Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
Dampak Project-Based Learning terhadap Keterampilan Kolaborasi Siswa
This study was motivated by the low collaboration skills of students, which were reflected in the lack of active participation in discussions, lack of responsibility in group assignments, and the tendency to discuss outside the learning topic. This study aims to analyze the impact of the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model on the collaboration skills of class VII students at SMP Negeri 7 Kotabumi. The study used a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of class VIIA as the experimental group and VIID as the control group, each with 35 students. Data were collected through questionnaires and authentic assessment observations. Data analysis was carried out using parametric statistical tests. The results of the study indicate that the Project-Based Learning (PjBL) model has a significant impact on students\u27 collaboration skills. Hypothesis testing at a significance level of 0.05 produces a tcount value = 2.31> ttable = 1.995, so the null hypothesis is rejected. This indicates that the implementation of Project-Based Learning (PjBL) has a positive impact on collaboration skills. Conclusion, the Project-Based Learning (PjBL) model has a positive impact on students\u27 collaboration skills and can be an alternative innovative learning to face the challenges of 21st century education
Deskripsi Kesalahan Pengoperasian Bentuk Aljabar Berdasarkan Gaya Belajar Auditorial
The present research is a descriptive study employing a qualitative technique, aimed at elucidating the misconceptions regarding the operation of algebraic expressions based on auditory learning styles. This study aims to discover and examine the misconceptions encountered by students with auditory learning styles in comprehending mathematical ideas. The participants in this study were eighth-grade students from class VIII-A of a junior high school with an auditory learning style. The data\u27s validity in this study was established by temporal triangulation procedures to assure the consistency and reliability of the findings. The study utilized a learning style assessment to evaluate students\u27 preferences and a concept comprehension test using a Confidence Rating Index (CRI) to thoroughly identify students\u27 misconceptions.
The study\u27s results showed that the research subjects coded YTA experienced various misconceptions about classifying objects according to certain properties according to their concepts, simplifying algebraic forms in various forms of mathematical representation, using and utilizing and selecting certain procedures or operations, and applying concepts or algorithms in problem solving. In addition, the subjects also experienced obstacles in applying concepts or algorithms to solve mathematical problems systematically.
According to these findings, students\u27 conceptual understanding of algebraic topics may be influenced by their auditory learning styles, particularly when integrating auditory representations with symbolic notions. Consequently, enhanced adaptive learning tactics are required, including the utilization of audio media to assist students with auditorial learning preferences in comprehending mathematical concepts more effectively and reducing the likelihood of misconception
Pemantauan Kualitas Udara di Kota Medan Menggunakan Peta Kendali Multivariat T² Hotelling
Penelitian ini bertujuan untuk memantau dan menganalisis tingkat pencemaran udara di Kota Medan menggunakan pendekatan peta kendali multivariat T² Hotelling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari AQI.in selama periode 1 April hingga 29 Mei 2025, mencakup enam jenis polutan utama: PM2.5, PM10, CO, SO2, NO2, dan O3. Metodologi yang digunakan meliputi statistik deskriptif, transformasi data dengan Z-score, penerapan peta kendali T² Hotelling, serta dekomposisi MYT untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel terhadap fluktuasi kualitas udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanggal 14 Mei dan 19 Mei 2025, tingkat polusi udara melebihi batas kendali atas. Polutan NO2, SO2, dan O3 merupakan penyumbang utama pada 14 Mei, sementara PM10 dan O3 dominan pada 19 Mei. Peta kendali T² Hotelling terbukti efektif dalam mendeteksi pergeseran kualitas udara secara simultan
Analisis Kesalahan Konseptual Siswa Dalam Menentukan Nilai Kosinus Sudut Tumpul Berdasarkan Taksonomi Ashlock
This study analyzes students\u27 conceptual errors in determining the value of trigonometric functions, specifically , using Ashlock\u27s Taxonomy of Errors. Two cases of students\u27 work were analyzed. In the first case, the student correctly performed the calculation for the magnitude of the horizontal projection but failed to apply the appropriate negative sign for cosine in the second quadrant, indicating a partial but incomplete understanding of trigonometric sign rules. In the second case, the student demonstrated a more fundamental error by choosing an entirely irrelevant solution strategy and using arbitrary values in their calculations. This suggests fragmentation of knowledge and difficulty in coherently integrating mathematical concepts to solve the problem. Overall, these findings highlight that students\u27 errors in trigonometry often stem from misconceptions or underdeveloped conceptual understanding. Didactic implications suggest the need for instruction that emphasizes a relational understanding of basic trigonometric definitions, the relationship between angles-quadrants-signs, and the development of students\u27 ability to select relevant problem-solving strategies
Profil Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Pada Pembelajaran Kolaboratif di SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kreatif matematis dalam pembelajaran kolaboratif di kalangan siswa sekolah menengah. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan pengumpulan data seperti observasi, kuesioner, penilaian, dan wawancara. Partisipan penelitian terdiri dari 36 siswa dari kelas XI 4 SMA Negeri 6 Pandeglang, yang terbagi dalam 5 kelompok kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematika siswa dikategorikan sedang hingga tinggi, dengan kefasihan dan fleksibilitas yang lebih menonjol dibandingkan orisinalitas dan elaborasi. Elemen kolaboratif dalam pendidikan memfasilitasi pengembangan ide di antara siswa melalui diskusi kelompok dan pertukaran strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif secara positif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa, terutama dalam hal fleksibilitas dan kelancaran
Peran Guru Sebagai Fasilitator dalam Diferensiasi Pembelajaran Matematika (MAN Sebukar)
Perubahan paradigma pendidikan abad ke-21 menuntut guru berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri. Dalam pembelajaran matematika di MAN Sebukar, guru menghadapi tantangan berupa keragaman kemampuan akademik, gaya belajar, dan minat siswa. Kondisi ini memerlukan penerapan pembelajaran yang mampu mengakomodasi perbedaan individu agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai fasilitator dalam menerapkan diferensiasi pembelajaran matematika di MAN Sebukar. Diferensiasi dipandang sebagai strategi efektif untuk menyesuaikan konten, proses, dan produk belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Namun, hasil observasi dan wawancara awal menunjukkan penerapan diferensiasi di MAN Sebukar masih terbatas, umumnya hanya pada variasi tingkat kesulitan tugas, belum mencakup strategi belajar dan asesmen yang bervariasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang pembelajaran diferensiasi, pembimbing proses belajar, dan evaluator kemajuan siswa berdasarkan kebutuhan individual. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan kurangnya pelatihan khusus. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian tentang praktik diferensiasi di madrasah, yang masih jarang diteliti di Indonesia. Secara praktis, hasilnya diharapkan menjadi acuan bagi guru dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, serta merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan pemanfaatan media digital untuk mendukung personalisasi belajar
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Matriks
This study aims to describe the development process, show specifications, assess the quality, and determine the effectiveness of teaching modules based on differentiated learning on matrix material. The type of research used is Research and Development which refers to the ADDIE model which consists of five stages namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects of this trial were students of class XI SMA Negeri 21 Makassar. The results showed that the assessment by validators on teaching modules and research instruments received an average score of 4,31 with valid criteria. The results of the data analysis of the students\u27 response questionnaire to the teaching module showed very positive criteria in trial I with a percentage of 87,9 and trial II with a percentage of 91,9%, the teacher\u27s response questionnaire to the teaching module showed very positive criteria in trial I with a percentage of 86,1% and trial II with a percentage of 94,4%, and the learning implementation observation sheet showed the criteria were fully implemented in trial I with a percentage of 1,8 and trial II with a percentage of 1,9 so that the teaching module was declared practical. The results of data analysis of student activity sheets showed very active criteria in trial I with a percentage of 85,2% and trial II with a percentage of 87,2%, the learning outcomes test reached 80% in trial I and 100% in trial II, so that the teaching module was declared effective. Referring to the results of the analysis, it can be concluded that the teaching module based on a differentiated learning on matrix material can be used in learning activities
Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika
This research was motivated by observations at SMP Negeri 7 Bukittinggi. The observation results show that there are still many VII grade students who have low mathematical reflective thinking skills. One of the reasons for the low mathematical reflective thinking ability of students is because they are not accustomed to working on non-routine problems that contain indicators of mathematical reflective thinking ability. The purpose of this study was to describe the mathematical reflective thinking ability of students in class VII.2 SMP Negeri 7 Bukittinggi in the 2024/2025 academic year in solving mathematical problems. This type of research is descriptive quantitative used to provide a clear picture of the level of student ability in mathematical reflective thinking. The research subjects were students of class VII.2 who had been selected through purposive sampling technique and data collection using instruments in the form of mathematical problems solving tests designed to measure indicators of reflective thinking. The results showed that students\u27 ability in mathematical reflective thinking was still concerning. Only 14.29% of students are in the sufficient category, 50% in the low category, and 35.71% in the very low category based on the results of the data analysis that has been done. The overall average of students in mathematical reflective thinking is 58.8%, which is included in the low category. This shows that most students have difficulty identifying what is known and asked in the problem (reacting), comparing and connecting old problems with new problems (comparing/elaborating), and reflecting and re-evaluating their answers before drawing conclusions (contemplating)
Integrasi Dimensi Epistemologis dan Ontologis dalam Pembelajaran Matematika: Kajian Literatur Sistematis
Penelitian ini membahas integrasi antara dimensi epistemologi dan ontologi dalam pembelajara matematika melalui pendekatan SLR. Filsafat khususnya epistemologi dan ontologi, memberikan landasan penting dalam memahami bagaimana pengetahuan matematika dibentuk serta bagaimana konsep-konsep matematika dipahami secara eksistensial. Dalam konteks pendidikan modern yang menekankan pembelajaran bermakna, kajian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana integrasi dimensi filsafat tersebut mempengaruhi praktik pembelajaran matematika di kelas. Melalui metode SLR, penulis menelusuri 20 artikel dari tahun 2021 hingga 2024 dan menyaring 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi menekankan pada cara siswa memperoleh, membangun, dan memvalidasi pengetahuan matematika, sedangkan ontologi menyoroti hakikat keberadaan konsep-konsep matematika, apakah bersifat nyata atau abstrak. Integrasi keduanya memberikan dasar yang kuat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, kontekstual, dan reflektif. Kajian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan konstruktivisme, di mana siswa secara aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar langsung, dan guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan konsep abstrak dengan konteks kehidupan nyata. Integrasi ini berkontribusi tidak hanya pada penguatan pemahaman siswa, tetapi juga pada pengembangan strategi pembelajaran yang relevan dan bernilai filosofis dalam pendidikan matematika. Diperlukan penelitian lanjutan berbasis praktik kelas untuk mengoptimalkan penerapan integrasi epistemologis dan ontologis dalam pembelajaran matematika
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita SPLDV Berdasarkan Tahapan Polya: Studi Kasus di SMP Negeri 7 Gorontalo
Banyak bentuk kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel berdasarkan tahapan polya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi sistem persamaan linier dua variabel berdasarkan tahapan polya di SMP Negeri 7 Gorontalo pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Data dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV dan hasil wawancara untuk menggali lebih dalam proses berpikir mereka berdasarkan tahapan Polya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa sering menghadapi tantangan dalam mengikuti tahapan penyelesaian masalah matematika pada soal cerita. Peneliti menganalisis data hasil pekerjaan siswa berdasarkan kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal cerita matematika sesuai empat tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan mengecek kembali. Peneliti mengkategorikan setiap jawaban siswa ke dalam jenis kesalahan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Selain itu, peneliti menggunakan data hasil wawancara sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil analisis kesalahan berdasarkan jawaban tertulis siswa. Data hasil wawancara tersebut dianalisis melalui beberapa tahap, kemudian dikelompokkan sesuai dengan empat tahapan Polya untuk memastikan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan siswa dapat teridentifikasi sesuai indikator kesalahan yang digunakan dalam penelitian. Kesalahan terbesar terjadi pada tahap melaksanakan rencana, sementara tahap memahami masalah dan memeriksa jawaban juga tidak kalah penting untuk diperhatikan dalam perbaikan pembelajaran