadingkan antara teori yang dikemukakan para ahli dengan pelaksanaan yang ada di LAZ, serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap sistem informasi akuntansi yang disesuaikan dengan keadaan LAZ di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, tujuannya adalah menggambarkan secara sistematis tentang fokus penelitian. Data diperoleh melalui observasi ke lokasi penelitian, wawancara, dan evaluasi terhadap dokumen yang terkait dengan sistem informasi akuntansi. Data diperoleh dalam bentuk profil singkat LAZ , struktur organisasi, Job Description, Standart Operational Procedure (SOP) LAZ, formulir-formulir yang terkait dokumentasi transaksi, laporan keuangan dan dokumen lainnya yang diperlukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum LAZ telah memiliki sistem informasi akuntansi, namun sistem tersebut belum terdokumentasi dengan baik, serta ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan, diantaranya, penyesuaian struktur organisasi dengan uraian job description, pemisahaan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas, jurnal, penerapan kode rekening, kebijakan akuntansi
PELAKSANAAN PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) UNTUK MEWUJUDKAN AKUNTANSIBILITAS DAN GOOD GOVERNANCE DESA
AbstractThe phenomenon that occurs in the public sector agencies today is the revitalization of governance (good governance). One cause is the revitalization of the public demands for accountability. Through the improvement of accountability, the disclosure of information to the public will be more extensive in which as the principal, the society is entitled to know the information related to the performance of public sector agencies for the evaluation and control on the management of resources that have been mandated. Today, accountability development is not only done by the central government and local governments alone. The village government also contributes to the realization of government responsible (accountable), especially on the financial management of the village in order to avoid misappropriation offunds. The purpose of this study is to investigate the implementation of law number 6 of 2014 in realizing the accountability of village financial management within the planning side, implementation, administration, reporting, accountability, guidance and supervision of village finances. This research uses descriptive qualitative comparative method which is to describe the financial management of the village Banggle and village Toyomarto and then compare to the law number 6 of 2014 and its supporting rules, so a conclusion can be drawn. The results showed that based on law number 6 of 2014 outlines, the financial management of the Village Toyomarto had been accountable, but technically there were still many obstacles. For example, the village planning is not timely, delay in release of funds from the local government to the village, delay in reporting to the regents, the accountability report had not been published to the public, and the supervision and oversight of local government less maxi¬mum. Thus, it is a need for intensive assistance to improve financial management in the village Banggle and village Toyomarto.AbstrakFenomena yang terjadi pada instansi sektor publik dewasa ini adalah revitalisasi tata kelola pemerintahan (good governance). Salah satu penyebab revitalisasi adalah adanya tuntutan pertanggungjawaban terhadap publik (accountability). Melalui peningkatan pertanggungjawaban maka keterbukaan informasi kepada masyarakat semakin luas. Sebagai principal, masyarakat berhak mengetahui informasi terkait kinerja instansi sektor publik untuk bahan evaluasi dan kontrol terhadap pengelolaan sumber daya yang telah diamanahkan. Kini peningkatan akuntabilitas tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah saja. Pemerintah desa juga turut serta dalam mewujudkan pemerintahan yang bertanggungjawab (accountable), terutama atas pengelolaan keuangan desa agar tidak terjadi penyelewengan dana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa dari sisi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, pembinaan dan pengawasan keuangan desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif komparatif yaitu mendiskripsikan pengelolaan keuangan desa di Desa Banggle dan Desa Toyomarto kemudian membandingkan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan aturan penunjangnya, sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 secara garis besar pengelolaan keuangan Desa Banggle dan Toyomarto telah accountable, namun secara teknis masih banyak kendala. Kendala tersebut seperti perencanaan desa yang tidak tepat waktu, keterlambatan pencairan dana dari pemerintah daerah ke desa, keterlambatan pelaporan kepada bupati, laporan pertanggungjawaban belum terpublikasi kepada masyarakat, dan pembinaan serta pengawasan dari pemerintah daerah yang kurang maksimal. Sehingga perlu adanya pendampingan yang intensif untuk memperbaiki pengelolaan keuangan desa di Desa Banggle dan Desa Toyomarto
APLIKASI FAKTUR PAJAK ELEKTRONIK (E-FAKTUR) DALAM RANGKA PENGUKURAN TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK
AbstractE-Invoicing is invoice tax that is created through electronic application or system and provided by Directorate General of Taxation. Implementation of e-invoicing can encourage self-assessment to be better. Because of that, researcher intended to find out the level of taxpayer compliance in reporting of Value Added Tax (VAT) by latest application of electronic tax invoicing (E-Invoicing). This type of research is descriptive quantitative research that was describing numeric data from the questionnaire answers of respondent with likert scale measurement that was given by researcher. Therefore, the data could be processed by SPSS 17 for windows. Independent Variable in this research were urgency of the implementation of e-invoicing (X1), the aim of e-invoicing (X2, socialization to WP (X3), constraint of e-invoicing implementation (X4), speed (X5), accuracy (X6), space efficiency storage / archiving X7), and religiosity (X8). The Dependent Variable were Y1 (formal taxpayer compliance) and Y2 (material taxpayer compliance). Based on the results of multiple regression analysis of this study are implementation of e-invoicing simultaneously (together) with variable X1 — X8 has significant effect on Y1 (formal taxpayer compliance) and Y2 (material taxpayer compliance). Partially (t test) result showed socialization to wajib pajak (X3) has a significant influence on the Formal Taxpayer Compliance (Y1). Material Taxpayer Compliance (Y2), only Religiosity (X8) which has a significant influence to Material Taxpayer Compliance (Y2).AbstrakFaktur Pajak yang berbentuk elektronik, yang selanjutnya disebut e-Faktur, adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Penerapan E-Faktur dapat mendorong terciptanya pelaksanaan self assessment dengan lebih baik. Karena hal ini, peneliti bermaksud untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan Wajib Pajak dalam melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dengan aplikasi terbaru yaitu faktur pajak elektronik (e-faktur). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Yakni mendeskripsikan data berupa angka, data berupa angka tersebut berasal dari jawaban responden dalam kuisioner yang diberikan oleh peneliti yang sudah diberikan skala pengukuran yakni skala likert sehingga data tersebut dapat diolah lebih lanjut dengan menggunakan SPSS 17 for Windows. Dengan Variabel Independen adalah Urgensi diterapkannya e-faktur (X1), Tujuan penerapan e-faktur (X2), Sosialisasi kepada wajib pajak (X3), Kendala dalam penerapan e-faktur (X4), Kecepatan (X5), Keakuratan (X6), Efisiensi Ruang Penyimpanan/Pengarsipan (X7), dan Religiusitas (X8). Untuk Variabel Dependen ada dua yakni: Y1 (kepatuhan wajib pajak Formal) serta Y2 (kepatuhan wajib pajak Material). Berdasarkan hasil analisis regresi berganda hasil dari penelitian ini adalah Penerapan e-faktur secara simultan (bersama-sama) dengan variabel X1 - X8 berpengaruh siginifikan terhadap Y1 (kepatuhan wajib pajak Formal) serta Y2 (kepatuhan wajib pajak Material). Secara parsial (Uji t) diperoleh hasil bahwa hanya Sosialisasi kepada WP (X3) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Formal (Y1). Sedangkan untuk Kepatuhan Wajib Pajak Material (Y2), hanya Religiusitas (X8) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Material (Y2)
PEMBUKTIAN FENOMENA EARNING MANAGEMENT PADA PERBANKAN SYARIAH: ANALISIS LABA RIIL DAN LABA AKRUAL
AbstractThe aim of this research is to test whether there is any earning management action at shariah banking or not’. Earning management is measured by real earning management and accrual earning management. Real earning management is indicated in the proxy of CFO abnormal, and then accrual earning management is indicated in accrual discretionary. Secondary data from Indonesia Bank web is used in this research. This study will provide useful information to the users of financial statements whether there are any actions of earnings management in Islamic banks, as a result that users of financial statements will be more careful in reading financial statements. The indication of earnings management in banking also requires attention BI as a regulator of banking in Indonesia. The results show that shariah banking doesnot carry out accrual earning management that is indicated in mean value DA of 0.00. It is found mean values for abnormal cash flow of -0.025 in real earnings management of Islamic banks which also indicates earnings management is done by minimizing the profits. Meanwhile, â1 has a positive value 0.283 and sig 0.564. This indicates that the suspect Islamic bank (poor performance) did not conduct real earnings management by manipulating the cash flow statement.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah menguji apakah terdapat tindakan earning management pada perbankan syariah. Tindakan earningmanagement ini diukur dengan earning management riil dan earning management accrual. Manajemen laba riil diindikasikan dengan proksi, yaitu abnormal CFO,sedangkan manajemen laba akrual diindikasikan dengan discretionary accrual. Data penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari web Bank Indonesia. Manfaat penelitian ini memberikan informasi kepada pengguna laporan keuangan apakah terdapat tindakan Manajemen laba di bank syariah sehingga pengguna laporan keuangan dapat lebih teliti dalam membaca laporan keuangan. Adanya indikasi manajemen laba diperbankan juga perlu mendapat perhatian BI sebagai penyusun regulasi yang terkait dengan perbankan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa bank syariah tidak melakukan earning management accrual yang diindikasikan dengan nilai mean DA 0.00. Berdasarkan hasil olah data manajemen laba riil bank syariah ditemukan nilai mean untuk abnormal cash flow -0.025 yang juga mengindikasikan bahwa manajemen laba dilakukan dengan cara memperkecil laba. Sedangkan B1 bernilai positif 0.283 dan sig 0.564. Hal ini mengindikasikan bahwa bank syariah suspect (kinerja buruk) tidak melakukan manajemen laba riil dengan upaya memanipulasi laporan arus kas
PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI, KOMUNIKASI INTERPERSONAL, SELF ESTEEM DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL (Studi Empiris pada Distributor Tiens Unicore di Makassar)
AbstractThis study aims to know Influence of Job Satisfaction, Motivation, Interpersonal Communication, Self Esteem and Self Efficacy to Individual Performance. This research was conducted by taking sample 96 active Distributor people of company Tiens Unicore in Makassar. Data Collecting by using Questioner sent direct by researcher and also researcher friend with admission filling deadline three days. Analysis method which used in this research is doubled regression analysis. Result of this research indicated that 1) Job Satisfaction have an effect on significant to Individual Performance. 2) Motivation have an effect on significant to Individual Performance. 3) Interpersonal communication not have an effect on significant to Individual Performance. 4) Self Esteem have an effect on significant to Individual Performance. 5) Self Efficacy have an effect on significant to Individual Performance.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja, motivasi, komunikasi interpersonal, self esteem dan self efficacy terhadap kinerja individu. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel 96 orang distributor aktifperusahaan Tiens Unicore di Makassar. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang diberikan langsung oleh peneliti selama 3 hari. Metode analisis dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu. 2) Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu. 3) Komunikasi Interpersonal tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu. 4) Self esteem berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu. 5) Self efficacy berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN PERSPEKTIF ISLAM
AbstractThis research is literacy research by title ’Designing of Accountance Information System in Islamic Perspective’. The aim of the research is trying to understand of planning accountance system in Islamic view’. In this writing by using qualitative method in descriptive approach. Islamic perspective was applied in internal controlling as core of accountance information system. Internal control component were affected include accounting policies, controlling and supervising activities. The main information consists of financial report which fulfilled of accountance information system application such as Microfost Office Excel is very essential. That application output are both financial position report and activity report that accordance with PSAK 45. Islamic perspective is used in deep internal control not only responsible to human being an sich but also responsible to vertical dimension, the God, Alloh swt.AbstrakPenelitian ini adalah penelitian studi pustaka yang mengambil judul ”Perancangan Sistem Informasi Akuntansi dengan Perspektif Islam”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prancangan informasi akuntansi dengan menggunakan perspektif Islam. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Perspektif Islam diterapkan pada pengendalian internal yang merupakan induk sistem informasi akuntansi. Komponen pengendalian internal yang dipengaruhinya antara lain kebijakan akuntansi, aktivitas pengendalian dan pengawasan. Adapun kebutuhan informasi yang berupa laporan keuangan, dipenuhi oleh aplikasi sistem informasi akuntansi yang dirancang menggunakan Microsoft Office Excel. Output aplikasi tersebut adalah laporan posisi keuangan dan laporan aktivitas yang sesuai dengan PSAK 45. Perspektif Islam menjadikan pengendalian internal tidak semata-mata dilakukan hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada manusia saja, lebih dari pada itu agar dapat pula dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt
PENETAPAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN UNIT-UNIT PENDAPATAN PADA BISNIS RUMAH SAKIT
Title: [The Determination of Responsibility Center of Revenue Units on Hospital Business]The purpose of starting a business is the goal of economic and social objectives. In the economic profit goals into measurement tools are easy to do. To measure the success of the hospital business is supported by profit income units, so the determination of income units will be important in determining the responsibility center of management. By that way the hospital business and the number of units of income are so complexity, the hospital management to collect revenue from sources Outpatient, Inpatient, Support Unit and also others. Income units that occur in outpatient covering the ER, Poly and specialists, delivery room, operating room and physiotherapy. While there are general in inpatient wards, maternal ward, pediatric ward, ICU, NICU and ICCU. In the supporting unit no pharmacy, laboratory, radiology, laundry, sterileyzation and hem dialysis. Other units there are cafeterias, parking lots and incinerators