Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Not a member yet
    100 research outputs found

    FASILITASI BAKTI SOSIAL MAHASISWA UNTUK MASYARAKAT PESISIR YANG TERPENCIL DI WILAYAH KABUPATEN KARAWANG

    Full text link
    The decline in the lives of coastal communities in remote areas of Karawang Regency requires concern from various stakeholders, including universities (in this case, Universitas Singaperbangsa Karawang). Therefore, to educate the next generation to foster concern for coastal communities, a community service team carried out this social service activity. The activity location was Tanjungbaru Hutment, Pasirjaya Village, Cilamaya Kulon Subdistrict, Karawang Regency, on Saturday, 9 March 2024. This activity involved 23 students of Universitas Singaperbangsa Karawang, by implementing an observational socialization method. The impact of this activity on the local community, including the provision of food assistance, was significant. Meanwhile, the benefits obtained by the students are primarily related to educating their caring attitude towards people experiencing poverty in their campus area.Keterpurukan hidup masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Karawang yang terpencil, membutuhkan kepedulian dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi (dalam hal ini Universitas Singaperbangsa Karawang). Oleh karena itu, dalam rangka mendidik generasi penerus untuk menumbuhkan kepedulian kepada masyarakat pesisir, kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan oleh tim pengabdi. Lokasi kegiatan dilakukan di Kampung Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 2024. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang sebanyak 23 orang, dengan menerapkan metode sosialisasi observasional. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada masyarakat setempat, antara lain diperolehnya bantuan bahan makanan. Sementara itu, manfaat yang diperoleh bagi para mahasiswa, terutama berkaitan dengan pendidikan sikap kepedulian mereka terhadap masyarakat miskin di wilayah kampusnya

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN KEDIRI

    Full text link
    Kediri is one of the regencies in East Java Province with a variety of potential natural resources. In Kediri Regency, there are various potentials and natural resources that can support the welfare of the community spread across several sub-districts. The potential and natural resources that exist can be used as an agropolitan area in order to empower the community. Through the implementation method based on regional area design, sector implementation, and impact on the community which are the three main phases in an effort to increase the spirit of skilled and creative work for the community in the agropolitan area of ​​Kediri Regency. The potential and natural resources that can be maximized for export, processing, and creation into productivity in the agropolitan area include: 1) pineapple, papaya, sorgum, and turmeric which can be maximized in the sub-districts of Ngancar, Wates, Plosoklaten, and Kandat, 2) oyster mushrooms, corn, dragon fruit, and sugar cane which can be maximized in the sub-districts of Ngadiluwih, Ringinrejo, and Kras, 3) chili and vegetables which can be maximized in the sub-districts of Pare, Kandangan, Puncu, and Kepung, 4) rice and secondary crops which can be maximized in the sub-districts of Pagu, Plemahan, Papar, and Purwoasri, and 5) podang mango, coffee, orange, and cassava which can be maximized in the sub-districts of Semen, Grogol, Banyakan, Tarokan, and Mojo. Through the distribution map that has been designed by the Kediri Regency Government, it at least provides an illustration to be maximized massively and sustainably in order to increase income and the economy for the people of Kediri Regency.Kediri merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan beragam hasil potensi sumber daya alam. Di Kabupaten Kediri terdapat berbagai potensi dan sumber daya alam yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat yang tersebar di beberapa kecamatan. Potensi dan sumber daya alam yang ada dapat dijadikan sebagai kawasan agropolitan agar dapat memberdayakan masyarakat. Melalui metode pelaksanaan berbasis desain kawasan wilayah, implementasi sektor, dan dampak bagi masyarakat yang  merupakan tiga fase utama dalam upaya meningkatkan semangat kerja secara terampil dan kreatif bagi masyarakat di kawasan agropolitan Kabupaten Kediri. Potensi dan sumber daya alam yang dapat dimaksimalkan untuk bisa diekspor, diolah, dan dikreasi menjadi produktivitas di kawasan agropolitan diantaranya ada: 1) nanas, pepaya, sorgum, dan kunyit yang dapat dimaksimalkan di kecamatan Ngancar, Wates, Plosoklaten, dan Kandat, 2) jamur tiram, jagung, buah nagar, dan tebu yang dapat dimaksimalkan di kecamatan Ngadiluwih, Ringinrejo, dan Kras, 3) cabai dan sayur mayur yang dapat dimaksimalkan di kecamatan Pare, Kandangan, Puncu, dan Kepung, 4) padi dan palawija yang dapat dimaksimalkan di kecamatan Pagu, Plemahan, Papar, dan Purwoasri, dan 5) mangga podang, kopi, jeruk, dan ubi kayu yang dapat dimaksimalkan di kecamatan Semen, Grogol, Banyakan, Tarokan, dan Mojo. Melalui peta persebaran yang telah di desain oleh Pemerintah Kabupaten Kediri setidaknya memberikan ilustrasi utnuk dapat dimaksimalkan secara masif dan berkelanjutan agar dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian bagi  masyarakat Kabupaten Kediri

    SOSIALISASI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SISA RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS ECOENZYM DAN BIOPORI DI KELURAHAN SEPAN

    Full text link
    Kelurahan Sepan is one of the villages located in the Penajam District, Penajam Paser Utara Regency. One of the issues in Sepan Village is the lack of infrastructure, which impacts the mobility and daily life of the community. A specific problem is the absence of a waste disposal site (TPS), leading residents to dispose of waste carelessly. This activity aims to reduce waste accumulation by utilizing organic household waste as raw material for making easy and appropriate fertilizers. The method used includes socialization and direct practice, where the socialization is divided into three materials: an explanation of the types of waste, the procedure for making eco-enzyme, and biopore. The outcome of this activity is the successful implementation of socialization and direct practice among the residents of Sepan Village. Some residents understood the materials presented and successfully applied eco-enzyme and biopore techniques in their environment after the activity was completed.Kelurahan Sepan merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Penajam, kabupaten Penajam Paser Utara. Permasalahan yang ada di Kelurahan Sepan adalah infrastruktur yang berdampak pada mobilitas dan keseharian masyarakat. Salah satu permasalahannya adalah tidak adanya tempat pembuangan sampah (TPS) yang menyebabkan masyarakat membuang sampah sembarangan. Kegiatan dilakukan pada hari Selasa, 30 Juli 2024 yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah dengan memanfaatkan sampah organik sisa rumah tangga menjadi bahan baku pembuatan pupuk yang mudah dan tepat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik secara langsung dimana pada bagian sosialisasi dibagi atas 3 materi yaitu pemaparan tentang jenis-jenis sampah, prosedur pembuatan ecoenzym dan biopori. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan sosialisasi dan praktik secara langsung pada masyarakat Kelurahan Sepan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 95,23% peserta memahami materi yang disampaikan dan dapat membedakan sampah, serta 100% peserta tertarik untuk membuat ecoenzym dan biopori di rumah dan di lingkungannya setelah kegiatan dilaksanakan

    EDUKASI PASAR MODAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN BAGI KALANGAN  MAHASISWA UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

    Full text link
    The financial literacy program is an effort made by the Financial Services Authority to direct the community to manage their finances better. This is expected to improve the welfare of the community itself. Meanwhile, community service activities that overlap with the program, including organizing capital market education activities, particularly for students of Universitas Singaperbangsa Karawang, are still very lacking. Therefore, the community service team of Universitas Singaperbangsa Karawang took the initiative to carry out the capital market education activity. This activity was held online on Tuesday, November 26, 2024, and attended by 68 students of the university\u27s Bachelor\u27s degree in Management. The method of implementing the activity used a general lecture format. This activity provides conclusions regarding the motivation of students to invest in the capital market. The message that can be taken from this activity is that anyone (including students) can start investing in the capital market without limitations, anytime and anywhere, with any nominal amount. The key is that students must possess a strong willingness and the ability to analyze investment products, ensuring that opportunities for optimal returns remain open while maintaining a well-managed risk profile.Program literasi keuangan merupakan upaya yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengarahkan masyarakat mengelola keuangan mereka menjadi lebih baik. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri. Sementara itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang beririsan dengan program tersebut, antara lain berupa penyelenggaraan kegiatan edukasi pasar modal, khususnya bagi mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, masih dirasa sangat kurang. Oleh karena itu, tim pengabdi dari Universitas Singaperbangsa Karawang berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan edukasi pasar modal tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring pada hari Selasa, tanggal 26 November 2024, diikuti oleh para mahasiswa S1 Manajemen perguruan tinggi tersebut sebanyak 68 mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan format kuliah umum. Kegiatan ini memberi kesimpulan terhadap motivasi para mahasiswa untuk melakukan investasi di pasar modal. Pesan yang dapat diambil dari kegiatan ini bahwa siapapun (termasuk para mahasiswa) dapat memulai untuk berinvestasi  di pasar modal dengan tanpa batasan, kapan saja dan di mana saja, dengan nominal berapa pun. Kuncinya adalah para mahasiswa harus memiliki kemauan yang kuat dan kemampuan untuk menganalisis suatu produk investasi, sehingga peluang untuk meraih keuntungan yang optimal dapat selalu terbuka disertai dengan profil risiko yang terjaga

    MAHASISWA ORGANISATORIS UBSI BOGOR MEMBERIKAN PENGAJARAN SUKARELA DI KAMPUNG MONGOL BOGOR

    Full text link
    The purpose of this community service activity is to improve access to education through the implementation of a voluntary teaching program located in Kampung Mongol, Bogor, West Java. This activity involves 13 (thirteen) organizational and legal students and 3 (three) volunteer students. The program, called BEM Mengajar (Student Executive Board Teaching), is designed to provide an interactive and enjoyable learning experience. This study uses a qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The learning process was carried out four times every Saturday, from 10:00 to 11:30 AM, during July 2024 (on the 6th, 13th, 20th, and 27th). The topics being teaching are: Basic English, Basic Science, Basic Social Studies, and Basic Indonesian. The learning approach used emphasizes acronym strategies as a method to enhance students\u27 understanding. The results of the activity show that the use of acronym strategies is able to create a fun, interactive learning atmosphere and facilitates understanding of the material. This is evidenced by participation data, attendance rates, participant responses, as well as observation and interview results during the activity. The learning process not only focuses on text-based material delivery but is packaged through creative activities that optimize the right brain, such as illustrations, imagination, and fun activities relevant to the participants\u27 daily lives.Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan akses pendidikan melalui pelaksanaan program pengajaran sukarela yang berlokasi di Kampung Mongol, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan 13 (tiga belas) mahasiswa organisatoris dengan status legal dan 3 (tiga) mahasiswa relawan. Program yang dijalankan bertajuk BEM Mengajar yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses pembelajaran dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan setiap hari Sabtu, pukul 10.00 – 11.30 WIB, selama bulan Juli 2024 (tanggal 6, 13, 20, dan 27). Materi yang diajarkan mencakup Bahasa Inggris Dasar, Sains Dasar, Sosial Dasar, dan Bahasa Indonesia Dasar. Pendekatan pembelajaran yang digunakan mengedepankan strategi akronim sebagai metode bantu dalam meningkatkan daya serap peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan strategi akronim mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan memudahkan pemahaman materi. Hal ini dibuktikan melalui data partisipasi, tingkat kehadiran, tanggapan peserta, serta hasil observasi dan wawancara selama kegiatan berlangsung. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi berbasis teks, tetapi dikemas melalui kegiatan-kegiatan kreatif yang mengoptimalkan kerja otak kanan, seperti ilustrasi, imajinasi, dan aktivitas menyenangkan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta

    PKM PENGUATAN LITERASI NUMERASI SISWA SD MELALUI PELATIHAN MEDIA DIGITAL PADA KELOMPOK IBU BELAJAR MATEMATIKA

    Full text link
    This community service program is in the form of training and mentoring for the Mathematics Learning Mothers Community (KIBM) of Kerso Village. This community service was carried out in the odd semester of the 2024/2025 academic year. KIBM is a group of mothers who have children who are undergoing elementary education or equivalent. The purpose of KIBM is to improve the basic mathematics skills of KIBM, the level of parental confidence in accompanying children in learning, increase parental involvement in accompanying children and improve numeracy literacy skills. The implementation methods used include preparation, socialization, training, and evaluation. The results achieved from this activity are the basic mathematics skills of the mathematics learning mothers group increased, the mothers\u27 confidence in guiding their sons and daughters\u27 learning increased, the involvement of mothers in accompanying children in learning increased, and the implementation of training can improve numeracy literacy skills.Program pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan bagi Komunitas Ibu Belajar Matematika (KIBM) Desa Kerso. Pengabdian ini dilaksanakan pada semester Gasal tahun akademik 2024/2025. KIBM ini merupakan kelompok ibu-ibu yang memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan dasar atau sederajat. Tujuan KIBM adalah untuk meningkatkan kemampuan matematika dasar dari KIBM, tingkat percaya diri orang tua dalam mendampingi anak belajar, meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak dan meningkatkan kemampuan literasi numerasi. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah kemampuan matematika dasar kelompok ibu belajar matematika meningkat, rasa percaya diri ibu-ibu dalam membimbing belajar putra-putrinya meningkat, keterlibatan ibu-ibu dalam mendampingi anak belajar meningkat, dan pelaksanaan pelatihan dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi

    SOSIALISASI TEKNOLOGI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK GURU SMP AL HIKAM KEMAYORAN BANGKALAN

    Full text link
    The socialization of technology-based learning media at SMP Al Hikam Kemayoran aims to improve the capacity of teachers in utilizing website-based media as a learning aid. This activity focuses on introducing new media that can increase the variety and appeal of materials and motivate students to be more active in class. The socialization began with a survey through Mentimeter to find out the media that teachers have used. The results showed that although some common media have been used, there is still a need for more varied media that are in accordance with the digital era. The speaker introduced various application and website-based media, although challenges arose due to school policies that limit the use of digital devices by students. The speaker suggested that the policy on the use of gadgets in class be considered carefully, considering the effectiveness of digital media in increasing student interaction and learning motivation.Sosialisasi media pembelajaran berbasis teknologi di SMP Al Hikam Kemayoran ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan media berbasis website sebagai alat bantu dalam pembelajaran. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan media baru yang dapat meningkatkan variasi dan daya tarik materi serta memotivasi siswa untuk lebih aktif di kelas. Sosialisasi diawali dengan survei melalui Mentimeter untuk mengetahui media yang telah digunakan guru. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun beberapa media umum telah digunakan, masih ada kebutuhan akan media yang lebih variatif sesuai dengan tujuan pembelajaran dan sesuai dengan era digital. Pemateri memperkenalkan berbagai media berbasis aplikasi dan website, meskipun tantangan muncul karena adanya kebijakan sekolah yang membatasi penggunaan perangkat digital oleh siswa karena SMP Al Hikam Kemayoran ini berbasis pondok pesantren. Pemateri menyarankan agar penggunaan gawai di kelas dipertimbangkan secara matang, mengingat efektivitas media digital dalam meningkatkan interaksi dan motivasi belajar siswa

    SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL, INTOLERANSI, DAN PERUNDUNGAN DI SDN 1 DEMANGAN NGANJUK GUNA MENINGKATKAN KEWASPADAAN SISWA

    Full text link
    Education is a major milestone for the nation\u27s progress. Education has a role in shaping students\u27 character in various sectors, including economic, social, cultural, technological and morality. Education will continue to develop according to the times, because advanced education will create a developed country too. Therefore, education, which is a second home for children, is expected to be a safe and comfortable place. In fact, the world of Indonesian education still has unresolved problems related to sexual violence, intolerance and bullying committed by students, teaching staff and the community outside the scope of education. If this problem is not handled properly, it will have a psychological and physical impact on the child. Therefore, it is necessary to hold community service to increase students\u27 understanding of preventing sexual violence, intolerance and bullying behavior carried out at SDN 1 Demangan. Community Service activities use socialization and counseling methods by the service team. The results obtained from this service activity were an increase in students\u27 understanding of the importance of preventing sexual violence, intolerance and bullying behavior, apart from that, students\u27 awareness increased by almost 60% after receiving material provided by the service team.Pendidikan merupakan tonggak utama bagi kemajuan bangsa. Pendidikan mempunyai peran dalam membentuk karakter siswa dalam berbagai sektor, meliputi ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan moralitas. Pendidikan akan terus berkembang menyesuaikan zaman, karena pendidikan yang maju akan menciptakan negara yang maju pula. Maka dari itu pendidikan yang menjadi rumah kedua bagi anak diharapkan dapat menjadi tempat aman dan nyaman. Pada faktanya dunia pendidikan Indonesia masih mempunyai masalah yang belum terselesaikan terkait dengan kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan yang dilakukan oleh peserta didik, tenaga pendidik, maupun masyarakat di luar lingkup pendidikan. Masalah tersebut jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada psikis dan fisik anak. Maka dari itu perlu diadakannya pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mencegah perilaku kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan yang dilaksanakan di SDN 1 Demangan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat menggunakan metode sosialiasi dan penyuluhan oleh tim pengabdian. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pemahaman siswa akan pentingnya mencegah perilaku kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan, selain itu kewaspadaan siswa meningkat hampir sebesar 60% setelah menerima pemberian materi oleh tim pengabdian

    PENGENALAN HIDROPONIK: SOLUSI MENGURANGI KECANDUAN GADGET PADA ANAK

    Full text link
    The main problem currently faced is the increasing use of digital devices, especially among children under the age of 10, which can cause addiction and have a negative impact on children\u27s development. The purpose of this Community Service activity is to increase the understanding and knowledge of parents who have children under the age of 10 regarding the hydroponic garden system and its potential to reduce gadget addiction in children. This activity uses interactive lecture and discussion methods to present materials related to the basic concepts, benefits, and techniques for implementing hydroponic farming. The discussion session gives participants the opportunity to ask questions and express their opinions so that their understanding of hydroponics deepens. The discussion includes the potential of hydroponic farming in developing children\u27s creativity, environmental awareness, social interaction, and sense of responsibility. Hydroponic gardening activities are expected to divert children\u27s attention from gadgets to productive and educational activities. In conclusion, hydroponics has great potential to reduce children\u27s gadget addiction. Children\u27s involvement in hydroponic gardening activities can develop healthier and more productive skills and habits, effectively diverting their attention from gadget screens.Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah peningkatan penggunaan perangkat digital, terutama pada kalangan Anak usia di bawah 10 tahun, yang dapat menyebabkan kecanduan dan berdampak negatif pada perkembangan Anak. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan Orang tua yang memiliki Anak usia di bawah 10 tahun, mengenai sistem kebun hidroponik dan potensinya dalam mengurangi kecanduan gadget pada Anak. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif untuk menyajikan materi terkait konsep dasar, manfaat, dan teknik penerapan pekebunan hidroponik. Sesi diskusi memberi kesempatan peserta mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pendapat, sehingga pemahaman mereka tentang hidroponik semakin mendalam. Pembahasan mencakup potensi pekebunan hidroponik dalam mengembangkan kreativitas, kesadaran lingkungan, interaksi sosial, dan rasa tanggung jawab anak-anak. Aktivitas berkebun hidroponik diharapkan dapat mengalihkan perhatian Anak dari gadget ke kegiatan produktif dan edukatif. Simpulannya, hidroponik berpotensi besar mengurangi kecanduan gadget anak-anak. Keterlibatan Anak dalam aktivitas berkebun hidroponik dapat mengembangkan kemampuan dan kebiasaan yang lebih sehat dan produktif, sehingga efektif mengalihkan perhatian mereka dari layar gadget

    IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA SISWA SEKOLAH DASAR UNTUK MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN

    Full text link
    This study aims to describe the implementation of environmental education programs in fostering environmental care character in Kebonan 2 State Elementary School students, Lumajang Regency. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques through participatory observation and documentation during the implementation of the program. The results of the study show five main programs implemented: (1) Clean Friday to familiarize the cleanliness of the school environment; (2) Canva Digital Poster Training to increase students\u27 creativity in conveying environmental messages; (3) Natural Disaster Mitigation Mini Seminar to strengthen students\u27 understanding of disaster risk reduction; (4) Making Waste Recycling Crafts as an effort to manage waste based on creativity; and (5) Environmental Poster Competition as a medium for environmental awareness campaigns. The implementation of this program has successfully increased student participation in cleaning activities, graphic design skills, and an understanding of recycling and disaster mitigation. However, students\u27 enthusiasm still needs to be increased through more interactive approaches such as using environment-themed games. The conclusion of the study underlines that the integration of environmental programs based on direct practices is effective in forming the character of caring for the environment. It is recommended that schools strengthen collaboration with local communities such as the Lumajang Children\u27s Creative House and use digital technology such as publication of the results of activities on school social media to expand the impact of the program.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pendidikan lingkungan hidup dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada siswa Sekolah Dasar Negeri Kebonan 2, Kabupaten Lumajang. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif dan dokumentasi selama pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan lima program utama yang diimplementasikan: (1) Jumat Bersih untuk membiasakan kebersihan lingkungan sekolah; (2) Pelatihan Poster Digital Canva guna meningkatkan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan lingkungan; (3) Seminar Mini Mitigasi Bencana Alam untuk memperkuat pemahaman siswa tentang pengurangan risiko bencana; (4) Pembuatan Kerajinan Daur Ulang Sampah sebagai upaya pengelolaan limbah berbasis kreativitas; dan (5) Lomba Poster Lingkungan sebagai media kampanye kesadaran lingkungan. Implementasi program ini berhasil meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan kebersihan, keterampilan desain grafis, serta pemahaman tentang daur ulang dan mitigasi bencana. Meskipun demikian, antusiasme siswa masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih interaktif seperti menggunakan permainan bertemakan lingkungan. Simpulan penelitian menggarisbawahi bahwa integrasi program lingkungan hidup berbasis praktik langsung efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan. Disarankan agar sekolah memperkuat kolaborasi dengan komunitas lokal seperti Rumah Kreatif Anak Lumajang dan menggunakan teknologi digital seperti publikasi hasil kegiatan di media sosial sekolah untuk memperluas dampak program

    97

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇