Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
PENGARUH STRATEGI ASSESSEMENT SEARCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN RELASIONAL SISWA
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimanakah pemahaman relasional siswa sebelum dan setelah penerapan strategi assesment search siswa kelas IX SMPN 3 Bajo? (2) Apakah peningkatan pemahaman relasional siswa yang diajar dengan strategi assessment search lebih baik daripada siswa yang diajar dengan strategi konvensional? (3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman relasional siswa yang diajar dengan strategi assessment search dengan siswa yang diajar dengan strategi konvensional pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo?. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX. Berdasarkan analisis data secara deskriptif dan inferensial yaitu (1) Hasil pemahaman relasional siswa sebelum dan setelah diterapkan strategi assesmant search pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo secara berturut-turut berada pada kategori kurang dan baik. (2) Peningkatan pemahaman relasional siswa yang belajar dengan strategi assesmant search lebih baik dibandingkan siswa yang belajar dengan menggunakan strategi konvensional pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo. (3) Ada perbedaan kemampuan pemahaman relasional siswa yang diajar dengan strategi assesmant search lebih baik dibandingkan daripada siswa yang diajar strategi konvensional pada siswa kelas IX SMPN 3 Bajo. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa, strategi assessment search dapat meningkatkan pemahaman relasional siswa kelas IX SMPN 3 Bajo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menerapkan model kooperatif tipe the power of two. Satuan eksperimen penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palopo. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Sampling dan terpilih satu kelas eksperimen yaitu kelas VIII.F dan kelas VIII.E sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dan kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran discovery learnin. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palopo sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sangat rendah; (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP Negari 1 Palopo setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berada pada kategori rendah dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sedang; (3) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional; (4) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan satu kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Example Non Example terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri 2 Palopo, dengan kriteria pengaruh (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Example Non Example, (2) gain ternormalisasi siswa setelah diajar dengan Model Pembelajaran Example Non Example, (3) aktivitas belajar siswa selama diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Example Non Example, (4) respon siswa setelah diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Example Non Example. (5) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diajar dengan Model Pembelajaran Example Non Example. Berdasarkan kriteria keefektifan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penerapan Model Pembelajaran Example Non Exampl
PENGARUH SIKAP PROFESSIONAL DAN PERSEPSI GURU TENTANG KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI TERHADAP KINERJA GURU MATEMATIKA SMA
Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran sikap profesional guru matematika, (2) gambaran persepsi guru tentang kegiatan pengembangan diri guru matematika, (3) mengetahui gambaran hasil penilaian kinerja guru matematika yang dilakukan oleh masing-masing kepala sekolah,(4) hubungan sikap profesional dan persepsi guru tentang kegiatan pengembangan diri guru matematika, (5) mengetahui pengaruh sikap profesional terhadap kinerja guru matematika dan (6) mengetahui pengaruh sikap profesional dan persepsi guru tentang kegiatan pengembangan diri terhadap kinerja guru matematika SMA Negeri di Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri di Kabupaten Luwu Utara pada bulan Februari 2019 sampai dengan Maret 2019 dengan obyek penelitian adalah guru-guru matematika yang PNS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menunjukkan hubungan yang bersifat sebab akibat. Populasi penelitian ini sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 30 orang sebagai responden, yang dikenal dengan sampel populasi.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan menggunakan presentase dan untuk analisis statistik inferensial menggunakan uji normalitas data, uji linearitas dan serta analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh sikap profesional dan persepsi guru tentang kegiatan pengembangan diri secara simultan berada dalam kategori sedang sebesar 40 %, sedangkan penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah berada dalam kategori sedang. Pengaruh sikap profesional dan persepsi guru tentang kegiatan pengembangan diri berpengaruh secara parsial terhadap kinerja guru. Sikap profesional dan persepsi guru tentang kegiatan pengembangan diri berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja guru
Penentuan Harga Opsi Beli Tipe Untuk Return Saham Yang Berdistribusi Fat Tail di Pasar Modal Indonesia
Opsi sebagai salah satu derivatif dari instrumen finansial yang banyak dijual pada pasar modal, merupakan bentuk investasi yang relatif aman. Selain karena hedge atau perlindungan yang lebih safety, harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan instrumen finansial induknya. Pada penelitian ini, penentuan harga opsi beli menggunakan model Black-Scholes yang sedikit dimodifikasi dan menggunakan data saham di Indonesia yang memiliki return saham tidak normal atau berdistribusi fat tail. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui harga opsi beli tipe Eropa untuk return saham yang berdistribusi fat tail di pasar modal Indonesia; (2) Mengetahui harga opsi yang fair untuk diperdagangkan pada pasar modal Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan (applied research) dengan menggunakan data kuantitatif. Penelitian ini dimulai dengan memodelkan harga saham menggunakan persamaan diferensial stokastik. Selanjutnya, menentukan harga opsi beli tipe Eropa menggunakan pendekatan model Black-Scholes dengan asumsi return berdistribusi fat tail. Lemma It digunakan untuk menentukan derivatif dari model Black-Scholes. Hasil penelitian yaitu: (1) Harga opsi beli tipe Eropa untuk return saham yang berdistribusi fat tail dengan menggunakan harga saham-saham yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia relatif lebih murah dan lebih fair dibandingkan dengan harga opsi beli tipe Eropa yang menggunakan model Black-Scholes; (2) Harga opsi beli tipe Eropa yang dihasilkan sangat bergantung terhadap nilai harga saham awal (S0), asumsi harga kontrak (K), tingkat bunga resiko (r), waktu jatuh tempo (T), dan nilai parameter distribusi Pareto
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Pair Check Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa Ditinjau Dari Tingkat Kebiasaan Berpikir
Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran pair check terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa; (2) untuk mengetahui pengaruh tingkat kebiasaan berpikir matematis terhadap kemampuan berpikir matematis siswa; (3) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran (pair check dan langsung) dan tingkat kebiasaan berpikir matematis terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan populasi subjek adalah semua siswa kelas VII SMP Al-Islah Sudimampir tahun ajaran 2017/2018. Dua kelas sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran pair check dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil analisis data uji ANAVA dua jalan, diperolah kesimpulan sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran pair check yang signifikan terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa; (2) terdapat pengaruh tingkat kebiasaan berpikir matematis yang signifikan terhadap kemampuan berpikir matematis siswa; (3) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran (pair check dan langsung) dan tingkat kebiasaan berpikir matematis terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa. Hasil tes lebih lanjut menggunakan tes Scheffe menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan model pembelajaran pair check pada kemampuan berpikir reflektif siswa dengan tingkat tinggi pada Kebiasaan Berpikir Matematika lebih baik daripada model pembelajaran pembelajaran langsung dengan tingkat tinggi pada Kebiasaan Berpikir Matematika. Jadi, model pembelajaran pair check dan kebiasaan berpikir matematika dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan berpikir reflektif siswa
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Genre
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan satu kelas dengan dua objek yaitu siswa lakilaki dan siswa perempuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan minat belajar matematika siswa laki-laki dan siswa perempuan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII8 SMP Negeri 8 Palopo. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket minat belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah ui-t. Hasil penilitian ini menemukan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pepecahan masalah matematis antara siswa laki-laki dan siswa perempuan kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo setelah diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD), (2) tidak terdapat perbedaan peningkatan minat belajar matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan setelah diajarkan dengan model pembelajaran tipe Student Team Achivment Division (STAD)
Pedagogik Content Knowledge Mahasiswa Laki-Laki Calon Guru Dalam Pembelajaran Matematika SMA Ditinjau Dari Kemampuan Akademik
Penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil Pedagogical Content Knowledge (PCK) mahasiswa laki-laki calon guru berdasarkan kemampuan akademik, yaitu berkemampuan akademik tinggi dan sedang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dibantu dengan lembar observasi pembelajaran sebagai instrumen pendukung. Subjek penelitian terdiri dari dua orang mahasiswa pendidikan matematika semester VI tahun 2018/2019 yang terdiri dari 1 subjek berkemampuan akademik tinggi dan 1 subjek berkemampuan akademik sedang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan pembelajaran secara mendalam dan detal sesuai aspek PCK. Tahapan analisis data yaitu kategorisasi data, reduksi data, interpretasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aspek pengetahuan materi, subjek tinggi memiliki kemampuan merefresentasikan masalah melalui gambar (visual), sedangkan subjek berkemampuan akademik sedang hanya menjelaskan masalah secara verbal. 2) aspek pedagogik, dalam hal membangun motivasi, subjek berkemampuan akademik sedang tidak melakukan sesuatu yang berbeda seperti halnya yang dilakukan oleh subjek tinggi yakni menggunakan media film sebagai pengantar dalam pembelajaran. 3) aspek pengetahuan siswa, subjek berkemampuan akademik tinggi dan sedang, mengatasi miskonsepsi siswa dengan cara menjelaskan prosedur, namun hal ini nampak berbeda dengan cara yang dilakukan oleh subjek tinggi. Selain menjelaskan prosedur, subjek tinggi juga selalu mendorong siswa untuk memaparkan alasan dari setiap prosedur yang mereka tunjukkan
Pengaruh Media Pembelajaran Google Classroom Dalam Pembelajaran Analisis Real Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran google classroom terhadap motivasi belajar Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain One Shot Case Study. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Semester V yang sedang memprogramkan mata kuliah Analisis Real 1 Program Studi Pendidikan Matematika lingkup FKIP Universitas Muslim Maros yang berjumlah 32 orang. Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tes hasil belajar dan lembar angket motivasi belajar Mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t-test dengan bantuan SPSS for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar mahasiswa setelah diterapkan pembelajaran google classroom. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung = 43,116 dengan nilai-p = 0,000 < α = 0,05. Selain itu, nilai skor rata-rata hasil belajar mahasiswa dan persentase nilai respon mahasiswa masing-masing sebesar 78,31 yang berada pada kategori tinggi dan 83,72% yang berada pada kategori sangat baik
Model Discovery Learning Dengan Pendekatan Saintifik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI 4 ATPH SMKN 4 Luwu
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika menggunakan Model Discovery Learning dengan dendekatan saintifik pada siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu semester genap tahun pelajaran 2018/2019 sebagai kelas eksperimen yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest. Data yang dikumpulkan terdiri dari data hasil belajar adalah tes hasil belajar, data keterlaksanaan pembelajaran, data aktivitas siswa dan data respon siswa. Data hasil belajar dianalisis dengan analisis deskriptif dan inferensial, sedangkan data aktivitas siswa dianalisis dengan presentase. Hipotesis dari penelitian yaitu terjadi peningkatan hasil belajar kognitif dan hasil belajar keterampilan matematika siswa setelah penerapan Discovery Learning dengan pendekatan saintifik pada siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar matematika pada persamaan lingkaran siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu sebelum diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik berada pada kategori rendah. (2) Hasil belajar matematika pada persamaan lingkaran siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu sesudah diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik berada pada kategori tinggi. (3) Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen selama diterapkan model discovery learning pada materi persamaan lingkaran menunjukkan bahwa semua aspek kategori pengamatan untuk aktivitas siswa pada setiap pertemuan terpenuhi. Secara umum aktivitas siswa yang diajar selama perlakuan 100% memenuhi kriteria waktu ideal, dan dikategorikan sebagai siswa aktif. (4) Respon siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu selama diterapkan model discovery learning pada materi persamaan lingkaran menunjukkan jika rata-rata respon siswa sebesar 3,74 berada pada kategori Positif. (5) Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar kognitif pada materi persamaan lingkaran setelah diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu, dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,79 berada pada kategori tinggi. (6) Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar keterampilan pada materi persamaan lingkaran setelah diterapkan model discovery learning dengan pendekatan saintifik siswa kelas XI ATPH SMKN 4 Luwu, dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,80 berada pada kategori tinggi