Jurnal Politeknik Negeri Jakarta
Not a member yet
2322 research outputs found
Sort by
Optimasi Desain Jig Untuk Check Hole Pada Komponen Dudukan Shockbreaker Mobil
Perusahaan manufaktur sangat membutuhkan perangkat untuk pengecekkan hasil produksi, perangkat tersebut dinamakan dengan JIG, JIG sendiri merupakan sebuah tatakan. Apabila barang produksi akan disambung maka dibutuhkan JIG untuk metata hasil produksi, namun pada penelitian ini JIG dibutuhkan untuk proses pengecekkan hole hasil produksi dudukan shockbreaker. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan optimasi desain JIG agar dilakukan pengecekkan suaian lubang duduk shockbreaker dan datum pada JIG. Urgensi penelitian ini adalah pentingnya optimasi agar produk dapat dilakukan pengecekkan yang sesuai dengan JIG yang akan digunakan sebagai alat pengecekkan. Metode penelitian yaitu melakukan pengukuran dudukan shockbreaker pada 4 bagian lubang menggunakan mistar mm dan jangka sorong digital, setelahnya dilakukan proses desain CAD. Selanjutnya pemilihan material, material yang digunakan adalah S45C. Proses manufaktur menggunakan CNC. Hasil penelitian menunjukkan pada lubang 1 tidak ada toleransi, pada lubang 2 P = +0,02 mm dan L = +0,03 mm, pada lubang 3, D = -2 mm dan pada lubang 4 P = +0,025 mm L = -0,03 mm. Penentuan toleransi tersebut agar datum untuk check hole pada dudukan suaian pas. Penelitian ini mengacu pada penelitian Abdullah et.al yang berjudul Computer-Aided Design of Traditional Jigs and Fixtures yaitu pentingnya nilai toleransi untuk medapatkan suaian hasil pembuatan JIG.Jig atau tatakan merupakan sebuah dudukan yang digunakan untuk membatu proses manufaktur dari sebuah proses, dengan adanya jig maka semua komponen dapat dipasangkan unntuk membantu suatu kerjaan proses produksi, saat ini penggunaan jig sangat membantu bagi perusahaan produksi, latar belakang dari penelitian ini membahas optimasi desain dan pembuatan jig dalam proses pengecekkan lubang pada sparepart dudukan shockbreaker dari salah satu mobil, permasalahan yang timbul adalah dalam proses pengecekkan lubang pada dudukan shockbreaker mobil memakan waktu yang lama karena terdapat 4 lubang dalam satu komponen. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah merancan jig check hole untuk komponen dudukan shockbreaker dari sebuah mobil agar dapat mempersingkat waktu dalam proses pengecekkan hasil proses produksi dudukan shockbreaker mobil. Metode yang digunakan yaitu pengukuran, perancangan, pembuatan dan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan ke empat titik kritis pengukuran maka pada titik 1toleransi hanya ditetapkan D = 0 mm, titik ke 2 toleransi yang diterapkan sebesar P = +0,02 mm L = +0,03 mm, titik ke 3 sebesar D = -2 mm dan titik ke 4 menunjukkan nilai toleransi sebesar P = +0,025 mm L = -0,03 mm. Toleransi tersebut diterapkan agar datum yang dirancang dapat masuk ke lubang dudukan shockbreaker pada saat proses QC
Analisis Perubahan Waktu dan Tekanan Injeksi terhadap Massa dan Kualitas Produk pada Proses Injection Moulding
The plastic injection moulding process is a dominant manufacturing method for producing high-precision components. Final product quality is highly dependent on process parameters, particularly injection time and injection pressure. This study aims to quantitatively analyze the influence of these parameters on product weight and quality, specifically in mitigating common defects such as shrinkage and short shots. Utilizing polypropylene material, a factorial experimental design was implemented by varying injection time 3,5 s, 4 s, 4,5 s and pressure 36 bar, 37 bar, 38 bar. Each parameter combination was replicated five times to ensure data validity. Product weight was measured using a digital scale, and visual quality was manually evaluated. The findings indicate that increases in injection time and pressure significantly enhanced product weight and reduced defects. An optimal combination of a 4 s injection time and 37 bar pressure was identified, yielding products with consistent weight and superior visual quality. These results offer practical guidance for optimizing production processes and improving efficiency.
Keywords: Injection Moulding, Injection Time, Injection Pressure, Product Quality.Proses cetak injeksi plastik merupakan metode manufaktur yang dominan untuk memproduksi komponen presisi tinggi. Kualitas produk akhir sangat bergantung pada parameter proses, terutama waktu injeksi dan tekanan injeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh kedua parameter tersebut terhadap berat dan kualitas produk, khususnya dalam mengurangi cacat umum seperti penyusutan (shrinkage) dan pengisian kurang (short shot). Menggunakan material polipropilena, serangkaian eksperimen faktorial dilakukan dengan memvariasikan waktu injeksi 3,5 s, 4 s, 4,5 s dan tekanan injeksi 36 bar, 37 bar, 38 bar. Setiap kombinasi diulang tiga kali untuk memastikan validitas data. Berat produk diukur menggunakan timbangan digital dan kualitas visual dievaluasi secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu dan tekanan injeksi secara signifikan meningkatkan berat produk dan mengurangi cacat. Kombinasi optimal ditemukan pada waktu injeksi 4 s dan tekanan 37 bar, yang menghasilkan produk dengan berat konsisten dan kualitas visual superior. Temuan ini memberikan panduan praktis untuk mengoptimalkan proses produksi dan meningkatkan efisiensi.
Kata-kata kunci: Cetak Injeksi, Waktu Injeksi, Tekanan Injeksi, Kualitas Produk
Analisis Pengaruh Campuran Biodiesel terhadap Performa dan Emisi Gas Buang Mesin Diesel Common-Rail
This study aims to analyze the effect of biodiesel blend variations on the performance and exhaust emission characteristics of a diesel engine equipped with a Common-Rail Direct Injection (CRDI) system. The experimental tests were conducted using two types of fuel, namely B50 (50% biodiesel and 50% diesel) and B100 (pure biodiesel). The evaluated parameters included fuel consumption (FC), specific fuel consumption (SFC), and exhaust emissions consisting of CO, CO₂, NO, NOₓ, O₂, and SO₂. Tests were performed at three engine speeds (800, 1000, and 1500 rpm) and three electrical load levels (600 W, 1000 W, and 2000 W). The results showed that both FC and SFC increased with higher engine speed and load, where the average SFC of B100 was 5–15% higher than that of B50 due to the lower calorific value of biodiesel. In terms of emissions, the use of B100 reduced CO concentration by up to 10% compared to B50, while NOₓ emissions increased by approximately 15–25% at higher speeds. SO₂ emissions were recorded at 0 ppm under all test conditions, indicating that biodiesel is sulfur-free. These findings confirm that pure biodiesel can be effectively utilized in modern diesel engines with common-rail injection systems, providing good combustion efficiency and contributing to the reduction of exhaust gas emissions.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi campuran biodiesel terhadap performa dan karakteristik emisi gas buang mesin diesel sistem Common-Rail Direct Injection (CRDI). Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan dua jenis bahan bakar, yaitu B50 (50% biodiesel dan 50% solar) dan B100 (biodiesel murni). Parameter yang diamati meliputi konsumsi bahan bakar (Fuel Consumption, FC), konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption, SFC), serta emisi gas buang yang terdiri dari CO, CO₂, NO, NOₓ, O₂, dan SO₂. Pengujian dilakukan pada tiga tingkat putaran mesin (800, 1000, dan 1500 rpm) dan tiga beban listrik (600 W, 1000 W, dan 2000 W). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai FC dan SFC meningkat seiring dengan kenaikan beban dan putaran mesin, dengan SFC B100 rata-rata 5–15% lebih tinggi dibandingkan B50 akibat nilai kalor biodiesel yang lebih rendah. Dari sisi emisi, penggunaan B100 menurunkan kadar CO hingga 10% dibandingkan B50, sedangkan emisi NOₓ meningkat sekitar 15–25% pada putaran tinggi. Emisi SO₂ tercatat nol (0 ppm) pada seluruh kondisi uji, menandakan bahwa biodiesel tidak menghasilkan emisi berbasis sulfur. Hasil ini menunjukkan bahwa biodiesel murni masih dapat digunakan secara efektif pada mesin diesel modern dengan sistem injeksi common-rail, memberikan efisiensi pembakaran yang baik serta mendukung pengurangan emisi gas buang
ANALYSIS OF THE READABILITY OF NOUN PHRASE TRANSLATION IN INDONESIAN CONSTITUTIONAL COURT NEWS
This study aims to examine the types of noun phrases in the form of election term collocations and evaluate the readability of their translations in institutional news texts from the Constitutional Court of the Republic of Indonesia. The noun phrases that are the subject of this study are classified into three types, namely, modificative, coordinative, and appositive noun phrases, based on Widjono's theory (2005). Electoral term collocations in the form of noun phrases such as election results, election stages, and electoral districts have specific structures and meanings, so their translation requires accuracy of meaning and ease of understanding in the target language. This study uses a qualitative descriptive approach with content analysis techniques and the distribution of readability questionnaires to 25 respondents. Data were collected from 12 online news articles from the Indonesian Constitutional Court discussing disputes over the 2024 election results, with a total of 80 noun phrases. The results show that the most dominant type of noun phrase is the modificative noun phrase. Additionally, most translations of these noun phrases are considered easy to understand by the target readers, with an average readability score of 2.77 on a scale of 3. These findings indicate that the translation of noun phrases in institutional texts has achieved a good level of readability, although there are still some noun phrases that could be confusing if not adapted to internationally recognized equivalents
Optimalisasi Energi Surya Pada Hidroponik Mekartani Berbasis Iot untuk Keberlanjutan Ekonomi dan Lingkungan
The Mekartani Community faces two major challenges in managing its hydroponic garden, the high electricity costs for operating the Internet of Things (IoT)-based system and the discontinuation of internet connectivity support from the local government, which has rendered the automation system unable to function optimally. This community service program was implemented to support the adoption of renewable energy through the installation of a Solar Power Plant (PLTS) system integrated with an Internet of Things (IoT)- based hydroponic unit at the Mekartani Community Hydroponic Garden, RW 016, Mekarjaya Village, Depok. The activities began with coordination with the RW and Village Team, inspection of existing components, and updating the IoT-based monitoring system. By installing mobile Wi-Fi devices and IoT- based power meters, electricity consumption was monitored for one month to determine the appropriate energy requirements, averaging 3.6 kWh per day. The installation of solar panels and improvement of the IoT-based monitoring system was carried out by the Energy Conversion Engineering Technology Lecturers Team from PNJ, along with PNJ students. Operational and maintenance training on the PLTS and IoT hydroponic system was provided to the community to ensure system sustainability. Survey results indicated that more than 90% of the partners experienced benefits from this program, in terms of ease of maintenance and hydroponic monitoring, supporting both environmental sustainability and the community’s economy.
Keywords, Hydroponics, Solar Panels, Control System, Monitoring, Mekartani Community
Abstrak
Komunitas Mekartani menghadapi dua kendala utama dalam pengelolaan kebun hidroponik, yaitu tingginya biaya listrik untuk operasional sistem berbasis Internet of Things (IoT) dan terhentinya dukungan koneksi internet dari pemerintah daerah, sehingga sistem otomatisasi tidak dapat berfungsi optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung penerapan energi terbarukan melalui pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan unit hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) di Kebun Hidroponik Komunitas Mekartani, RW 016, Kelurahan Mekarjaya, Depok. Kegiatan ini dimulai dengan koordinasi bersama Tim RW dan Kelurahan, pengecekan komponen yang ada, serta pembaruan sistem monitoring berbasis IoT. Dengan pemasangan perangkat mobile Wi-Fi dan power meter berbasis IoT, konsumsi listrik dipantau selama satu bulan untuk menentukan kebutuhan energi yang tepat, yaitu rata-rata 3,6 kWh per hari. Pemasangan panel surya dan penyempurnaan sistem monitoring berbasis IoT dilakukan oleh Tim Dosen Teknologi Rekayasa Konversi Energi PNJ bersama mahasiswa PNJ. Pelatihan operasional dan pemeliharaan PLTS serta sistem IoT hidroponik diberikan kepada komunitas untuk memastikan keberlanjutan sistem. Hasil survei menunjukkan bahwa lebih dari 90% mitra merasakan manfaat dari kegiatan ini, baik dari segi kemudahan perawatan maupun monitoring hidroponik, yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi komunitas.
Kata kunci, Hidroponik, Panel Surya, Sistem Kendali, Monitoring, Komunitas Mekartani
Analisis Pengaruh Pola Pengoperasian Motor Circulating Water Pump pada Kondensor PLTU PT. X
Motor Circulating Water Pump (CWP) digunakan untuk memompa air pendingin yang digunakan dalam sistem pendingin pada kondensor. PT. X mempunyai 6 motor CWP yang beroperasi selama 24 jam, sehingga tidak ada motor CWP cadangan jika terjadi kerusakan pada salah satu motor CWP. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengurangan pengoperasian motor CWP menjadi 5 motor CWP dan menganalisa dampaknya terhadap terhadap kinerja kondensor. Data yang dikumpulkan adalah daya pengoperasian motor CWP, suhu outlet sistem pendingin, serta kevakuman kondensor. Data yang dikumpulkan dibandingkan dengan spesifikasi motor CWP dan sistem pendingin. Hasil analisa menunjukkan bahwa konsumsi daya pada pola pengoperasian 5 motor CWP lebih kecil dari daya pada operasi 6 motor CWP. Selisih biaya dalam pengoperasian 5 dan 6 CWP sebesar Rp 1.508.907.008,-. Pengoperasian 5 motor CWP tidak menurunkan performa sistem pendingin karena kevakuman kondensor masih dalam batas aman yaitu -93,7245 kPa. Pengoperasian 5 buah motor CWP menghasilkan suhu outlet kondensor maksimum 34,76 ℃, di bawah suhu tertinggi pada saat pengoperasian 6 motor CWP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoperasian 5 motor CWP merupakan pilihan yang lebih baik karena terdapat cadangan motor CWP jika sewaktu-waktu terdapat kerusakan pada salah satu motor CWP.Motor Circulating Water Pump (CWP) digunakan untuk memompa air pendingin yang digunakan dalam sistem pendingin pada kondensor. PT. X mempunyai 6 motor CWP yang beroperasi selama 24 jam, sehingga tidak ada motor CWP cadangan jika terjadi kerusakan pada salah satu motor CWP. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengurangan pengoperasian motor CWP menjadi 5 motor CWP dan menganalisa dampaknya terhadap terhadap kinerja kondensor. Data yang dikumpulkan adalah daya pengoperasian motor CWP, suhu outlet sistem pendingin, serta kevakuman kondensor. Data yang dikumpulkan dibandingkan dengan spesifikasi motor CWP dan sistem pendingin. Hasil analisa menunjukkan bahwa konsumsi daya pada pola pengoperasian 5 motor CWP lebih kecil dari daya pada operasi 6 motor CWP. Selisih biaya dalam pengoperasian 5 dan 6 CWP sebesar Rp 1.508.907.008,-. Pengoperasian 5 motor CWP tidak menurunkan performa sistem pendingin karena kevakuman kondensor masih dalam batas aman yaitu -93,7245 kPa. Pengoperasian 5 buah motor CWP menghasilkan suhu outlet kondensor maksimum 34,76 ℃, di bawah suhu tertinggi pada saat pengoperasian 6 motor CWP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoperasian 5 motor CWP merupakan pilihan yang lebih baik karena terdapat cadangan motor CWP jika sewaktu-waktu terdapat kerusakan pada salah satu motor CWP
SEBERAPA PENTINGNYA KEPUASAN DAN KUALITAS UNTUK MENCAPAI LOYALITAS DALAM BISNIS LAUNDRY?
A positive development for a thriving market competition is the escalating level of competition in the laundry industry. Enhancements in the characteristics of service quality are crucial for providing novel client experiences and fostering loyalty. Hence, The aim of this study is to analyze the influence of service quality and customer satisfaction on customer loyalty in the laundry industry establishments located in the Bandung City region. The quantitative analysis method will be employed to collect data, which will be done by distributing questionnaires to active consumers of laundry businesses. The questionnaire encompasses factors such as service quality perception, satisfaction level, degree of loyalty, and customer demographic information. A significant positive influence of customer satisfaction and service quality on customer loyalty was revealed by the multiple linear regression analysis results. These findings provide significant insights for laundry firms aiming to enhance service quality and client satisfaction in order to boost customer loyalty. This contributes to the development of business actors and research- management.Pengembangan yang positif untuk persaingan pasar berkembang adalah meningkatnya tingkat persaingan dalam industri laundry. Peningkatan karakteristik kualitas layanan sangat penting untuk memberikan pengalaman baru kepada pelanggan dan menumbuhkan loyalitas. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan industri laundry yang berada di wilayah Kota Bandung. Metode analisis kuantitatif akan digunakan untuk mengumpulkan data, yang akan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen aktif bisnis laundry. Kuesioner mencakup faktor-faktor seperti persepsi kualitas layanan, tingkat kepuasan, tingkat loyalitas, dan informasi demografis pelanggan. Pengaruh positif yang signifikan dari kepuasan pelanggan dan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan terungkap dari hasil analisis regresi linier berganda. Temuan ini memberikan wawasan yang signifikan bagi perusahaan laundry yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Hal ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pelaku bisnis dan manajemen penelitian
Analisis Efisiensi dan Daya Output Operasional PLTS Atap (Studi Kasus Pada SMK Negeri 3 Kupang)
Penerapan PLTS Atap On-Grid 25 kWp di SMK Negeri 3 Kupang diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah ketergantungan pada energi konvensional dan mengurangi biaya operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan daya output operasional pada PLTS Atap. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan, guna mengumpulkan data primer terkait arus dan tegangan pada inverter, MDP dan LVMDP. Sedangkan data intensitas radiasi matahari, suhu, dan kelembapan diperoleh dari Global Solar Atlas dan PVSyst dengan memasukan titik koordinat lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan selama 7 hari berturut-turut mulai pukul 06:00-18:00 WITA. Hasil penelitian menunjukan efisiensi pada PLTS Atap di SMK Negeri 3 Kupang maksimum terjadi pada hari Sabtu dengan rata-rata 86,96% dan minimum terjadi pada hari Jumat dengan rata-rata sebesar 28,12%. Sedangkan penghematan maksimum terjadi pada hari Minggu sebesar 40,71 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 37.652,29 dan minimum pada hari Selasa sebesar 8,61 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 7.960,13.Penerapan PLTS Atap On-Grid 25 kWp di SMK Negeri 3 Kupang diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah ketergantungan pada energi konvensional dan mengurangi biaya operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan daya output operasional pada PLTS Atap. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan, guna mengumpulkan data primer terkait arus dan tegangan pada inverter, MDP dan LVMDP. Sedangkan data intensitas radiasi matahari, suhu, dan kelembapan diperoleh dari Global Solar Atlas dan PVSyst dengan memasukan titik koordinat lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan selama 7 hari berturut-turut mulai pukul 06:00-18:00 WITA. Hasil penelitian menunjukan efisiensi pada PLTS Atap di SMK Negeri 3 Kupang maksimum terjadi pada hari Sabtu dengan rata-rata 86,96% dan minimum terjadi pada hari Jumat dengan rata-rata sebesar 28,12%. Sedangkan penghematan maksimum terjadi pada hari Minggu sebesar 40,71 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 37.652,29 dan minimum pada hari Selasa sebesar 8,61 kWh jika dirupiahkan sebesar Rp 7.960,13
QoS Analysis on Video Streaming Service Traffic using OSPF Protocol
The demand for video streaming services is constantly increasing, which requires reliable network performance with high Quality of Service (QoS). One of the solutions to improve network performance and guarantee QoS is to implement Multiprotocol Label Switching (MPLS). This research aims to analyze and compare the performance of non-MPLS and MPLS virtual IP networks on video streaming traffic. The research method is conducted through experiments by implementing two routing scenarios, namely non-MPLS networks that implement the Open Shortest Path First (OSPF) protocol and MPLS networks that implement OSPF with the addition of MPLS mechanisms. Tests were conducted using iPerf3 to measure UDP and TCP traffic (upload and download). In addition, QoS parameter analysis was conducted using Wireshark software on video streaming services with 360p, 480p, and 720p resolutions. The results show that MPLS networks can increase throughput, reduce delay and jitter, and reduce packet loss, especially at higher video resolutions. Video with 720p resolution experienced the most significant improvement, namely the throughput value increased by 40.73%, while delay and jitter decreased by 29.40% and 30.28%, and no packet loss was found. This shows that MPLS performance can provide better data transmission for real-time multimedia services such as video streaming.
Permintaan terhadap layanan video streaming terus meningkat, sehingga diperlukan kinerja jaringan yang andal dengan kualitas layanan Quality of Service (QoS) yang tinggi. Salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja jaringan dan menjamin QoS adalah dengan menerapkan Multiprotocol Label Switching (MPLS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja jaringan IP virtual non-MPLS dan MPLS terhadap trafik video streaming. Metode penelitian dilakukan melalui eksperimen dengan menerapkan dua skenario routing, yaitu jaringan non-MPLS yang menerapkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) dan jaringan MPLS yang menerapkan OSPF dengan penambahan mekanisme MPLS. Pengujian dilakukan menggunakan iPerf3 untuk mengukur trafik UDP dan TCP (upload dan download). Selain itu dilakukan analisis parameter QoS dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark pada layanan video streaming dengan resolusi 360p, 480p, dan 720p. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan MPLS dapat meningkatkan throughput, mengurangi delay dan jitter, serta mengurangi packet loss, terutama pada resolusi video yang lebih tinggi. Video dengan resolusi 720p mengalami peningkatan yang paling signifikan, yaitu nilai throughput meningkat sebesar 40,73%, sementara delay dan jitter menurun sebesar 29,40% dan 30,28%, serta tidak tidak ditemukan packet loss. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja MPLS dapat memberikan transmisi data yang lebih baik untuk layanan multimedia real-time seperti video streaming
The ANALISIS PERBANDINGAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN SHEET PILE
Natural disasters are recurring challenges experienced by countries worldwide, including Indonesia. One of the most common natural disasters in Indonesia is landslides, which frequently occur in various regions each year. Soil plays a critical role in construction, as stable and strong soil conditions are essential for structural integrity. However, poor soil conditions are often encountered, particularly on sloped terrain, increasing the risk of landslides. This study aims to analyze the Safety Factor (SF) of a slope using software based on the Limit Equilibrium Method (LEM). The SF value serves as a reference for further analysis; when SF < 1, reinforcement is required to support the applied loads. The slope stability analysis in this study yielded an SF value of 0.52. Based on this result, two reinforcement methods were evaluated: Retaining Wall and Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP). The analysis indicated that the Retaining Wall failed to adequately support the slope. In contrast, the CCSP reinforcement provided sufficient stability, with a Safety Factor of 1.587. Therefore, the Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) is recommended as a safe and effective slope reinforcement solution.Bencana alam merupakan permasalahan yang sering terjadi di setiap negara di bumi ini, seperti yang terjadi di negara Indonesia. Salah satu bencana alam yang sering terjadi adalah tanah longsor, tanah longsor sering terjadi di wilayah Indonesia dari tahun ke tahun. Tanah memerankan peranan yang sangat vital di dalam suatu konstruksi bangunan. Kondisi tanah yang stabil dan kuat sangat diperlukan di dalam konstruksi, namun sering sekali ditemukan kondisi lahan dengan tanah yang kurang baik. Hal ini menyebabkan terjadinya bencana alam longsor, khususnya pada lahan di wilayah lereng. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis nilai Safety Factor (SF) suatu lereng dengan menggunakan software berbasis metode Limit Equilibrium Method (LEM). Nilai SF ini yang akan dijadikan acuan sebagai analisis lanjutan, apabila SF < 1 maka perlu adanya suatu perkuatan untuk menahan beban yang terjadi. Hasil dari analisis stabilitas lereng ini menghasilkan SF sebesar 0,52. Berdasarkan hasil stabilitas lereng tersebut digunakan dua perkkuatan sebagai perbandingan yaitu dengan menggunakan perkuatan Dinding Penahan Tanah dan Sheet Pile tipe Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP). Hasil dari analisis dihasilkan bahwa Dinding Penahan Tanah mengalami kegagalan sehingga tidak mampu menahan timbunan/ lereng tersebut. Sedangkan untuk perkuatan dengan menggunakan Sheet Pile cukup aman dengan nilai Safety Factor sebesar 1,587. Sehingga dari perkuatan yang cukup aman dapat digunakan yaitu menggunakan metode perkuatan sheet pile tipe Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP)