Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan penalaran matematika dan motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 239 Salu Minanga kecamatan Malili setelah penerapan model pembelajaran matematika berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 239 Salu Minanga Kecamatan Malili pada tanggal 24 Mei – 18 juni 2021 . Satuan eskperimen yaitu siswa kelas IV SD Negeri 239 Salu Minanga Kecamatan Malili sewbanyak 36 siswa . Perlakuan yang diberikan adalah pembelajaran matematika berbasis masalah. Instrumen penelitian ini adalah tes penalaran matematika, dan angket motivasi belajar. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis secara deskritif dan inferensial. Hasil penelitian ini yaitu 1) terdapat peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa kelas IV SD Negeri 239 Salu Minanga kecamatan Malili setelah penerapan pembelajaran matematika berbasis masalah. 2) terdapat peningkatan motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 239 Salu Minanga kecamatan Malili setelah penerapan pembelajaran matematika berbasis masalah
PENGARUH KECEMASAN DAN SIKAP SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR ARITMATIKA SOSIAL SISWA KELAS VII SMP DIKECAMATAN BURAU
Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan sampel 85 orang siswa kelas VII SMP di Kecamatan Burau yang diambil secara random sampling. Variabel penelitian terdiri dari kecemasan dan sikap siswa pada pembelajaran matematika sebagai variabel bebas dan hasil belajar Aritmatika Sosial sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian menggunakan angket kecemasan matematika, angket sikap siswa pada pembelajaran matematika, dan tes hasil belajar aritmatika sosial.Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui variable bebas secara parsial dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecemasan matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP di kecamatan Burau sebesar 8,9%. Terdapat pengaruh sikap siswa pada pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP di kecamatan Burau sebesar 19,4%. Terdapat pengaruh secara bersama-sama kecemasan dan sikap pada pembelajaran matematika siswa kelas VII SMP di Kecamatan Burau sebesar 21,8%. Dengan demikian dapat disimpulkan jika tingkat kecemasan matematika siswa rendah dan sikap siswa pada pembelajaran matematika baik, maka hasil belajar aritmatika sosial siswa akan tinggi. Sebaliknya, jika tingkat kecemasan matematika siswa tinggi dan sikap siswa pada pembelajaran matematika kurang baik, maka hasil belajar aritmatika sosial siswa akan rendah
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar matematika siswa kela III A SD Negeri Salatiga 02 yang dilihat dari adanya perbedaan rata-rata pretest dan posttest. Jenis penelitian ini adalah pre-Experimental dengan variabel terikat hasil belajar matematika dan variabel bebasnya model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini menggunakan desain One-Group Pretest Posttest Design. Subjek penelitian sebanyak 28 siswa, 16 perempuan dan 12 laki-laki. Data yang terkumpul dari hasi pretest dan posttest dilakukan uji t berbantuan SPSS Windows Version 21.00. Selanjutnya dicari taraf signifikansi atau probabilitas [Sig.(2-tailed)] dengan α = 0,05 dan menganalisis thitung dengan mencari ttabel menggunakan Tabel t. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) efektif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas III A SD Negeri Salatiga 02. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dikatakan efektif dikarenakan terdapat perbedaan rata-rata antara nilai pretest yaitu 50.00 dan posttest yaitu 68.30. Hal ini diperkuat dari hasil signifikasi atau probabilitas 0,05 > 0,000 dan uji beda t hitung lebih besar dari t tabel (-2,733> 1,703).
Abstract. This study aims to determine the effectiveness of the use of the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model on the mathematics learning outcomes of grade III A students of SD Negeri Salatiga 02 as seen from the difference in the average pretest and posttest. This type of research is pre-experimental with the dependent variable is mathematics learning outcomes and the independent variable is the Numbered Head Together (NHT) Cooperative learning model. This study uses the One-Group Pretest Posttest Design. The research subjects were 28 students, 16 female and 12 males. The data collected from the pretest and posttest results were t-test assisted by SPSS Windows Version 21.00. Then look for the level of significance or probability [Sig.(2-tailed)] with = 0.05 and analyze tcount by looking for ttable using Table t. The results showed that the Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model was effective on the mathematics learning outcomes of class III A students at SD Negeri Salatiga 02. The Numbered Head Together (NHT) cooperative learning model was said to be effective because there was an average difference between the pretest scores of 50.00 and the posttest is 68.30. This is reinforced by the results of the significance or probability of 0.05 > 0.000 and the t arithmetic difference test is greater than t table (-2.733 > 1.703)
Analisis Kesulitan dan Respon Dosen terhadap Keterampilan Meneliti Riset bagi Mahasiswa: Studi Pendahuluan untuk Merancang Hipotesis Lintasan Belajar Mahasiswa
. Keterampilan meneliti mahasiswa dipengaruhi oleh beragam aspek, diantaranya adalah kesulitan dalam penulisan dan respon dosen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana dampak kesulitan mahasiswa dan respon dosen terhadap keterampilan meneliti mahasiswa. Kami mendesain penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto untuk menjawab tujuan penelitian. Sebanyak 61 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika dilibatkan dalam penelitian dan berasal dari Universitas yang beragam di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Maluku. Pengumpulan data menggunakan google form yang telah melalui proses validasi dengan mengontak kolega-kolega di setiap Universitas. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menjawab dampak yang dihasilkan dari variabel yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa dan respon dosen memberikan dampak yang signifikan terhadap keterampilan meneliti mahasiswa secara simultan maupun secara parsial. Secara khusus, kami merekomendasikan bahwa untuk meminimalkan kesuliatan mahasiswa dan meningkatkan keterampilan meneliti diperlukan sinergi antara mahasiswa dan dosen dengan mengembangkan lintasan belajar yang efekti
Perbandingan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika yang Diajar Menggunakan Blended Learning Berbasis Literasi Digital dengan Konvensional pada Siswa Kelas IV SDN Mangkura 1 Makassar: Motivasi, Hasil Belajar, Blended Learning, Literasi Digital, Konvensional
Abstrak. Perbandingan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika yang Diajar Menggunakan Blended Learning Berbasis Literasi Digital dengan Konvensional pada Siswa Kelas IV SDN Mangkura 1 Makassar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuiperbedaan motivasi belajar Matematika yang diajarkan menggunakan Blended Learning berbasis literasi digital dengan konvensional pada siswa kelas IV SDN Mangkura I Makassar; Jenis penelitian ini adalah pretest-postest control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Mangkura I Makassar, kelas IV A sebanyak 30 orang siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebanyak 30 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar untuk mengukur motivasi belajar dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu pendekatan statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test nilai pada kelas model pembelajaran inkuiri dan kelas PBL analisis levene’s test dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya adalah 0,000 menunjukkan bahwa 0,000 < 0,05 maka H1 diterima, artinya Terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar Matematika yang diajarkan menggunakan Blended Learning berbasis literasi digital dengan konvensional pada siswa kelas IV SDN Mangkura I Makassar.
Kata kunci: motivasi, hasil beljar, Blended Learning, literasi digital, konvensiona
PENGEMBANGAN POCKET BOOK MATHEMATIC (POCKEMATH) BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa Pocket Book Mathematic (Pockemath) Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran untuk siswa. Pengembangan Pocket Book Mathematic (Pockemath) Berbasis Android ini mengacu pada Model Thiagarajan Four-D yang meliputi 4 tahap: Define, Design, Develope dan Desseminates. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu dokumentasi, observasi, lembar penilaian validator, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan dengan Uji layak dan uji kepraktisan produk Pockemath. Hasil penelitian ini adalah produk berupa Pocket Book Mathematic (Pockemath) berbasis android yang layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa. Hal ini berdasarkan analisis data diperoleh penilaian validator dengan persentase 80,55% pada kategori sangat layak dan hasil data respon siswa sebesar 91,19 % dengan kategori sangat praktis
KLASIFIKASI PENYAKIT MATA BERDASARKAN CITRA FUNDUS RETINA MENGGUNAKAN DIMENSI FRAKTAL BOX COUNTING DAN FUZZY K-MEANS
Mata merupakan salah satu panca indera yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Mata berfungsi sebagai indera penglihatan yang sangat sensitif. Jika mata mengalami gangguan atau penyakit mata, maka akibatnya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk membedakan berbagai macam penyakit mata tersebut dapat dilihat melalui foto fundus retina. Foto fundus retina adalah prosedur pengambilan gambar pada bagian fundus retina. Tindakan foto fundus retina dapat menangkap gambaran pada daerah di belakang mata yang meliputi retina, saraf mata (saraf optikus), macula, dan pembuluh darah retina. Pada penelitian ini dilakukan pengenalan ciri dari masing-masing penyakit mata yaitu katarak, glaucoma dan penyakit retina melalui struktur pembuluh darah retina pada foto fundus retina. Data yang digunakan sebanyak 100 citra fundus retina yang akan diproses menggunakan segmentasi. Hasil dari segmentasi berupa bercak pembuluh darah pada retina. Selanjutnya, digunakan metode box counting untuk menghitung nilai dimensi sehingga dapat dilakukan klasifikasi dengan fuzzy k-means. Hasil akurasi dari penelitian klasifikasi ini sebesar 76% sehingga disimpulkan bahwa dimensi fractal box counting pada foto fundus retina dapat digunakan untuk menentukan jenis penyakit mat
ETNOMATEMATIKA: EKSPLORASI PEMBUATAN TAHU KHAS KALISARI KABUPATEN BANYUMAS SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Abstrak. Pembelajaran matematika di sekolah seringkali tidak kontekstual dan dikaitkan dengan budaya karena matematika dianggap tidak ada kaitannya dengan budaya yang ada. Sebagai kabupaten yang kaya akan budaya, pendidik di Kabupaten Banyumas dapat mengintegrasikan kekayaan budaya tersebut dalam pembelajaran matematika. Salah satu kekayaan budaya tersebut adalah berupa makanan khas yang terdapat di Kabupaten Banyumas. Tahu Kalisari merupakan produk tahu Kabupaten Banyumas yang memiliki cita rasa khas dan bentuk geometri yang beragam. Masyarakat Desa Kalisari yang mayoritas berprofesi sebagai pembuat tahu tanpa disadari telah menerapkan konsep-konsep matematika dalam proses pembuatan tahu khas Kalisari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas yang melibatkan konsep-konsep matematika yang terdapat dalam proses pembuatan tahu khas Kalisari.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan etnografi. Observasi, dokumentasi dan wawancara dengan pembuat tahu khas Kalisari digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan tahu khas kalisari melibatkan konsep-konsep matematika yaitu konsep geometri berupa bangun datar dua dimensi (persegi, persegi panjang) dan bangun ruang tiga dimensi (tabung tanpa tutup, setengah bola, balok, balok tanpa alas dan tutup, balok tanpa tutup, limas segiempat, dan bola), konsep pembagian, perbandingan senilai, dan kekongruenan yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual.
Kata Kunci: Etnomatematika, Tahu Khas Kalisari, Geometri, Pembagian, Perbandingan Senilai, Kekongruenan
Abstract. Mathematics learning at schools is often not contextual and culturally related because mathematics is considered to have nothing to do with the existing culture. As a district that is rich in culture, educators in Banyumas Regency can integrate the cultural wealth in learning mathematics. One of the cultural treasures is in the form of special foods found in Banyumas Regency. Kalisari tofu is a tofu product from Banyumas Regency which has a distinctive taste and various geometric shapes. Kalisari village community which majority of whom work as tofu makers, without realising actually applied mathematical concepts in the process of making special Kalisari tofu. This study aims to explore activities that involve mathematical concepts contained in the process of making special Kalisari tofu. This research is a qualitative descriptive study that uses an ethnographic approach. Observation, documentation and interview with Kalisari tofu makers are used as data collection techniques. This study shows that the production of special Kalisari tofu involves mathematical concepts, namely the concept of geometry in the form of two-dimensional flat shapes (square, rectangle) and a constructed three- dimensional shapes (tube without lid, hemispherical, block, block without base and lids, blocks without lids, rectangular pyramids, and spheres), concepts of division, direct proportion and congruence that can be used as a source of contextual mathematics learning.
Keywords: Ethnomathematics, Special Kalisari Tofu, Geometry, Division, Direct Proportion, Congruenc
Efikasi diri dan Kecemasan Matematika Hubungannya dengan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI MIPA
Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hubungan efikasi diri dan kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan populasi terdiri dari siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tambun Utara sebanyak 144 siswa, sedangkan dengan teknik Cluster Random Sampling menggunakan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 106 siswa SMA kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Tambun Utara pada tahun ajaran 2021/2022. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan berpikir kritis siswa sebanyak 8 butir soal dan non tes berupa angket efikasi diri sebanyak 21 pernyataan dan angket kecemasan matematika sebanyak 30 pernyataan. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear berganda dengan menghitung koefisien determinasi dan uji signifikansi hipotesis dengan uji F dan uji T pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,053 atau 5,3% sedangkan sisanya 94,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Selain itu, berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji F menyimpulkan bahwa efikasi diri dan kecemasan matematika memiliki keterkaitan yang kuat terhadap kemampuan berpikir kritisnya. Sedangkan hasil uji hipotesis dengan uji T secara parsial menunjukkan tidak terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa. Dan dengan uji T juga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kecemasan matematika terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Kata Kunci: Efikasi Diri, Kecemasan Matematika, Kemampuan Berpikir Kritis.
Abstract. The purpose of this research was to determine how the relationship between self-efficacy and math anxiety on students’ critical thinking skills. The method used in this research is a correlational method with a quantitative approach using a population consisting of 144 students of class XI MIPA SMA Negeri 2 Tambun Utara, while with the cluster random sampling technique using the slovin formula a sample of 106 student of class XI SMA Negeri 2 Tambun Utara in the academic year 2021/2022. The instrument used consisted of a student’s critical thinking ability test with 8 questions and non-test in the form a selff-efficacy questionnaire with 21 statements and a mathematics anxiety questionnaire with 30 statements. The data analysis technique used multiple linear regression by calculating the coeffient of determination and testing the significance of the hypothesis with the F test and T test at a significant level of 5%. The results showed that the coefficient of determination was 0,053 or 5,3% while the remaining 94,7% was influenced by othe factors. In addition, based on the results of hypothesis testing using the F test, it can be concluded that self-efficacy and math anxiety have a strong relationship with their critical thinking skills. While the results of hypothesis testing with T test show there is no corellation between self-efficacy and critical thinking skills in students. And with the T test also obtained, it can be concluded that there is no corellation between mathematics anxiety and students’ critical thinking skills.
Keywords: Self Efficacy, Mathematics Anxiety, Critical Thinking Ability
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Ditinjau dari Kepercayaan Diri
Dalam proses penyelesaian soal serta perbedaan kategori kepercayaan diri dapat mempengaruhi hasil akhir yang mereka temukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari kepercayaan diri pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu tiga siswa SMAI Al-Azhar 4. Terdapat empat indikator kemampuan berpikir kritis matematis dalam penelitian ini yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa subjek M mencakup empat indicator kemampuan berpikir kritis matematis, N mencakup tiga dari empat indikator yaitu analisis, evaluasi, dan inferensi. Sedangkan subjek H hanya mencakup indikator interpretasi