Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
    100 research outputs found

    PENINGKATAN KETERAMPILAN SANTRI DALAM MENGELOLA MEDIA DIGITAL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA RAWALO BANYUMAS

    Full text link
    This community service program is titled Improving Students\u27 Skills in Managing Digital Media at Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo Banyumas. The program aims to equip students with basic digital media management skills as a means of modern da\u27wah. Using the Participatory Action and Learning System (PALS) method, which fundamentally involves partners in active learning participation within the program, the focus is on the application of science and technology through digital media management skills at the pesantren. This program actively engaged students in activities such as socialization, training, and mentoring. The program began with an introduction to the importance of digital media as a medium for da\u27wah, followed by technical training on managing the pesantren\u27s social media platforms. Based on the results of assessments conducted through pre-tests and post-tests, there was a 25% increase in students\u27 awareness of the potential of da\u27wah through digital platforms. The activities culminated in the establishment of the pesantren\u27s media platform. The sustainability of this community service program is realized through the formation and management of the pesantren\u27s digital media, named "Mida Center." Mida Center is designed as a platform for students to continue developing the skills they acquired during the training in managing the pesantren\u27s digital media.Program pengabdian masyarakat ini berjudul Peningkatan Keterampilan Santri dalam Mengelola Media Digital di Pondok Pesantren Miftahul Huda Rawalo Banyumas. Program ini bertujuan untuk membekali santri dengan keterampilan dasar pengelolaan media digital sebagai sarana dakwah di era modern. Melalui metode Participatory Action and Learning System (PALS), dimana metode ini pada dasarnya adalah pelibatan mitra dalam proses pembelajaran aktif partisipasi dalam program aksi penerapan ipteks berupa keterampilan mengelola media digital pondok pesantren. Program ini melibatkan santri secara aktif dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya media digital sebagai media dakwah, dilanjutkan dengan pelatihan teknis manajemen platform media digital pondok pesantren. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilaksanakan melalui metode assessment berupa pre-test dan post-test menunjukkan ada peningkatan kesadaran santri akan pentingnya dakwah melalui platform digital yaitu sebesar 25%. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk media pondok pesantren. Keberlanjutan dari program pengabdian ini diwujudkan melalui pembentukan dan pengelolaan media digital pesantren yang diberi nama "Mida Center." Mida Center dirancang sebagai wadah bagi para santri untuk terus mengembangkan keterampilan yang telah mereka peroleh selama pelatihan dalam pengelolaan media digital pondok pesantren

    SOSIALISASI TENTANG PROFESI DI BIDANG AKUNTANSI BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

    Full text link
    Community service activities to introduce the profession in the field of Accounting are greatly needed, particularly for students of the Accounting Department, Faculty of Economics and Business, Universitas Singaperbangsa Karawang. Therefore, the community service team from Universitas Singaperbangsa Karawang took the initiative to organize an activity to introduce the profession. This activity was attended by 59 students of the university\u27s Accounting Department. The activity was located at Campus 2, Universitas Singaperbangsa Karawang, on Tuesday, November 26, 2024. The method of implementing the activity applied the socialization method. This activity provides benefits to students of the Accounting Department of this university in the form of gaining new knowledge and insights into various professions in the field of Accounting, as well as motivating them to pursue their careers in the future in other Accounting professions besides Corporate Accountants. Suggestions for this activity in the future are to hold it continuously and target all students of the Accounting Department of this university so that information and knowledge about the Accounting profession are fully conveyed to students of the department.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mengenalkan profesi di bidang Akuntansi sangat dibutuhkan, khususnya bagi para mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Singaperbangsa Karawang. Oleh karena itu, tim pengabdi dari Universitas Singaperbangsa Karawang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan pengenalan profesi tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa Jurusan Akuntansi perguruan tinggi tersebut sebanyak 59 mahasiswa. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Kampus 2 Universitas Singaperbangsa Karawang, pada hari Selasa, tanggal 26 November 2024. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan metode sosialisasi. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada para mahasiswa Jurusan Akuntansi perguruan tinggi ini, berupa diperolehnya pengetahuan dan wawasan baru terhadap berbagai profesi di bidang Akuntansi, serta memotivasi mereka untuk meniti karir mereka ke depan dalam profesi-profesi Akuntansi yang lain, selain Akuntan Perusahaan. Saran untuk kegiatan ini di masa mendatang, agar kegiatan ini diselenggarakan secara berkesinambungan dan menyasar kepada semua mahasiswa Jurusan Akuntansi perguruan tinggi ini, sehingga informasi dan pengetahuan tentang profesi Akuntansi ini tersampaikan seluruhnya kepada para mahasiswa jurusan tersebut

    PENGENALAN FASILITAS OPERASI PERKERETAAPIAN GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMK DI BIDANG PERKERETAAPIAN

    Full text link
    The importance of railway knowledge in the growing world of work, as well as the need to address the lack of understanding encountered among vocational students. The change from supply-oriented to demand-oriented curriculum is the main focus in improving vocational education. The Introduction of Railway Operation Facilities to Increase the Knowledge of Vocational Students in the Railway Field aims not only as a means of approach and promotion to the community about the existence of the Indonesian Railway Polytechnic Madiun campus, but also as a medium to escalate students\u27 skills and knowledge in the field of railway operation facilities. This activity explains the legal basis related to railway operating facilities, including legal products that regulate operational aspects, safety, and optimization of all resources in the railway industry. In addition, it also explains about railroad operating facilities and their functions.Pentingnya pengetahuan tentang perkeretaapian dalam dunia kerja yang semakin berkembang, serta kebutuhan untuk mengatasi kurangnya pemahaman yang ditemui di antara siswa SMK. Perubahan dari kurikulum supply-oriented menjadi demand-oriented menjadi fokus utama dalam peningkatan pendidikan vokasi. Kegiatan Pengenalan Fasilitas Operasi Perkeretaapian Guna Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMK di Bidang Perkeretaapian ini bertujuan selain sebagai sarana pendekatan dan promosi ke masyarakat tentang keberadaan kampus Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, juga sebagai media untuk mengeskalasi keterampilan serta pengetahuan siswa pada bidang fasilitas operasi perkeretaapian. Pada kegiatan ini menjelaskan tentang dasar hukum terkait fasilitas operasi perkeretaapian, termasuk produk hukum yang mengatur aspek-aspek operasional, keselamatan, dan pengoptimalan seluruh sumber daya pada industri perkeretaapian. Selain itu, dijelaskan juga tentang fasilitas operasi kereta api beserta fungsinya

    PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS 3R BERDAYA GUNA EKONOMI DI KSM PAGUNTAKA KOTA TARAKAN

    Full text link
    Household waste management has become a significant challenge in maintaining environmental cleanliness and improving community welfare. This community service program aims to implement waste processing based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) with added economic value in the Community Self-Help Group (KSM) Paguntaka, Tarakan City. The activities include education, training, and mentoring in managing organic waste. Organic waste is processed into compost using a simple fermentation method.. The program\u27s results indicate an increase in community understanding of the 3R concept and the ability to process waste into economically valuable products. Furthermore, additional income from the sale of recycled products has contributed to improving the welfare of KSM members. This program also positively impacts reducing the volume of waste that ends up in the landfill, thus supporting environmental conservation efforts. In conclusion, the 3R-based waste management approach involving community empowerment has proven effective in generating economic and environmental benefits. This program is expected to be replicated in other communities to support sustainable waste management.Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi tantangan signifikan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengolahan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan nilai tambah ekonomi di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Paguntaka, Kota Tarakan. Kegiatan melibatkan edukasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pengelolaan sampah organik. Sampah organik diolah menjadi kompos menggunakan metode fermentasi sederhana. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep 3R dan kemampuan mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, pendapatan tambahan dari penjualan produk daur ulang turut membantu meningkatkan kesejahteraan anggota KSM. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Kesimpulannya, pendekatan pengelolaan sampah berbasis 3R yang melibatkan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif dalam menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan. Program ini diharapkan dapat direplikasi di komunitas lain untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan

    EDUKASI DAN IMPLEMENTASI LITERASI NUMERASI SISWA DI SD NEGERI BELUMBANG KOTA CILEGON

    Full text link
    Literacy and numeracy can be interpreted as basic skills that must be possessed by elementary school students. Elementary school students must have the skills to process information and knowledge that includes text, symbols, numbers, graphs and tables. This provision will be very useful when elementary school students socialize with the community environment. This Community Service aims to provide education to elementary school students about the importance of literacy and numeracy which is carried out through various activities. Order for elementary school students to be interested in this numeracy literacy activity, this activity is packaged in the form of a game. These activities include a reading corner, thematic jellyfish hunting, and a numeracy park. The results of the activities carried out showed an increase in literacy and numeracy, this is evidenced by the increasing post-test scores of elementary school students.Literasi dan numerasi bisa diartikan sebagai keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh siswa dasar. Siswa pendidikan dasar harus memiliki bekal keterampilan dalam mengolah informasi dan pengetahuan yang meliputi teks, simbol, angka, grafik maupun tabel. Bekal ini nantinya akan sangat berguna ketika siswa dasar bersosialisasi dengan lingkungan Masyarakat. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa dasar mengenai pentingnya literasi dan numerasi yang dilakukan dengan berbagai kegiatan. Agar siswa sekolah dasar tertarik dengan kegiatan literasi numerasi ini, maka kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan atau game. Kegiatan tersebut diantaranya pojok baca, berburu ubur-ubur tematik, dan taman numerasi. Hasil dari kegiatan yang dilakukan menunjukkan peningkatan literasi dan numerasi, hal ini dibuktikan dari nilai post tes siswa dasar meningkat

    ENHANCING STUDENTS\u27 UNDERSTANDING OF CONFLICT MANAGEMENT STYLES IN THE RAILWAY SECTOR

    Full text link
    This community service activity, conducted in the form of technical training, aims to enhance students\u27 understanding of various conflict management styles possessed by each individual. In this activity, participants are given the opportunity to identify the conflict management styles they use in dealing with different situations. Once participants understand their respective conflict management styles, the speakers provide an in-depth explanation of the advantages and disadvantages of each style. Additionally, participants are given insights into strategies that can be applied to effectively manage conflicts based on their conflict management styles. This activity was attended by 118 participants from the railway sector. Its implementation consists of three main stages. The first stage is a pre-test aimed at identifying participants’ initial understanding of conflict management styles. The second stage involves measuring each participant’s conflict management style using the Rahim Organizational Conflict Inventory II (ROCI-II), a valid and reliable instrument for categorizing individual conflict management styles. The third stage is the material delivery session, which focuses on a deeper understanding of the characteristics, advantages, and limitations of each conflict management style. Based on the measurement results, it was found that the majority of participants, specifically 97.5%, tend to use the collaborating conflict management style, which emphasizes cooperation and finding mutually beneficial solutions. Meanwhile, 2.5% of participants exhibit a tendency to use the avoiding conflict management style, characterized by efforts to evade conflicts in certain situations. These findings provide an overview of students’ preferences in handling conflicts and serve as a foundation for developing strategies to improve conflict management skills more effectively in the future.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan dalam bentuk bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai berbagai gaya manajemen konflik yang dimiliki oleh masing-masing individu. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi gaya manajemen konflik yang mereka gunakan dalam menghadapi berbagai situasi. Setelah peserta memahami gaya manajemen konflik yang mereka miliki, pemateri memberikan penjelasan secara mendalam mengenai kelebihan dan kelemahan dari masing-masing gaya tersebut. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan mengenai strategi yang dapat diterapkan dalam mengelola konflik secara efektif sesuai dengan gaya manajemen konflik yang mereka miliki. Kegiatan ini diikuti oleh 118 peserta yang berasal dari latar belakang bidang perkeretaapian. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah pre-test yang bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman awal peserta mengenai gaya manajemen konflik. Tahap kedua adalah pengukuran gaya manajemen konflik yang dimiliki oleh masing-masing peserta menggunakan instrumen Rahim Organizational Conflict Inventory II (ROCI-II), yang merupakan alat ukur yang valid dan reliabel dalam mengkategorikan gaya manajemen konflik individu. Tahap ketiga adalah sesi penyampaian materi yang berfokus pada pemahaman lebih lanjut mengenai karakteristik, kelebihan, serta keterbatasan dari setiap gaya manajemen konflik. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, ditemukan bahwa mayoritas peserta, yaitu sebesar 97,5%, memiliki kecenderungan untuk menggunakan gaya manajemen konflik collaborating, yang menekankan pada kerja sama dan pencarian solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Sementara itu, sebanyak 2,5% peserta menunjukkan kecenderungan untuk menggunakan gaya manajemen konflik avoiding, yang ditandai dengan upaya menghindari konflik dalam situasi tertentu. Temuan ini memberikan gambaran mengenai preferensi mahasiswa dalam menghadapi konflik serta memberikan dasar bagi pengembangan strategi peningkatan keterampilan manajemen konflik yang lebih efektif di masa mendatang

    SOSIALISASI TEKNOLOGI IOT (INTERNET OF THINGS) DAN LORA (LONG RANGE) PADA PEGAWAI INDUSTRI PT. WANTECH INDONESIA

    Full text link
    The Industrial Revolution 4.0 is symbolized by innovations such as the Internet of Things (IoT), which drive efforts to integrate disruptive technologies like IoT, big data, artificial intelligence, and cloud computing into government initiatives to promote smart cities and enhance societal well-being. Therefore, this socialization activity was carried out using a lecture method on IoT (Internet of Things) and LoRa (Long Range) technology for industrial employees at PT. Wantech Indonesia. This initiative aims to equip industrial employees with knowledge of technologies that align with modern developments. This activity was spearheaded by lecturers from PPI Madiun as part of a community service initiative focused on raising awareness about IoT and LoRa technology. The program has yielded positive results within the community and has expanded knowledge regarding emerging technologies. During its implementation, industrial employees, in particular, showed great enthusiasm for the activity. The post-test results indicated that the material was well understood and effectively conveyed.Revolusi Industri 4.0 dilambangkan oleh inovasi seperti Internet of Things (IoT) yang mendorong upaya untuk mengintegrasikan teknologi disruptif seperti IoT, big data, artificial intelegent, dan cloud ke dalam inisiatif pemerintah untuk mendorong smart city dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan metode ceramah terkait teknologi IoT (Internet of Things) dan LoRa (Long Range) pada pegawai industri PT. Wantech Indonesia yang merupakan upaya yang dilakukan agar pegawai industri dapat mengetahui terkait teknologi yang yang sesuai dengan perkembangan jaman. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dimotori oleh dosen PPI Madiun. Kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat ini tentang sosialisasi teknologi IoT dan LoRa ini memberikan hasil yang baik dimasyarakat serta menambah wawasan terkait teknologi yang saat ini sudah berkembang. Dalam pelaksanaannya masyarakat yang khususnya pegawai industri sangat antusias terhadap kegiatan ini. Hasil postest menunjukkan bahwa pemahaman terhadap materi sudah tersampaikan dengan baik

    PERAN PESANTREN DAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK PERSEPSI KESETARAAN GENDER PADA SANTRI

    Full text link
    The purpose of this study is to investigate how gender roles are formed within the family, which serves as a person\u27s initial environment, and how pesantren, as a religious educational institution, can teach santri about gender equality. By offering suggestions to improve the collaboration between families and pesantren in fostering more inclusive and gender-equitable santri, this study also aims to evaluate how families and pesantren interact to promote awareness of gender justice and equality. The method used is qualitative, employing a literature review approach with sources such as books, journal articles, and research reports accessed through scientific databases. In addition to families, Islamic boarding schools hold a significant responsibility in educating a generation that is not only religiously knowledgeable but also socially conscious, particularly about gender equality. For example, at Pondok Pesantren Al-Husna Samarinda, female santri from class 2 MTs participated in learning activities that strengthened their understanding of gender justice. This pesantren provides equal opportunities for all students, regardless of gender, fostering an inclusive learning atmosphere where students are encouraged to reach their full potential and understand their rights and responsibilities without being constrained by gender preconceptions. By instilling values such as the equitable division of responsibilities in daily activities, Al-Husna plays a key role in challenging traditional views that still influence gender roles in Indonesia. Through its integrated religious and general curricula, supported by family engagement, pesantren like Al-Husna can promote gender justice and equality, helping to prevent stereotypes, foster diversity, and nurture a generation that values equality.Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki bagaimana peran gender terbentuk dalam keluarga, yang merupakan lingkungan awal seseorang, dan bagaimana pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dapat mengajarkan santri tentang kesetaraan gender. Dengan menawarkan saran untuk meningkatan kerjasama keduanya dalam membangun santriwati yang lebih inklusif dan adil gender, artikel ini juga bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana keluarga dan pesantren berinteraksi untuk mengajarkan kesadaran gender yang adil dan setara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah  pendekatan kajian literatur untuk memperkuat materi yang disampaikan. Beberapa sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang dapat diakses melalui basis data ilmiah. Selain keluarga, pondok pesantren lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar bersama keluarga dalam mendidik generasi yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga berwawasan sosial, seperti kesetaraan gender. Terkait hal ini, santriwati kelas 2 Mts mengikuti kegiatan pembelajaran dan penguatan konsep keadilan gender di Pondok pesantren Al-Husna Samarinda. Pondok pesantren ini memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh santriwati, tanpa memandang jenis kelamin, untuk belajar, sehingga tercipta suasana belajar yang inklusif. Indikator spesifik yang di terapkan pada Pondok Pesantren al-Husna adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, seperti halnya lingkungan Pesantren memiliki penjaga keamaan didepan pintu masuk, hal itu dihadirkan guna untuk keamanan para santriwati. Selain itu dalam hal kenyamanan, fasilitas belajar dan fasilitas untuk meningkatkan spritualitas mereka cukup memadai dan membuat mereka dapat menjalani pembelajaran dan aktifitas sehari-hari secara nyaman. Tanpa dibatasi oleh prakonsepsi gender, santriwati didorong untuk mencapai potensi penuh mereka dan bimbing dalam memahami hak dan tanggung jawab mereka. Pesantren berupaya menanamkan nilai-nilai seperti pembagian tanggung jawab yang adil dalam kegiatan sehari-hari. Di Indonesia, pandangan tradisional masih memengaruhi peran gender tetapi di bidang pendidikan, khususnya di pondok pesantren seperti Al-Husna di Samarinda, memainkan peran penting dalam mengajarkan kesetaraan. Dengan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, serta dukungan keluarga, pesantren dapat menanamkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender. Memahami perbedaan gender dan seks membantu mencegah stereotip, membangun keberagaman, dan menciptakan generasi yang menghargai kesetaraan

    OPTIMALISASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN: PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK GURU DI PULAU LENGUDI

    Full text link
    The training on making educational videos on Lengudi Island, which was held from 6-8 August 2024, aims to improve teacher competence in utilizing technology for learning. Based on an initial survey, the majority of teachers have limitations in using technology. This training program involves theory and direct practice, including video planning, production, and editing. The results of the training showed an average increase in teacher skills of 45% based on the pre-test and post-test. In addition, 10 educational videos produced by participants were considered creative, relevant, and in accordance with the curriculum. The main challenges include limited devices and internet access. This training has been shown to improve teacher skills and have a positive impact on the quality of student learning. Recommendations include further training and improving educational infrastructure.Pelatihan  pembuatan video pembelajaran di Pulau Lengudi yang dilaksanakan dari tanggal 6-8 Agustus 2024 bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Berdasarkan survei awal, mayoritas guru memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi. Program pelatihan ini melibatkan teori dan praktik langsung, mencakup perencanaan, produksi, dan editing video. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan guru sebesar 45% berdasarkan pre-test dan post-test. Selain itu, sebanyak 10 video pembelajaran yang dihasilkan peserta dinilai kreatif, relevan, dan sesuai kurikulum. Tantangan utama meliputi keterbatasan perangkat dan akses internet. Pelatihan ini terbukti meningkatkan keterampilan guru dan memiliki dampak positif terhadap kualitas pembelajaran siswa. Rekomendasi meliputi pelatihan lanjutan dan peningkatan infrastruktur pendidikan

    PENDAMPINGAN PEMBUATAN KEMASAN SEBAGAI ALAT BRANDING: MENCIPTAKAN IDENTITAS PRODUK YANG KUAT

    Full text link
    Product packaging not only serves as a protector but also as a strategic tool to build a strong identity and brand image. In Gisik Cemandi Village, MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) play a vital role in the local economy; however, many MSME owners face challenges in creating a strong product identity. One way to overcome this challenge is by redesigning product packaging as a branding tool. This community service activity aims to analyze how packaging can be utilized to enhance the competitiveness and brand awareness of MSMEs in Gisik Cemandi Village. The methods used include surveys, interviews, packaging redesign, and distributing questionnaires to consumers to gather insights into their expectations regarding packaging design. The results of the study show that many MSME owners in the village have not fully utilized the potential of packaging design. The existing packaging tends to be monotonous and unappealing, while innovative packaging designs can enhance product quality perception and consumer purchase decisions. After conducting counseling and redesigning the packaging, MSME owners gained knowledge about the importance of packaging design in creating a strong product identity and attracting consumers. The new packaging is more informative, appealing, and capable of building a positive brand image. Thus, good packaging design can be an effective branding tool in increasing brand awareness and product competitiveness in a competitive market. It is expected that by applying this strategy, MSMEs in Gisik Cemandi Village will be able to expand their market share and increase their product sales.Kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai alat strategis untuk membangun identitas dan citra merek yang kuat. Di Desa Gisik Cemandi, UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian lokal, namun banyak pelaku UMKM yang menghadapi tantangan dalam menciptakan identitas produk yang kuat. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan mendesain ulang kemasan produk sebagai alat branding. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemasan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing dan brand awareness UMKM di Desa Gisik Cemandi. Metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, pendesainan ulang kemasan, dan penyebaran kuesioner kepada konsumen untuk menggali harapan terkait desain kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pelaku UMKM di desa ini belum memanfaatkan potensi desain kemasan secara maksimal. Kemasan yang digunakan cenderung monoton dan kurang menarik, padahal desain kemasan yang inovatif dapat meningkatkan persepsi kualitas dan keputusan pembelian konsumen. Setelah dilakukan penyuluhan dan pendesainan ulang, pelaku UMKM mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya desain kemasan dalam menciptakan identitas produk yang kuat dan meningkatkan daya tarik konsumen. Kemasan yang baru lebih informatif, menarik, dan dapat membangun citra merek yang positif. Dengan demikian, desain kemasan yang baik dapat menjadi alat branding yang efektif dalam meningkatkan kesadaran merek dan daya saing produk di pasar yang kompetitif. Diharapkan, melalui penerapan strategi ini, UMKM di Desa Gisik Cemandi dapat memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penjualan produk mereka

    97

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇