Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis
Kemampuan berpikir kreatif matematis dianggap penting dalam proses pendidikan, namun kurang berhasil diterapkan dalam proses pendidikan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan model pembelajaran pada kurikulum merdeka yang bertujuan memberikan kesempatan untuk belajar secara efisien dan menunjukkan pemahaman dengan cara yang mereka sukai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Sehingga pendidik dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam proses pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. 
Eksplorasi Etnomatematika Pada Rumah Adat Tongkonan Tana Toraja
Budaya dan matematika sangat erat kaitannya dengan budaya salah satunya yaitu rumah adat tana toraja. pada rumah adat tana toraja yaitu tongkonan banyak sekali terdapat unsur matematika didalamnya. Selain memiliki unsur matematika hal tersebut juga ada kaitannya dengan sejarah sehingga tidak hanya matematika saja akan tetapi sejarah juga terdapat pada tongkonan serta tradisi tana toraja tidak bias dipisahkan dengan rumah adat yaitu tongkonan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan makna-makna dari ukiran pada rumah adat toraja serta mengenalkan unsur-unsur matematika seperti geometri yang bisa dilihat pada bangunan bersejarah tongkonan dan sejarah yang terdapat didalamnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan kajian literature. Pada kegiatan wawancara melibatkan Sekretaris umum MUI Tana Toraja, tokoh adat dan masyarakat setempat, dengan jumlah subjek penelitian yaitu 4 orang. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa dalam rumah adat tana toraja tongkonan terdapat unsur matematika yang belum pernah diekspor dan diketahui oleh masyarakat diantaranya konsep segitiga, tabung, persegi, persegi panjang, lingkaran dan keucut
PERSEPSI SISWA BERDASARKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS
Penanganan kasus COVID-19 yang terkendali mengakibatkan sistem pembelajaran di Indonesia berubah. Pola pembelajaran yang diterapkan menjadi pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Hal tersebut membuat persepsi siswa terhadap pembelajaran berubah berdasarkan perasaan dan pengalamanya. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan persepsi siswa SMA ditinjau dari prestasi belajar matematika terhadap PTMT. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode grounded theory. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah data asli hasil ulangan matematika siswa sebagai sumber data sekunder serta data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai sumber data primer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi siswa yang diitinjau dari prestasi belajar matematikanya terhadap PTMT cenderung positif. Sistem PTMT yang diterapkan mulai berjalan efektif. Siswa merasa senang, semangat dan antusias dalam belajar. Siswa dapat memahami penjelasan guru saat pembelajaran berlangsung. Cara guru mengajar menyenangkan dan terdapat peningkatan nilai, motivasi belajar serta rasa kompetisi pada sisw
Desain Pembelajaran Teorema Pythagoras Berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Dengan Model Inkuiri Terbimbing
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran materi teorema Pythagoras melalui Hypothetical Learning Trajectory (HLT) berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dengan Model Inkuiri Terbimbing menggunakan konteks Lintasan MRT. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah Design Research. Karakteristik esensial dari design research yaitu berbentuk siklus (cyclic). Subjek penelitian pada siklus 1 atau pengajaran awal/preliminary teaching melibatkan 6 orang siswa di Sekolah Surau Merantau kelas 8 SMP. Pada siklus 2 atau uji coba pengajaran/teaching experiment dengan subjek sebanyak 26 siswa kelas 8 di SMPIT Asy-Syukriyyah. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis retrospektif menunjukkan bahwa penggunaan konteks lintasan MRT dalam kegiatan belajar mengenai teorema Pythagoras berbasis TPACK dengan model inkuiri terbimbing dapat mendukung siswa untuk dapat aktif berdiskusi. Penggunaan konteks lintasan MRT juga mendukung siswa mengenal akan keterkaitan konteks lintasan MRT dengan segitiga siku-siku dan teorema Pythagoras.
 
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Matematika di Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Serang
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan informasi tentang implementasikurikulum merdeka pada pembelajaran matematika berdasarkan (1) perencanaan pembelajaran matematika; (2)pelaksanaan pembelajaran matematika; dan (3) penilaian pada pembelajaran matematika. Penelitian ini dilakukandi Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Serang pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Metode yang digunakanadalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dandokumentasi. Untuk menganalisis data dilakukan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan danverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaranmatematika di Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Serang dilakukan dengan menyesuaikan modul ajar hasil kolaborasiMGMP berdasarkan potensi peserta didik. (2) Pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran intrakulikulermata pelajaran matematika di Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Serang belum menerapkan strategi pembelajaranberdiferensiasi secara maksimal sebagaimana mestinya, dan (3) Penilaian kurikulum merdeka dalam pembelajaranmatematika di kelas VII SMP Negeri 3 Kota Serang dilakukan oleh Guru mata pelajar kepada peserta didik denganmelaksanakan penilaian formatif dan sumati
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Dalam Mengerjakan Soal Matematika Model TIMSS Kelas IV MI Al-Huda Pungangan-Subang
This study aims to analyze the problem-solving abilities of students class IV MI in working on the TIMSS Model Mathematics problem. This research method uses descriptive qualitative method, where the research sample is 3 students class IV MI AL-HUDA Pungangan – Subang. And data collection uses several stages, including making data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions to obtain results as the original goal, namely knowing the problem solving abilities of grade IV students in solving math problems with the TIMSS Model. The results of this study indicate that the students\u27 problem solving abilities are quite good even though there are one in 3 subjects who do not have good problem solving skills
Penerapan Model Kooperatif Tipe VAK terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep matematika dengan menerapkan model Kooperatif tipe Vizualization, Auditory And Kinestetic (VAK) siswa kelas X MIPA 6 SMA Kartika XX-1 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Randoml Sampling. Adapun kelas sampel terdiri dari 33 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, lembar observasi aktivitas siswa dan lembar angket respon siswa. Pokok bahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi sistem persamaan linier tiga variabel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil posttest siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif Tipe VAK sebesar 84,48 sebesar 84,48 dari skor nilai ideal yang diperoleh siswa yaitu 100 dengan variansi sebesar 56,63 dan standar deviasi sebesar 7,52. Adapun skor tertinggi yaitu sebesar 98 dan skor terendah sebesar 70 dengan rentang skor yaitu 28. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial terdapat perbedaan rata-rata antara pretest dan posttest. Dengan skor pretest 22,15 dan rata-rata skor posttest 84,48, pemahaman konsep matematika siswa meningkat setelah menerapkan model kooperatif Tipe VAK. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis di atas, pembelajaran matematika dengan menerapkan model kooperatif Tipe VAK akan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas X MIPA 6 SMA Kartika XX-1
PERBANDINGAN Perbandingan Gaya Belajar dan Prestasi Belajar Matematika antara Siswa Program Tahfizh dan Program Reguler SMP Muhammadiyah Boarding School Palopo
Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gaya belajar dan prestasi belajar matematika antara siswa program tahfizh dan program reguler di SMP Muhammadiyah Boarding School Palopo. Subjek penelitian terdiri dari 60 peserta didik, yang terdiri dari 30 peserta didik program tahfizh dan 30 peserta didik program regular. Subjek penelitian berasal dari tingkatan kelas yang berbeda, yaitu 10 siswa kelas VII, 10 siswa kelas VIII dan 10 siswa kelas IX. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket gaya belajar dan tes prestasi belajar yang memuat tes kognitif materi dasar matematika kelas VII sekolah menengah pertama. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji t dua sampel independen dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan gaya belajar antara siswa program tahfizh dan program regular di SMP Muhammadiyah Boarding School Palopo terutama pada gaya belajar visual, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa program tahfizh dan program regular SMP Muhammadiyah Boarding School Palopo dimana prestasi belajar matematika siswa program tahfizh jauh lebih baik dari pada siswa program regular
Pengembangan Media Literasi Digital “LOTIKA” Berbasis Android dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Mahasiswa
This research is research and development (Research and Development) which aims to produce a product in the form of android-based digital literacy media "Lotika" in improving students\u27 ability to understand mathematical concepts. The development of this media refers to the Luther model. This model consists of 6 stages of development namely Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, and Distribution. The instruments used to collect data in development research these are documentation, observation, assessment sheets, questionnaires and concept understanding tests. Documentation and observation is carried out to find out potential problems and initial analysis of product design. The assessment sheet is used to determine the feasibility of teaching material products that have been developed from the responses of experts. While the questionnaire is used to determine the practicality of the product that has been developed and has been validated by experts. While the concept understanding ability test is used to see whether there is an increase in conceptual understanding ability after using the media. The results of the analysis of the validator\u27s assessment on the media aspect obtained an average score of 3.38 and on the media spec 3.44 so that these two aspects are in the very good category. For the results of user response data, an average score was obtained in the small group product trial of 3.75 and in the field test 3.48 so that the two trials were in the very good category. While the results of measuring the ability to understand concepts obtained an N-Gain of 0.31 which is in the medium category. Based on the results of this analysis, it can be concluded that the products that have been developed and have been tested can be used in the learning process. The products developed are stated to be valid and practical to use and these products can improve students\u27 ability to understand mathematical concepts in understanding mathematical logic material in the moderate category
Analisis Model Mangsa Pemangsa dengan Adanya Penyakit dan Pemanenan pada Pemangsa
The interaction between two populations that are prey and predator can be described in a prey-predator model. In fact, in the interaction of prey and predators it can occur that when the density of prey is low, the effect of predation is also low, but if the size of the prey population increases, predation will be more intense which is stated in the Holling III Type response function model. In addition, it can also be found in an environment where there are populations of sick predator that result in death from the disease. This study aims to analyze the stability of the prey-predator model with the Holling III Type response function which consists of three subpopulations namely prey, healthy predator and sick predator. The analysis was carried out using the linearization method and then the type of stability was determined based on the characteristic eigenvalues obtained using the Routh-Hurwitz criteria. From this research it was found that population extinction is not possible while prey exists, extinction of diseased predator and populations exist is still possible if the required conditions are satisfy. Numerical simulations show that an increased harvesting rate in healthy predator populations results in a decrease in healthy predator populations, an increase in prey populations and a decrease in diseased predator populations. Meanwhile, a reduced harvesting rate for sick predator populations does not have a significant effect on the number of diseased predator populations, but results in an increase in the number of healthy predator populations and a decrease in prey population