Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
    2322 research outputs found

    Analisis Desain Mold Compression Molding untuk Komposit Peredam Suara Diameter Dua Inci

    Get PDF
    Limbah produk berbahan dasar karet sintetik dan polyester sangat sulit diurai secara alami sehingga dapat mencemari lingkungan. Solusi untuk menekan jumlah limbah tersebut yaitu mendaur ulang untuk dibentuk kembali menjadi produk lain contohnya sebagai bahan baku pembuatan komposit peredam suara dengan metode compression molding. Metode compression molding membutuhkan sebuah mold (cetakan) untuk membentuk produknya sehingga tujuan penelitian ini adalah membuat sebuah mold untuk metode compression molding. Mold cavity yang dibuat dengan material S45C memiliki dimensi diameter dalam 52,3 mm dan diameter luar 71 mm dengan tinggi 75 mm serta menggunakan sambungan baut agar dapat dilepas pasang pada base plate dengan material SS400 berukuran 250x210x35 mm. Upper punch dengan material S45C berdiameter 52,3 mm dengan tinggi 80 mm serta menggunakan sambungan baut agar dapat dilepas pasang pada upper plate dengan material SS400 berukuran 250x150x20 mm. Produk yang dibentuk berupa kepingan bundar berbahan campuran karet ban dengan serat polyester. Dari hasil percobaan produk dengan visual terbaik dicapai pada parameter suhu 160 °C dan tekanan 12 ton.Limbah produk berbahan dasar karet sintetik dan polyester sangat sulit diurai secara alami sehingga dapat mencemari lingkungan. Solusi untuk menekan jumlah limbah tersebut yaitu mendaur ulang untuk dibentuk kembali menjadi produk lain contohnya sebagai bahan baku pembuatan komposit peredam suara dengan metode compression molding. Metode compression molding membutuhkan sebuah mold (cetakan) untuk membentuk produknya sehingga tujuan penelitian ini adalah membuat sebuah mold untuk metode compression molding. Mold cavity yang dibuat dengan material S45C memiliki dimensi diameter dalam 52,3 mm dan diameter luar 71 mm dengan tinggi 75 mm serta menggunakan sambungan baut agar dapat dilepas pasang pada base plate dengan material SS400 berukuran 250x210x35 mm. Upper punch dengan material S45C berdiameter 52,3 mm dengan tinggi 80 mm serta menggunakan sambungan baut agar dapat dilepas pasang pada upper plate dengan material SS400 berukuran 250x150x20 mm. Produk yang dibentuk berupa kepingan bundar berbahan campuran karet ban dengan serat polyester. Dari hasil percobaan produk dengan visual terbaik dicapai pada parameter suhu 160 °C dan tekanan 12 ton

    MENYELISIK IDENTITAS BARU MASYARAKAT DEPOK, JAWA BARAT: KAJIAN BERPERSPEKTIF SOSIODIALEKTOLOGI

    Get PDF
    People often refer to themselves using the language that corresponds to the name of their region; for example, Cirebonese people always refer to themselves using Cirebonese, not the Javanese dialect. An interesting linguistic thing to research in Depok City is how the linguistic situation in Depok City as an urban area where language contact occurs gives rise to language variations, which in turn brings recognition to the people of Depok City using specific languages ​​as part of the identity of the people of Depok City. The method used in this research is a qualitative research method with a socio-dialectological design, namely a research approach that combines sociolinguistics with dialectology. Language data was collected using a questionnaire containing 235 questions from 63 sub-districts in Depok as observation points (TP) using the fieldwork method with face-to-face and recording techniques, then analyzed using the dialectometry method. The findings of this research show that, Based on dialectological studies, two different languages are ​​spoken in Depok, namely Betawi and Sundanese. Apart from that, three language areas were found in Depok, namely Sundanese, Pinggiran Betawi language, and Central Betawi language, with the broadest area of ​​use being Pinggiran Betawi language. Based on socio-dialectological analysis, it can be concluded that the Pinggiran Betawi language, which definitively uses the word ora, has begun to fade and is not widely used in Depok society. Still, the Pinggiran Betawi language uses typical words, such as common nouns, which refer to people being called based on gender. And age (wadon, lanang, anak) occupies the largest usage area in Depok. Other socio-dialectological findings show mutual borrowing of greeting words between Betawi and Sundanese due to language contact.Orang sering  menyebut dirinya memakai bahasa yang sesuai dengan nama wilayahnya, misalnya orang Cirebon yang selalu menyebut dirinya menggunakan bahasa Cirebon, bukan dialek bahasa Jawa. Hal kebahasaan yang menarik untuk diteliti di Kota Depok adalah bagaimana situasi kebahasaan di Kota Depok sebagai daerah urban yang di dalamnya terjadi kontak bahasa memunculkan variasi bahasa yang pada gilirannya membawa pengakuan masyarakat Kota Depok menggunakan bahasa tertentu sebagai bagian identitas masyarakat Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang berancangan sosiodialektologi, yaitu ancangan penelitian yang menggabungkan sosiolinguistik dengan dialektologi. Data bahasa dijaring dengan menggunakan kuesioner yang berisi 235 daftar tanyaan, yang dikumpulkan dari 63 kelurahan di Depok sebagai titik pengamatan (TP) dengan menggunakan metode pupuan lapangan dengan teknik bersemuka dan perekaman, lalu dianalisis dengan menggunakan metode dialektometri. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan kajian dialektologi terdapat dua bahasa yang berbeda digunakan di Depok, yaitu bahasa Betawi dan bahasa Sunda. Selain itu, ditemukan tiga daerah pakai bahasa di Depok, yaitu bahasa Sunda, bahasa Betawi Pinggiran, dan bahasa Betawi Tengah, dengan daerah pakai terluas bahasa Betawi Pinggiran. Berdasarkan analisis sosiodialektologi, dapat disimpulkan bahasa Betawi Pinggiran yang secara definitif memakai kata ora sudah mulai luntur dan tidak banyak digunakan  pada masyarakat Depok, namun bahasa Betawi Pinggiran yang memakai kata khas, seperti nomina umum (common noun) yang merujuk pada sebutan orang berdasarkan jenis kelamin dan usia (wadon, lanang, bocah), menempati areal pemakaian terluas di Depok. Temuan sosiodialektologi lainnya memperlihatkan adanya saling meminjam kata sapaan antara bahasa Betawi dan bahasa Sunda akibat kontak bahasa

    CUSTOMER INTIMACY, CUSTOMERS EXPERIENCE, CUSTOMER SATISFACTION, CUSTOMER BONDING DAN CUSTOMER VALUE DALAM LOYALITAS NASABAH DI BANK SYARIAH

    No full text
    Pada perkembangan perekonomian di Indonesia yang semakin maju, khususnya pada sektor perbankan syariah. Dengan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia telah menciptakan banyak investor dan nasabah dengan berbagai penghimpunan dana. Tingginya minat masyarakat terhadap perbankan syariah untuk menabung dan melakukan pembiayaan membuat sektor perbankan semakin prospektif. Dalam hal ini membuat persaingan dalam sektor perbankan syariah semakin kompetitif, terutama bagi bank syariah dengan segmen pasar yang sama, bank syariah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ketahun. Dari peluang tersebut banyak bank syariah diIndonesia berlomba-lomba bersaing guna untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Dalam hal ini Bank syariah mempunyai peran penting yaitu untuk selalu memenuhi kebutuhan nasabah dengan menyediakan produk atau layanan yang beretika sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan menyediakan aksesibilitas ternyaman melalui berbagai sarana kapanpun dan dimanapun. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Customer Intimacy, Customer experience, Customer satisfaction, Customer Bonding dalam bank syariah. Kata kunci : Customer Intimacy, Customer experience, Customer satisfaction, Customer Bonding,Costumer Value,  Bank syaria

    PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SKIN CARE HADA LABO (STUDI KASUS PADA PENGUNJUNG WEBSITE FEMALEDAILY.COM)”

    No full text
    The Influence of Electronic Word of Mouth Toward Hada Labo Skin Care Purchase Decision Process (Study case on femaledaily.com Website Visitors). Department of Business Administration Politeknik Negeri Jakarta. 2017. This study aims to determine the effect of electronic word of mouth on femaledaily.com website visitors to the process of Hada Labo skin care purchasing decision.The data were collected by using questionnaires distributed to 100 respondents. The research method used is survey research which is one part of quantitative research approach. Data analysis technique used in this research is parametric inferential statistical technique. The result of data analysis obtained is electronic word of mouth activity done by femaledaily.com visitors have positive and significant effect to decision making process of skin care Hada Labo, obtained from correlation coefficient result (R arithmetic) of 0.716 and determination coefficient value or Adjust R Square of 0.513. This indicates that if the electronic word of mouth on femaledaily.com visitors is improved, it will improve the decision making process of Hada Labo skin care purchasing.Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Skin Care Hada Labo (Studi Kasus Pada Pengunjung Website femaledaily.com). Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Jakarta. 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth pada pengunjung website femaledaily.com terhadap proses pengambilan keputusan pembelian skin care Hada Labo . Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian survei yang merupakan salah satu bagian dari pendekatan penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik statistik inferensial parametris. Hasil analisis data yang diperoleh adalah kegiatan electronic word of mouth yang dilakukan oleh pengunjung website femaledaily.com berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses pengambilan keputusan pembelian skin care Hada Labo, terlihat dari hasil nilai koefisien korelasi (R hitung) sebesar 0,716 dan nilai koefisien determinasi atau Adjust R Square sebesar 0,513. Hal ini menunjukkan bahwa jika electronic word of mouth pada pengunjung website femaledaily.com ini ditingkatkan, maka akan meningkatkan proses pengambilan keputusan pembelian skin care Hada Labo

    Gamification Design of Computer Network Virtual Laboratory Using SAGD-VL Framework

    No full text
    Building gamification in a virtual laboratory of the computer network will help students to be able to do practicums anywhere and be able to meet the needs of practicum tools and materials. However, researchers have not found a gamification design in a virtual laboratory of the computer network laboratory that can assist developers in building virtual laboratory gamification. Based on these problems, the researcher proposes a gamification design for a virtual laboratory of the computer network using components from the SAGD-VL framework. The SAGD-VL framework is a framework for building games in virtual laboratories. This study does not take all the elements of SAGD-VL but adjusts the results of the analysis from data collection. Technology analysis aims to produce fast and true-to-life virtual laboratory gamification technology designs. This study implements the proposed design in a virtual computer network laboratory to test the proposed design. This study tested the black box, pre-test, and post-test. This test resulted in an average increase in student scores of 32.353 with the highest increase of 60. So that the proposed design of a computer network virtual laboratory gamification using SAGD-VL can help improve students' understanding of practical learning. The questionnaire results in this application being fast in computation and the UI/UX of this application is like the original.The Vocational High School curriculum has an orientation to the industrial world that improving the skill of students is needed to achieve curriculum goals. Learning activities in Vocational High Schools (in Indonesia called SMK) are mostly conducting practical activities in the laboratory to support skill improvement. Computer Networking and Telecommunications Engineering (in Indonesia called TJKT) studies network subjects from the basic level. In collecting data at SMKN 1 Cipanas it was found that laboratory facilities were inadequate so there were still many students unable to carry out practicums even though computer network practicum activities were very important activities at TJKT. Making gamification in a computer network virtual laboratory will help students to be able to do practicums anywhere and be able to meet the needs of practicum tools and materials. However, researchers have not found a gamification design in a computer network virtual laboratory that can help developers. From this problem, the researcher proposes a gamification design for a computer network virtual laboratory by using components from the SAGD-VL framework. SAGD-VL framework is a framework for building games in virtual laboratories. Testing is carried out by implementing the proposed design into a virtual computer network laboratory for wiring material then a pre-test and post-test are carried out to test the functionality of the proposed design for increasing ability and testing a questionnaire to test the increase in student motivation. After testing using the pre-test and post-test, it was found that the average increase in student scores was 32,353 with the highest increase being 60. So it can be said that the proposed design of a computer network virtual laboratory gamification using SAGD-VL can help increase students' understanding of practical learning. In addition, this proposed design can produce a virtual laboratory that can motivate students in practical learning

    Analisis QoS Pengaplikasian Network Slicing Pada Topologi Abilene Jaringan SDN Menggunakan FlowVisor Dan POX Controller

    No full text
    Software Defined Network (SDN) is a new paradigm in computer networks that separates the data plane and the control plane. With this separation, network configuration will be easier to do, not as complicated as conventional networks. This research discusses how to implement the network slicing method using FlowVisor on the SDN network with POX as the controller. Network slicing allows each network slice to be designed to guarantee different levels of network performance. The emulator used to design the topology as well as the data plane is Mininet. The results of this researchs indicate that FlowVisor can isolate flowspace for each slice on the SDN network based on the TCP port that is passed when communication occurs between hosts. Comparison of SDN networks without using the network slicing method with SDN networks using the network slicing method produces values that are not much significant, but the QoS parameter values are better on SDN networks without network slicing. Throughput on 1 Mbps link bandwidth is 0.8 Mbps, slow slice 0.79 Mbps, on 10 Mbps link bandwidth is 7.4 Mbps, fast slice is 6.6 Mbps. Delay on 1 Mbps link bandwidth is 1.361 ms, slow slice 1.389 ms, on 10 Mbps link bandwidth 0.155 ms, fast slice 0.2426 ms. Jitter on 1 Mbps link bandwidth is 0.000283 ms, slow slice 0.000257 ms, on 10 Mbps link bandwidth 0.0000304 ms, fast slice is 0.0000347 ms.Software Defined Network (SDN) merupakan paradigma baru dalam jaringan komputer yang memisahkan antara dataplane dan control plane. Dengan pemisahan tersebut konfigurasi jaringan akan lebih mudah dilakukan tidak serumit pada jaringan konvensional. Pada penelitian ini dibahas mengenai bagaimana penerapan metode network slicing menggunakan FlowVisor pada jaringan SDN dengan POX sebagai kontrolernya. Network slicing memungkinkan tiap network slices dapat dirancang untuk menjamin tingkat kinerja jaringan yang berbeda. Emulator yang digunakan untuk merancang topologi sekaligus sebagai data plane yaitu Mininet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa FlowVisor mampu melakukaan isolasi flowspace setiap slice pada jaringan SDN berdasarkan TCP port yang dilalui ketika terjadinya komunikasi antar host. Perbandingan jaringan SDN tanpa menggunakan metode network slicing dengan jaringan SDN yang menggunakan metode network slicing menghasilkan nilai yang tidak jauh signifikan, namun lebih baik nilai parameter QoS pada jaringan SDN tanpa network slicing. Throughput pada link bandwith 1 Mbps sebesar 0.8 Mbps, slow slice 0,79 Mbps, link bandwidth 10 Mbps sebesar 7,4 Mbps, fast slice 6,6 Mbps. Delay link bandwith 1 Mbps sebesar 1,361 ms, slow slice 1,389 ms, link bandwidth 10 Mbps sebesar 0,155 ms, fast slice 0,2426 ms. Jitter link bandwith 1 Mbps sebesar 0.000283 ms, slow slice 0,000257 ms, link bandwidth 10 Mbps sebesar 0,0000304 ms, fast slice 0,0000347 ms

    Studi Tekno-Ekonomi Sistem Fotovoltaik On-Grid Pada Bangunan Industri Kontrol Satelit

    No full text
    Penggunaan energi fosil di Indonesia masih tinggi. Pemerintah Indonesia berkomitmen dengan menargetkan penggunaan energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Komitmen ini diikuti oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) dengan menargetkan pembangunan pembangkit energi terbarukan sebesar 10,6 GW guna mencapai target pemerintah tersebut. Salah satu potensi energi terbarukan yang cukup menjanjikan di Indonesia adalah pembangkit listrik tenaga surya. Penelitian ini difokuskan pada perancangan sistem fotovoltaik (PV) on-grid di salah satu industri satelit di Indonesia. Beban listrik harian pada PT. RST adalah 1850 kWh. Berdasarkan beban listrik tersebut, maka kapasitas optimum untuk mendesain sistem PV on-grid yang dibutuhkan sebesar 230,8 kW, dengan total luas area yang digunakan adalah 1329,21 meter persegi. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sudut kemiringan PV harus sebesar 9 derajat dan menghadap ke utara. Setelah menjalankan simulasi, dapat diketahui bahwa rata-rata total daya yang dihasilkan per hari adalah 987,38 kWh dengan LCOE sebesar Rp.868,29. LCOE sistem PV ini lebih murah dari standar BPP nasional sehingga sistem ini layak untuk dibangun. Aspek ekonomi lainnya dari hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat ROI adalah 7,1% dan tingkat IRR sebesar 10,3% - serta payback period akan membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun

    Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Pada Siswa-Siswi SMK Hasyim Asy’ari Bojong, Kabupaten Tegal

    Get PDF
    The purpose of this community service activity is that students of Hasyim Asy'ari Vocational High School of Bojong, Tegal Regency are able to understand the Management of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDES) that increases today.  hopefully, they are expected to be able to understand every aspect of APDES thoroughly. This community service was participated by 20 students of Grade 12, majoring in accounting. The methods used in this community service activity include the lecture method, discussion method, and tutorial method in the delivery. Besides, the team also conducted a direct survey, observation as well as interviews with the student of Hasyim Asy'ari Bojong Vocational School, Tegal Regency in order to find problems for this community service activity. The results of this community service activity are that students are able to understand both in theory and in the field (Village) regarding the management of the village income and expenditure budget which is obtained from the results of discussions and question and answer. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa-siswi mampu melakukan pemahaman mengenai Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDES) Pada SiswaSiswi SMK Hasyim Asy’ari Bojong Kabupaten Tegal. Siswa-siswi mampu memahami pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa secara mendalam agar nantinya mampu memahami secara praktiknya setiap permasalahan yang ada di desa dengan mudah. Pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh siswa-siswi Kelas 12 jurusan akuntansi sebanyak 20 siswa dari SMK Hasyim Asy’ari Bojong Kabupaten Tegal. Jarak tempuh kampus dengan sekolah lebih kurang sekitr 37,9 km dengan menggunakan transportasi mobil. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya ada metode ceramah, metode diskusi, metode tutorial dalam penyampaiannya, selain itu juga tim melakukan survai langsung ke lokasi SMK Hasyim Asy’ari Bojong Kabupaten Tegal untuk pengumpulan data awal. Tim juga melakukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah dalam rangka mencari permasalahan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini siswa-siswi mampu memahami baik secara pemahaman teori maupun yang ada di lapangan (Desa) tentang pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa yang diperoleh dari hasil diskusi dan Tanya jawab. Tujuan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa-siswi mampu melakukan pemahaman mengenai Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDES) Pada Siswa-Siswi SMK Hasyim Asy’ari Bojong Kabupaten Tegal. Siswa-siswi mampu memahami pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa secara mendalam agar nantinya mampu memahami secara praktiknya setiap permasalahan yang ada di desa dengan mudah. Pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh siswa-siswi kelas 12 jurusan akuntansi SMK Hasyim Asy’ari Bojong Kabupaten Tegal. Jarak tempuh kampus dengan sekolah lebih kurang sekitr 37,9 km dengan menggunakan transportasi mobil. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya ada metode ceramah, metode diskusi, metode tutorial dalam penyampaiannya, selain itu juga tim melakukan survai langsung ke lokasi SMK Hasyim Asy’ari Bojong Kabupaten Tegal untuk pengumpulan data awal. Tim juga melakukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah dalam rangka mencari permasalahan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini siswa-siswi mampu memahami baik secara pemahaman teori maupun yang ada di lapangan (Desa) tentang pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa yang diperoleh dari hasil diskusi dan Tanya jawab. &nbsp

    Peningkatan Kapasitas Produksi Sabun Pakaian Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19 di Jatimulya, Cilodong, Kota Depok

    No full text
    The lack of soap production capacity, which currently only reaches 5-10 liters of soap per production, has prompted a team of lecturers at the Manufacturing Engineering Applied Masters Study Program (MTRTM)-PNJ to take the initiative to organize and donate a soap mixing machine. The purpose of this implementation is to increase the amount of community soap production, as well as increase community knowledge and skills regarding soapmaking processes and tools. The training was carried out by delivering material on how to use and tricks for making soap with a mixer machine, which was then continued by making soap by PKK women and ending with a survey of the training implementation. From the results of the training, it was found that soap production increased to 20 liters in one production run, as well as an increase in community knowledge and skills in the process of making soap with a mixer machine. Kurangnya kapasitas produksi sabun yang saat ini hanya mencapai 5-10 liter sabun satu kali produksi, membuat tim dosen di Program Studi Magister Terapan Rekayasa Manufaktur (MTRTM)-PNJ berinisiatif mengadakan dan menghibahkan mesin pengaduk sabun. Tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk meningkatkan jumlah produksi sabun masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap proses dan alat pembuat sabun. Pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi cara penggunaan dan trik pembuatan sabun dengan mesin pengaduk yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sabun oleh para ibu ibu PKK, dan diakhiri dengan survey pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan hasil pelatihan didapatkan peningkatan produksi sabun mencapai 20 liter dalam satu kali produksi, serta didapatkan pula peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pembuatan sabun dengan mesin pengaduk.kurangnya kapasitas produksi sabun yang saat ini hanya mencapai 5-10 liter sabun satu kali produksi, membuat tim dosen di Program Studi Magister Terapan Rekayasa Manufaktur (MTRTM)-PNJ berinisiatif mengadakan dan menghibahkan mesin pengaduk sabun. Tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk meningkatkan jumlah produksi sabun masyarakat, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap proses dan alat pembuat sabun. Pelatihan dilakukan dengan penyampaian materi cara penggunaan dan trik pembuatan sabun dengan mesin pengaduk yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sabun oleh para ibu ibu PKK, dan diakhiri dengan survey pelaksanaan pelatihan. Dari hasil pelatihan didapatkan peningkatan produksi sabun mencapai 20 liter dalam satu kali produksi, serta didapatkan pula peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pembuatan sabun dengan mesin pengadu

    Pelatihan Pembuatan Video Company Profile di TK Kartika I-1 Medan Helvetia

    Get PDF
    This community service activity aims to provide new knowledge to the staff and teaching staff of Kartika I-1 Kindergarten School of Medan Helvetia related to the company profile video creation. As an educational institution, Kartika I-1 Kindergarten School of Medan Helvetia commits to strengthening the education realm in this country. For this reason, Kartika I-1 Kindergarten School of Medan Helvetia is more widely known, of course, company profile videos can be a solution as promotional media. Through this community service activity, the staff and teaching staff of Kartika I-1 Kindergarten School of Medan Helvetia are given the stages of the process that must be passed to produce a company profile video. The method passed in this activity was carried out by collecting data descriptively through direct interviews with the principal of Kartika I-1 Kindergarten School of Medan Helvetia. This activity begins with an introduction to the company profile video, an explanation of the stages of planning, screenwriting, and video production, an introduction to basic video editing, and an explanation of video promotion techniques. The results show that the participants involved can understand well the stages in the process of making a company profile video. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada staf dan tenaga pengajar TK Kartika I-1 Medan Helvetia terkait pembuatan video company profile. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tentu TK Kartika I-1 Medan Helvetia memiliki komitmen untuk memajukan dunia pendidikan. Untuk itu, agar TK Kartika I-1 Medan Helvetia dikenal semakin luas tentu video company profile dapat menjadi solusi sebagai media promosi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini para staf dan tenaga pengajar TK Kartika I-1 Medan Helvetia diberikan tahapan proses yang harus dilalui untuk menghasilkan sebuah video company profile. Metode yang dilalui dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengumpul data secara deskriptif melalui wawancara langsung dengan kepala sekolah TK Kartika I-1 Medan Helvetia. Kegiatan ini diawali dengan pengantar tentang video company profile, penjelasan tahapan perencanaan, penulisan skenario, produksi video, sampai dengan pengantar pengeditan video dasar dan penjelasan teknik promosi video. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta yang terlibat dapat memahami dengan baik tahapan demi tahapan dalam proses pembuatan video company profile.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada staf dan tenaga pengajar TK Kartika I-1 Medan Helvetia terkait video company profile. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tentu TK Kartika I-1 Medan Helvetia memiliki komitmen untuk memajukan dunia pendidikan. Untuk itu, agar TK Kartika I-1 Medan Helvetia dikenal semakin luas tentu video company profile dapat menjadi solusi sebagai media promosi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini para staf dan tenaga pengajar TK Kartika I-1 Medan Helvetia diberikan tahapan proses yang harus dilalui untuk menghasilkan sebuah video company profile. Metode yang dilalui dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengumpul data secara deskriptif melalui wawancara langsung dengan kepala sekolah TK Kartika I-1 Medan Helvetia. Kegiatan ini diawali dengan pengantar tentang video company profile, penjelasan tahapan perencanaan, penulisan skenario, produksi video, sampai dengan pengantar pengeditan video dasar dan penjelasan teknik promosi video. Dari hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta yang terlibat dapat memahami dengan baik tahapan demi tahapan dalam proses pembuatan video company profile

    1,288

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇