Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Etnomatematika Pada Rumah Adat Balla Lompoa Doman Kale Balla
This study explores the application of ethnomathematics in the traditional Balla Lompoa house, a cultural heritage of the Gowa Kingdom. Ethnomathematics, as a branch of knowledge connecting mathematics with local culture, is used to analyze the architectural elements of the house. The focus of the research is on the Kale Balla section, with the aim of identifying the mathematical concepts embedded in the building\u27s design, such as spatial proportions, geometric patterns, and symmetry in the house’s structure. The research employs an ethnographic methodology with a qualitative approach, involving observation, interviews, and literature review. The findings reveal that the Balla Lompoa house embodies values of balance, stability, and harmony through geometric shapes such as cubes, rectangles, and rhombuses. Furthermore, this study shows that ethnomathematics plays a role not only in education but also in preserving cultural knowledge and providing deeper understanding of the relationship between mathematics and culture in the Makassar community. This research highlights the importance of integrating ethnomathematical concepts in teaching to enhance contextual and culture-based mathematical understanding
Pengembangan Media Pembelajaran Teorema Phytagoras menggunakan E-Comic Berbantuan Pixton
. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran teorema phytagoras menggunakan e-comic berbantuan pixton yang layak dan efektif digunakan dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Waktu dan tempat penelitian ini di SMP Negeri 1 Rasau Jaya kelas VIII D semester genap tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian ini berjumlah 24 peserta didik dan objek penelitian ini adalah media pembelajaran teorema phytagoras dengan menggunakan e-comic berbantuan pixton yang telah dikembangkan. Teknik pengumpulan data penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. Uji kelayakan dilihat dari angket penilaian ahli yaitu ahli media dan ahli materi serta tanggapan peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kelayakan ahli media memperoleh persentase 77,5% (sangat layak), (2) kelayakan ahli materi memperoleh persentase 76,92% (sangat layak), (3) tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran. media teorema phytagoras menggunakan e-comic berbantuan pixton sangat layak dengan persentase 85,97%. Jadi media pembelajaran teorema phytagoras dengan menggunakan e-comic berbantuan pixton sangat layak dan efektif untuk digunakan
The Effect of Technology In Mathematics Learning: Peran Teknologi dalam Pembelajaran Matematika
This study aims to describe the role of technology in the implementation of mathematics learning. This writing is based on a literature review of journal articles. It is concluded that the use of technology in learning mathematics has a positive impact. Technology can be used as a source of student learning. Technology can visualize abstract mathematical objects into concrete objects that are easily accessible to students. There are various platforms that support the learning process without time limits and various applications that can be used as a learning space for the teacher\u27s role. However, it is undeniable that technology can have a bad effect on students, for example technology provides easy information for students in terms of instant answers available on the internet and even the use of technology can reduce algebraic abilities. Minimizing this impact requires the ability of HOTS in the implementation of mathematics learning and changing the views of teachers and students towards technology, making technology a partner in learning mathematics. The use of technology with the right use can have a better impact on learning mathematics
Koneksi Matematis dalam Menyelesaikan MasalahHOTS Berdasarkan kemampuan Awal: Mathematical Connections in Solving HOTS Problems Based on Initial Ability
Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan koneksi matematis peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya masalah HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS berdasarkan kemampuan awal. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah 3 orang siswa yang dikategorikan menjadi siswa berkemampuan matematis tinggi, berkemampuan matematis sedang, dan kemampuan matematis rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan kategori kemampuan matematis tinggi memenuhi indikator kemampuan koneksi matematis yang telah ditentukan dan memiliki kemampuan koneksi matematis yang baik. Siswa dengan kategori kemampuan matematis sedang memenuhi indikator kemampuan koneksi matematis yang telah ditentukan dan memiliki kemampuan koneksi matematis yang cukup baik. Siswa dengan kategori kemampuan matematika rendah tidak memenuhi indikator kemampuan koneksi matematis yang telah ditentukan serta memiliki kemampuan koneksi matematis yang kurang
Peningkatan Kemampuan Algebraic Thinking Siswa melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
The algebraic thinking ability of junior high school students remains low. This condition is indicated by their limited understanding of story questions. Students lack practice in expressing what is known and asked in story problems. One of the causes of this low algebraic thinking ability is the use of inappropriate learning models or approaches. This research aims to apply the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to enhance students\u27 algebraic thinking skills. The purpose of this study is to determine whether the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach can improve students\u27 algebraic thinking skills. The population of this study consists of 77 students from class VIII of MTsN 6 Kerinci. The research sample includes 38 students divided into two groups. The experimental research method is employed in this study. The results indicate that the N-Gain in the experimental group falls within the moderate range, namely 0.55, while the control group\u27s N-Gain falls within the low range, specifically 0.26. The results of the hypothesis test demonstrate that the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach significantly improves students\u27 algebraic thinking skills. Hence, it is recommended to implement the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in current instruction to support the enhancement of students\u27 algebraic thinking skills
Pengaruh Manajemen Waktu Terhadap Hasil Belajar Matematika Mahasiswa
Kesulitan mahasiswa dalam mengatur dan mengelola waktu antara waktu belajar, berorganisasi ataupun bersantai, dapat mengakibatkan siswa mengalami keterlambatan menyelesaikan tugas. Sehingga manajemen waktu diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Selain dari itu juga berlaku apabila orang tua mahasiswa melalaikan perannya atau mendidik anaknya dengan cara yang tidak benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu terhadap hasil belajar mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang bersifat kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 138 Mahasiswa Tingkat I Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket manajemen waktu dan hasil belajar mahasiswa. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis regresi linear sederhana pada taraf kesalahan 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 34,1% dari 138 mahasiswa dan hasil belajar mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 33,3% dari 138 mahasiswa. Pada hasil analisis uji t didapatkan taraf signifikansi α = 0,05 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, dimana 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya manajemen waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Mahasiswa Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DILIHAT DARI VISUALISASI SPASIAL SISWA PADA MATERI KOORDINAT KARTESIUS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis tingkat tingkat dilihat dari visualisasi spasial pada materi koordinat kartesius di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Laur di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Laur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A yang terdiri dari 26 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa B8 dan B1 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat tinggi memenuhi indikator-indikator visualisasi spasial pengimajinasian, pengkosepan, penyelesaian masalah dan pencapaian pola, untuk siswa B25 dan B10 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat sedang siswa B25 memenuhi indikator-indikator visualisasi spasial pengimajinasian, pengkosepan, penyelesaian masalah sedangkan siswa B10 memenuhi indikator pengimajinasian dan pengkosepan saja, dan siswa B11 dan B22 memiliki kemampuan koneksi matematis tingkat rendah hanya memenuhi indikator pengkosepan saja
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINGKARAN DITINJAU DARI KEPRIBADIAN DISC
Berpikir kritis memiliki peranan krusial pada potensi memecahkan persoalan sampai penarikan kesimpulan. Proses berpikir peserta didik dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang berbeda. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan lingkaran ditinjau dari kepribadian DISC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa dari masing-masing tipe kepribadian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hanya tipe kepribadian Steadiness dan Compliance yang memiliki kemampuan berpikir kritis sedangkan tipe kepribadian Dominance dan Influence tidak
Kemampuan Literasi Numerasi Matematika melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
The low numeracy literacy skills of students are due to the fact that the mathematics learning process has not yet produced the habit in students of reading with reflection and applying thinking and skills in understanding important information in solving problems. The aim of this research is to determine the increase in students\u27 numeracy literacy skills through the application of problem based learning (PBL). This research is classroom action research that describes students\u27 numeracy literacy abilities. The subjects of this research were class VIII students at SMP 1 Mamasa with a total of 15 students. The research results showed that the average numeracy literacy score in cycle I was 64.13 or in the medium category with 20% completeness. The average value of numeracy literacy in cycle II increased to 100 or was in the high category with 100% completeness. The increase in students\u27 numeracy literacy skills was 35.87, which means that the problem based learning (PBL) learning model can improve the numeracy literacy skills of junior high school student
Self-Efficacy dan Hubungannya Terhadap Karakteristik Siswa SMP pada Pembelajaran Matematika
Learning mathematics at school is still considered scary, difficult to understand, and too many formulas. Students are not sure and confident when learning mathematics. So this study aims to increase self-efficacy and student characteristics so that students are more enthusiastic about learning mathematics. The method used in this research is a survey method with a quantitative approach. Data collection used a Likert scale. The data collected was tested for validity and reliability tests using the SPSS statistical 24 application. The results of the correlation test in this study were 0.559 with a significance of 0.000. With a positive variable, the result is that the higher the characteristic, the higher the self-efficacy