Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kreatif siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam konteks pengajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif adalah kompetensi penting di era globalisasi, khususnya bagi siswa SMK yang diarahkan untuk terjun langsung ke dunia kerja. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melibatkan siswa kelas XI sebanyak 27 orang di salah satu SMK di Kabupaten Indramayu sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui pemberian tes berupa empat soal uraian yang mencakup 4 indikator utama kemampuan berpikir kreatif, yaitu: kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel masih tergolong rendah , dengan rata-rata 43,5% siswa telah mencapai skor maksimum. Persentase pada indikator keaslian (originality) yaitu 56%, indikator kelancaran (fluency) yaitu 52%, indikator keluwesan (flexibility) 48%, dan persentase terendah ditemukan pada indikator elaborasi (elaboration) sebanyak 18%. Hasil ini diharapkan dapat membantu pendidik dalam mendesain pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa
Strategi Matematis Penyelesaian Sudoku Berbasis Grup Permutasi: Pendekatan Teori Grup dalam Strategi Penyelesaian Sudoku
Sudoku adalah permainan logika berbasis angka yang dapat direpresentasikan sebagai masalah kombinatorika kompleks dengan strategi penyelesaian berbasis teori grup permutasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penyelesaian Sudoku menggunakan teori grup permutasi dan membandingkannya dengan metode backtracking. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Analisis dilakukan terhadap konsep grup permutasi dalam Sudoku, struktur angka dalam permainan, serta penerapan operasi permutasi dalam strategi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sudoku dapat dimodelkan dengan grup simetri S9, di mana aturan permainan direpresentasikan melalui orbit grup dan operasi permutasi. Pendekatan berbasis grup permutasi dapat mengurangi kandidat angka dalam sel kosong, meningkatkan efisiensi penyelesaian hingga 35% dibandingkan metode backtracking tanpa mengurangi akurasi solusi. Kesimpulannya, pendekatan teori grup tidak hanya memberikan pemahaman matematis lebih mendalam terhadap struktur Sudoku, tetapi juga berpotensi diterapkan dalam algoritma komputasional untuk meningkatkan efisiensi penyelesaian permainan ini
Deskripsi Kecerdasan Interpersonal dan Kaitannya Dengan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP
Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan interpersonal dan kaitannya dengan kemampuan komunikasi matematis siswa, pada materi statistika kelas VII.2 SMPN 2 Sajoanging, dengan subjek penelitian adalah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kecerdasan interpersonal, tes kemampuan komunikasi matematis, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat tiga tingkat kecerdasan interpersonal, yaitu rendah (43,33%), sedang (46,67%), dan tinggi (10%). (1) Siswa dengan kecerdasan interpersonal rendah, cenderung mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide-ide matematis mereka, baik secara tertulis maupun lisan. Mereka menunjukkan hambatan dalam merepresentasikan konsep statistika dalam bentuk grafik, tabel, dan penjelasan tertulis yang sistematis. Mereka kurang aktif dalam diskusi kelompok dan cenderung pasif dalam menerima informasi. (2) Siswa dengan kecerdasan interpersonal sedang, mengambarkan fleksibilitas yang lebih baik dalam berkomunikasi secara sistematis. Mereka mampu menyampaikan ide-ide matematis secara lisan dengan cukup baik, meskipun masih memerlukan dukungan dalam mengorganisasikan pemikiran msecara tertulis. Dalam diskusi kelompok, mereka dapat berpartisipasi aktif, namun masih mengalami kesulitan dalam menyusun argumen yang sistematis. (3) Siswa dengan kecerdasan interpersonal tinggi, menunjukkan kemampuan komunikasi matematis yang unggul dalam berbagai aspek. Siswa ini mampu mengartikulasikan konsep statistika secara jelas, baik dalam bentuk representasi visual, penjelasan verbal, maupun tulisan. Mereka dapat mengintegrasikan berbagai representasi matematis secara fleksibel, menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam, dan pada diskusi kelompok mereka memiliki keterampilan berinteraksi yang baik dalam mengemukakan ide-ide, dan mengembangkan kemampuan komunikasi matematis secara lengkap
Penggunaan GeoGebra pada Materi Geometri dalam Mendorong Pemahaman Peserta Didik
Pemahaman konsep geometri masih menjadi tantangan bagi banyak peserta didik karena sifatnya yang abstrak dan visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan GeoGebra terhadap hasil belajar peserta didik pada materi geometri serta menganalisis respon peserta didik terhadap penggunaannya. Penelitian menggunakan desain eksperimen kuasi dengan bentuk non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari dua kelas VIII di MTs Negeri 1 Maros tahun pelajaran 2025/2026, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan GeoGebra dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui posttest dan angket respon, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,004) dengan nilai effect size yang besar (Cohen’s d = 0,865). Selain itu, respon peserta didik terhadap penggunaan GeoGebra berada dalam kategori positif dengan rata-rata skor 81,91. Dapat disimpulkan bahwa GeoGebra efektif digunakan dalam pembelajaran geometri karena mampu meningkatkan hasil belajar dan mendapat respon positif dari peserta didi
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Teaching at The Right Level (TaRL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Terdapat indikasi hasil belajar siswa rendah sehingga diperlukan inovasi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kualitas serta makna dari proses pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII H SMP Negeri 6 Palu dengan menerapkan model pembelajaran PBL (Problem Basic Learning) dengan pendekatan TaRL (Teaching at The Right Level. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan desain yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing- masing terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan mencakup hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes dan data observasi mengenai aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, tingkat ketuntasan klasikal yang tercapai adalah 60% dengan kategori kurang. Namun, pada siklus II, indikator keberhasilan tercapai dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 86,7% dengan kategori baik. Oleh karena itu, pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan ketuntasan belajar klasikal yang minimal. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL (Problem Basic Learning) yang dipadukan dengan pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa
Meta-Analisis Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Pemahaman Konsep Pembelajaran Geometri
Geometri merupakan elemen krusial dalam program matematika di beragam tingkat pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai menengah. Berbagai studi mengindikasikan bahwa banyak murid masih menghadapi tantangan dalam membangun pemahaman serta mengaitkan konsep-konsep geometris. Salah satu pendekatan yang sering diteliti untuk mengurangi masalah ini adalah penerapan alat peraga sebagai media nyata dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis meta-analitik mengenai dampak pemakaian alat peraga terhadap pemahaman konsep geometri di berbagai tingkat pendidikan di Indonesia Metode penelitian yang digunakan adalah meta-analisis kuantitatif, dengan meninjau 20 artikel diterbitkan antara tahun 2015–2024 yang memenuhi kriteria inklusi: (1) menggunakan desain eksperimen atau quasi-eksperimen, (2) memuat data statistik yang relevan, dan (3) fokus pada variabel pemahaman konsep geometri. Data dianalisis menggunakan ukuran efek Cohen’s d dan random effect model untuk mengakomodasi heterogenitas antar-studi. Hasil analisis mengungkapkan mengenai penerapan alat peraga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman konsep geometri dengan nilai rata-rata ukuran efek (effect size) sebesar 0,82, yang tergolong dalam kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa alat peraga efektif dalam membantu siswa mentransformasikan konsep abstrak menjadi representasi konkret, sehingga memperkuat proses berpikir visual-spasial dan konstruksi makna geometri. Penelitian ini memberikan bukti empiris yang kuat bahwa alat peraga bukan sekadar media bantu, tetapi merupakan bagian integral dari pembelajaran geometri yang bermakna dan berorientasi pada pemahaman konsep. Melalui penggunaan alat peraga yang terencana, berkelanjutan, dan kreatif, proses pembelajaran matematika dapat bertransformasi dari aktivitas abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan membangun kemampuan berpikir spasial secara mendalam
Analisis Jalur Model Trimming Terhadap Faktor-Faktor Penentu Hasil Belajar Mahasiswa
Perubahan karakter, tuntutan dan variasi hasil belajar mahasiswa menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan pencapaian tersebut bukan hanya berfokus pada aspek akademik. Hal tesebut menunjukkan adanya faktor-faktor lain yang turut mempengaruhi keberhasilan studi seorang mahasiswa. Dengan menguji pengaruh langsung dan tidak langsung dari beberapa faktor secara simultan akan memudahkan untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dari 3 faktor yakni faktor lingkungan keluarga, faktor jasmani, faktor psikologis terhadap hasil belajar mahasiswa (IPK) Pendidikan Matematika salah satu universitas di Surakarta khususnya angkatan 2024, dengan menggunakan analisis jalur (path analysis) model trimming. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket dan dokumentasi nilai hasil belajar dari 49 subyek yang diambil acak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis jalur dengan model trimming untuk memperoleh model terbaik yang menggambarkan hubungan antarvariabel secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung dari faktor lingkungan keluarga terhadap IPK tidak signifikan, namun pengaruh langsung dari faktor jasmani dan psikologis terhadap IPK terhitung signifikan, dengan nilai koefisien jalur sebesar dan . Faktor lingkungan keluarga memberikan pengaruh tidak langsung terhadap IPK mahasiswa melalui dua jalur, yakni melalui faktor jasmani dengan kontribusi dan faktor psikologis dengan kontribusi sebesar . Secara keseluruhan, kombinasi dari ketiga faktor tersebut memberikan pengaruh terhadap IPK mahasiswa dengan efek totalnya sebesar 1,07049 dan besar variasi hasil belajar Hal ini menunjukkan bahwa 46,52% perubahan dalam hasil belajar mahasiswa dapat dijelaskan oleh ketiga faktor tersebut secara bersama-sama. Hasil tersebut menunjukkan pergeseran fokus dari faktor lingkungan keluarga ke faktor diri dari mahasiswa, yakni kondisi jasmani dan psikologis, yang artinya kondisi optimal diri mahasiswa menjadi perhatian untuk pencapaian akademik yang signifikan
Improving Mathematics Learning Outcomes with the Help of Teaching Aids In Grade VII Students
Learning mathematics at the junior high school level often faces challenges, particularly in students’ low understanding of basic integer operations such as addition and subtraction. These difficulties frequently result in misconceptions and low learning outcomes because the material is abstract and is often taught using conventional methods without adequate learning support. Therefore, it is urgent to implement learning strategies that can make abstract mathematical concepts more concrete and meaningful for students. This research aims to improve learning outcomes and students\u27 understanding of concepts in the material of integer addition and subtraction operations through the use of props. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each consisting of two meetings that include the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 32 seventh-grade students of MTsN 1 Probolinggo. The research instruments included learning outcome tests (pretest and posttest), student activity observation sheets, and documentation. The collected data were analyzed using descriptive quantitative analysis to examine improvements in learning outcomes from the pre-cycle to cycle II. The results showed a significant increase in student learning outcomes after the application of teaching aids. The average pretest score in the pre-cycle was 45%, which increased to 82.5% in the posttest of cycle I and further increased to 92.2% in the posttest of cycle II. The percentage of classical learning completeness also improved, from 18.75% in the pre-cycle to 87.5% in cycle I and reached 100% in cycle II. These findings indicate that the use of teaching aids helps students understand the concepts of integer addition and subtraction more concretely, facilitates problem-solving, and enhances learning outcomes. Thus, it can be concluded that the application of teaching aids is effective in improving conceptual understanding and mathematics learning outcomes of seventh-grade students at MTsN 1 Probolinggo
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik Pada Mateti Bilangan Bulat di Kelas VII SMP Negeri 11 Kota Gorontalo
Penelitian ini merupakan penelitian deskiptif dengan pendekatan kualitatif untuk menganalisis pemahaman konsep matematika peserta didik pada materi bilangan bulat. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 11 Kota Gorontalo dengan melibatkan 28 peserta didik sebagai objek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep dan wawancara. Indikator yang digunakan untuk mengambarkan pemahaman konsep matematika peserta didik antara lain: (1) Mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (2) Memberikan contoh dari konsep, (3) Menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu, (4) Mengaplikasikan konsep pemecahan masalah. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk memperdalam informasi mengenai pemahaman konsep matematika peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis peserta didik dengan kategori tingi sebesar 18%, kategori sedang sebesar 68%, dan kategori rendah sebesar 14%. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemahaman konsep matematika peserta didik pada materi operasi bilangan bulat tergolong sedang, yang ditunjukan dengan kemampuan peserta didik yang hanya memenuhi sebagian indikator pemahaman konsep matematika yang diukur
Efektivitas Penggunaan Media Animasi Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media animasi pembelajaran matematika dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Patumbak tahun ajaran 2023/2024. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VIII 1. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi dan angket menunjukkan bahwa media animasi pembelajaran matematika valid dengan kevalidan 92,25%, praktis dengan persentase respon guru 90,27% dan siswa 92,13%, serta efektif dengan ketuntasan belajar klasikal 90%, efektivitas pembelajaran 91,4%, dan peningkatan motivasi siswa 84,50%. Analisis gain sebesar 0,59 menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa pada kategori sedang. Hasil ini menegaskan bahwa media animasi pembelajaran dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Kata Kunci: Efektivitas, Penggunaan, Media, Motivasi, Belaja