Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
    2322 research outputs found

    artikel suhu plts Analisis Perbandingan Suhu Panel Terhadap Daya Luaran PLTS Terapung dan PLTS Grounded Berbasis IOT

    No full text
    Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung adalah modifikasi teknologi PLTS terbaru agar dapat meningkatkan daya output panel. PLTS floating dipasang di atas permukaan air. Dalam penelitian ini pengujian data menggunakan dua jenis PLTS yaitu PLTS terapung dan PLTS grounded. Parameter yang akan diambil data adalah suhu, tegangan, arus dan daya output. Data parameter tersebut akan dibandingkan antara data dari PLTS terapung dengan PLTS grounded. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan panel yang ada di PLTS terapung lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu permukaan dari panel PLTS grounded sehingga daya output yang ada di PLTS terapung menjadi lebih tinggi daripada daya output di PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C selisih suhu antara panel PLTS terapung dengan PLTS grounded sebesar 2,8%. Daya yang dihasilkan PLTS terapung rata rata lebih besar daripada daya yang dihasilkan PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C daya yang dihasilkan PLTS sebesar 33,17 watt dan saat suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C maka daya yang dihasilkan menjadi 31,67 watt. Sehingga semakin tinggi suhu permukaan panel surya daya output yang dihasilkan semakin menurun ,namun semakin rendah suhu permukaan panel daya output semakin meningkat.Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung adalah modifikasi teknologi PLTS terbaru agar dapat meningkatkan daya output panel. PLTS floating dipasang di atas permukaan air. Dalam penelitian ini pengujian data menggunakan dua jenis PLTS yaitu PLTS terapung dan PLTS grounded. Parameter yang akan diambil data adalah suhu, tegangan, arus dan daya output. Data parameter tersebut akan dibandingkan antara data dari PLTS terapung dengan PLTS grounded. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan panel yang ada di PLTS terapung lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu permukaan dari panel PLTS grounded sehingga daya output yang ada di PLTS terapung menjadi lebih tinggi daripada daya output di PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C maka suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C selisih suhu antara panel PLTS terapung dengan PLTS grounded sebesar 2,8%. Selisih suhu terendah sebesar 0,3% dan selisih suhu tertinggi sebesar 4,4%. Daya yang dihasilkan PLTS terapung rata rata lebih besar daripada daya yang dihasilkan PLTS grounded. Pada saat suhu PLTS terapung 42,3 ⸰C daya yang dihasilkan PLTS sebesar 33,17 watt dan saat suhu PLTS grounded 45,1 ⸰ C maka daya yang dihasilkan menjadi 31,67 watt. Selisish daya output terbesar yang terjadi sebesar 46,06 watt, selisih ini terjadi saat daya PLTS terapung 66,61 dengan suhu 51,09 ⸰ C dan daya yang dihasilkan PLTS grounded sebesar 20,55 watt dengan suhu sebesar 58,1⸰ C. dan selisih daya output terkecil 1,15 watt dengan daya PLTS terapung 64,25 watt dan daya pada PLTS grounded sebesar 63,1 watt. Kata kunci : daya luaran, PLTS terapung, suhu panel

    Analisa Realisasi Sistem Identifikasi Tingkat Kematangan Buah Tomat Ceri dengan Model YOLOv8 di BBPP Lembang

    No full text
    Cherry tomatoes, small in size but sweet and nutritious, are increasingly popular and cultivated in Indonesia. The main challenge is determining optimal ripeness for harvesting. Technologies such as YOLOv8 can improve the accuracy of fruit ripeness detection. This study at BBPP Lembang applied YOLOv8 to detect cherry tomato ripeness and analyzed the model's performance and influencing factors. The research method for cherry tomato ripeness analysis using YOLOv8 involved image collection and annotation, data augmentation, and dataset sharing. The model was trained on the Google Colab platform with GPUs, evaluated using metrics such as accuracy and mAP, and then integrated into a website. The system was tested in real-world conditions and monitored regularly to ensure optimal performance. YOLOv8 successfully identified cherry tomato ripeness at BBPP Lembang with a mAP of 77.5%, a precision of 77.6%, a recall of 68.1%, and an F1-score of 72.5% after 100 epochs. The model demonstrated 85.71% accuracy in field trials, succeeding in 6 out of 7 tests. Model performance is influenced by dataset quality, lighting, and image resolution for optimal results. The model achieved 85.71% accuracy in real-time conditions on the website. Dataset quality and lighting influence performance, demonstrating YOLOv8's effectiveness in accurately monitoring fruit ripenessTomat ceri, berukuran kecil namun manis dan bergizi, semakin populer dan dibudidayakan di Indonesia. Tantangan utamanya adalah menentukan kematangan optimal untuk panen. Teknologi seperti YOLOv8 dapat meningkatkan akurasi deteksi kematangan buah. Penelitian ini di BBPP Lembang menerapkan YOLOv8 untuk mendeteksi kematangan tomat ceri dan menganalisis kinerja serta faktor-faktor yang mempengaruhi model. Metode penelitian untuk analisis kematangan tomat ceri menggunakan YOLOv8 melibatkan pengumpulan dan anotasi gambar, augmentasi data, dan pembagian dataset. Model dilatih di platform Google Colab dengan GPU, dievaluasi menggunakan metrik seperti akurasi dan mAP, kemudian diintegrasikan ke situs web. Sistem diuji di kondisi nyata dan dipantau secara rutin untuk memastikan kinerja optimal.YOLOv8 berhasil mengidentifikasi kematangan tomat ceri di BBPP Lembang dengan mAP 77,5%, precision 77,6%, recall 68,1%, dan F1-score 72,5% setelah 100 epoch. Model ini menunjukkan akurasi 85,71% dalam uji lapangan, berhasil dalam 6 dari 7 pengujian. Kinerja model dipengaruhi oleh kualitas dataset, pencahayaan, dan resolusi gambar untuk hasil yang optimal. Penelitian ini menggunakan YOLOv8 untuk mendeteksi kematangan tomat ceri, dimulai dengan pengumpulan gambar, anotasi, augmentasi data, dan pelatihan model di Google Colab. Model mencapai akurasi 85,71% dalam kondisi real-time di situs web. Kualitas dataset dan pencahayaan mempengaruhi kinerja, menunjukkan YOLOv8 efektif dalam pemantauan kematangan buah secara akurat

    KUAT GESER DINDING BATA RINGAN CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (CLC) DENGAN PENAMBAHAN SERAT FIBER GLASSFIBER REINFORCED CEMENT (GRC) SEBAGAI PENGUAT THIN BED MORTAR

    No full text
    One alternative to replacing traditional red brick is lightweight brick, which is commonly used as a wall construction material. One of its main advantages is its light weight, which can help reduce overall construction costs. The reduced weight of the wall material allows for a decrease in the volume of structural elements needed. However, with advancements in material technology, there is a need to further improve the efficiency of lightweight bricks in terms of material usage and the quality of the masonry, particularly its shear strength. This research aims to analyze the optimal fiber placement composition in Cellular Lightweight Concrete (CLC) bricks to enhance the bond strength between bricks compared to that of standard lightweight brick masonry. The test specimens were constructed by assembling wall segments using lightweight bricks measuring 7.5 cm × 20 cm × 60 cm. Compressive strength and horizontal shear strength tests were then conducted on the CLC brick wall assemblies. The results showed that the lightweight bricks had a compressive strength of f'c = 1.07 MPa. The horizontal shear strength without fiber reinforcement was fg = 0.09 MPa, while with fiber reinforcement, it decreased to f'g = 0.06 MPa. Crack patterns were observed at failure displacements of 0.33 mm (non-fiber) and 0.5 mm (with fiber). These findings indicate that the use of GRC fiber in lightweight brick walls resulted in lower horizontal shear strength and displacement performance

    EVALUASI METODE PERHITUNGAN TULANGAN KOLOM DENGAN SOFTWARE TEKLA STRUCTURES DAN AUTODESK REVIT

    No full text
    Building Information Modeling (BIM) is a technology-driven approach that integrates and manages information from all aspects of a construction project within a comprehensive 3D model. Using BIM-based planning makes the process more efficient, helps minimize over-budget issues, and simplifies volume calculations. There are various BIM software tools such as Autodesk Revit, Tekla Structures, and others, each with its strengths and weaknesses. In this study, the researcher analyzes the Quantity Take-Off (QTO) of the main column reinforcement using Autodesk Revit and Tekla Structures. The results of the rebar QTO from the outputs produced by both software tools showed a total deviation of 0%, indicating that both were equally accurate in generating QTO. This suggests that regardless of the software choice, the accuracy in modeling and managing 3D data remains reliable if the modeling process is done correctly and precisely. Furthermore, QTO calculations using BIM software proved to be more effective, with a result difference of 0.132% compared to conventional methods, as BIM facilitates data processing and automation of changes, directly linked to the 3D model. This ensures that any change in one task automatically adjusts related tasks, thus speeding up the planning and execution process in construction projects.BIM (Building Information Modelling) adalah konsep berbasis teknologi yang mengelola informasi dari seluruh aspek pengerjaan bangunan dan memproyeksikannya dalam model 3D. Penggunaan perencanaan berbasis BIM membuat proses lebih efisien, membantu meminimalisir terjadinya penyebab over-budget dan mempermudah proses dalam menghitung volume. Ada banyak Berbagai software BIM seperti Autodesk Revit, Tekla Structures, dll. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pada penelitian ini, peneliti menganalisa QTO (Quantity Take Off) dari pekerjaan besi struktur kolom utama menggunakan Autodesk Revit dan Tekla Structures. Hasil QTO pekerjaan besi dari output yang dikeluarkan oleh Autodesk Revit dan Tekla Structures memiliki deviasi total sebesar 0% dimana ini menunjukkan bahwa kedua software ini sama-sama akurat dalam mengeluarkan QTO. Hal ini menandakan bahwa terlepas dari pilihan software, akurasi dalam memodelkan dan mengelola data 3D tetap terjamin asalkan pemodelan dilakukan dengan benar dan tepat

    Pengaruh Driver’s Savings Terhadap Net Income PT Blue Bird Tbk Periode 2015-2024 (Mengecualikan Periode COVID-19)

    No full text
    This study investigates the impact of driver’s savings on the net income of PT Blue Bird Tbk for the period 2015–2024, excluding the COVID-19 pandemic period. Utilizing a quantitative approach, the study relies on secondary data from the company’s financial reports. Data analysis was conducted using a simple linear regression model after applying natural logarithmic transformation. The results indicate that driver’s savings have no significant influence on the company's net income, as evidenced by a significance value exceeding 5%. This suggests that the relatively small amount of driver’s savings does not substantially contribute to financial performance. Future researchers are encouraged to explore additional variables, such as employee turnover rates, to deepen the understanding of how employee saving programs impact corporate financial outcomes.) Keywords: Driver’s Savings; Net IncomeThis study investigates the impact of driver’s savings on the net income of PT Blue Bird Tbk for the period 2015–2024, excluding the COVID-19 pandemic period. Utilizing a quantitative approach, the study relies on secondary data from the company’s financial reports. Data analysis was conducted using a simple linear regression model after applying natural logarithmic transformation. The results indicate that driver’s savings have no significant influence on the company's net income, as evidenced by a significance value exceeding 5%. This suggests that the relatively small amount of driver’s savings does not substantially contribute to financial performance. Future researchers are encouraged to explore additional variables, such as employee turnover rates, to deepen the understanding of how employee saving programs impact corporate financial outcomes.

    The Service Process For Scholarship Benefit Claims At BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cempaka Mas Branch

    No full text
    This research investigates the service process for scholarship benefit claims under the Work Accident Insurance (JKK) and Death Security (JKM) programs at BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cempaka Mas Branch. Education is vital for national development, and ensuring continuous access, especially for children whose parents face social risks, is crucial. BPJS Ketenagakerjaan, as a state institution, provides comprehensive social protection, including scholarship benefits for children of participants who experience work accidents leading to death. This study aims to explain the scholarship claim procedure, identify the obstacles encountered, and present the solutions implemented to ensure timely and targeted disbursement of benefits. The findings provide insights into the administrative complexities and practical challenges, contributing to improvements in service quality and operational efficiency within the social security program

    Development of an Android Application for Monitoring the SMART Aquaponics System for Cultivating Catfish and Water Spinach Plants

    No full text
    Aquaponics is a combination of aquaculture systems in the form of fish and hydroponic cultivation in the form of plants. Catfish growth will be optimal in water conditions with a temperature of 26°C - 30°C and a water pH of 6 - 9. Therefore, monitoring aquaponic water quality is needed to improve fish and plant growth. To facilitate the monitoring of water quality and plant growth, an Android-based mobile application "My Aquaponic" was created. This Android application uses the Firebase database platform. The data values displayed on the application are water temperature, water pH, water level, plant height, fish feeding status, and visual plant images. Quality testing of the My Aquaponic application is based on the ISO 25010 standard and other tests, namely data value accuracy. In testing the accuracy of data values, aspects of functional suitability, portability, and compatibility get a percentage of 100% in the 'Very Feasible' category. Testing the performance efficiency aspect obtained an average CPU performance of 3.914% and an average memory usage of 246.276 KB. Testing usability aspects with the System Usability Scale (SUS) method gets an average SUS value of 86.5 and based on the SUS Score percentile rank table falls into the adjective rating category 'Excellent' with grade "B" and acceptability range "Acceptable".  Akuaponik merupakan penggabungan antara sistem budidaya akuakultur berupa ikan dengan budidaya hidroponik berupa tanaman. Pertumbuhan ikan lele akan optimal pada kondisi air dengan suhu 26°C - 30°C dan pH air 6 - 9. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan kualitas air akuaponik untuk meningkatkan pertumbuhan ikan dan tanaman. Untuk mempermudah pemantauan kualitas air dan pertumbuhan tanaman, maka dibuatlah aplikasi mobile berbasis Android “My Aquaponic”. Aplikasi Android ini menggunakan platform database Firebase. Nilai data yang ditampilkan pada aplikasi adalah suhu air, pH air, ketinggian air, tinggi tanaman status pemberian pakan ikan dan gambar tanaman secara visual. Pengujian kualitas aplikasi My Aquaponic berdasarkan pada standar ISO 25010 dan pengujian lain yaitu akurasi nilai data. Pada pengujian akurasi nilai data, aspek functional suitability, portability dan compatibility mendapatkan persentase 100% dengan kategori ‘Sangat Layak’. Pengujian aspek performance efficiency didapatkan rata-rata performansi CPU sebesar 3,914% dan rata-rata penggunaan memory sebesar 246,276 KB. Pengujian aspek usability dengan metode System Usability Scale (SUS) mendapatkan nilai rata-rata SUS sebesar 86,5 dan berdasarkan tabel SUS Score percentile rank masuk ke dalam kategori adjective rating ‘Excellent’ dengan grade “B” serta acceptability range “Acceptable”

    Pengukuran Ketepatan Penyajian Nilai Pendapatan Pada Laporan Keuangan Perusahaan Freight Forwarding : Studi Kasus PT XYZ

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ketepatan penyajian informasi pendapatan yang dilakukan oleh PT XYZ yang bergerak dibidang jasa freight forwarding. Perusahaan masih menerapkan PSAK 23, meskipun sejak 1 Januari 2020 standar tersebut telah resmi digantikan oleh PSAK 115. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi atas dokumen serta laporan keuangan PT XYZ pada tahun 2023. Hasil penelitian melalui analisis terhadap laporan keuangan tahun 2023, ditemukan adanya penyajian pendapatan berbasis estimasi (accrual revenue) yang belum mencerminkan kondisi aktual. Pendapatan dan biaya yang belum sepenuhnya terealisasi tetap diakui dalam laporan laba rugi, sehingga menimbulkan overstatement sebesar Rp2,44 miliar atau 12,13% dari gross profit. Temuan ini menunjukkan bahwa penyajian informasi pendapatan PT XYZ belum sepenuhnya akurat dan dapat berisiko menyesatkan pengguna laporan keuangan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan mengevaluasi kebijakan saat ini dan mempertimbangkan penerapan PSAK 115 untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Kata kunci:  Pendapatan, Pengakuan Pendapatan, Laporan Keuanga

    OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI UMKM BERBASIS FORECASTING PERMINTAAN DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING PADA UMKM CHARLIE RAJUT

    No full text
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) often face challenges in production planning due to fluctuating demand and limited production resources. Inaccurate production decisions may lead to overproduction, which increases inventory holding costs, or underproduction, which results in lost sales opportunities. UMKM Charlie Rajut, a craft-based manufacturing MSME, produces various knitted products with different raw material requirements, making production planning a complex decision-making process. This study aims to develop a demand-forecast-based production planning model using the Goal Programming approach to obtain an optimal and realistic production plan. Demand forecasting was conducted using the Least Square method based on historical monthly sales data. The forecasting results indicate that demand for the next month is 802 units, with an increasing trend reaching 887 units in the twelfth month. These forecast values are used as demand targets in the Goal Programming model for both single-period planning and a twelve-month planning horizon. The optimization model incorporates raw material capacity constraints and seeks to maximize profit while minimizing deviations from the demand target in the form of underproduction and overproduction. The model is solved using linear programming techniques with the assistance of Python and the PuLP library. The single-period optimization results show that the optimal production level reaches 647.75 units, with production focused on products that provide the highest profit contribution, generating a total profit of Rp13,557,237.5. In the twelve-month planning horizon, the optimal production level remains relatively constant at 647.75 units per month, while underproduction increases in line with rising forecast demand. These results indicate that resource capacity limitations constitute the main constraint in fulfilling market demand. Overall, the Goal Programming approach provides a more realistic and practical solution than exact demand models for MSME production planning. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi permasalahan dalam perencanaan produksi akibat fluktuasi permintaan dan keterbatasan sumber daya. Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah produksi dapat menyebabkan kelebihan produksi yang meningkatkan biaya persediaan atau kekurangan produksi yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model perencanaan produksi berbasis peramalan permintaan dengan menggunakan pendekatan Goal Programming pada UMKM Charlie Rajut.Peramalan permintaan dilakukan menggunakan metode Least Square berdasarkan data penjualan historis bulanan. Hasil peramalan menunjukkan bahwa permintaan satu bulan ke depan sebesar 802 unit, dengan tren meningkat hingga 887 unit pada bulan ke-12. Nilai peramalan tersebut digunakan sebagai target permintaan dalam model Goal Programming, baik untuk perencanaan satu periode maupun perencanaan produksi dengan horizon dua belas bulan. Model optimasi mempertimbangkan keterbatasan kapasitas bahan baku serta memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan deviasi terhadap target permintaan berupa kekurangan produksi (under production) dan kelebihan produksi (over production). Model diselesaikan menggunakan pendekatan linear programming dengan bantuan perangkat lunak Python dan library PuLP.Hasil optimasi satu periode menunjukkan bahwa total produksi optimal yang dapat dicapai sebesar 647,75 unit. Produksi difokuskan pada produk dengan kontribusi keuntungan tertinggi dan menghasilkan total keuntungan sebesar Rp13.557.237,5. Pada perencanaan dua belas bulan, total produksi optimal relatif konstan sebesar 647,75 unit per bulan, sementara under production meningkat seiring kenaikan permintaan hasil peramalan.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sering menghadapi permasalahan dalam perencanaan produksi akibat fluktuasi permintaan dan keterbatasan sumber daya. Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah produksi dapat menyebabkan kelebihan produksi yang meningkatkan biaya persediaan atau kekurangan produksi yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model perencanaan produksi berbasis peramalan permintaan dengan menggunakan pendekatan Goal Programming pada UMKM Charlie Rajut.Peramalan permintaan dilakukan menggunakan metode Least Square berdasarkan data penjualan historis bulanan. Hasil peramalan menunjukkan bahwa permintaan satu bulan ke depan sebesar 802 unit, dengan tren meningkat hingga 887 unit pada bulan ke-12. Nilai peramalan tersebut digunakan sebagai target permintaan dalam model Goal Programming, baik untuk perencanaan satu periode maupun perencanaan produksi dengan horizon dua belas bulan. Model optimasi mempertimbangkan keterbatasan kapasitas bahan baku serta memaksimalkan keuntungan dengan meminimalkan deviasi terhadap target permintaan berupa kekurangan produksi (under production) dan kelebihan produksi (over production). Model diselesaikan menggunakan pendekatan linear programming dengan bantuan perangkat lunak Python dan library PuLP.Hasil optimasi satu periode menunjukkan bahwa total produksi optimal yang dapat dicapai sebesar 647,75 unit. Produksi difokuskan pada produk dengan kontribusi keuntungan tertinggi dan menghasilkan total keuntungan sebesar Rp13.557.237,5. Pada perencanaan dua belas bulan, total produksi optimal relatif konstan sebesar 647,75 unit per bulan, sementara under production meningkat seiring kenaikan permintaan hasil peramala

    Analisis Strategi Customer Interaction Melalui Pre-Event Virtual dalam Pemasaran Trade Expo Indonesia 2024

    No full text
    This study analyzes the effectiveness of customer interaction strategies implemented during the virtual pre-event seminars of Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, with a focus on their contribution to enhancing trust and participation among international buyers. Employing a qualitative case study approach on the official organizer of TEI 2024, this research draws on data collected through participatory observation and documentation analysis of seminars targeting the Japanese, Dutch, and East African markets. The findings highlight that interaction models centered on direct dialogue with official government trade representatives—such as Trade Attachés and the Indonesian Trade Promotion Center (ITPC)—serve as a critical factor. This strategy achieved up to a 90% participation rate, demonstrating that interactive sessions, particularly discussions and Q&A segments, significantly reinforce buyer trust. Implicatively, the study suggests that pre-event virtual strategies emphasizing authoritative interaction may serve as an effective model for international B2B event marketing, functioning as a catalyst to foster engagement and convert audiences into exhibition participants.Penelitian ini menganalisis efektivitas strategi interaksi pelanggan (customer interaction) yang diimplementasikan dalam rangkaian seminar virtual pre-event Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, dengan fokus pada kontribusinya terhadap peningkatan kepercayaan dan partisipasi buyer internasional. Mengadopsi metode studi kasus kualitatif pada penyelenggara acara TEI 2024, penelitian ini memanfaatkan data dari observasi partisipatif dan analisis dokumentasi seminar yang menargetkan pasar Jepang, Belanda, dan Afrika Timur. Temuan utama menunjukkan bahwa model interaksi yang berpusat pada dialog langsung dengan perwakilan dagang resmi pemerintah seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC)menjadi faktor krusial. Strategi ini berhasil mencapai tingkat partisipasi hingga 90% dan membuktikan bahwa sesi interaktif, khususnya diskusi dan Tanya-Jawab (Q&A), secara signifikan memperkuat kepercayaan (trust) calon buyer. Secara implikatif, studi ini menyarankan bahwa strategi pre-event virtual yang mengedepankan interaksi otoritatif dapat menjadi model yang unggul untuk pemasaran acara B2B internasional, berfungsi sebagai katalisator efektif untuk membangun engagement dan mengkonversi audiens menjadi peserta pameran

    1,288

    full texts

    2,322

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇