Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
ESG dan ROA: Bukti Empiris pada Sektor Healthcare yang Terdaftar di BEI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, dan Governance (ESG) terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, serta analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis (uji t dan uji F). Sampel ditentukan dengan purposive sampling dari perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di BEI. Hasil uji parsiap (uji t) menunjukkan bahwa variabel Environmental tidak berpengaruh terhadap ROA, variabel Social tidak berpengaruh terhadap ROA dan variabel Governance berpengaruh positif ke ROA. Selanjutnya, hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa ESG tidak berpengaruh terhadap ROA
Evaluasi Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Penguat Roda Gigi
Coconut fiber has great potential as a composite material. This is supported by the abundant availability of coconut fiber waste and its excellent mechanical properties, as evidenced by several studies. Composites made with natural fibers are currently in high demand due to their advantages, including low density, low cost, biodegradability, corrosion resistance, heat resistance, light weight, abundance, renewable energy, and good mechanical properties. The purpose of this study was to obtain the best mechanical properties for composites using coconut fiber as the reinforcement. This study was conducted by varying the coconut fiber reinforcement with several volume fractions: 20%, 30%, 40%, and 50%, with the matrix used being Unsaturated Polyester Resin Yukalac 157 BQTN. The composite manufacturing process used the hand lay-up method with random fiber arrangement. Bending test results showed the highest load at 20% volume fraction of 798 N and a bending strength of 262 N/mm². Meanwhile, the highest impact strength occurred at 50% volume fraction of 0.0472 J/mm².Kata-kata kunci: Penguat, Roda Gigi, Sabut, Kelapa, KompositSerat sabut kelapa sangat potensi untuk dijadikan material komposit. Hal ini didukung oleh keberadaan limbah serat sabut kelapa yang sangat berlimpah dan memliki sifat mekanis cukup baik dari beberapa hasil riset yang dilakukan. Dewasa ini komposit dengan serat alam lebih diminati karena memiliki beberapa kelebihan diantarannya densitas rendah, murah, biodegradable, tahan korosi, panas, ringan, berlimpah, dapat diperbaharui dan sifat mekanis yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sifat mekanis komposit terbaik dengan serat sabut kelapa sebagai penguatnya. Penelitian ini dilakukan dengan mevariasikan penguat serat sabut kelapa dengan beberapa fraksi volume 20%, 30% 40%, 50% dan matriks yang digunakan Unsaturated Polyester Resin Yukalac 157 BQTN. Proses pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up dengan susunan serat acak. Hasil pengujian bending menunjukan beban tertinggi pada fraksi volume 20% sebesar 798 N dan menghasilkan kekuatan bending 262 N/mm². Sementara kekuatan impak tertinggi terjadi pada fraksi volume 50% sebesar 0,0472 J/mm²
PEMBUATAN KEMASAN CERDAS BERBENTUK LABEL INDIKATOR WARNA UNTUK MENDETEKSI KEMATANGAN BUAH TOMAT
Tomat merupakan buah yang banyak dihasilkan di daerah tropis dan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan buah tomat. Tingkat kematangan buah tomat mempengaruhi mutu dan kualitas buah. Proses kematangan buah tomat sulit untuk divisualisasikan dengan perubahan warna pada kulit buah sehingga sangat sulit mengetahui tingkat kematangan buah tomat. Penelitian ini mengembangkan kemasan cerdas berbentuk label indikator warna amonium molibdat dan kalium permanganat (KMnO4) yang untuk mendeteksi kematangan buah tomat pada suhu ruang (±26oC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial, dengan variasi amonium molibdat dan kalium permanganat , yang diamati setiap hari selama penyimpanan suhu ruang hingga hari ke-6. Hasil penelitian menunjukan bahwa amonium molibdat dan kalium permanganat dapat menghasilkan label indikator warna namun tidak mengalami perubahan warna selama penyimpanan. Berdasarkan hasil uji, buah tomat akan rusak pada suhu ruang pada hari ke-4, yang mengalami susut bobot 10,51 %, 5 oBrix dan kemudian menurun, serta tekstur dan aroma yang sudah berubah tidak disukai namun warna masih tetap baik. Hasil tersebut menunjukkan belum ada formulasi amonium molibdat dan kalium permanganat yang dapat mendeteksi dan memberikan informasi mengenai tingkat kematangan buah tomat
Identifikasi Faktor Penyebab Penurunan Produktivitas Mesin Lithrone S40 Menggunakan OMAX–FTA
ABSTRAK
CV XYZ mengalami fluktuasi produktivitas pada proses cetak menggunakan mesin offset Lithrone S40. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab penurunan produktivitas menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil pengukuran OMAX selama 19 periode menunjukkan produktivitas berfluktuasi, dengan indeks tertinggi sebesar 116,5% dan terendah –90,9%. Rasio dengan skor terendah adalah efisiensi produksi terhadap tenaga kerja, sehingga dianalisis lebih lanjut melalui FTA. Analisis FTA mengungkap enam akar penyebab utama, yaitu ketidaktelitian operator dalam pemasangan plat, mesin tidak dikalibrasi, daya hisap dan hembusan tidak optimal, pengaturan sistem penghisap kertas tidak tepat, tinta cepat mengering, serta kertas yang saling menempel. Usulan perbaikan meliputi pelatihan operator, kalibrasi rutin mesin, perbaikan sistem udara, pengaturan tekanan penghisap, pengendalian suhu–kelembapan, serta penanganan kertas yang lebih baik. Temuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas proses cetak secara konsisten.
Kata kunci: OMAX, FTA, produktivitas, mesin offset, Lithrone S40
PENUMBUHAN KESADARAN DAN TANGGUNG JAWAB ANAK TERHADAP SAMPAH MELALUI DESAIN POSTER INTERAKTIF
Kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan peserta didik di Ml Hidayatul Athfal Serua membuat lingkungan sekolah menjadi kotor dan kegiatan belajar mengajar tidak nyaman. Kurangnya akses informasi, pengetahuan, dan pemahaman terhadap bahaya sampah di sekolah menjadi indikator perlunya tindakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, diperlukan media kampanye sosial berupa media interaktif yang efektif dan informatif untuk menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan tanggung jawab peserta didik terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi media kampanye sosial berupa poster interaktif tentang sampah di Ml Hidayatul Athfal Serua yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik kelas I sampai kelas VI. Metode yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif dengan tahapan proses design thinking lewat teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan desain poster interaktif yang ilustratif melalui penggambaran objek dan karakter anak yang aktif dan ekspresif menggunakan teknik ilustrasi digital painting gaya kartun, serta playful menggunakan warna yang colorful, jenis huruf sans serif, dan penerapan layout asimetris yang tidak kaku. Fitur interaktif yang dapat dibuka, ditutup, ditarik, dan pop-up membuat informasi lebih menarik dengan keterlibatan peserta didik secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan tanggung jawab peserta didik Ml Hidayatul Athfal dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.Kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan peserta didik di Ml Hidayatul Athfal Serua membuat lingkungan sekolah menjadi kotor dan kegiatan belajar mengajar tidak nyaman. Kurangnya akses informasi, pengetahuan, dan pemahaman terhadap bahaya sampah di sekolah menjadi indikator perlunya tindakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, diperlukan media kampanye sosial berupa media interaktif yang efektif dan informatif untuk menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan tanggung jawab peserta didik terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi media kampanye sosial berupa poster interaktif tentang sampah di Ml Hidayatul Athfal Serua yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik kelas I sampai kelas VI. Metode yang digunakan merupakan metode penelitian kualitatif dengan tahapan proses design thinking lewat teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan desain poster interaktif yang ilustratif melalui penggambaran objek dan karakter anak yang aktif dan ekspresif menggunakan teknik ilustrasi digital painting gaya kartun, serta playful menggunakan warna yang colorful, jenis huruf sans serif, dan penerapan layout asimetris yang tidak kaku. Fitur interaktif yang dapat dibuka, ditutup, ditarik, dan pop-up membuat informasi lebih menarik dengan keterlibatan peserta didik secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan tanggung jawab peserta didik Ml Hidayatul Athfal dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Kata kunci: 
AI-POWERED TRANSLATION EDUCATION: A CLIL-BASED HUMAN–AI COLLABORATION CURRICULUM DESIGN
This research investigates how Artificial Intelligence (AI) tools are being embedded into translation education through a Content and Language Integrated Learning (CLIL) oriented framework. It focuses on two central concerns raised by the teaching community: first, how do translation educators view the integration of AI tools in their teaching, and what difficulties do they encounter when trying to balance these tools with more traditional approaches? Second, what skills do students need in order to collaborate effectively with AI in translation, and how might the curriculum be reshaped to help them build these skills? Through the semi-structured interviews with 9 instructors and focus group discussions with 21 students across three different university types: application-oriented, normal, and academic,the research offers grounded insights into how AI is being experienced in day-to-day translation teaching . The findings reveal that educators view AI as a valuable tool for enhancing translation efficiency but express concerns regarding its impact on critical thinking and cultural sensitivity. Students emphasize the importance of mastering AI tools such as ChatGPT and DeepL, while also critically engaging with AI outputs, particularly in terms of cultural nuances and ethics. The study proposes the integration of AI tools into translation curricula within a CLIL framework, aligning AI-enhanced tasks with the development of content knowledge, language proficiency, as well as cognitive and cultural competencies. These findings point to a pressing need to rethink translation training—not by replacing traditional methods, but by weaving AI use into tasks that still cultivate linguistic nuance, reflective practice, and ethical reasoning
ANALISIS PENDIDIKAN SENI MUSIK SEBAGAI SARANA TERAPI EDUKATIF TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR
Abstract
This study aims to analyze the role of music education as an educational therapeutic medium in supporting the mental health of elementary school children. The background of this research is based on the increasing cases of stress, anxiety, and negative emotional behavior among elementary school-aged children due to academic pressure and the lack of positive means for self-expression. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, in-depth interviews with music teachers and school counselors, as well as documentation of learning activities. The results of the study show that music learning activities designed in an educational manner can foster self-confidence, reduce anxiety levels, improve social skills, and strengthen empathy among students. Music serves as a medium for emotional expression as well as an effective means of self-regulation. In conclusion, music education has great potential as an educational therapy that supports the mental health of elementary school children, especially when implemented in a planned, collaborative, and sustainable manner.
Keywords: music education, educational therapy, mental health, elementary school children.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan seni musik sebagai sarana terapi edukatif dalam mendukung kesehatan mental anak sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kasus stres, kecemasan, dan perilaku emosional negatif pada anak usia sekolah dasar akibat tekanan akademik serta kurangnya media ekspresi diri yang positif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni musik dan konselor sekolah, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran musik yang dikemas secara edukatif mampu menumbuhkan rasa percaya diri, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kemampuan sosial, serta memperkuat empati antar siswa. Musik berfungsi sebagai media ekspresi emosional sekaligus wahana pengendalian diri yang efektif. Kesimpulannya, pendidikan seni musik memiliki potensi besar sebagai terapi edukatif yang mendukung kesehatan mental anak sekolah dasar, terutama jika diterapkan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kata kunci: pendidikan seni musik, terapi edukatif, kesehatan mental, anak sekolah dasar
Design of a Project Management Information System (PMIS) Tailored to The Information Requirements of a Web-Based Project
The rapid development of information technology, especially the internet, has revolutionized the way we access and utilize information. In the construction industry, the demand for timely, accurate, and centralized project information has become paramount. By employing web-based dashboards, stakeholders can monitor project progress in real-time, with weekly updates visualized for easy comprehension. A thorough analysis of project information requirements is fundamental to designing a web-based Project Management Information System (PMIS), ensuring that the system effectively meets the specific needs of project monitoring and management. At Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardiono Jakarta, which is where the research was conducted, the project management information system uses Ms Teams. In addition. With the use of previous PMIS, deficiencies can still be found, such as network connection problems, limited features, and data quality so that in this casefurther research is needed to obtain a more effective system. However, if there are limitations in the delivery of information, obstacles in supervision can occur.
This study was conducted with those aim, and also to find out information on the construction process, to analysed the efficiency of the project monitoring relationship with website-based PMIS, and to see the effectiveness of website-based PMIS for the Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardiono Jakarta. The study was then conducted by collecting data on needs from at least 12 respondents through interviews, questionnaires, to parties who are considered to have a significant influence on the success of this project, such as project managers and informatics engineering experts.
The research results show a tendency that website-based PMIS can fulfil and answer information needs in construction projects and increase time efficiency, especially in document distribution. In addition, the completion of features needs to be further considered and developed, specifically related to village display, data visualization, notifications, and accessibilit
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING ENTREPRENEURIAL INTENTIONS AMONG YOUNG WOMEN IN BANDUNG
This study explores the factors that influence the entrepreneurial intentions of young women in Bandung, Indonesia. It focuses on five key aspects—entrepreneurial mindset, self-efficacy, digital literacy, social support, and entrepreneurship education—using the Theory of Planned Behavior (TPB), which considers intention the strongest predictor of actual behavior. A quantitative survey was conducted, collecting primary data from 150 women aged 18–30 through an online questionnaire. The data were analyzed using SPSS, including tests for reliability, validity, classical assumptions, and multiple linear regression. The results indicate that self-efficacy, social support, entrepreneurship education, and entrepreneurial mindset have positive and significant effects on entrepreneurial intention, both individually and together. In contrast, digital literacy showed no significant influence. These findings enhance understanding of what drives entrepreneurial behavior among young women and provide practical guidance for policymakers and educators to design programs that foster confidence, skills, and readiness for entrepreneurship.Tujuan penelitian ini adalah menelaah peran entrepreneurial mindset, self-efficacy, literasi digital, dukungan sosial, dan pendidikan kewirausahaan dalam membentuk niat berwirausaha perempuan muda di Kota Bandung. Semua faktor dalam penelitian ini didasarkan pada Theory of Planned Behavior (TPB), yang menyatakan bahwa niat merupakan prediktor terdekat dari perilaku nyata seseorang. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei. Data primer dikumpulkan dari 150 responden perempuan berusia 18–30 tahun menggunakan kuesioner daring via Google Forms. Analisis data dilakukan dengan SPSS, meliputi uji validitas dan reliabilitas, pengecekan asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa entrepreneurial mindset, self-efficacy, literasi digital, dukungan sosial, dan pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian perilaku kewirausahaan, serta implikasi praktis bagi pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam merancang program pemberdayaan yang dapat memperkuat pola pikir kewirausahaan dan kompetensi digital perempuan muda di Kota Bandung
GENDER DYNAMICS IN RURAL TOURISM EVENTS: INSIGHTS FROM BALINESE COMMUNITY-BASED DEVELOPMENT
Gender equality represents a fundamental pillar of the United Nations Sustainable Development Goals (SDG 5), yet its implementation in rural tourism contexts remains inadequately examined, particularly in culturally distinct regions such as Bali, Indonesia. This study investigates the dynamics of gender equality within Balinese rural tourism development, examining how traditional cultural frameworks intersect with modern tourism practices to shape gender roles, perceptions, and relationships. Drawing upon SDG 5 indicators and gender equality dimensions encompassing economic participation, decision-making authority, and socio-cultural positioning, this research employs an ethnographic methodology incorporating participant observation and semi-structured interviews with female and male tourism operators, community leaders, and local residents in rural tourism villages in Bali. Findings reveal complex negotiations between Bali's traditional Hindu-based gender complementarity system (purusa-predana) and emerging egalitarian tourism practices. While rural tourism enhances female economic empowerment and creates new income-generating opportunities, persistent structural barriers rooted in customary obligations (adat) and religious responsibilities constrain women's full participation in tourism governance and entrepreneurship. Male participants acknowledge shifting household dynamics yet express concerns regarding changing traditional authority structures. The study identifies generational differences in gender perception, with younger cohorts exhibiting more progressive attitudes toward gender equality. These findings contribute to contextualized understanding of gender-tourism interactions in culturally distinctive environments and offer practical implications for gender-responsive rural tourism policy formulation aligned with SDG targets