Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Proses Berpikir Siswa Kelas XI SMA dalam Menyelesaikan Masalah Barisan dan Deret Aritmatika
In learning mathematics, critical and logical thinking processes are needed to solve problems correctly, including material about arithmetic sequences and series, which requires good concentration in studying it. This type of research is descriptive qualitative which aims to analyze students\u27 thinking processes in solving problems of arithmetic sequences and series. The subjects in this research were class XI high school students. One of the abilities developed in learning mathematics is the ability to solve problems. Students can do math problems but are not good enough at analyzing and thinking optimally. This causes students\u27 low ability to solve mathematical problems. The research results showed that students were able to work on calculated reasoning cycle questions. Because, in responding to or answering these questions the subject will generally use ideas that have been researched, and the subject can communicate or understand the methods taken to overcome these problems. Some students who use a semi-reasonable reasoning cycle when evaluated in solving problems are not ready to communicate it in their own words. In understanding a problem, students have used these ideas but not enough and students cannot. don\u27t understand the steps to solve this problem. The equation used is correct, but the steps to overcome it are still inappropriate
Analisis Perhitungan Retensi Optimal Reasuransi Stop Loss dengan Metode Value at Risk (VaR)
Insurance companies do not cover the entire risk of policyholders. The risk is generally transferred in part to the reinsurance company. Stop loss reinsurance is a form of reinsurance contract where there is a limit on the risk value that can be borne by the insurance company. This value is the retention value or retention limit in the reinsurance contract, which is the maximum risk or insurance value that can be borne by the insurance company. Determining the right retention value is very important. Optimizing the Value at Risk risk measure is one approach in calculating optimal retention. Optimal retention criteria were identified in this research so that optimal retention values could be calculated. This research uses a large claim data sample with the Weibull distribution. Determining optimal retention depends on the distribution of claim sizes and loading factors (additional factors in the insurance policy). With a 95% confidence level, for loading factors of 10%, 15%, and 20%, the estimated optimal retention values are 1,393.54, and $1,567.20. This means that the risk transferred to the reinsurer is the remaining claim amount, if the claim size exceeds the optimal retention value
Pemodelan Angka Harapan Hidup Sumatera Utara Menggunakan Regresi Semi parametrik Spline
Angka harapan hidup merupakan dugaan hidup rata-rata seseorang atau dengan kata lain umur yang mungkin didapat seseorang yang lahir pada waktu tertentu. Menurut data Badan Pusat Statistik, Sumatera Utara berada pada posisi terendah di pulau Sumatera dengan rata-rata angka harapan hidup dengan angka 67,22 pada laki-laki dan 71,08 pada perempuan. Angka ini juga masih dibawah rata-rata angka harapan hidup nasional. Hal ini menunjukkan program-program kesehatan di Sumatera Utara perlu menjadi prioritas dalam pembangunan manusia di Sumatera Utara. Metode yang digunakan umtuk memodelkan angka harapan hidup Sumatera Utara yaitu Regresi Semiparametrik Spline Truncated. Regresi semi parametrik merupakan perpaduan antara regresi parametrik dan regresi nonparametrik dengan sebagian bentuk pola data yang diketahui dan ada sebagian pola data yang tidak diketahui. Adapun tujuan yang didapatkan untuk mengetahui model terbaik dari hasil pola data hubungan variabel respon dan variabel prediktor. Hasil penelitian ini diperoleh nilai MSE sebesar 7,3893 dan GCV sebesar 1,3169. Dengan persamaan model sebagai berikut:
Dengan nilai koefisien determinasi sebesar 39,47% yang dapat diartikan kemampuan variabel prediktor dalam menjelaskan variabel responnya sebesar 39,47% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Gender
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal PISA ditinjau dari gender. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pemberian tes kemampuan literasi matematika yang diadaptasi dari soal PISA dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa yakni 1 siswa berjenis kelamin laki-laki dan 1 siswa berjenis kelamin perempuan. Adapun hasil dari penelitian siswa laki-laki mampu mencapai empat kompetensi literasi matematika, dan siswa perempuan mampu mencapai tiga kompetensi literasi matematika dari enam kompetensi literasi matematika yang digunakan yaitu matematisasi, menggunakan bahasa dan operasi simbolik yang formal dan teknis, komunikasi, penalaran dan argumen, merancang strategi untuk memecahkan masalah dan representasi
Pengaruh Kesiapan Belajar Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Pentingnya kesiapan belajar siswa dalam belajar matematika dapat mempengaruhi kemampuan yang dimiliki oleh siswa, salah satunya yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis. Adapun tujuan penelitian ialah untuk melihat pengaruh kesiapan belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Menggunakan metode korelasi karena ingin melihat pengaruh antar variabel satu terhadap variabel lainnya. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan angket kesiapan belajar dan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai signifikansi sebesar 0,014 < 0,05 dan thitung 2,544 < ttabel 2,000 sehingga, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif antara kesiapan belajar(X1) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis(Y)
Motivasi Belajar Matematika Menurut Neurosains bagi Siswa Kelas VIII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta
Pada pembelajaran matematika masih terdapat siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Hal ini berpengaruh kepada kemampuan matematika yang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui tingkat motivasi belajar matematika yang dipandang dari neurosains. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII D SMP Kanisius Gayam Yogyakarta Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode penggumpulan data dengan kuisioner. Adapun instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah lembar kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan motivasi tipe A masuk dalam kategori tinggi mendapat rata-rata nilai 69, tipe B masuk dalam kategori tinggi mendapat rata-rata nilai 67,6, tipe C masuk dalam kategori tinggi mendapat rata-rata nilai 62,5 dan tipe X masuk dalam kategori cukup mendapat rata-rata nilai 60,33. Secara keseluruhan rata-rata nilai keempat tipe motivasi tersebut masuk dalam kategori tinggi
Analisis Kesalahan Newman Masalah Matematika Kontekstual Persegi Panjang Siswa SMP N 10 Kotabumi
The research aims to describe Newman\u27s errors in rectangular contextual mathematics problems for students at SMP N 10 Kotabumi. This type of qualitative research is a descriptive case study. Sampling used snowball sampling which then selected 2 students who were grouped into high, medium, and low categories. Data collection techniques use tests and interviews. The instrument is a contextual rectangular test and an interview guide. The results of this research are 1) Students in the high category tend to make errors in the transformation, solving process, and determining the final answer. However, one of the students in the high category made an error in understanding because he made a mistake in determining what was known and was asked, 2) students in the medium category tended to make errors in understanding, transformation, the completion process, and determining the final answer. However, one of the medium category students made a reading error because they read the question incorrectly so it was included in the indicator of not being able to extract keywords and important information from the question, and 3) students in the low category tended to make errors in understanding, transformation, completion process, and determining the final answer. However, one of the low-category students made a reading error because the student did not understand the question he was reading. Reading errors can be seen when students incorrectly determine what is known (field size) and ask questions, make incorrect formulas, and calculate incorrectl
Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Materi Statistik Melalui Pendekatan Berdiferensiasi Dengan Model Pembelajaran PBL
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik kelas X Perhotelan 4 SMK Negeri 6 Semarang. Metode penelitian Pendekatan Tindak Kelas dan pengumpulan data dilakukan dengan postest pada akhir pembelajaran. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus, dan setiap siklus dilakukan sesuia tahapan PTK uakni perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Permasalahan dari hasil pengamatan dan wawancara dengan guru pamong yakni kurangnya minat belajar matematika ditandai dengan pencapaian peserta didik yang mencapai nilai KKM masih sedikit. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berusaha meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik melalui model pembelajaran PBL atau Problem Based Learning. Data dikulmpulkan melalui tes dan dianalisis menggunakan teknik presentase batasan 85% mencapai KKM yaitu 70. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yaitu pada siklus 1 dengan presentase rata-rata nilai tes akhir yang diberikan sebesar 80,6% dan pada siklus 2 rata-rata nilai akhir meningkat menjadi 100%. Kesimpulan yang didapat dari penelitian tindak kelas di SMK Negeri 6 Semarang pada kelas X Perhotelan 4 dengan pembelajaran berdiferesnsiasi memberikan hasil adanya peningkatan hasil belajar dengan pendekatan Problem Based Learning
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Gaya Kognitif pada Siswa
Kemampuan pemecahan masalah dibutuhkan untuk memahami dan memecahkan masalah yang tidak memiliki solusi langsung. Artikel ini berfokus pada upaya menemukan, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan dari penelitian tentang pengaruh gaya berpikir kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review. Untuk mengumpulkan data, dilakukan peninjauan terhadap sebuah artikel yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika antara tahun 2016 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan artikel jurnal nasional yang terakreditasi. Artikel-artikel ini ditemukan dengan bantuan pencari Google Cendekia, Publish or Perish, dan Mendeley. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dipengaruhi oleh gaya kognitifnya. Dalam studi ini, potensi dalam memecahkan masalah dieksplorasi dengan mempertimbangkan gaya kognitif pada Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat bervariasi sesuai dengan gaya kognitif siswa dalam mempelajari matematika. Sebagian besar siswa kategori FI memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam menyelesaikan permasalahan matematika dibandingkan dengan siswa kategori FD
PERHITUNGAN BESARAN BUNGA KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (STUDI KASUS: KSP ARTHA SEGARA)
Tingginya perilaku konsumtif pada masyarakat terkadang menyebabkan mereka dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka untuk berhutang agar keperluannya terpenuhi. Banyak lembaga keuangan yang akhirnya muncul untuk ikut memenuhi kebutuhan manusia dalam hal perekonomian, salah satunya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artha Segara. KSP Artha Segara menetapkan bunga flat sebesar 2% per bulan untuk setiap pinjaman nasabahnya. Padahal perhitungan besaran bunga kredit tidak hanya menggunakan bunga flat, tetapi juga bisa dilakukan dengan menggunakan bunga efektif dan bunga tunggal. Namun, belum banyak nasabah yang mengetahui perbedaan antara bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas, bahkan mereka seringkali bingung. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perhitungan bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas pada perhitungan koperasi simpan pinjam agar KSP yang ada di Indonesia bisa menawarkan lebih banyak opsi simpan pinjam pada nasabahnya karena semua perhitungan bunga kredit tetap menguntungkan. Selain itu, berdasarkan penelitian ini diharapkan para pembaca ataupun nasabah KSP di Indonesia lebih paham mengenai perhitungan besaran bunga kredit. Hasil penelitian ini adalah keuntungan yang akan diperoleh KSP Artha Segara menggunakan bunga flat memang lebih menguntungkan dibandingkan dengan bunga kredit lainnya. Sedangkan, bunga kredit yang paling baik digunakan oleh nasabah adalah bunga efektif karena perhitungan bunganya semakin lama semakin sedikit dan total yang dibayarkan kepada debitur tidak terlalu besar