Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Efektivitas Model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Open Ended Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMPN 3 Bajo
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan model problem based learning dengan pendekatan open ended untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi bangun datar segiempat dan segitiga. Subjek penelitian ini adalah VII2 dengan jumlah sebanyak 30 orang. Pertemuan dikelas dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar hasil belajar siswa, lembar aktivitas siswa, angket respon siswa, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem based learning dengan pendekatan open ended untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi bangun datar segiempat dan segitiga sangat efektif digunakan dan diterapkan, hasil belajar matematika aspek kognitif siswa sebelum dan setelah diterapkan model problem based learning dengan pendekatan open ended secara berturut-turut berada pada kategori cukup ideal dan sangat ideal, hasil belajar matematika aspek keterampilan siswa sebelum dan setelah diterapkan model problem based learning dengan pendekatan open ended secara berturut-turut berada pada kategori cukup ideal dan ideal, respon siswa setelah diterapkan model problem based learning dengan pendekatan open ended berada pada kategori positif, terjadi peningkatan hasil belajar matematika aspek kognitif dan aspek keterampilan siswa kelas VII SMPN 3 Bajo setelah diterapkan model problem based learning dengan pendekatan open ended, model problem based learning dengan pendekatan open ended efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa
Efektifitas Penggunaan Media Powerpoint Topik Lingkaran Terhadap Motivasi, Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana efektifitas pembelajaran matematika menggunakan media PowerPoint terhadap motivasi, aktivitas dan hasil belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media PowerPoint dengan model pembelajaran kooperatif pada topik lingkaran siswa SMP Negeri 1 Bua. Instrument yang digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar adalah tes hasil belajar, data aktivitas siswa diperoleh dengan lembar observasi aktivitas siswa dan guru, sedang data motivasi siswa diperoleh dengan menggunakan angket motivasi. Data aktivitas siswa dianalisis menggunakan persentase sedangkan data hasil belajar siswa dan motivasi siswa dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hipotesis dari penelitian yaitu terjadi peningkatan hasil belajar dan motivasi belajar matematika siswa setelah penerapan media pembelajaran PowerPoint pada topik lingkaran pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bua. Secara umum disimpulkan bahwa penggunaan media PowerPoint pada pada pembelajaran matematika topik lingkaran siswa SMP Negeri 1 Bua dengan kategori cukup efektif
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Division (STAD) Dengan Pendekatan Saintifik
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers pada siswa kelas XI IPA1 di SMA Negeri 6 Wajo dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams–Achievement Divisions (STAD). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 6 Wajo tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 orang siswa. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Data hasil belajar matematika diperoleh dengan menggunakan tes bentuk pilihan ganda, data motivasi belajar siswa diperoleh dengan menggunakan angket, sedangkan data aktivitas siswa diperoleh dengan menggunakan lembar aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers pada siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 6 Wajo. Peningkatan kualitas pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya : (1) rata-rata skor hasil belajar matematika dari siklus I ke siklus II, yaitu 63,67 pada siklus I, menjadi 74,50 pada siklus II, dan tergolong dalam kategori tinggi, (2) rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II yaitu 68,33 pada siklus I, menjadi 75,08 pada siklus II, dan tergolong dalam kategori tinggi. (3) rata-rata skor aktivitas belajar matematika dari siklus I ke siklus II, yaitu 83,50 pada siklus I, menjadi 91,50 pada siklus II, dan tergolong dalam tingkatan baik. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, maka disarankan agar pembelajaran materi fungsi komposisi dan fungsi invers di SMA, hendaknya guru menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe NHT Dengan Pendekatan Saintifik Pada Siswa SMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dalam hal ini hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model kooperatif tipe NHT. Jenis penelitian ini adalah Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, yang setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan non tes dengan menggunakan lembar soal tes dan observasi kemudian dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 7 SMA Negeri 5 Luwu. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe NHT pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar serta respon siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan (gain ternormalisasi) hasil belajar dari pra tindakan ke siklus I adalah 0,57 dan siklus I ke siklus II adalah 0,30, ini menunjukkan peningkatan hasil belajar dalam kategori sedang berarti memenuhi indikator keberhasilan. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 61,76% belum memenuhi indikator keberhasilan, selanjutnya pada siklus II berubah menjadi 85,29% dan memenuhi indikator keberhasilan. Rata-rata presentase aktivitas siswa pada pra tindakan sebesar 39,85% berubah menjadi 75,15% pada siklus I dan 86,76% pada siklus II. Ini menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas siswa dari pra tindakan sampai siklus II. Aktivitas siswa mencapai kategori baik berarti memenuhi indikator keberhasilan. Hasil angket respon siswa pada siklus I sebesar 82,14% sedangkan pada siklus II sebesar 94,12%. Ini menunjukkan siswa memberikan positif terhadap pembelajaran model kooperatif tipe NHT dengan pendekatan saintifik. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya peningkatan kualitas pembelajan matematika pada siswa kelas X
Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Antara Siswa Yang Menggunakan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Dengan Ekspositori Ditinjau Dari Tingkat Mathematical Habits of Mind
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat Mathematical Habits of Mind. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan populasi subjek adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sindang tahun ajaran 2017/2018. Sampel kelas diambil sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling dengan cara diundi. Terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen I yang menggunakan metode pembelajaran Penemuan Terbimbing dan kelas VII E sebagai kelas eksperimen II yang menggunakan metode pembelajaran Ekspositori. Berdasarkan analisis uji ANAVA dua jalan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan interaksi antara metode pembelajaran (penemuan terbimbing dan ekspositori) dan tingkat Mathematical Habits of Mind. Hasil uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe diperoleh bahwa penggunaan metode pembelajaran penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan tingkat Mathematical Habits of Mind tinggi lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran ekspositori
Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Berbantuan Aplikasi Geogebra Untuk Meningkatkan Higher Order Thingking Skills Siwa Kelas VIII SMPN 6 Palopo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan HOTS siswa setelah diajar dengan media pembelajaran berbantuan aplikasi geogebra pada materi ruang sisi datar, apakah terjadi peningkatan HOTS siswa setelah diajar menggunakan alat peraga pada materi bangun ruang sisi datar dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan HOTS siswa setelah diajar dengan media pembelajaran berbantuan aplikasi geogebra dan siswa yang diajar menggunakan alat peraga pada materi ruang sisi datar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control group design. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Pada SMPN 6 Palopo. Populasi dalam penelitian kelas VIII E dan VIII F SMPN 6 Palopo Tahun Ajaran 2018/2019. Tingkat kemampuan HOTS siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen soal pretest dan posttest dalam bentuk essai. Data aktivitas siswa menggunakan lembar observasi dan data respons siswa menggunakan angket respons siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan peningkatan HOTS siswa yang diajar menggunakan media pembelajaran berbantuan aplikasi geogebra dan menggunakan media pembelajaran alat peraga
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) Pada Siswa Kelas IX5 SMP Negeri 24 Makassar
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan ujicoba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share pada pokok bahasan Statistika dan Peluang yang meliputi Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan Tes Hasil Belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX5 SMP Negeri 24 Makassar. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Thiagarajan atau model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang meliputi empat tahap, yaitu tahap pembatasan, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Perangkat pembelajaran dalam pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share yang telah dikembangkan telah divalidasi dan mengalami revisi berulang-ulang kali sehingga didapatkan hasil yang maksimal dan layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share bersifat efektif dan praktis, yaitu (1) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 80,09 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 10,10. Dimana 33 dari 35 siswa atau 94,29% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai.; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share, siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) pada umumnya siswa memberikan respons yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; (4) guru dapat membimbing kelompok bekerja dan belajar: dan (5) tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share termasuk dalam kategori sangat tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan
Pengaruh Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Beliefs Matematis Siswa SMP
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap beliefs matematis siswa. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan desain two group posttest only. Populasi pada penelitian ini adalah selurus siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Lembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, sedangkan kelas kontrol diterapkan pembelajaran saintifik. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner beliefs matematis. Analisis data menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual tidak berpengaruh secara signifikan terhadap beliefs matematis siswa
Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) Sebagai Assessment Autentik Untuk Membangun Kemampuan Literasi Mahasiswa Dalam Mengidentifikasi Grafik Fungsi Trigonometri
Konteks dalam asesmen literasi matematika adalah hal yang penting, sebab konteks membawa pola pikir siswa untuk mengingat ulang konsep-konsep yang telah dipelajarinya, menghubungkan dengan permasalahan yang ada dalam konteks, kemudian memformulasikan suatu solusi yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Oleh karena itu, konteks dalam suatu asesmen berpengaruh terhadap hasil asesmen. Salah satu teknik assesmen yang dapat membangun konteks literasi adalah Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan taksonomi SOLO dalam membangun kemampuan literasi mahasiswa dalam menyelesaikan masalah Trigonometri. Subjeknya adalah satu orang mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Sains, Universitas Cokroaminoto Palopo. Untuk itu, penelitian in didesain secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa setiap level kognitif dalam taksonomi SOLO berperan dalam membangun kemampuan literasi dalam hal menganalisa informasi, menyusun konjektur matematis, mengintegrasi informasi, melakukan operasi prosedural berdasarkan pengetahuan konseptual, dan membuat penafsiran atas hasil yang diperoleh sesuai dengan konteks masalah yang diberikan
Pengaruh Discovery Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komonikasi Matematis Siswa
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Discovery Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Komonikasi Matematis Siswa Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Pitumpanua Tahun Pelajaran 2017/2018. Sample penelitian ini adalah dengan menggunakan Pretes dan Postes. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah dan komonikasi matematis dengan instrumen berbentuk essay. Analisis data penelitian ini dengan rata-rata gain untuk Pemecahan Masalah (PM)=0,50 dan untuk Komonikasi Matematis (KM) = 0,54. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan komonikasi matematis siswa