Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
EDUKASI KESELAMATAN PERKERETAAPIAN SEJAK DINI KEPADA MURID TK DAN SD DI TULUNGAGUNG
Safety is still the main menu in the implementation of transportation in Indonesia. It is the 11th goal of the Sustainable Development Goals (SDGs). In reality, this safety has not been fully achieved. Accidents still occur frequently in air, sea, land and rail transportation modes. Accidents at railroad crossings are still common, even involving young children.
To mitigate this, the government is making efforts to improve safety at level crossings with several approaches, one of which is infrastructure development. This must also be supported by awareness and understanding of safety in transportation, especially trains. Not all people understand how to act safely at the station, inside the train, and at the crossing. For this reason, a comprehensive socialization of the railway safety campaign is needed to all levels of society.
From the findings in the field, the understanding of teachers and kindergarten and elementary school students participating in education on railway safety both at the station, inside the train, and at level crossings based on the pre-test results is not too broad. Elementary school teachers had the highest average score of 60. In contrast, kindergarten students had the lowest average score of 12.72. In fact, many kindergarten children have never ridden a train. In addition, the impact of education on children\u27s understanding of railroad safety both at the station, in the train, and at level crossings is very significant. The results of testing the difference in the average pre-test and post-test scores of participants with a paired T test showed that the test scores were different before and after education. So it can be concluded that education has an impact on the level of understanding of the participants.Keselamatan masih menjadi menu utama dalam penyelenggaraan transportasi di Indonesia. Menjadi tujuan ke-11 Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam realitanya, keselamatan ini belum sepenuhnya tercapai. Masih sering terjadi kecelakaan baik pada moda transportasi udara, laut, darat, dan perkeretaapian. Kecelakaan di palang pintu perlintasan kereta api masih sering terjadi bahkan melibatkan anak-anak kecil yang masih berusia belia.
Untuk memitigasi hal tersebut, pemerintah melakukan upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang dengan beberapa pendekatan salah satunya pembangunan infrastruktur. Hal ini juga harus didukung kesadaran dan pemahaman tentang keselamatan dalam bertransportasi khususnya kereta api. Belum semua masyarakat memahami bagaimana seharusnya bertindak aman saat di stasiun, di dalam kereta, serta di pintu perlintasan. Untuk itu perlu sosialisasi yang menyeluruh tentang kampanye keselamatan perkeretaapian ke seluruh lapisan masyarakat.
Dari hasil temuan di lapangan, pemahaman para guru dan murid TK maupun SD peserta edukasi mengenai keselamatan perkeretaapian baik di stasiun, dalam kereta, maupun di perlintasan sebidang berdasarkan hasil pre test belum terlalu luas. Guru SD memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 60. Sebaliknya murid TK memiliki nilai rata-rata terendah yaitu 12,72. Bahkan banyak anak TK yang belum pernah naik kereta. Selain itu dampak edukasi terhadap pemahaman para anak-anak mengenai keselamatan perkeretaapian baik di stasiun, dalam kereta, maupun di perlintasan sebidang sangat signifikan. Hasil pengujian beda rata-rata nilai pre test dan post test peserta dengan uji T berpasangan menunjukkan bahwa nilai test berbeda sebelum dan sesudah edukasi. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa edukasi berdampak pada tingkat pemahaman para peserta.  
EDUKASI PENGENALAN INOVASI PELAYANAN KERETA API
In pace with technology advancements, Indonesian railway construction is occurring quite quickly. To meet the community\u27s demands for transportation services that are cozy, convenient, safe, and reasonably priced, a number of improvements have been made. Every level of society should benefit from the advancement of railroad technology. These include an online ticket purchasing system, various types of train services, and service facilities at stations. This progress should be known to the wider community so that it can further increase their understanding and desire to use rail transportation. One of the initiatives was reaching out to students at SMP Negeri I Maospati to inform them about new railway service improvements, cultivate their admiration of trains, and spark their curiosity in learning more about train transportation. The students incredibly active and enthusiastic engagement in this activity shows that the socializing strategy has been carried out satisfactorily.Perkembangan perkeretaapian Indonesia sangat pesat dan mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Berbagai inovasi dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat akan pelayanan transportasi yang nyaman, mudah, aman dan tarif yang terjangkau. Perkembangan teknologi perkeretaapian ditujukan untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Termasuk diantaranya adalah sistem pembelian tiket secara online, variasi jenis layanan kereta dan fasilitas layanan di stasiun. Kemajuan ini seyogyanya dapat diketahui oleh masyarakat luas sehingga dapat lebih meningkatkan pemahaman dan keinginan mereka untuk menggunakan transportasi kereta api. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan sosialisasi kepada siswa SMP Negeri I Maospati, dengan tujuan untuk mengedukasi tentang inovasi pelayanan kereta api saat ini, menumbuhkan rasa kecintaan terhadap kereta api serta menarik minat para siswa untuk mengetahui dan mendapatkan pengetahuan tentang transpotasi kereta api. Pelaksanaan sosialisasi ini memberikan hasil yang positif ditunjukkan dengan partisipasi para siswa sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. 
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN ANALISIS DATA PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN SPSS UNTUK SIVITAS AKADEMIKA PVTO UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI
Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan dan penelitian di bidang pendidikan membantu krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam digital era, teknik analisis data dengan SPSS membantu standar, tetapi belum penelitian yang diterapkan dan pendampingan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan analisis data penelitian bidang pendidikan menggunakan SPSS untuk sivitas akademika PVTO di Universitas Bhinneka PGRI. Pelatihan intensif dan interaktif akan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam analisis data penelitian menggunakan SPSS. Pendampingan intensif akan membantu peserta menerapkan teknik analisis data dengan SPSS pada hasil olah data mereka dan menghasilkan temuan yang signifikan. Proses pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pengantar, proses pendampingan dan penugasan, serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan delapan instrument yang menjadi acuan, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan pendampingan ini sangat diperlukan dan materi yang disampaikan berhasil meningkatkan pemahaman para peserta. Selain itu, para peserta juga memberikan umpan balik positif terkait dengan metode pengajaran yang digunakan dan kualitas materi yang disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan ini tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman para peserta, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang positif bagi mereka
PEMBUATAN DAN PEMASANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BAGI MASYARAKAT SEKITAR POLITEKNIK PERKERETAAPIAN INDONESIA MADIUN
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di sekitar Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dengan judul “Pembuatan dan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya bagi masyarakat sekitar Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun” bertujuan untuk Membuat, merakit, dan memasang pembangkit listrik tenaga surya dengan panel supaya objek pengabdian masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari sebagai penjual warung makan kecil, serta menghemat energi. Pada kegiatan ini diharapkan supaya objek pengabdian masyarakat (yaitu pemilik warung makan-Bu Legi) dapat dengan mudah menyalakan listrik sebagai penerang warung. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, tim terlebih dahulu survei lokasi yang akan dituju, kemudian memberikan surat ijin resmi. Sebelumnya, seluruh tim menyiapkan bahan dan materi yang akan dirakit dan dipasang. Pada saat pelaksanaan, tim langsung memasang hasil rakit panel surya di sebelah utara warung. Kegiatan pembuatan dan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya berjalan dengan lancar, berhasil, serta seluruh tim dan objek pengabdian masyarakat datang dan berterimakasih
SOSIALISASI KONSEP RUMAH TINGGAL HEMAT ENERGI
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di perumahan Puro Asri Sragen dengan judul “Sosialisasi Konsep Rumah Tinggal Hemat Energi” bertujuan untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengerti pentingnya hemat energy bagi hunian untuk tempat tinggal serta menginformasikan cara/langkah yang dilakukan dalam upaya pelaksanaan hemat energi. Pada kegiatan ini diharapkan supaya masyarakat dapat menangkap materi-materi dan melaksanakan program hemat eenergi rumah tinggal, dengan upaya adanya persiapan materi yang ringkas dan jelas, didukung dengan SDM yang berkualitas karena merupakan dosen Teknik sipil murni. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, tim terlebih dahulu survei lokasi yang akan dituju, kemudian memberikan surat ijin resmi. Sebelumnya, seluruh tim menyiapkan bahan dan materi yang akan diberikan dalam bentuk buku. Pada saat pelaksanaan, tim memberikan informasi ilmu dasar mengenai definisi hemat energy hingga cara/langkah merealisasikan tujuan hemat energy pada masing-masing rumah tinggal. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, seluruh peserta antusias mendengarkan sosialisasi serta memberikan respon aktif. Buku materi diterima oleh seluruh peserta, dan ada satu peserta yang telah melaksanakan seluruh rangkaian konsep rumah tinggal hemat energi sehingga tim memberikan pernghargaan/apresiasi. Setelah selesai dilakssanakan sosialisasi, seluruh peserta memahami konsep yang benar mengenai rumah tinggal hemat energi, dan berkomitmen untuk melakukan serta sharring knowledge kepada masyarakat sekitar
EVALUASI IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK
The purpose of this community service activity is to improve student skills relatedto the application of occupational safety and health in the field of weldingengineering. Implementation activities are carried out using face-to-facemethods, simulations and direct field work practices. This activity was attendedby 24 participants from Vocational High Schools (SMK). The activity was carriedout at the Madiun Indonesian Railways Polytechnic Workshop and Workshopand BLK. Evaluation of learning activities is carried out using the Kirkpatrick FourLevel method. The results of this activity can increase participants\u27understanding of welding safety and health.
Keywords: Occupational Health & Safety, Welding, Kirkpatrick Four LevelsTujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untukmeningkatkan keahlian siswa terkait penerapan keselamatan dan Kesehatankerja pada bidang teknik pengelasan. Kegiatan implementasi dilaksanakandengan metode tatap muka, simulasi dan praktik kerja lapangan secaralangsung. Pada kegiatan ini diikuti oleh peserta berjumlah 24 Peserta dariSekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan dilaksanakan di Bengkel danWorkshop Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dan Balai Latihan Kerja(BLK) Madiun. Evaluasi pada kegiatan pembelajaran dilakukan denganmetode Kirkpatrick Empat Level. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkanpemahaman peseta terhadap keselamatan dan Kesehatan kerjapengelasan.
Kata Kunci: Keselamatan & Kesehatan Kerja, Pengelasan, Kirkpatrick EmpatLeve
PELATIHAN PENGUKURAN JALAN REL MENGGUNAKAN MESSREG CDM DI BALAI PERAWATAN PERKERETAAPIAN
Community service activities are carried out by providing training to Railway Maintenance Center employees in using the Messreg CDM which is used to measure the width of railroad tracks and obtain other parameters, such as elevation, widening, twist, back-to-back distance and several other parameters. Training activities are carried out by providing class material regarding the components/parts of the Messreg CDM measuring instrument, and how to download measurement results and analyze and compare them with applicable standards. Next is the practice of measuring in the field, which is carried out on train tracks in the Railway Maintenance Center workshop. The practice here is carried out so that participants understand more about the Messreg CDM measuring instrument because they learn how to assemble it, set up a laptop, carry out measurements and troubleshoot problems that might occur. After the training, the Railway Maintenance Center employees who took part in the training showed increased ability, both in operating and analyzing data obtained from measurement results. This will of course support the implementation of the duties and functions of the Railway Maintenance CenterKegiatan pengabdian kepada mayarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada pegawai Balai Perawatan Perkeretaapian dalam menggunakan Messreg CDM yang digunakan untuk mengukur lebar jalan rel serta mendapatkan parameter lain, seperti peninggian, pelebaran, skilu, back-to-back distance serta beberapa parameter lain. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan memberikan materi dikelas yaitu mengenai komponen/bagian dari alat ukur Messreg CDM, dan bagaimana mendownload hasil pengukuran serta menganalisis dan dibandingkan dengan standar yang berlaku. Berikutnya adalah praktik pengukuran dilapangan, yang dilakukan di jalur kereta yang terdapat di workshop Balai Perawatan Perkeretaapian. Praktik disini dilakukan agar peserta lebi memahami alat ukur Messreg CDM karena mempelajari bagaimana merakit, setting laptop, melakukan pengkuran dan troubleshot yang kemungkinan terjadi. Setelah dilakukan pelatihan, pegawai Balai Perawatan Perkeretaapian yang mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan, baik itu dalam mengoperasikan maupun menganalisis data yang didapatkan dari hasil pengukuran. Hal ini tentunya akan menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi Balai Perawatan Perkeretaapia
PEMAHAMAN TENTANG JALAN REL GUNA PENINGKATAN PELAYANAN PRASARANA PERKERETAAPIAN
Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang pada moda transportasi perkeretaapian, pelayanan pada prasarana perkeretaapian juga perlu ditingkatkan. Salah satu upaya peningkatan tersebut adalah dengan memberikan pemahaman tentang materi jalan rel pada Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pemerintah dalam hal ini melalui Dinas Perhubungan melakukan pengawasan langsung terhadap pengoperasian prasarana perkeretaapian. Secara umum Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Perhubungan tidak semuanya memiliki dasar keilmuan perkeretaapian lebih khusus prasarana perkeretaapian jalan rel. Oleh karena itu tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pemahaman terkait prasarana perkeretaapian jalan rel untuk meningkatkan pelayanan perkeretaapian. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan pemberian materi berupa teori dan praktek selama kurang lebih empat jam pembelajaran. Evaluasi kegiatan berdasarkan nilai pre test dan post test peserta sejumlah 22 orang. Soal pre test diberikan pada saat awal sebelum pemberian materi sedangkan soal post test diberikan setelah pemberian materi. Berdasarkan analisa hasil nilai post test peserta rata-rata memiliki kenaikan sebesar 32,95% dibandingkan dengan nilai pre test, sehingga dapat disimpulkan pemahaman peserta tentang jalan rel mengalami kenaikan.Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang pada moda transportasi perkeretaapian, pelayanan pada prasarana perkeretaapian juga perlu ditingkatkan. Salah satu upaya peningkatan tersebut adalah dengan memberikan pemahaman tentang materi jalan rel pada Sumber Daya Manusia Perhubungan. Pemerintah dalam hal ini melalui Dinas Perhubungan melakukan pengawasan langsung terhadap pengoperasian prasarana perkeretaapian. Secara umum Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Perhubungan tidak semuanya memiliki dasar keilmuan perkeretaapian lebih khusus prasarana perkeretaapian jalan rel. Oleh karena itu tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pemahaman terkait prasarana perkeretaapian jalan rel untuk meningkatkan pelayanan perkeretaapian. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan pemberian materi berupa teori dan praktek selama kurang lebih empat jam pembelajaran. Evaluasi kegiatan berdasarkan nilai pre test dan post test peserta sejumlah 22 orang. Soal pre test diberikan pada saat awal sebelum pemberian materi sedangkan soal post test diberikan setelah pemberian materi. Berdasarkan analisa hasil nilai post test peserta rata-rata memiliki kenaikan sebesar 32,95% dibandingkan dengan nilai pre test, sehingga dapat disimpulkan pemahaman peserta tentang jalan rel mengalami kenaikan
EDUKASI KESELAMATAN PERKERETAAPIAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KABUPATEN MADIUN
Sosialisasi keselamatan menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang potensi bahaya dan pentingnya mengikuti aturan keselamatan. Masyarakat mulai mengalami kemandirian dalam mobilitas mereka. Oleh karena itu, penting pihak berwenang untuk menekankan keselamatan masyarakat di perlintasan kereta api agar mereka dapat berperilaku dengan bijaksana dan bertanggung jawab saat berada di sekitar jalur kereta. Sebelum melakukan Kegiatan pengabdian masyarakat, akan diadakan survei ke sekolah / lembaga tentang pemahaman keselamatan perkeretaapian. Survei dilakukan 2 tahap, disaat sebelum dan sesudah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Ada beberapa poin dalam penyampaian materi di sosialisasi ini yaitu : dasar hukum perlintasan sebidang kereta api, pemahaman rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang kereta api, tata cara berlalu lintas yang benar di perlintasan sebidang kereta api dan sanksi hukum bagi pelanggar aturan berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api. Secara umum, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait aspek-aspek tertentu di sekitar perlintasan sebidang kereta api setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Peningkatan ini dapat dianggap sebagai hasil positif dari upaya edukasi yang dilakuka
WEBINAR BEDAH BUKU MANAJEMEN PERLINTASAN SEBIDANG
The implementation of a book review webinar entitled "level crossing management" aims to provide insight and knowledge about railroad level crossings to railway stakeholders and the community. Level crossings have always been a complex problem because accidents often occur at level crossings, both official and unofficial level crossings, guarded or unguarded. With the implementation of this book review webinar, it is hoped that railway stakeholders and the general public can understand the management of level crossings starting from legal aspects, traffic control at level crossings, stakeholders and several level crossing guard competencies. This community service was carried out using a web-based seminar technique which was attended by 521 participants through YouTube Channel and Zoom meeting platform that first opened by the Director General of Railways, followed by a presentation by the author, the book was also reviewed directly by the discussants followed by a question and answer session by the participants. All activities are guided directly by the moderator and broadcast live through the Zoom Meeting application and the YouTube channel. The results of this webinar can be used as an enlightenment for railway stakeholders and the community, and it is hoped that they can apply their knowledge to travel safely at railroad crossings.Pelaksanaan webinar bedah buku berjudul "manajemen perlintasan sebidang" ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang perlintasan sebidang kereta api kepada pada stakeholder perkeretaapian dan masyarakat. Perlintasan sebidang selalu menjadi permasalahan yang kompleks dikarenakan sering terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang, baik itu di perlintasan sebidang yang resmi maupun tidak resmi, di jaga maupun tidak di jaga. Dengan dilaksanakannya webinar bedah buku ini diharapkan para stakeholder perkeretaapian dan masyarakat umum dapat memahami tentang pengelolaan perlintasan sebidang dari mulai aspek hukum, pengendalian lalu lintas di perlintasan sebidang, pemangku kepentingan dan beberapa kompetensi penjaga perlintasan sebidang. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan teknik seminar berbasis web yang diikuti oleh 521 partisipan yang tergabung dalam kanal Youtube dan platform Zoom Meeting yang pertama-tama dibuka oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, disambung dengan pemaparan oleh penulis, buku tersebut juga diulas secara langsung oleh pembahas dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh partisipan. Seluruh kegiatan dipandu langsung oleh moderator dan disiarkan secara langsung melalui aplikasi Zoom Meeting dan kanal YouTube. Adapun hasil dilakukannya webinar ini dapat dijadikan sebuah pencerahan bagi para stakeholder perkeretaapian dan masyarakat, dan diharapkan mereka dapat mengaplikasikan pengetahuannya untuk melaksanakan perjalanan dengan selamat di perlintasan sebidang kereta api