Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI TRIGONOMETRI
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research dan Development) dengan uji coba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning pada materi Trigonometri dengan materi pokok perbandingan trigonometri yang meliputi Bacaan Siswa (BS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Tes Hasil Belajar (THB). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Farmasi dengan jumlah siswa 20 orang. Pertemuan di kelas dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan dengan tes hasil belajar satu kali tiap siswa. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Thiagarajan atau Model 4-D yang meliputi 4 tahap yaitu tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran, namun untuk penyebaran dalam penelitian ini belum bisa dilakukan karena penelitian ini hanya uji coba terbatas. Perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning setelah dikembangkan, divalidasi dan disimulasikan serta mengalami beberapa kali revisi sehingga dihasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning yang layak digunakan. Hasil dari uji coba terbatas menunjukan bahwa (1) skor rata-rata yang peroleh siswa pada tes hasil belajar adalah mencapai kentuntasan secara klasikal, (2) penggunaan perangkat pembelajaran matematika dengan model discovery learning menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, (3) tanggapan siswa terhadap perangkat pembelajaran matematika dengan model model discovery learning berupa Bacaan Siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa dan Tes Hasil Belajar memenuhi kriteria efektif; (5) guru mampu mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, berdasarkan pengelolaan pembelajaran dimana sebagian besar aspek dapat terlaksana dengan baik; (6) perangkat model discovery learning ini memenuhi kriteria kevalidan, keefektifan dan kepraktisan
PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi berprestasi dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VI SD di kecamatan Wasuponda.Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah dasar yang ada di kecamatan Wasuponda, kabupaten Luwu Timur pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Teknik Pengambilan subjek yaitu teknik sampling acak proportional random sampling. Instrumen penelitian yaitu angket pola asuh orang tua. Angket motivasi berprestasi dan tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu Terdapat pengaruh pola asuh orang tua dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VI SD di kecamatan Wasuponda, artinya siswa yang memiliki pola asuh orang tua yang baik dan motivasi berprestasi tinggi akan memiliki hasi belajar matematika yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Pola asuh orang tua dan motivasi berprestasi memiliki kontribusi pengaruh 47,6% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VI SD di kecamatan Wasuponda dan 52,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar motivasi berprestasi dan pola asuh orang tua
DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS AWAL SISWA DITINJAU DARI HABIT OF STRIVING FOR ACCURACY AND PRECISION
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan awal berpikir kritis matematis ditinjau dari Habit of Striving for Accuracy and Precision siswa SMP Negeri 2 Bua pada materi bangun ruang sisi datar. Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bua yang berkategori pengguna, pelajar dan pemula. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Penelitian ini juga digunakan instrumen pendukung yaitu; (1) tes kemampuan awal berpikir kritis matematis, (2) angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kualitatif dimana peneliti melakukan reduksi terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis awal siswa dengan kategori pengguna yaitu terletak pada indikator menginterpretasi dan mengevaluasi, kemampuan awal berpikir kritis matematis siswa dengan kategori pelajar yaitu terletak pada indikator menginterpretasi dan menganalisis, dan kemampuan awal berpikir kritis matematis siswa dengan kategori pemula yaitu terletak pada indikator menginterpretas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF DALAM MNINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian nonequuivalen control group design yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran generatif dan model pembelajaran konvensional. Satuan eksperimen penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palopo yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga terpilih dua kelas. Kelas eksperimen yaitu kelas VII B di ajar dengan model pembelajaran generatif dan kelas kontrol di ajar dengan model pembelajaran konvensional. Data yang dikumpulkan terdiri atas data kemampuan berpikir reflektif matematis siswa, keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian adalah: (1) Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palopo sebelum di ajar dengan model pembelajaran generatif dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sangat rendah (2) Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palopo setelah diajar dengan model pembelajaran generatif dan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi (3) Kemampuan berpikir reflektif matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran generatif lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran konvensional
TINJAUAN TEORITIS TENTANG PENDEKATAN STEM BERBASIS ETNOMATEMATIKA
Era revolusi 4.0 tidak hanya mempengaruhi bisnis, tata kelola, dan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi pendidikan. Isu penting pendidikan di era ini salah satunya adalah STEM. Selain itu, dalam pendidikan matematika, etnomatematika juga merupakan kajian yang baru. Dalam pembelajaran STEM peserta didik terlibat dalam eksplorasi STEM melalui pengalaman kreatif langsung. Sementara etnomatematika membantu peserta didik mengaitkan matematika di sekolah dengan dunia nyata dengan menggunakan budaya sebagai media pembelajaran. Pada artikel ini dikaji tentang pendekatan STEM berbasis etnomatematika
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS
Dalam dunia Pendidikan, selain memiliki kecerdsan intelektual siswa juga diharapkan memiliki tingkat kecerdasan emosional yang stabil. Kecerdasan emosional memiliki berperan penting dalam proses pemenuhan kemampuan pemecahan masalah matematis. Siswa dengan kecerdsasan emosional stabil akan lebih mampu untuk mengontrol diri, mengelola stress, dan mengatasi tantangan khususnya dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP di Kota Palopo dengan subjek adalah siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah ex post facto dimana data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini adalah kecerdasan emosional siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berada pada kategori sedang. Terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa artinya semakin tinggi kecerdasan emosional siswa, semakin tinggi juga kemampuan pemecahan masalah matematikanya begitupun sebaliknya
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN STRATEGI QUESTION STUDENT HAVE ANTARA SISWA YANG DIBERI SISIPAN ICE BREAKING DENGAN SISWA YANG DIBERI SISIPAN REINFORCEMENT
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking dan yang diberi sisipan reinforcement; (2) Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang lebih baik antara menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking dengan yang diberi sisipan reinforcement. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 4 Sindang Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen 1 yang menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen 2 yang menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan reinforcement komunikasi matematis siswa. Dalam penelitian ini, untuk menganalisis data digunakan uji-t. Berdasarkan pengolahan data diperoleh rata-rata nilai tes akhir untuk kelas eksperimen I adalah 24,2 dari skor ideal 43, dan rata-rata nilai tes akhir untuk kelas eksperimen II adalah 19,9 dari skor ideal 43. Dan diperoleh varians untuk kelas eksperimen 1 adalah 14,02 dan varians kelas eksperimen 2 adalah 18,3. Dengan taraf signifikan 5%, hasil uji-t menunjukkan dan ,6. bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking lebih baik daripada yang menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan reinforcement
PENGARUH PENDEKATAN RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING (RMT) UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP
Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking. Satuan eksperimen penelitian ini adalah siswa kelas VIIa SMP Negeri 4 Lamasi yang ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga terpilihlah satu eskperimen yaitu kelas VIIa di ajar dengan pendekatan pembelajaran Rigorous Mathematical Thinking. Data yang dikumpulkan terdiri atas data kemampuan komunikasi, keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, dan angket respon siswa.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian adalah: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Lamasi sebelum diajar dengan menggunakan pendekatan Rigorous Mathematical Thinking berada pada kategori sangat rendah. (2) Kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Lamasi setelah diajar dengan menggunakan pendekatan Rigorous Mathematical Thinking berada pada kategori tinggi. (3) Terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Lamasi setelah diterapkan pendekatan Rigorous Mathematical Thinking
MENGUNGKAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MATERI SEGITIGA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan efektifitas dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi model/desain Concurrent Embedded, dimana metode penelitian kualitatif sebagai metode primer dan metode kuantitatif sebagai metode sekunder. Analisis data dengan tahapan- tahapan yaitu: (1) dilakukan analisis data kualitatif untuk mengetahui gambaran peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan langkah-langkah analisis data model Miles dan Huberman yaitu: data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. (2) dilakukan analisis data kuantitatif untuk mengetahui efektifitas dalam penggunaan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga. Untuk melihat kriteria efektifitas yakni: adanya peningkatan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis materi segitiga sebelum dan sesudah pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP), dengan uji t satu sampel terhadap N-gain Ternormalisasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) pada setiap pertemuannya dan dinyatakan efektif, dengan adanya peningkatan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis mencapai ketuntasan dengan rata-rata pretest 60,67 masuk dalam kategori rendah dan rata-rata postest meningkat 82,11 kategori tinggi. Jadi kesimpulannya yakni pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga
PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISE KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU MATEMATIKA TERHADAPAT KINERJA GURU MATEMATIKA SMAN DAN SMKN
Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran persepsi guru matematika tentang supervisi kepala sekolah, (2) gambaran motivasi kerja guru matematika, (3) gambaran kinerja guru matematika, (4) pengaruh persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru matematika, (5) pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru matematika, dan (6) pengaruh persepsi guru matematika tentang supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara simultan terhadap kinerja guru. Penelitian ini dilaksanakan pada SMAN dan SMKN di Kabupaten Luwu Utara pada tahun pelajaran 2018/2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru matematika SMAN dan SMKN di Kabupaten Luwu Utara sebanyak 57 guru yang tersebar dalam 12 SMAN dan 3 SMKN. Mengingat jumlah populasi kurang dari 100, maka penelitian ini mengambil seluruh populasi sebagai sampel (teknik sampling total). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, kuesioner motivasi kerja guru, dan nilai hasil penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) deskripsi persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah berada pada kategori sedang, (2) gambaran motivasi kerja guru matematika berada pada kategori sedang, (3) gambaran kinerja guru matematika berdasarkan penilaian kepala sekolah berada pada kategori sedang, (4) terdapat pengaruh persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap penilaian kinerja guru secara simultan sebesar 48,5%, (5) terdapat pengaruh positif persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah terhadap penilaian kinerja guru sebesar 32,2%, (6) terdapat pengaruh motivasi kerja guru terhadap penilaian kinerja guru sebesar 43,7%