Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    462 research outputs found

    MODEL PEMBELAJARAN DISKURSUS MULTY REPRECENTACY (DMR) BERBANTUAN ALAT PERAGA TANGKIS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

    No full text
    Berpikir kreatif matematis merupakan salah satu kemampuan yang menjadi tujuan pembelajaran matematika. Namun, pada kenyataannya masih banyak sisa yang kemampuan berpikir kreatifnya rendah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dalat memfasilitasi berkembangnya kemampuan berpikir kreatif matematis. Model pembelajaran Diskursus Multy Reprecentatsy merupakn salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan. Pada pembelajaran DMR diperlukan alat peraga sebagai bahan belajar siswa, oleh karena itu maka DMR berbantuan alat peraga tangis (batang statistika) merupakan pemilihan model dan alat peraga yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi statistia. Penelitian ini dilakukan secara kuasi eksperimen pada siswa SMP N 2 Pamulhan dengan menggunakan dua kelas yang berfungsi sebagai kelas control dan kelas eksperimen. Instrument yang digunakan yaitu tes berpikir kreatif matematis yang diberikan pada awal dan akhir pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan uji statistia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis yang signifikan pada siswa yang memperoleh model pembelajaran Diskursus Multy Reprecentacy (DMR) berbantuan alat peraga lTangkisebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran model konvensional

    Analisis Kestabilan Model Matematika Penyebaran Penyakit HIV Dengan Klasifikasi Gejala Pada Penderita

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang model matematika dinamika penyabaran penyakit HIV/AIDS. Model ini terdiri dari enam kelas populasi yaitu individu yang rentan terinfeksi atau Susceptible (S), individu yang terpapar HIV atau Eksposed (E), individu yang terinfeksi HIV tanpa gejala atau Infected (I), individu yang terinfeksi dengan gejala ringan ( ), individu yang terinfeksi denga gejala berat ( ) dan individu yang terinfeksi AIDS (A). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran penyakit HIV/AIDS menjadi wabah di masyarakat dengan analisis sensitivitas terhadap . Dari hasil sensitivitas yang dilakukan, diperoleh nilai negatif untuk pengaruh parameter pembentukan komisi penanggulangan HIV/AIDS (p) sebagai bentuk pencegahan individu terinfeksi penyakit ini. Makna dari hubungan negatif antara parameter p dan  yaitu semakin besar pemberian nilai untuk parameter (p) maka nilai bilangan reproduksi dasar semakin kecil. Kemudian untuk parameter interaksi antara individu terinfeksi dengan individu lain (β), memiliki hubungan positif dengan bilangan reproduksi dasar ( ). Maknanya, semakin besar nilai parameter β maka semakin besar pula nilai  namun semakin kecil nilai parameter ini maka nilai bilangan reproduksi dasar juga akan mengecil

    Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery Learning (GDL) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA

    No full text
    Studi ini ialah studi eksperimen semu yang memiliki tujuan guna melihat adanya dampak model GDL pada kapasitas pemecahan masalah matematika siswa SMA. Studi ini memiliki populasi sebanyak 532 siswa pada tingkat XI di SMA N  20 Jakarta tahun ajaran 2021/2022 yang mencakup lima kelas. Sampel studi ditentukan dengan menerapkan teknik purposive sampling, terpilih kelas XI IPA 1 yang menjadi kelas eksperimen serta kelas XI IPA 2 yang menjadi kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa pada setiap kelas. Studi ini mengaplikasikan nonequivalent control group design. Data didapat dari temuan pretest serta posttest kemampuan pemecahan masalah matematika sehingga menghasilkan data kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t test serta uji independent sample t test SPSS statistic mengikuti uji analisis prasyarat yang terdiri atas uji normalitas, homogenitas, serta hipotesis. Berlandaskan temuan studi, diketahui bahwa model GDL dapat diterapkan dengan benar dan berhasil pada waktu yang tepat, kapasitas pemecahan masalah di kelas dengan penerapan model GDL (kelas eksperimen) lebih unggul daripada kelas kontrol, juga penerapan model GDL memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan siswa SMA untuk memecahkan permasalahan matematika.&nbsp

    Eksistensi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD 43 Mattirowalie Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi guru dan mutu pendidikan serta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam proses meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan subjek kepala sekolah, guru dan peserta didik masing-masing dua orang. Hasil penelitian menunjukkan eksistensi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan guru menerapkan kurikulum 2013 dalam pembelajaran dan metode yang selalu dipakai adalah belajar sambil bermain, belajar di luar kalas atau menyatu dengan alam, serta memadukan teori dengan praktek, melakukan pembelajaran yang menyenangkan diselingi dengan ice breaking serta penggunanan media pembelajaran yang sesuai dengan tema pembelajaran, guru mengikuti pelatihan kelompok kerja guru, seminar pendidikan dan program calon guru penggerak, guru juga membentuk keluarga cilik education. Faktor pendukung ialah penyediaan sarana dan prasarana, media pembelajaran dan penyediaan masker bagi guru dan siswa untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran tatap muka terbatas, kelompok kerja guru membuat guru lebih berinovasi dalam proses pembelajaran, untuk mempermudah penerapan kurikulum 2013 guru membagikan buku tema kepada siswa, agar siswa dapat memahami secara lansung materi yang disajikan oleh guru dan sebagai media penunjang saat belajar di rumah. Sedangkan faktor penghambat yaitu masih minimnya pengetehuan guru tentang perkembangan informasi dan tehnologi, minimnya waktu dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas, lemahnya budaya literasi di masyarakat serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sarana dan prasarana yang ada di sekola

    Pengaruh Pembelajaran Kontekstual Berbasis Metode Pembelajaran Indoor dan Outdoor Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas IV menggunakan pendekatan kontekstual berbasis pembelajaran indoor dan outdoor terhadap hasil belajar matematika. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen design dengan random sampling menggunakan random sampling dengan menetapkan kelas IV SD Negeri Biringkaloro sebagai kelas kontrol dan SD Negeri Tombolo K sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang diberikan perlakuan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Dengan demikian dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas menggunakan uji Kolmodorov-Smirnov, setelah itu dilakukan uji independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelas eksperimen adalah 85,50 sedangkan kelas kontrol adalah 74,64 berdasarkan pengujian data mandiri sampai dengan tes untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar mencapai 96,7%, hasilnya 0,000 < 0,05 yang berarti H 0 ditolak untuk dapat mengetahui perbedaan hasil belajar. dan tingkat pemahaman siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan uji N-Gain. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil untuk kelas eksperimen adalah 53,0026455 Menunjukkan peningkatan pemahaman pada kategori sedang maka pada kelas kontrol diperoleh rata-rata N-Gain sebesar 20,0694444

    Analisis Proses Penalaran Matematis Siswa Tuna Rungu Sekolah Luar Biasa Negeri Sukamaju Pada Pemecahan Masalah Bangun Datar

    No full text
    Penalaran matematis yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap siswa termasuk siswa tuna rungu untuk melakukan pemecahan masalah. Faktanya, siswa tuna rungu masih memiliki penalaran matematis yang kurang baik. Meskipun demikian, siswa tuna rungu masih mampu melakukan pemecahan masalah walau kurang baik. Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penalaran matematis siswa tunarungu SLB Negeri Sukamaju pada pemecahan masalah bangun datar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 3 siswa yang dipilih berdasarkan kategori purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah peneliti, instrumen tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini adalah penalaran matematis siswa tuna rungu saat melakukan pemecahan masalah cenderung induktif. Proses penalaran matematis siswa tuna rungu pada saat pemecahan masalah bangun datar dimulai dari identifikasi masalah dengan membuat suatu model penjelasan dari fakta, sifat, hubungan, atau pola yang ada, lalu melakukan pendugaan solusi sementara untuk menyelesaikan masalah yang ada pada soal. Dugaan solusi sementara akan digabungkan dengan kesimpulan yang ditarik dari kasus khusus yang diambil poin pentingnya untuk dijadikan patokan dalam memecahkan permasalahan lainnya lalu siswa tuna rungu menentukan dugaan rencana penyeleasaian final untuk menentuka keliling bangun datar. Selanjutnya siswa tuna rungu melakukan penarikan kesimpulan kembali dari konsep gerakan keliling untuk dijadikan patokan dalam menentukan pola urutan perhitungan keliling bangun datar. Setelah itu siswa tuna rungu menggunakan pola dan hubungan yang ada untuk menganalisis dan menyusun konjektur. Selanjutnya siswa tuna rungu melakukan penggeneralisasian rencana penyelesaian masalah untuk menentukan keliling bangun datar

    Analisis Kesalahan Siswa dalam Mengerjakan Soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Berdasarkan Kriteria Kastolan

    No full text
    The focus of this research is to use Kastolan\u27s criteria to identify errors made by students when solving math problems involving exponents and root form. Kastolan divides error criteria into three categories: conceptual, procedural, and technical. This study does include six students from MTS Negeri 1 Serang City. With test instruments, interviews, and documentation, the qualitative descriptive method was used. Data analysis techniques include the processes of data collection, data reduction, and conclusion. According to the findings, the most common errors made by students were procedural errors 27,8%, conceptual errors 13,7%, and engineering errors 8,3%. The form of conceptual errors that are done, among others, students misinterpret the problem and use the wrong formula in solving the problem. Form of procedural errors that students do not perform the appropriate and systematic completion steps, and do not solve the problem to the simplest form. While the form of technical errors that are done is the wrong students in the calculation process or in the calculation operation because of the lack of accuracy and hurry to quickly solve the proble

    PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MINAT KELAS 5 SDN 12 LANGKANAE KOTA PALOPO

    No full text
    ABSTRAK   Hasmawati. 2021. Pembelajaran Matematika Berbasis  Etnomatematika untuk Meningkatkan Minat Siswa Kelas 5 SDN 12 Langkanae Kota Palopo (di bimbing oleh Suaedi dan Ma`rufi). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan minat  siswa kelas 5 SDN 12 Langkanae Kota Palopo  sebelum dan setelah diajarkan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika.(2).Mengetahui  apakah pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat meningkatkan minat belajar siswa  kelas 5 SDN 12 Langkanae Kota Palopo. Penelitian ini  adalah penelitian eksperimen,  jenis desain penelitian ini adalah Pra- Eksperimental designs dengan model one group pretets-posttes, sedangkan strategi yang digunakan adalah pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yaitu permainan tradisional Sulawesi Selatan baguli dan ma`dende. Adapun Instrument dari penelitian ini adalah lembar angket minat pretest dan posttest, untuk mengukur  minat belajar siswa. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini pembelajaran berbasis etnomatematika. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1). Sebelum diajarkan pembelajaran berbasis etnomatematika terdapat 2 kategori yaitu tinggi dan cukup, jumah siswa yang berkategori  tinggi dengan persentase 67%, siswa dengan kategori cukup persentase 33%, setelah diajarkan pembelajaran berbasis etnomatematika kategori sangat tinggi persentase 48%, siswa dengan kategori tinggi 52% tidak ada berkategori cukup. (2). Terdapat pengaruh peningkatan minat setelah diajarkan pembelajaran berbasis etnomatematika H1 : µg1 > 0.299 dengan skor gain sebesar 0,4250. Kata Kunci: Minat, dan Etnomatematik

    PENGEMBANGAN MEDIA FINGER MATH METHOD MENJADI PINBALL GAME UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERHITUNG PERKALIAN SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Each student has a different level of understanding, the teacher does not use enough teaching aids, which makes learning very everyday and monotonous or uninteresting. And the teacher does not use counting methods to help students understand, so students have a heavy memory load, such as remembering. multiplication. So the researchers developed the Jarimatika method into a pinball game to help determine the multiplication questions from 6 to 15 and design the visualization to make it more interesting. This research uses the Research and Development (RnD) methodology and the Analysis Design Development Implementation and Evaluation research model or usually shortened to the ADDIE method. From the results the percentage of data can be increased to 96.67%. According to Arikunto, 2009: 35 in the media eligibility category it is stated that it is very feasible to be a 6 to 15 multiplication pin ball game media. So that research on media development into a Pinball Game media is interpreted as valid. The ease of application helps students to improve the quality of counting. The conclusions are as follows The following: The development of Jarimatika Media in Mathematics subjects, especially in multiplication of 6 to 15 can be categorized as very suitable for use in learning at the Integrated Islamic Elementary School Insan Kamil Cepogo, according to the assessment of the pretest and posttest as well as questionnaires for class 4 user participants

    Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Penggunaan Alat Media Gambar pada Siswa Kelas IX UPT SMPN 4 Satap Bone-Bone

    No full text
    Penelitian ini merupaka penelitian tindakan (classroom action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX UPT SMPN 4 Satap Bone-Bone. Tehnik analisi data dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan analisis data bahwa didapatkan bahwa hasil belajar matematika melalui penggunaan alat media gambar, siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (67,64%), siklus II (82,35%). Penggunaan media gambar ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran pada pembelajaran matematika dan juga pembelajaran lainnya

    0

    full texts

    462

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇