Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
A Sistematic Literature Review: Model Inquiry Based Learning Terhadap Pengingkatan Kemampuan Berpikir Kritis
Pentingnya kemampuan berpikir kritis untuk menunjang individu dalam menghadapi kompleksitas kehidupan sehari-hari yang membutuhkan pemikiran logis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis penerapan model Inquiry-Based Learning (IBL) dalam membantu peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pendidikan matematika. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan model PRISMA. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci, tantangan, dan faktor pendukung yang memengaruhi keberhasilan IBL. Dengan menganalisis 25 artikel yang dipublikasikan antara 2020 hingga 2024, hasil penelitian menunjukkan bahwa model IBL memiliki kontribusi signifikan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis matematis siswa. Kesimpulannya implementasi IBL memberi kemungkinan siswa untuk lebih giat dalam pembelajaran, mempromosikan analisis, eksplorasi, dan refleksi mandiri yang meningkatkan keterlibatan dan pemahaman mereka. Meskipun model IBL terbukti efektif, temuan juga mengungkapkan tantangan dalam pelaksanaannya, seperti kebutuhan akan keterlibatan aktif guru dan pengelolaan kelas yang optimal. Implikasi penelitian ini menyarankan pentingnya pelatihan guru dan penggunaan sumber daya belajar yang relevan untuk memaksimalkan efektivitas IBL, serta adaptasi metodologi IBL agar sesuai dengan konteks pembelajaran yang berbeda
Efektivitas Model Team Games Tournament Berbantuan Permainan Tic Tac Toe Terhadap Kemampuan Literasi Matematis Siswa S
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model Team Games Tournament berbantuan permainan Tic Tac Toe efektif terhadap kemampuan literasi matematis pada siswa SMP. Jenis penelitian kuantitatif dengan Quasi Eksperimen. Desain penelitian menggunakan Nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa SMP kelas VIII pada sekolah penelitian. Penentuan sampel berbantuan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 siswa kelas VIII yang berada di kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui instrumen tes kemampuan literasi matematis, lembar observasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan angket respon positif siswa. Adapun hasil penelitian yaitu model Team Games Tournament berbantuan permainan Tic Tac Toe efektif terhadap kemampuan literasi matematis pada siswa SMP. Hal ini dibuktikan melalui melalui hasil uji- t satu pihak dengan angka 8,528 > 1,67 yang berarti ditolak. selain itu, ketercapaian literasi matematis siswa mencapai kategori “baik” dan hasil indikator efektivitas pembelajaran pada respon positif siswa berada dikategori “sangat positif”, hasil belajar siswa menunjukan ketuntasan lebih dari 80% dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berada dikategori “sangat baik”
Efektivitas Media Digital Terhadap Kemampuan Berpikir Matematis Siswa
Kemampuan berpikir matematis (penalaran, pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, dan komunikasi matematis) merupakan kemampuan utama yang perlu dimiliki oleh siswa dalam menghadapi tantangan di abad ke-21. Namun, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan ini masih belum berkembang secara optimal pada siswa, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan tersebut. Sejalan dengan berkembangnya teknologi digital, media pembelajaran berbasis digital dinilai memiliki peran yang strategis dalam mendukung penguatan kemampuan-kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi media digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 25 artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2022-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian berfokus pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui berbagai media digital seperti Geogebra, Google Classroom, VBA Excel, Quizizz, Canva, hingga video pembelajaran dan e-modul. Media-media tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan berbagai aspek berpikir matematis siswa karena memiliki fitur interaktif, visualisasi konsep, dan fleksibilitas pembelajaran. Selain mendukung pencapaian hasil belajar kognitif, media digital juga berkontribusi dalam membangun keterampilan 4C (critical thinking, creativity, communication, dan collaboration). Dengan demikian, integrasi media digital dalam pembelajaran matematika merupakan strategi penting untuk mendorong pengembangan kemampuan berpikir matematis secara komprehensif dan kontekstual
Ekplorasi Etnomatematika pada Kapal Ijon-Ijon Lamongan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap etnomatematika pada Kapal Ijon-Ijon di Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau gambar yang diperoleh langsung dari lapangan, tanpa berfokus pada angka, dan sesuai dengan kondisi alami (natural setting). Data dan fakta yang ditemukan dianalisis serta disajikan agar mudah dipahami oleh pembaca. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnomatematika pada bagian penyimpanan ikan di kapal ini, jika dihubungkan dengan konsep matematika, mencakup pola barisan aritmatika dan bentuk persegi dalam geometr
Respon Guru dan Peserta Didik Terhadap Media Pembelajaran E-LKPD Berbasis Auditory, Intellectually, Repetition dengan Pendekatan Etnomatematika
Bahasa Indonesia:
Perkembangan teknologi yang pesat di era ini membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satu penerapan teknologi dalam pendidikan adalah media pembelajaran digital, seperti Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD), yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tanggapan guru dan siswa terhadap tingkat kepraktisan penggunaan E-LKPD sebagai media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran angket kuesioner. Subjek penelitian ini terdiri dari guru matematika dan 32 siswa kelas VII di salah satu MTS di Kabupaten Semarang, Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa respon guru terhadap E-LKPD mencapai 89% dengan kategori "Sangat Praktis," sementara siswa memberikan penilaian 90% dengan kategori yang sama. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD sangat praktis digunakan sebagai alat pembelajaran matematika.
Bahasa Inggris:
The rapid development of technology in this era has brought significant changes in the world of education. One of the applications of technology in education is digital learning media, such as Electronic Student Worksheets (E-LKPD), which can be used in learning activities. This study aims to evaluate the responses of teachers and students to the level of practicality of using E-LKPD as a learning medium. The method used is quantitative descriptive research, with data collection through interviews and distributing questionnaires. The subjects of this study consisted of mathematics teachers and 32 grade VII students at one of the MTS in Semarang Regency, Indonesia. The evaluation results showed that the teacher response to E-LKPD reached 89% with the category "Very Practical," while students gave an assessment of 90% with the same category. Based on these results, it can be concluded that E-LKPD is very practical to use as a mathematics learning tool.
 
Estimasi Cadangan Klaim IBNR Dan RBNS Produk Asuransi Kendaraan Bermotor Menggunakan Metode Double Chain Ladder
Abstrak. Cadangan teknis dalam asuransi merujuk pada jumlah dana yang disiapkan oleh perusahaan untuk membayar klaim dimasa mendatang, ini merupakan komponen penting dalam keuangan perusahaan asuransi untuk memastikan ketersediaan dana yang cukup saat klaim diajukan. Tujuannya untuk memastikam perusahaan memiliki dana yang memadai untuk memenuhi kewajiban klaimnya. Pada tahun 2012, Martinez-Miranda dkk mengembangkan sebuah metode yang dapat mengestimasi cadangan kalim IBNR dan RBNS secara terpisah, yaitu metode Double Chain Ladder metode yang dapat mengestimasi cadangan klaim IBNR dan RBNS secara terpisah. Hasil dari estimasi cadangan klaim IBNR dan RBNS menggunakan metode double chain ladder untuk asuransi kendaraan bermotor berdasarkan data klaim didapatkan untuk total klaim IBNR sebanyak 14,649,062. Sedangan untuk total cadangan klaim RBNS sebesar Rp. 8,818,169,058. Maka perusahaan akan menyiapkan dana tersebut untuk klaim yang akan terjadi dimasa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa metode Double Chain Ladder merupakan metode chain ladder yang digunakan sebanyak dua kali. Metode Double chain ladder dapat digunakan untuk mengestimasi besarnya cadangan klaim IBNR dan RBNS secara terpisah, dengan menggunakan total besarnya klaim dan banyaknya klaim. Besarnya perkiraan cadangan klaim IBNR dan RBNS dapat diprediksi dengan menentukan parameter mean , inflasi , dan . Untuk menduga besarnya cadangan klaim IBNR, menggunakan data banyaknya klaim masa depan yang diestimasi dengan metode chain ladder, sedangkan RBNS menggunakan data besarnya klaim yang telah tersedia dan teramati. Besarnya dugaan cadangan klaim RBNS lebih besar daripada IBNR, ini karena besarnya klaim yang tersedia dan teramati lebih banyak daripada banyaknya klaim masa depan. Berdasarkan hasil penelitian maka sangat penting bagi perusahaan asuransi menentukan loss reserve RBNS dan loss reserve IBNR secara terpisah karena memiliki fungsi yang berbeda. Loss reserve RBNS dapat ditentukan karena klaim masih dalam proses pembayaran. Sedangkan loss reserve IBNR perlu ditentukan karena berdampak pada total besar klaim yang harus dialokasikan oleh perusahaan asuransi untuk pembayaran klaim-klaim yang akan terjadi pada periode mendatang.
Kata kunci: IBNR, RBNS, Double Chain Ladder, Asuransi Kendaraan Bermotor
Abstract. Technical reserves in insurance refer to the amount of funds prepared by the company to pay future claims, this is an important component in insurance company finances to ensure the availability of sufficient funds when claims are filed. The goal is to ensure that the company has sufficient funds to fulfill its claim obligations. In 2012, Martinez-Miranda et al developed a method that can estimate IBNR and RBNS claim reserves separately, namely the Double Chain Ladder method that can estimate IBNR and RBNS claim reserves separately. The results of the estimation of IBNR and RBNS claim reserves using the double chain ladder method for motor vehicle insurance based on claim data obtained for a total of 14,649,062 IBNR claims. While for the total RBNS claim reserves of Rp. 8,818,169,058. Then the company will prepare these funds for claims that will occur in the future. Based on the research results that have been obtained, it can be concluded that the Double Chain Ladder method is a chain ladder method that is used twice. The Double chain ladder method can be used to estimate the amount of IBNR and RBNS claim reserves separately, using the total amount of claims and the number of claims. The magnitude of the estimated IBNR and RBNS claim reserves can be predicted by determining the mean , inflation and parameters. To estimate the size of the IBNR claims reserve, using the data.
Keywords: IBNR, RBNS, Double Chain Ladder, motor vehicle insuranc
Eksplorasi Alat Musik Saron Dalam Gamelan Banyumas : Sebuah Kajian Etnomatematika
Saron adalah bagian integral dari ansambel gamelan Banyumas yang banyak melibatkan unsur-unsur matematis seperti pola bilangan, frekuensi dan rasio serta geometri. Akan tetapi alat musik jenis saron masih belum banyak dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika di Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur matematika dan nilai-nilai yang tekandung dalam alat musik saron pada gamelan Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Subjek informan dalam penelitian ini adalah pengelola komunitas dan pemain saron pada gamelan Banyumas. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik saron memiliki hubungan erat dengan konsep matematika. Dari sisi fisik, struktur bilah saron mencerminkan konsep geometri, pengukuran, rasio, dan frekuensi, di mana ukuran bilah memengaruhi tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Sementara itu, pola permainan saron seperti teknik mbalung, imbal, dan nyacah mencerminkan konsep pola bilangan, keteraturan, dan pengulangan yang sistematis. Secara filosofis, saron mencerminkan keharmonisan dan kerja sama dalam sistem gamelan sebagimana dalam kehidupan sosial masyarakat banyumas yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Rekomendasi hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna berbasis kearifan lokal khususnya di Banyumas
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Aljabar Ditinjau dari Mathematics Anxiety
Penelitian ini mengkaji secara mendalam hubungan antara tingkat kecemasan matematis serta skill berpikir kritis siswa dalam memahami aljabar. Studi ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 3 Semarang. Subjek penelitian dipilih secara purposive, terdiri atas siswa-siswi kelas VII, variasi kategori kecemasan (tinggi, sedang, dan rendah). Pengumpulan data dilakukan secara triangulatif melalui angket kecemasan matematis, tes uraian berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Data dianalisis secara interaktif melalui penyaringan, pemaparan, dan penarikan simpulan yang diuji keabsahannya dengan triangulasi data. Penelitian ini menemukan bahwa siswa dengan kecemasan matematika yang lebih rendah cenderung meraih skor berpikir kritis yang lebih tinggi. Hal ini tampak jelas pada indikator interpretation, analysis, dan evaluation, meskipun pada aspek inference masih tergolong rendah di semua kategori. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecemasan terhadap matematika dapat menghambat proses berpikir mendalam dan logis siswa. Oleh sebab itu, krusial bagi pengajar guna mewujudkan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional agar siswa lebih percaya diri dalam menyelesaikan persoalan matematis
Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Soal Cerita
Students have difficulty solving math story problems because they do not understand the context and do not know how to start, due to conventional learning and lack of connection with real experiences. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the RME approach on students\u27 problem-solving abilities in solving story problems. The study was conducted in grade IV of SD Negeri 36 Sorong City using a quantitative method with a one-group pretest-posttest design. The instruments used included test questions (pretest and posttest), learning implementation observation sheets, student activity observation sheets, RME syntax implementation sheets, and student response questionnaires. Data analysis techniques in this study were normality tests, paired sample t-tests and -gain tests, then learning outcome completeness tests. The results showed an increase in problem-solving abilities after the implementation of the RME approach. The average posttest score was higher than the pretest, and the Wilcoxon Signed Rank Test results showed a significance of 0.000 <0.05, which means there was a significant difference between the pretest and posttest results. The N-Gain value of 0.5750 is included in the moderate category. The classical learning completion rate reached 84% and was in the very good category. The implementation of learning and RME syntax each achieved an average of above 85%, which is included in the very good category. Student activity also showed high results, with the majority of students in the active and very active categories. The results of the student response questionnaire showed that all students gave a positive response to the learning. Based on these results, the RME approach has proven effective in improving students\u27 problem-solving abilities in solving mathematical story problems on the topic of measuring units of length
Pemodelan Dependensi Copula pada Risiko Gagal Panen di Indonesia
Krisis di sektor pertanian Indonesia, yang disebabkan oleh ancaman gagal panen, merupakan masalah serius. Gagal panen, yang sering kali dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem seperti kekeringan, kelebihan air, atau suhu ekstrem tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi petani tetapi juga membahayakan ketahanan pangan negara. Meskipun berbagai inisiatif mitigasi telah diterapkan, termasuk subsidi langsung dan program asuransi pertanian, sistem perlindungan terhadap risiko gagal panen masih menunjukkan efektivitas yang rendah. Salah satu alasan utama di balik kelemahan ini adalah ketiadaan pemodelan risiko yang canggih yang dapat memperhitungkan keterkaitan rumit antar faktor seperti cuaca, kondisi vegetasi, dan produktivitas panen. Penelitian ini mengembangkan model prediktif berbasis data cuaca ekstrem dan vegetasi (NDVI) serta struktur ketergantungan spasial menggunakan model dependensi copula multivariat. Pendekatan kuantitatif eksploratif-verifikatif dengan desain longitudinal diterapkan, memanfaatkan data sekunder runtun waktu tahunan dan bulanan dari tiga wilayah di Indonesia. Data suhu ekstrem (X) dan indeks gagal panen (Y) ditransformasi ke bentuk uniform (0,1) menggunakan Empirical Cumulative Distribution Function (ECDF) agar sesuai dengan domain fungsi Copula. Parameter copula diestimasi menggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE), dengan model dievaluasi berdasarkan nilai log-likelihood dan AIC. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan distribusi normal pada semua pasangan data antarwilayah. Pemodelan dependensi antar wilayah pertanian berdasarkan nilai NDVI menunjukkan bahwa Clayton Copula adalah model terbaik untuk menggambarkan ketergantungan antara wilayah pertama dan kedua. Gumbel Copula adalah model terbaik untuk wilayah pertama dan ketiga, menunjukkan upper tail dependence, penting untuk memahami probabilitas kejadian cuaca normal secara simultan. Sementara itu, Gaussian Copula menjadi model terbaik untuk wilayah kedua dan ketiga, menunjukkan hubungan linier dan simetris. Hasil ini menegaskan kapabilitas model copula dalam memodelkan interdependensi yang kompleks, meningkatkan ketepatan identifikasi wilayah rawan yang lebih rasional berbasis probabilitas risiko, mendukung pengembangan produk asuransi indeks wilayah yang mengadopsi hasil pemodelan copula yang lebih responsif terhadap risiko gagal panen yang terjadi secara simultan di beberapa wilayah