Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Pengembangan Multimedia Interaktif Menggunakan Articulate Storyline Berbantuan Geogebra pada Materi Garis dan Sudut untuk Siswa SMP
Pengembangan multimedia dilatar belakangi oleh kesulitan siswa pada materi garis dan sudut, yakni ketika mengaitkan materi tersebut dengan aljabar, kesulitan memvisualisasikan kedudukan dua garis, kesulitan menggunakan rumus pelurus, penyiku, dan sebagainya, serta kesulitan mempelajari dan memahami materi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah dalam mengembangkan multimedia interaktif menggunakan articulate storyline berbantuan geogebra pada materi garis dan mengetahui kevalidan serta kepraktisan multimedia interaktif menggunakan articulate storyline berbantuan geogebra pada materi garis dan sudut. Metode dari penelitian ini adalah Research and Development dengan model 4D yang terdiri dari tahapan Define (Definisi), Design (Desain), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Subjek dalam penelitian ini adalah 33 siswa kelas VII C salah satu SMP Negeri di Yogyakarta. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, dan angket respon siswa. Berdasarkan uji coba kevalidan dan kepraktisan multimedia interaktif menggunakan articulate storyline berbantuan geogebra pada materi garis dan sudut dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, serta dinyatakan praktis berdasarkan respon calon pengguna (siswa). Kategori valid terlihat dari rata-rata skor 3,16 yang termasuk kategori “baik” dari ahli materi dan 3,17 yang dikategorikan “baik” menurut ahli media. Kategori praktis ditunjukkan dari rata-rata angket respon siswa yaitu 3,44 yang dikategorikan “sangat baik”
APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENJADWALAN UAS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNUGIRI MENGGUNAKAN ALGORITMA WELCH-POWELL
Matematika merupakan ilmu yang dapat mempermudah dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Cabang ilmu matematika yang dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan salah satunya adalah teori graf. Penelitian ini termasuk jenis penelitian matematika terapan yang mengacu pada Algoritma, dimana algoritma yang dipakai adalah algoritma Welch-Powell. Dalam penelitian ini dibuktikan eksistensi teori graf dengan menyelesaikan permasalahan di dunia pendidikan, yaitu penjadwalan Ujian Akhir Semester dengan pewarnaan graf. Studi kasus dalam penelitian ini adalah penjadwalan UAS pada Program Studi Pendidikan matematika, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Studi kasus ini diambil karena selama ini penjadwalan UAS masih sesuai jadwal perkuliahan. Pada implementasi algoritma Welch-Powell, jika simpul memiliki warna yang sama maka simpul dikatakan tidak bertetangga. Sehingga dapat di tempatkan dalam kelas yang sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pewarnaan Graf dengan Algoritma Welch-Powell menghasilkan enam warna dari 36 matakuliah. Hasil tersebut merepresentasikan sebaran UAS matakuliah yang dilaksanakan selama enam hari
PENGARUH KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ex post facto dengan sampel sebanyak 60 orang siswa kelas X SMKN 4 Luwu yang diambil secara random sampling. Variabel penelitian terdiri dari kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional sebagai variabel bebas dan kemampuan berpikir kreatif sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian terdiri dari tes untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif serta angket kecerdasan emosional. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara parsial dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 26,8%. Terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 10,1%. Terdapat pengaruh secara bersama-sama kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 28,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa dalam memecahkan masalah maka semakin tinggi kemampuan berpikir kreatif siswa
Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa SMA
Kemampuan berpikir reflektif merupakan hal yang sangat diperlukan dalam mempelajari matematika. Kemampuan berpikir menjadi salah satu tolak ukur tercapainya tujuan pembelajaran matematika, salah satunya adalah kemampuan berpikir reflektif. Akan tetapi kemampuan berpikir reflektif siswa di sekolah saat ini khususnya di SMA belum terlatih dengan baik. Akibatnya kemampuan berpikir reflektif siswa SMA masih relatif rendah khususnya di SMA tempat peneliti dilaksanakan. Hal ini hasil observasi awal peneliti, kemampuan berpikir reflektif siswa kelas XI SMAN 6 Palopo sangat rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan proses pembelajaran berbasis masalah untuk melibatkan siswa secara aktif dan mandiri untuk terbiasa dalam mengidentifikasi, menganalisis dan mencari penyelesaian masalah. Sehingga kemampuan berpikir reflektif siswa juga ikut terlatih. Rancangan penelitian ini bersifat Quasi Eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest Control Group Desain. Satuan eksperimen penelitian ini melibatkan dua kelas yaitu kelas XI IPS1 sebagai kelas ekperimen sebanyak 30 siswa dan kelas XI IPS2 sebagai kelas kontrol sebanyak 30 siswa. Perlakuan yang diberikan yaitu kelas eksperimen diajar dengan pembelajaran matematika berbasis masalah dan kelas kontrol diajar dengan pembelajaran langsung. Data penelitian ini diperoleh hasil skor pretest dan postest. Data yang dipperoleh di analisis menggunakan analisis statistika deskriftif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa kelas XI IPS SMAN 6 Palopo yang diajar dengan pembelajaran matematika berbasis masalah dan yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Kemampuan berpikir reflektif siswa kelas XI IPS SMAN yang diajar dengan pembelajaran matematika berbasis masalah lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran langsung
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Jurusan IPS Di Pondok Pesantren
Penelitian ini didasarkan kepada dugaan bahwa Siswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki hasil belajar matematika yang rendah khususnya siswa pada Pondok Pesantren yang lebih mendalami Ilmu Agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap hasil belajar matematika siswa IPS di Pondok Pesantren. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI IPS pada Pondok Pesantren Robitotul Istiqomah Pasar Huristak, Palas yang berjumlah 92 orang siswa kemudian diambil sampel sebanyak 30 orang siswa secara random dengan cara pengundian. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode Eksprimen. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes hasil belajar matematika. Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif kemudian data hasil tes dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji-t sebab sebaran data normal dan populasi homogen. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa: (1) nilai rata-rata data hasil Lembar Observasi terhadap proses pembelajaran matematika dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebesar 3,25 dengan kategori sangat baik; (2) nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa sebelum belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebesar 62,46 dengan kategori cukup, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa sesudah belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebesar 73,86 dengan kategori baik; (3) terdapat pengaruh yang signifkan antara Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap hasil belajar matematika siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Berbasis Etnomatematika Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
Penelitian ini bertuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembelajaran menggunakan model project based learning (PjBL) yang berbasis etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasi experimental disign. Jenis penelitian menggunakan pretest dan posttest control design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah SMAN 1 Sape. Sampel yang digunakan adalah kelas Xc dan Xc dengan jumlah 58 siswa. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh menunjukan bahwa aktivitas siswa pada pembelajaran pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBl) dengan Etnomatematika lebih baik dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran yang konvensional (ceramah) dengan nilai tertinggi 95,87% untuk kelas eksperimen dan 81,32% untuk kelas kontrol. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada data pre-test dengan nilai rata-rata 23.5731 dan 23.5883. Dan memiliki perbedaan yang cukup signifikan antara kelompok kelas eksperiemn dan kelas kontrol pada data post-test dengan nilai rata-rata 97.6742 dan 79.0079
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MATA KULIAH KALKULUS PEUBAH BANYAK
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran daring pada mata kuliah kalkulus peubah banyak. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan instrumen tes pemahaman konsep matematis mata kuliah kalkulus peubah banyak. Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pendidikan matematika semester 4 kelas B sejumlah 38 orang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keseluruhan mahasiswa masih tergolong sedang sebesar 33.33 terdiri dari 5 mahasiswa dengan kelompok tinggi, 19 mahasiswa dengan kelompok sedang, serta 14 mahasiswa termasuk ke dalam kelompok rendah. Indikator pemahaman konsep yang tertinggi adalah menggunakan, memanfaatkan, memilih prosedur atau operasi tertentu. Sedangkan, indikator pemahaman konsep matematis terendah adalah indikator kedua yaitu mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya tertentu
Strategi Siswa dan Langkah Polya dalam Penyelesaian Masalah Matematis Berbasis HOTS
Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengungkapkan strategi siswa dalam menyelesaikan masalah matematis berbasis HOTS sekaligus langkah-langkah penyelesaian siswa sesuai dengan langkah penyelesaian masalah Polya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. 39 siswa berkontribusi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dalam bentuk hasil tes kemampuan pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menemukan fakta bahwa dua dari 39 siswa menggunakan strategi dalam menyelesaikan masalah matematika dan langkah-langkah penyelesaian masalah siswa yang merujuk pada langkah penyelesaian masalah Polya beragam
Modular Irregular Labeling on Firecrackers Graphs
Let G= (V, E) be a graph order n and an edge labeling ψ: E→{1,2,…,k}. Edge k labeling ψ is to be modular irregular -k labeling if exist a bijective map σ: V→Zn with σ(x)= ∑yϵv ψ(xy)(mod n). The modular irregularity strength of G (ms(G))is a minimum positive integer k such that G have a modular irregular labeling. If the modular irregularity strength is none, then it is defined ms(G) = ∞. Investigating the firecrackers graph (Fn,2), we find irregularity strength of firecrackers graph s(Fn,2), which is also the lower bound for modular irregularity strength, and then we construct a modular irregular labeling and find modular irregularity strength of firecrackers graph ms(Fn,2). The result shows its irregularity strength and modular irregularity strength are equal
KLASIFIKASI PENYAKIT PARU BERDASAR SUARA PERNAPASAN MENGGUNAKAN DIMENSI FRAKTAL HIGUCHI DAN K-NEAREST NEIGHBOR
Pernapasan merupakan proses menghirup dan menghembuskan udara dengan melibatkan pertukaran udara pada alveolus paru-paru. Beberapa gangguan atau penyakit yang menyerang organ sistem pernapasan atau paru antara lain Bronkitis, COPD, dan URTI. Menentukan jenis penyakit yang diderita seseorang sangatlah penting untuk dapat menentukan jenis obat yang sesuai. Untuk membedakan jenis penyakit paru ini selain dengan menggunakan MRI atau hasil rontgen juga berdasar suara napas pnederita. Pada penelitian ini deteksi jenis penyakit paru didasarkan pada suara pernapasan dengan menggunakan dimensi fractal Higuchi. Untuk klasifikasi suara penyakit pernapasan pada manusia dapat dilakukan dengan menganalisis ciri khas sinyal suaranya. Dalam penelitian ini, klasifikasi didasarkan untuk membedakan jenis penyakit paru bronkitis, COPD, URTI dari paru yang sehat berdasarkan nilai dimensi Higuchi dengan dekomposisi wavelet 5 level dengan K-Nearest Neighbor (KNN). Data yang digunakan sebanyak 117 data suara pernapasan berupa data wav yang terdiri atas 13 data penderita bronkitis, 64 data penderita COPD, 26 data suara napas orang sehat, dan 14 data penderita URTI. Metode yang digunakan adalah Pre-Prosessing yaitu menghilangkan noise dan menormalisasi data suara, kemudian menggunakan Discrete Wavelet Transform tipe Mother Wavelet Daubechies db4 dengan dekomposisi level 5 sebagai ekstraksi ciri, lalu mencari nilai dimensi fraktal dengan metode Higuchi. Setelah mendapatkan nilai dimensi fractal, data dibagi menjadi dua yaitu data train dan data test menggunakan jarak Euclidean dengan perbandingan data train dan data test yaitu 1:9 hingga 9:1. Kemudian, data diklasifikasi menggunakan metode K-Nearest Neighbor dengan nilai k percobaan yaitu 1, 2, 5, 8, 9, 10, dan 11. Pada penelitian ini, diperoleh nilai akurasi tertinggi sebesar 83% dengan nilai K-max = 60, dengan perbandingan data train dan data test yakni 9:1, dan nilai k = 1 dan 2 pada KNN. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan metode dimensi fraktal Higuchi dan K-Neares Neighbor dari suara pernapasan dapat digunakan untuk mengklasifikasi jenis penyakit paru pada manusia