Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
PENGARUH SUBJECTIVE WELL BEING DIMASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
Pandemic covid 19 mempengaruhi sebagian besar aspek dalam dunia Pendidikan termasuk pendidikan dasar. Salah satu aspek yang terdampak dari perubahan ini adalah hasil belajar. Hasil belajar dimasa pandemic ini dipengaruhi beberapa faktor di antaranya Subjective Well Being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Subjective Well Being dan hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar dimasa pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui pengaruh Subjective Well Being terhadap Hasil Belajar Matematika siswa Sekolah Dasar di masa pandemik Covid-19. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh Siswa Sekolah Dasar yang terdapat di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Porvinsi Sulawesi Selatan dan sampelnya 360 orang siswa kelas IV SD dengan cara Purposive sampling. Data Subjective Well Being diperoleh menggunakan angket dan hasil belajar matematika menggunakan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian digunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjective Well Being siswa Sekolah Dasar dimasa pandemi Covid-19 berada pada kategori sedang dan Hasil Belajar Matematika siswa Sekolah Dasar dimasa pandemi Covid-19 berada pada kategori sedang. Terdapat pengaruh Subjective Well Being terhadap Hasil Belajar Matematika siswa Sekolah Dasar dimasa pandemi Covid-19
Pengaruh Adversity Quotient Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD
Kemampuan Pemecahan masalah adalah suatu kemampuan yang baik untuk dikembangkan khususnya dalam mata pelajaran matematika. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah membutuhkan metode dan cara yang tepat khususnya siswa sekolah dasar. Adversity Quotient merupakan suatu pertimbangan internal dari dalam diri siswa yang diindikasikan dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) melihat gambaran Adversity Quotient dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD, (2) untuk mengetahui pengaruh Adversity Quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SD. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Siswa Sekolah Dasar kelas V dan VI di Kecamatan Malili. Sampel pada penelitian ini adalah 153 siswa dengan cara Purposive Sampling. Data Adversity Quotient diperoleh menggunakan angket dan Kemampuan Pemecahan Masalah menggunakan tes. Hasil penelitian ini adalah (1) Adversity Quotient berada pada kategori sedang atau camper (2) Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SD berada pada kategori sedang. (3) Terdapat pengaruh Adversity Quotient terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Analisis Pemahaman Konsep Berdasarkan Model Scramble Berbasis STEAM dan Gaya Belajar
Abstrak. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui; (1) adanya perbedaan antara model pembelajaran Scramble berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) dan pembelajaran model ceramah terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis. (2) adanya perbedaan kategori gaya belajar auditorial, visual dan kinestetik peserta didik terhadap pemahaman konsep matematis. (3) adanya interaksi antara faktor model pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experiment Design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan model pembelajaran scramble berbasis STEAM, sedangkan kelas kontrol diberikan perlakuan model konvesional dengan model ceramah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data uji Anova dua jalan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan diperoleh, hipotesis yaitu (1) Terdapat perbedaan antara model pembelajaran scramble berbasis STEAM (Science, Technology, Egineering, Art, Mathematics) dan pembelajaran model ceramah terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis. (2) Terdapat perbedaan gaya belajar kategori auditorial, visual, dan kinestetik terhadap pemahaman konsep matematis. (3) Tidak terdapat interaksi antara faktor model pembelajaran dengan gaya Belajar Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik
Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Menggunakan Powerpoint dan iSpring Quizmaker Pada Materi Teorema Pythagoras
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research dan Development) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika menggunakan powerpoint dan iSpring quizmaker pada materi teorema Pythagoras. Subyek penelitian ini, untuk kelas uji coba terbatas adalah kelas VIIIb yang berjumlah 29 orang dan untuk ujicoba luas kelas VIIIa yang berjumlah 31 orang. Pertemuan dikelas dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Borg & Gall yang meliputi 10 tahap namun peneliti hanya dapat melakukan beberapa tahap yaitu tahap potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, dan ujicoba pemakaian. Untuk revisi produk dan produksi massal dalam penelitian ini belum bisa dilakukan karena keterbatasan waktu peneliti. Media pembelajaran matematika menggunakan Poweerpoint dan iSpring quizmaker setelah dikembangkan, divalidasi dan disimulasikan serta mengalami beberapa kali revisi sehingga dihasilkan media pembelajaran matematika yang layak digunakan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) validasi dari materi, media, kisi-kisi dan tes, respon siswa, aktivitas siswa, dan RPP yang digunakan adalah valid setelah divalidasi oleh tim ahli (2) kepraktisan media pembelajaran yang diukur adalah aktivitas siswa pada kelas VIIIb dan VIIIa dapat dikategorikan kedua kelas ujicoba sangat baik, begitu pula dengan keterlaksaaan pembelajaran yang diperoleh tinggi. Ini menunjukkan media pembelajaran praktis untuk digunakan; (3) untuk proses keefektivan sangat efektif terbukti dengan yang diukur adalah hasil belajar yaitu pretest dan posttest dengan menggunakan rumus N-gain berada dalam kategori dan respon siswa diperoleh hasil sangat positif. Sehingga media pembelajaran ini memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan
PROFESSIONAL COMPETENCE: MATHEMATICS CONTENT KNOWLEDGE MAHASISWA CALON GURU PADA MATA KULIAH ANALISIS KURIKULUM MATEMATIKA
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yaitu mengamati dan menganalisis fenomena-fenomena tertentu yang terjadi pada subjek yang diteliti. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mathematics content knowledge mahasiswa calon guru yang memprogram mata kuliah analisis kurikulum matematika. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020, pada bulan Oktober-Desember 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah analisis kurikulum matematika yaitu mahasiswa pada semester lima. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan dokumentasi. Pengetahuan konten matematika (mathematics content knowledge) yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah pengetahuan factual, pengetahuan konseptual, dan pengetahuan prosedural mahasiswa calon guru terhadap materi matematika yang diajarkannyaBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki mathematics content knowledge yang baik. Setiap mahasiswa pasti memiliki kelemahan, apakah kelemahan dipengetahuan faktualnya, konseptualnya, atau dipengetahuan proseduralnya
KORELASI ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh korelasi antarakepercayaan diri dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 5 SD di kecamatan Burau.Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah dasar yang ada di kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur pada semestergenap tahun ajaran 2019/2020. Teknik Pengambilan subjek yaitu teknik sampling acak. Instrumen penelitian yaituangket kepercayaan diri, angket kemandirian belajar dan tes hasil belajar matematika. Data yang diperolehdianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu terdapat korelasi yang positifantara 1) kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika, 2) kemandirian belajar terhadap hasil belajarmatemantika, 3) kepercayaan diri dan kemandirian belajar terhadap hasil bejalar matematika siswa kelas 5 SD dikecamatan Burau babupaten Luwu Timur
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika siswa Kelas X-IPS SMA Negeri 3 Luwu Utara; (2) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif Tipe STAD terhadap hasil belajar matematika siswa Kelas X-IPS SMA Negeri 3 Luwu Utara; dan (3) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar matematika siswa Kelas X-IPS yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa Kelas X-IPS yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian ini adalah randomized pretest-posttest comparison group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X-IPS SMA Negeri 3 Luwu Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 dan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik cluster double random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah: (1) tes hasil belajar, dan (2) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa; (2) pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa; (3) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD; dan (4) posttest model kooperatif tipe STAD lebih tinggi dari tipe Jigsaw, gain ternormalisasi model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dari tipe STAD, dan persentase ketuntasan klasikal model kooperatif tipe STAD lebih tinggi dari tipe Jigsa
PENGARUH KEYAKINAN DIRI DAN KEDISIPLINAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini adalah penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh keyakinan diri dan kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD di kecamatan Towuti Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah dasar yang ada dikecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Teknik Pengambilan subjek yaitu teknik sampling acak proportional random sampling. Instrumen penelitian yaitu angket keyakinan diri, angket kedisiplinan dan tes prestasi belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik imferansial. Hasil penelitian yaitu Terdapat pengaruhkeyakinan diridan kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD di kecamatan Towuti. artinya siswa yang memiliki keyakinan dan kemandiran belajar tinggi cenderung memiliki prestasi belajar yang tinggi juga.Keyakinan diri dan kedisiplinan memiliki kontribusipengaruh 22,7% terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD di kecamatan Towuti dan 77,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar keyakinan diri dan kedisiplinan
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN SELF EFFICACY SISWA
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Palopo, dengan kriteria pengaruh antara lain: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, (2) self efficacy siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, (3) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, (4) self efficacy siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik daripada self efficacy siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berada pada kategori tinggi, (2) Self efficacy siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berada pada kategori baik, (3) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, (4) Tidak terdapat perbedaan self efficacy siswa antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan kriteria pengaruh pembelajaran dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, tetapi secara signifikan tidak berpengaruh terhadap self efficacy siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Palopo
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika siswa Kelas X-IPS SMA Negeri 3 Luwu Utara; (2) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif Tipe STAD terhadap hasil belajar matematika siswa Kelas X-IPS SMA Negeri 3 Luwu Utara; dan (3) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar matematika siswa Kelas X-IPS yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan siswa Kelas X-IPS yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian ini adalah randomized pretest-posttest comparison group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X-IPS SMA Negeri 3 Luwu Utara Tahun Pelajaran 2017/2018 dan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik cluster double random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah: (1) tes hasil belajar, dan (2) lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa; (2) pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa; (3) tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD; dan (4) posttest model kooperatif tipe STAD lebih tinggi dari tipe Jigsaw, gain ternormalisasi model kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dari tipe STAD, dan persentase ketuntasan klasikal model kooperatif tipe STAD lebih tinggi dari tipe Jigsaw