Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Kemampuan Awal
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan penalaran matematis siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan kemampuan awal. Subjek penelitian sebanyak 2 siswa pada kategori kemampuan awal sedang Kelas VII.4 UPT SMP Negeri 4 Dua Pitue. Instrumen utama adalah peneliti, instrumen pendukung adalah tes tertulis dan pedoman wawancara. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Indikator kemampuan penalaran matematis yang digunakan, yaitu (1) Menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis, gambar ataupun diagram; (2) Melakukan manipulasi matematika; (3) Menarik kesimpulan; (4) Menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2 soal: siswa dengan kategori kemampuan awal sedang belum optimal. Siswa pada tahap memahami masalah: mampu memenuhi indikator ketiga. Tahap merencanakan pemecahan masalah: mampu memenuhi indikator pertama. Tahap melaksanakan rencana: mampu memenuhi indikator pertama, kedua, ketiga, tetapi ketiga indikator tersebut belum mampu dipenuhi pada soal nomor 2. Tahap memeriksa kembali pemecahan yang diperoleh: mampu memenuhi indikator pertama, kedua, keempat, tetapi ketiga indikator tersebut belum mampu dipenuhi pada soal nomor 2 karena ketidaktahuan sisw
Pendekatan Regresi Spline Multivariabel untuk Pemodelan Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara
Food security is a condition where food is fulfilled for a household which is reflected in the availability of sufficient food both in terms of quantity and quality, safe, and equitable and affordable. In Government Regulation No. 38 of 2007 Food security has become a basic prerequisite that must be owned by autonomous regions where food security is a mandatory matter for the central, provincial, and district / city governments. To measure the food security of a region, the Government makes an indicator in looking at the achievement of food security of a region. This indicator is the Food Security Index. For this reason, it is necessary to conduct an analysis to model factors related to food security through the Food Security Index to see how much these factors contribute to the ups and downs of the Food Security Index. One statistical method that can explain the relationship between predictor variables and response variables is spline nonparametric regression analysis. Spline is an approach towards matching data while taking into account the smoothness of curves. Splines have the advantage of overcoming data patterns that show sharp rises / downs with the help of knot points, and the resulting curve is relatively smooth. The research objective of this study was to determine the modeling of the Food Security Index in North Sumatra using the Multivariable Spline Regression Method. Based on the analysis that has been done, a spline regression model for the Food Security Index in North Sumatra was obtained at three knot points with a minimum GCV value of 27.39 and R^2 is 92.76%
Pengembangan Alat Peraga Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Pada Rumah Gadang di Kelas IX SMPN 3 Mapat Tunggul Kabupaten Pasaman Tahun Pelajaran 2022/2023
This research was motivated by the problems found in grade IX SMPN 03 Mapat Tunggul, namely the lack of learning media, the teaching aids used were not cultural-based, the teaching aids in schools were teaching aids that were not in accordance with the characteristics of students, resulting in students finding it difficult to understand the mathematical concepts learned. This research is a development research or Research and Development ( R & D ) with the development model Hannafin & Peck. Based on the development research that has been done, props were obtained with a very valid criterion of 82.33%, for the level of practicality is on a very practical criterion of 88.25%, for the level of effectiveness is on a very effective criterion of 80.95%. So it can be concluded that the Ethnomathematics-Based Mathematics Learning Aids at Rumah Gadang in grade IX SMPN 03 Mapat Tunggul Pasaman Regency for the 2022/2023 academic year that were developed are valid, practical, and effective
Mengukur Rasa Ingin Tahu Siswa SMP Terhadap Pembelajaran Matematika Studi Analitis
Rasa ingin tahu merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis dirujuk sebagai kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang mendalam, mencari jawaban, dan mengeksplorasi konsep-konsep baru secara aktif. Dalam konteks pembelajaran matematika, rasa ingin tahu menjadi penggerak utama bagi siswa untuk lebih memahami konsep dan menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang inovatif dan kritis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui angket di SMP/MTs di Kabupaten Panican, Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki rasa ingin tahu terhadap pembelajaran matematika. Analisis menunjukkan bahwa sikap bertanya, eksplorasi lebih lanjut, dan ketertarikan mendalam dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa. Dengan demikian, pembelajaran matematika yang mendorong siswa untuk aktif bertanya dan menunjukkan ketertarikan yang mendalam dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap matematika. Sebagian besar siswa menunjukkan sikap rasa ingin tahu terhadap pembelajaran
Analisis Etnomatematika Anyaman Kiding di Jangkat sebagai Bahan Belajar Matematika
Abstrak. Penelitian ini di latar belakangi oleh banyak nya guru dalam mengajarkan matematika masih menggunakan media bantu yang sulit di pahami siswa dikarenakan media yang digunakan tidak berada disekitar siswa. Sementara itu, setiap daerah memeiliki budaya masing masing begitu juga di daerah jangkat kabupaten merangin provinsi jambi, Dimana disana terdapat budaya yang menarik Ketika Masyarakat menggunakan kidding dalam setiap kegiatan budaya yang dilakukan. Kerajinan kidding ini dapat jadi sumber belajar siswa dalam memahami matematika menjadi lebih mudah dan menarik. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis aspek matematika pada kerajinan kiding untuk pembelajaran matematika serta hubungan antara etnomatematika dan kidding yang berada di jangkat dapat dijadikan sumber belajar matematika. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap produk dan pengerajin kidding di jangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga aspek kerajinan kidding jangkat yang dapat digunakan sebagai sumber belajar matematika: meliputi berhitung, mengukur, dan menjelaskan beberapa topik seperti Luas permukaan tabung, Volume bangun ruang 3 dimensi, Pola dan barisan bilanga
Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Lingkaran
Kemampuan pemecahan masalah matematis penting untuk dimiliki oleh setiap siswa, baik dalam pembelajaran di kelas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah dengan menerapkan pembelajaran inovatif dan kreatif, di mana siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan subjek sebanyak 36 siswa kelas XI-8 yang terdiri atas 16 laki-laki dan 20 perempuan di SMA Negeri 8 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada tahap pra siklus, yaitu 55,39, meningkat menjadi 67,36 pada tahap siklus I, dan meningkat lagi menjadi 76,42 pada siklus II. Di sisi lain, persentase ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan, yaitu 30,56% pada tahap pra siklus, meningkat menjadi 52,78% pada tahap siklus I, dan meningkat lagi pada tahap siklus II menjadi 77,78%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan matematis siswa, khususnya pada materi lingkaran
Efektivitas Model Problem Based Learning berbasis Culturally Responsive Teaching untuk meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis
Penelitian ini didorong oleh minimnya tingkat literasi matematis siswa, terutama dalam mencari solusi dari teks narqatif yang terkait dengan kehidupan sehari-hari yang berkenaan dengan budaya lokal. Dengan demikian, perlu adanya terobosan pembelajaran yang bisa meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, misalnya melalui pendekatan PBL yang terintegrasi dengan pengajaran yang responsif terhadap Budaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas model PBL berbasis Culturally Responsive Teaching untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dimana peneliti hanya memiliki kelas perlakuan dan tidak memiliki kelas pembanding. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI TTL 1 di SMNK N 7 Semarang. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pembelajaran dengan memakai model PBL berbasis Culturally Responsive Teaching mencapai KKM, 2) Adanya peningkatan hasil belajar kemampuan literasi matematis sebelum dan sesudah di beri perlakuan, dan 3) Kemampuan literasi matematis siswa dengan model PBL berbasis Culturally Responsive Teaching lebih baik dari pada dengan model PBL saja
Klasifikasi Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor (KNN)
KNN classifier algorithm for developing an automatic classification system in categorizing knn methods. The classification process using the K-Nearest Neighbor (KNN) algorithm was chosen because it is simple and easy to implement. This study aims to determine the characteristics of the choice of contraceptives in Salahutu District, Central Maluku Regency and classify the choice of contraceptives in Salahutu District, Central Maluku Regency using the KNN method. A total of 1393 respondent data as a sample and 11 predictor variables and 1 response variable by calculating the distance between documents in the n-dimensional diagram is Euclidian Distance, the algorithm for classifying is the KNN algorithm, and the method for validating research results uses K-Fold Cross Validation. The results of this research are that the KNN algorithm can classify contraceptive methods with a level of accuracy. Comparison of Balanced Accuracy for each K for comparisons of 90:10%, 80:20% and 70:30% has been carried out with K values of 4, 6, 8, 36, 37, 38, the best performance of the KNN classification model is obtained with a ratio of 90:10% of the KNN model with a value o
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Geogebra sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Matematika merupakan bidang ilmu yang mempelajari berpikir logis, penalaran, deduksi, dan pemecahan masalah dalam kehidupan nyata. Kurikulum pendidikan di Indonesia dan National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) menekankan pentingnya kemampuan memecahkan permaslahan. Namun, data di lapangan mengilustrasikan keterampilan pemecahan masalah murid cukup rendah, terutama berpatokan pada PISA (Program for International Student Assessment). Melalui observasi awal dan tes diagnostik yang dibagikan pada siswa kelas XI MIPA-1 SMAS Eria Medan, diperoleh nilai rata-rata tes adalah 48,53 dari skala 100. Riset ini berguna dalam melihat peningkatan kemampuan memecahkan permasalahan murid dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan berbantuan software Geogebra pada subjek yang sama, sebanyak 30 orang dengan materi limit dan turunan fungsi. Jenis riset yang diselenggarakan ialah penelitian tindakan kelas. Teknik mengumpulkan sejumlah informasi meliputi tes dan observasi. Pengolahan data memakai strategi Miles dan Huberman yang mencakup reduksi fakta, paparan fakta, dan penciptaan simpulan. Perolehan riset yang ditemukan yakni rerata kelas pada tes kemampuan memecahkan permasalahan siklus pertama senilai 84,8, dimana 17 siswa tergolong memiliki kemampuan paling tinggi, 4 murid memiliki golongan tinggi, 6 murid dengan golongan sedang, 1 murid pada golongan rendah, dan 2 murid pada golongan paling rendah. Ketika siklus kedua, rerata poin tes murid senilai 96,93, yakni 27 siswa memiliki kemampuan sangat tinggi, 3 siswa termasuk kriteria tinggi, dan tidak satupun siswa dalam kriteria sedang hingga sangat rendah
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Matematika Siswa
Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SDN Ledok 01, Salatiga. Pembelajaran yang dilaksanakan selama ini belum menerapkan model yang tepat untuk melatih siswa berpikir kritis. Model Problem-based Learning (PBL) dinilai tepat untuk melatih siswa berpikir kritis karena sintaks PBL menuntut siswa mampu menganalisis, berargumen, memecahkan masalah, dan menyimpulkan. Semua ini merupakan bagian dari kemampuan berpikir kritis. Bila daya kritis siswa meningkat, diyakini bahwa hasil belajarnya pun akan meningkat. Hal ini terbukti dari hasil tindakan melalui penerapan PBL dalam 2 sklus terjadi peningkatan secara berturut-turut. Pada siklus I, perolehan nilai rata-rata daya kritis siswa sebesar 70,3, sedangkan rata-rata skor prasiklus hanya sebesar 65,4, kemudian skor rata-rata pada siklus II sebesar 75. Dari 26 siswa, terdapat 73% siswa dengan kemampuan berpikir kritis yang masuk kategori tinggi 46 % dan sangat tinggi 27%. Seiring dengann terjadinya peningkatan daya kritis, terjadi pula peningkatan hasil belajarnya. Rata-rata nilai hasil belajar pada pra siklus sebesar 62,8, meningkat menjadi sebesar 75,2 kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 84,3. Pada prasiklus, siswa yang belum mencapai KKM sebesar 62%, pada siklus 1 berkurang menjadi 35%, dan pada siklus II tinggal 12%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa PBL efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Matematika siswa SDN Ledok 01 Salatiga