Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    462 research outputs found

    Interaksi Antara Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dengan Pendekatan Open-Ended dan Kemampuan Awal Matematis Siswa

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk menelaah interaksi antara peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa terhadap pendekatan pembelajaran: pendekatan Open-Ended dan Pembelajaran Konvensional; dengan Kemampuan Awal Matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP. Dua kelas dipilih dari populasi sebagai sampel penelitian menggunakan teknik purposif sampling. Pembelajaran Konvensional diimplementasikan pada kelas kontrol dan pendekatan Open-Ended diimplementasikan pada kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif sebagai instrumen penelitian untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan kemampuan awal matematis dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dua jalur pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Open-Ended dengan siswa yang memperoleh Pembelajaran Konvensional ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis siswa; (2) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (Open-Ended dan Konvensional) dan Kemampuan Awal Matematis siswa (tinggi, sedang, dan rendah) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa; (3) Siswa menunjukkan sikap positif terhadap pendekatan Open-Ended. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor pembelajaran dan kategori kemampuan awal matematis secara bersama-sama tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa

    Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Dengan Metode Penemuan Terbimbing Dalam Pembelajaran Matematika

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan menggunakan desain one-group pretest-posttest yang bertujuan untuk mendeskripsikan (i) aktifitas siswa terhadap Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing; (ii) respons siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing; (iii) hasil belajar siswa terhadap penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing; (iv) keefektifan penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing, pada pembelajaran materi fungsi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMA Negeri 5 Luwu yang terdiri dari 7 kelas yang berjumlah 245 orang siswa. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan teknik random sampling dan yang terpilih adalah kelas X MIPA 3 sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk mengukur aktivitas belajar siswa, tes hasil belajar untuk mengukur hasil belajar ranah pengetahuan, lembar observasi untuk keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons siswa untuk mengetahui respons siswa terhadap proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan statistic deskriptif dan statistic inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing (i) aktivitas siswa selama pembelajaran berada pada kategori baik dengan rata-rata sebesar 3,2 (ii) Respons siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori positif dengan rata- rata sebesar 3,5 (iii) Rata-rata pencapaian hasil belajar siswa setelah penerapan pembelajaran adalah 80,82, lebih besar dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang digunakan di tempat penelitian yaitu 78,00. Secara klasikal hasil belajar siswa setelah pembelajaran yaitu 69,7 % belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Berdasarkan analisis one-Sample T Test diperoleh nilai p sebesar 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dengan demikian disimpulkan bahwa rata-rata gain ternormalisasi siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing lebih besar dari 0,29 yang berarti bahwa peningkatan kemampuan siswa minimal berada pada kategori sedang (iv) Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Metode Penemuan Terbimbing belum efektif, karena ketuntasan klasikal belum tercapai walaupun aktivitas siswa sudah baik, respons siswa positif dan hasil belajar siswa melebihi nilai KKM

    Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Kooperatif Tipe Teams Assisted Individualization (TAI) Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VII

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain two group pretest-posttest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Satuan eksperimen penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palopo yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga terpilihlah dua kelas yang homogen. Kelas eskperimen 1 kelas 7b di ajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas eksperimen 2 kelas 7c di ajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian adalah: (1) Pemahaman konsep matematis siswa sebelum di ajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) berada pada kategori rendah dan setelah diajarkan menggunakan model jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) berada pada kategori tinggi, (2) terjadi peningkatan pemahaman konsep matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI), (3) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI)

    Perbandingan Prestasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Discovery Learning dan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 4 Luwu Timur yang diajar dengan menggunakan model discovery learning dan model kooperatif teams games tournament. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang meneliti ada tidaknya perbedaan dan atau membandingkan dua kelompok eksperimen yang diberi perlakuan satu dan perlakuan dua. Penelitian ini dilakukan di kelas X.MIPA 3 dan X.MIPA 4 SMA Negeri 4 Luwu Timur Tahun Pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian ini adalah: 1) Prestasi belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran discovery learning menunjukkan peningkatan yang sebelumnya skor rata-rata diperoleh mencapai 55,33 dalam kategori rendah menjadi 79,36 dalam kategori tinggi. 2) Prestasi belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran teams games tournament menunjukkan peningkatan yang sebelumnya skor rata-rata diperoleh mencapai 56,51 dalam kategori rendah menjadi 71,26 dalam kategori sedang. 3) Hasil uji independent sample t-test diperolehi nilai sig. = 0,004 < 0,05, artinya berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan prestasi belajar matematika pada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning lebih baik dari model pembelajaran teams games tournament

    Efektivitas Model Kooperatif Tipe STAD Berbasis Komputer Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMK Negeri 4 Palopo

    No full text
    Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik STAD. Satuan eksperimen dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 4 Palopo. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes uraian sebelum pembelajaran dan posttest setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar siswa dan keterampilan mengajar guru, serta angket sikap dan respon siswa. Satuan eksperimen dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 4 Palopo dan yang menjadi perlakuan adalah siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 4 Palopo tahun 2018/2019. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan mengambil secara acak dan langsung satu kelas dari seluruh kelas XI yang ada di SMK Negeri 4 Palopo. Analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial sehingga diperoleh rata-rata hasil prestasi belajar siswa lebih baik setelah diterapkan model pembelajaran STAD

    Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Dengan Mengunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Dengan Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Pada Pokok Bahasan Kubus dan Balok

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk membandingkan hasil belajar pokok bahasan kubus dan balok, siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatiif tipe NHT dengan TSTS. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Bajiminasa yang berjumlah 61 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI.A berjumlah 31 siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan siswa kelas XI.B yang berjumlah 30 siswa yang diajar dengan model pembelajaran tipe TSTS. Data dikumpul melalui pemberian tes hasil belajar matematika pada pokok bahasan kubus dan balok. Pengolahan datanya menggunakan statistic deskriptif dan statistic inferensial. Hasil analisis data penelitian diperoleh bahwa hasil belajar matematika yang diajar dengan model pembelajaran koperatif tipe NHT berada pada kategori tinggi dengan rata-rata sebesar 67,58 dan standar deviasi 16,244. Sedangkan hasil belajar matematika yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS berada pada kategori sedang dengan rata-rata 59,20 dan standar deviasi 12,12. Sedangkan hasil analisis statistic inferensial diperoleh t hitung > t table yang berarti ada perbedaan hasil belajar mtematika pada pokok bahasan kubus dan balok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbeda dengan hasil belajar yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS

    Pengaruh Guided Discovery Dalam Pembelajaran Matematika Terhadap Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik

    No full text
    Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui deskripsi proses pembelajaran peserta didik selama menggunakan Guided Discovery, (2) mengetahui deskripsi hasil belajar matematika peserta didik setelah menggunakan Guided Discovery, (3) mengetahui apakah penggunaan Guided Discovery memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII SMAN 6 Wajo dengan sampel penelitian adalah kelas XII IPS 1 yang diambil dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling ( sampel purposif ). Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar (pretest dan posttest) dan lembar observasi terhadap proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika pada peserta didik kelas XII IPS 1 SMAN 6 Wajo dan teknik analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pembelajaran peserta didik mengalami peningkatan selama diajar dengan menggunakan Guided Discovery dimana peserta didik terlibat lebih aktif dalam mengajukan pertanyaan pada saat guru menjelaskan, pemaparan hasil diskusi serta lebih aktif dalam pengerjaan tugas latihan , (2) hasil belajar matematika peserta didik mengalami peningkatan setelah diajar dengan menggunakan Guided Discovery, dan (3) penerapan pembelajaran dengan menggunakan Guided Discovery memberikan pengaruh terhadap proses dan hasil belajar matematika peserta didik Kelas XII IPS 1 SMAN 6 Wajo

    Pembelajaran Matematika Berbasis Kooperatif Tipe Group Investigation Dengan Scientific Approach

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dimodifikasi dari teori pengembangan model 4-D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974). Tahapan yang ditempuh yaitu (a) Pendefinisian, (b) Perancangan, (c) Pengembangan, dan (d) Penyebaran. Uji coba dilakukan pada siswa Kelas XI SMA Kartika Makassar tahun ajaran 2017/2018. Hasil yang diperoleh pada uji coba tersebut, yaitu perangkat pembelajaran matematika berbasis kooperatif tipe group investigation dengan scientific approach sudah praktis dan efektif, hal ini terlihat dari: (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar telah memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan ketuntasan klasikal tercapai, (2) Pembelajaran matematika berbasis kooperatif tipe group investigation dengan pendekatan scientific membuat siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, (3) tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran matematika berbasis kooperatif tipe group investigation dengan scientific approach termasuk dalam kategori tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan, (4) rata-rata siswa memberikan respon positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dengan Pendekatan Realistik Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan realistik terhadap hasil belajar dan motivasi siswa. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen. Desain penelitian ini adalah One group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Kecamatan Latimojong dan sampel ditentukan dengan menggunakan random sampling. Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis deskriftif dan inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan realistik terhadap hasil belajar matematika dan motivasi. Proses pembelajaran memperlihatkan aktivitas siswa yang meningkat khususnya dalam mengerjakan soal LKS. Aktivitas guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran juga merupakan salah satu factor untuk meningkakan motivasi dan hasil belajar siswa

    Pengaruh Kedisiplinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Matematika

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan mengetahui pengaruh Kedisiplinan dan motivasi kerja terhadap kinerja guru Matematika UPT SMP Negeri di Kabupaten Luwu Utara baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Populasi penelitian ini adalah guru Matematika yang berstatus Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di UPT SMP Negeri di Kabupaten Luwu Utara sebanyak 80 orang. Sampel dipilih dengan dengan teknik sampel jenuh sehingga keseluruhan populasi adalah sampel. Tekhik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu kontak langsung dengan responden menggunakan angket dan teknik dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini adalah kedisiplinan (X1) dan motivasi kerja (X2) sebagai variable bebas, sebagai variable terikat dalam penelitian ini kinerja guru (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Analisis data dilakukan dengan perhitungan statistik dengan Software SPSS (Statistical Program Smart Solution) Ver. 22.0 For Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 56,2 % kategori kuat, motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 29,05 % kategori sedang serta kedisiplinan dan motivasi kerja guru secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kedisiplinan dan motivasi baik secara individu dan bersama-sama mempengaruhi kinerja guru secara positif. Semakin tinggi kedisiplinan dan motivasi semakin tinggi pula kinerjanya. Peneliti menyarankan agar kepala sekolah sebagai pucuk pimpinan harus sering memberi motivasi kepada guru agar mereka memiliki kedisplinan dan motivasi kerja yang tinggi yang dapat berdampak pada kinerja guru, serta akan memberi dampak yang baik pada peningkatan pendidikan

    0

    full texts

    462

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇