Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Analisis Kesalahan Siswa Berdasarkan Kriteria Watson dalam Menyelesaikan Soal Himpunan
Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi jenis kesalahan dan faktor-faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal himpunan berdasarkan kriteria Watson dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara, serta instrumen yang digunakan divalidasi terlebih dahulu oleh dua orang ahli. Teknik analisis data yang digunakan dimulai dari kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian diperoleh jenis kesalahan serta penyebab kesalahan yang dilakukan siswa yaitu 1) Data tidak tepat disebabkan karena siswa salah memasukkan data ke dalam suatu himpunan; 2) Prosedur tidak tepat disebabkan karena siswa kurang teliti dalam mendata anggota suatu himpunan; 3) Data tidak disebutkan disebabkan karena siswa kurang memahami konsep himpunan; 4) Kesimpulan tidak disebutkan disebabkan karena siswa kurang teliti dalam membaca perintah soal; 5) Konflik level respon disebabkan karena siswa kurang memahami maksud dari soal; 6) Manipulasi tidak langsung disebabkan karena siswa bingung dalam menyelesaikan soal; 7) Masalah hirarki keterampilan disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perhitungan; 8) Selain ketujuh kriteria di atas disebabkan karena siswa bingung dalam menggunakan cara untuk menyelesaikan soal sehingga waktu yang diberikan sudah habis dan tidak menuliskan jawaban
Penerapan Media Pembelajaran Alat Peraga Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Peserta Didik
The use of teaching aids in the learning process is a necessity in the world of education to improve students\u27 mathematical understanding abilities. Students\u27 abilities are the core of all knowledge transfer processes provided by teachers to students. Learning that is interesting and provides meaningful understanding can create a learning atmosphere and increase understanding abilities. The aim to be achieved in this research is to determine the increase in students\u27 mathematical understanding abilities by applying mathematical teaching aids. The type of research used in this research is Classroom Action Research or PTK. The results of the research were that there was an increase in mathematical understanding ability as seen in the results of the post test carried out in each cycle with complete details in cycle 1 amounting to 67.8% and in cycle 2 amounting to 89.2
Solusi Masalah Bullying Menggunakan Pemodelan Matematika dengan Bimbingan dan Kounseling pada Pelajar Madrasah di Kabupaten Gowa
Penelitian ini mengkaji tentang solusi permasalahan bullying menggunakan pemodelan matematika dengan Bimbingan Konseling pada Pelajar Madrasah di Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini adalah membangun model matematika SBP yang menggambarkan laju Perilaku kasus sosial pembulyan, menganalisis model bullying, mendapatkan solusi bullying dengan bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, populasi penelitian adalah siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Gowa sebanyak 10.463 orang. Jumlah sampel sebanyak 362 orang sebagai data utama penelitian yang diperoleh melalui instrument dan kuesioner secara luring dan daring. Penelitian dimulai dengan membagun model matematika kasus bullying, menganalisis model dan simulasi model berdasarkan data riil untuk menyimpulkan solusi pembulyan dengan bimbingan dan konseling di Madrasah menggunakan Maple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sintetis analisis dan simulasi model matematika SBP mengungkapkan dua titik keseimbangan yaitu keseimbangan yang tidak bebas dan bebas dari perilaku kasus sosial pembulyan, hasil simulasi menunjukkan bahwa kasus pembulyan akan selalu ada di kalangan pelajar di MTs dan MA, tetapi nilai bilangan reproduksi dasar R0=0,74889 yang mengindikasikan bahwa proses pembulyang dapat diatasi dan tidak terjadi penyebaran secara psikologi dimana setiap pelajar yang mendapatkan kasus dibuly tidak mempengaruhi pelajar lainnya dengan memaksimalkan bimbingan dan konseling di Madrasah. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah yang ada di Indonesia
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS GEOGEBRA PADA MATERI DIMENSI TIGA UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
Pengembangan Lembar Kerta Peserta Didik (LKPD) matematika berbasis geogebra pada materi dimensi tiga untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kerinci diperoleh dari hasil analisis validasi akhir ahli, dengan beberapa revisi LKPD berbasis geogebra yang dikonsultasikan dengan validasi ahli diperoleh skor rata-rata 2,9, sehingga LKPD berbasis geogebra layak untuk digunakan.Efektivitas pengembangan media pembelajaran matematika berbasis geogebra pada materi dimensi tiga untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas VII SMP Negeri 7 Kerinci ditunjukan dari hasil kemampuan pemahaman konsep yang menunjukkan bahwa LKPD berbasis Geogebra memiliki persentase 75,09% > 70%. Ini berarti bahwa pencapaian tujuan sesuai dengan rencana yang telah direncanakan sebelumnya, baik secara individu maupun dalam konteks umum, sangat memuaskan sehingga pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis Geogebra berlangsung efektif
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi pada permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Sebagai alternatif dari permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan penerapan model pembelajaran Problem Posing dan Direct Instruction dalam pembelajaran matematika. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Posing dan Direct Instruction. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas IV SDN 03 Widoro di Wonogiri. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, dan diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Posing lebih baik dari model pembelajaran Direct Instruction
Peningkatan Berpikir Kritis Matematis Melalui Pendekatan Saintifik pada Materi Relasi dan Fungsi
The aim of this research is to compare the mathematical critical thinking abilities of students whoreceive a scientific approach with students who receive conventional learning. This study uses experimentalmethods. The subjects were MTSN 2 Medan students who were randomly selected from two classes in classVIII. These two classes were chosen randomly to be used as the experimental class and control class. Theexperimental class received learning with a scientific approach, while the control class received conventionallearning. The mathematical critical thinking ability test is the instrument used. The results of data analysis showthat scientific learning methods improve students\u27 mathematical critical thinking abilities
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Ditinjau dari Ulangan Harian
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi korelasi antara nilai tugas dan nilai ulangan harian pada siswa kelas 7A. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data nilai tugas dan ulangan harian dari siswa selama periode tertentu. Analisis statistik, termasuk korelasi Pearson atau Spearman, digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara kedua variabel ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara nilai tugas dan nilai ulangan harian, meskipun variasi dalam data menyoroti pentingnya faktor-faktor kontekstual seperti strategi belajar siswa dan tekanan ujian. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pendekatan penilaian dapat mempengaruhi kinerja akademik siswa dan implikasinya dalam pengembangan kurikulum yang lebih adaptif
KLASIFIKASI KETEPATAN WAKTU LULUS MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS PATTIMURA MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES CLASSIFIER
Perguruan Tinggi memiliki peranan yang besar dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, sehingga kualitas dan akreditasi Perguruan Tinggi menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas dan akreditasi Perguruan Tinggi adalah persentasse mahasiswa lulus tepat waktu. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian khusus dari Perguruan Tinggi mengenai ketepatan waktu lulus mahasiswa. Dengan melihat lima faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu lulus mahasiswa yakni Usia Masuk Perguruan Tinggi, Jenis Kelamin, Akreditasi Asal SMA, Jalur Penerimaan dan IPK diharapkan dapat memberikan prediksi mahasiswa tersebut lulus tepat waktu atau tidak. Metode yang digunakan dalam mengklasifikasi ketepatan waktu lulus mahasiswa adalah metode Naïve Bayes Classifier, karena metode ini memiliki akurasi yang tinggi dan dapat bekerja lebih baik pada kasus di dunia nyata. Hasil klasifikasi ketepatan waktu lulus mahasiswa Jurusan Matematik Tahun Akademik 2015/2016 sampai 2019/2020 dengan menggunakan metode Naïve Bayes Classifier dengan K-Fold Cross Validation untuk K=5 sampai K=10 bantuan software Rapid Miner berhasil diklasifikasikan ketepatan waktu lulus mahasiswa dengan persentase keakuratan tertinggi yaitu untuk K= 10 sebesar 70% dan nilai error sebesar 30% serta nilai AUC 72%, yang artinya model pada metode Naïve Bayes Classifier diklasifikasikan dengan baik
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Wordwall Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat dan belum adanya media pengembangan dalam kegiatan pembelajaran menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas XI. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tidaknya pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan media wordwall terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Polokarto tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen nyata tipe pretest-posttest control group design . Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Polokarto. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling . Sampel penelitian adalah siswa kelas XI.7 dan XI.8 masing-masing berjumlah 26 dan 29 siswa. Data penelitian berupa tes hasil belajar matematika siswa. Uji kondisi tersebut mencakup uji normalitas dan uji homogenitas. Setelah terpenuhinya uji perenang dilakukan uji hipotesis terhadap data kemampuan awal dan akhir siswa dengan uji t-test. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan media wordwall terhadap hasil belajar matematika siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis terhadap kemampuan akhir matematika siswa. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh bahwa nilai thitung = 1,934801103 dan ttabel = 1,67412. Karena thitung > ttabel maka diperoleh keputusan bahwa H0 diterima. Berdasarkan hasil pembahasan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan media wordwall terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Polokarto tahun pelajaran 2023/2024
Etnomatematika pada Pakaian Adat Ulos Batak Toba dan Implementasi dalam Rancangan Pembelajaran Matematika
The country of Indonesia is rich in culture where there are elements of mathematics in it. One of these cultures is Ulos cloth with various motifs. The results of this study of mathematics in culture can then be implemented in contextual mathematics learning by paying attention to cultural background, which is expected to facilitate and motivate students. The purpose of this research is to explain and expose the existence of ethnomathematics-based learning methods that associate elements of a culture with mathematical learning. With the existence of a culture, every person or individual can know everything that is contained in that culture. By choosing a topic about the cultural diversity of communities in the region of North Sumatra about the customary clothing of Ulos Batak, which in this study explains the existence of ethnomatematics contained in the motifs of the fabric of the Ulos of the Tribe of Batak Toba used in the wedding ceremony. The research method used is descriptive qualitative. The research also reveals how mathematical concepts are reflected in the fabric motifs of the outline, such as transformation, symmetry, and balance. This research uses data analysis techniques i.e. reduction, presentation and drawing conclusions. The data collection technique is carried out with the method of literature study where it is done by searching from various sources about Batak Toba\u27s Modern Clothing then reduced by selecting the necessary information. Research results show that ethnomatematics is present in a variety of fabric motifs, including Passamot, Pengantin, Holong, and Sadum. By understanding the interrelationship between mathematics and culture in the context of the textile fabric, mathematical learning can become more interesting and meaningful for students. The research also emphasizes the importance of understanding and preserving the cultural heritage of the Batak Toba tribe