Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    Analisis Quizizz sebagai Media Pembelajaran Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi Anak Usia Dini

    No full text
    Di era digital, perlu adanya pemutakhiran media yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran, terutama melalui penggunaan media digital seperti aplikasi pembelajaran yang merangsang minat belajar, salah satunya adalah media quizizz yang diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran numerasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan numerasi setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan media quizizz. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 10 peserta didik berusia 5-6 tahun di PAUD Petra Balfai Kupang. Teknik pengumpulan data adalah metode observasi pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Petra Balfai, dan digunakan rumus persentase sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok anak usia 5-6 tahun dalam peningkatan capaian tahapan numerasi bilangan setelah menggunakan media quizizz pada kategori mulai berkembang memperoleh hasil sebanyak 8%, pada kategori berkembang sesuai harapan memperoleh hasil 52%, dan pada kategori berkembang sangat baik memperoleh hasil 40%. Peserta didik dapat memahami cara menggunakan aplikasi quizizz yang telah disajikan dan peserta didik semakin tertarik belajar untuk mempelajari cara menggunakan media digital, sesuai dengan yang diharapkan peneliti terhadap anak kelompok usia 5-6 tahun yaitu meningkatnya capaian pembelajaran numerasi.   Cognitive development in early childhood is an essential aspect of early childhood growth. Based on observations of learning activities in Putra 1 Kindergarten, Group B1, several problems were identified in the cognitive domain, particularly related to children’s problem-solving abilities, which remained underdeveloped. The children were not yet able to demonstrate investigative and exploratory skills through learning activities, nor were they able to show creativity in solving problems encountered during task completion. Due to the suboptimal development of children’s problem-solving abilities, the learning process tended to be more teacher-centered than child-centered, with the child worksheet method used more frequently. This study aims to determine the improvement in problem-solving abilities through science activities in Group B1 children at Putra 1 Kindergarten. The study employed a qualitative descriptive method. The subjects consisted of 10 children from Group B1. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing based on the Miles and Huberman model. The findings showed that, among the 10 children observed, several demonstrated significant improvements in their problem-solving abilities. The children were able to process information gained from learning activities. They demonstrated the ability to apply problem-solving skills in their daily lives.Pada masa era digital seperti sekarang perlu adanya pembaruan mengenai media yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu menggunakan media digital sehingga perlu adanya aplikasi pembelajaran digital yang menarik agar anak tertarik belajar salah satunya adalah media quizizz, yang diharapkan bisa meningkatkan pembelajaran literasi numerasi pada anak. Adapun capaian kegiatan literasi bilangan yang dikembangkan dalam pembelajaran melalui aplikasi quizizz yaitu inti bilangan dan hubungan antar bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan Aplikasi Quizizz pada numerasi anak kelompok usia 5-6 tahun di PAUD Petra Balfai Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah anak kelompok usia 5-6 tahun di PAUD Petra Balfai Kupang yang berjumlah 10 Orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi terhadap anak kelompok usia 5-6 tahun pada saat pembelajaran berlangsung, wawancara terhadap guru dan studi dokumentasi di PAUD Petra Balfai. Hasil penelitian ini menunjukkan Anak kelompok usia 5-6 tahun dalam pengembangan capaian tahapan numerasi bilangan ada yang sudah sekitar 2-4 peserta didik mulai berkembang, 6-8 peserta didik berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik 2-3 peserta didik. Peserta didik dapat memahami cara penggunaan aplikasi Quizizz yang telah disampaikan dan anak-anak semakin tertarik belajar menggunakan aplikasi digital, sesuai dengan yang diharapkan peneliti terhadap anak kelompok usia 5-6 tahun yaitu meningkatnya capaian pembelajaran numerasi

    Buku Cerita Bergambar sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya anak usia dini yang mengalami hambatan dalam berbahasa seperti rendahnya kemampuan anak dalam menyampaikan apa yang dirasa dan dilihatnya kepada orang di sekitarnya. Kemampuan anak dalam menyampaikan apa yang dirasa dan dilihat melalui kalimat sederhana yang bermakna disebut sebagai kemampuan bahasa ekspresif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebelumnya didapat bahwa terdapat penurunan kemampuan berbahasa ekspresif anak yang disebabkan kurangnya stimulus serta media pembelajaran yang monoton sehingga kurang menarik minat anak dalam proses pembelajaran, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat menarik minat anak untuk dapat mencapai perkembangan bahasa ekspresif yang optimal salah satunya adalah buku cerita bergambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media buku cerita bergambar dalam pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak, penelitian ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan sumber 11 artikel yang telah dipublikasi. Data yang dikumpulkan kemudian dibaca dan ditelaah dengan menggunakan teknik penelitian yang bersifat pembahasan yang lebih mendalam terhadap isi sebuah data serta informasi tertulis atau tercetak di media massa. Teknik penelitian tersebut disebut sebagai teknik analisis isi. Teknik penelitian dilakukan melalui proses memilih, membandingkan dan menggabungkan serta memilah berbagai pengertian sehingga menemukan suatu kesimpulan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan deskripsi. Hasil penelitian tentang penerapan media buku cerita bergambar kemampuan bahasa ekspresif  anak meningkat.   This research is motivated by the increasing number of young children who experience language barriers, such as difficulties in conveying what they feel and see to those around them. The ability of children to express their feelings and perceptions through simple and meaningful sentences is referred to as expressive language ability. Based on the analysis of previous research, it was found that there has been a decline in children’s expressive language abilities, caused by a lack of stimulation and monotonous learning media that reduce children’s interest in the learning process. Therefore, the development of expressive language requires engaging learning media, such as picture storybooks. The purpose of this study is to describe the application of picture storybooks in learning to improve children’s expressive language abilities. This study uses a literature review method based on 11 published articles. The collected data were examined and reviewed using content analysis techniques, involving a more in-depth discussion of data content and written or printed information from various sources. This process included selecting, comparing, synthesizing, and organizing various concepts to draw relevant conclusions. The findings show that the use of picture storybooks can effectively improve children’s expressive language abilities.Salah satu aspek penting dalam perkembangan anak adalah aspek perkembangan bahasa karena dengan berbahasa anak dapat memahami kalimat dan kata serta hubungan antara lisan dan tulisan pra membaca awal. Metode pembelajaranbahasa pada anak disesuaikan dengan kebutuhan, dan kemampuan anak dalam menerimanya. Selain menfasilitasi anakdengan beraneka ragam kegiatan main, terdapat banyak hal yang menjadi fokus utama dalam pembelajaran anak usiadini yaitu pendidikan dan pembelajaran yang memberikan pemahaman secara keseluruhan terkait dengan aspek perkembangan anak. Pembelajaran dilakukan dengan berbagai macam model pengembangan pembelajaran, salah satu cara untuk menstimulasi bahasa ekspresif anak yaitu akan diuji cobakan menggunakan cerita bergambar. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat buku cerita bergambar terhadap kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan yang dipilih yaitu metode studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan buku cerita bergambaradalah salah satu metode yang mampu untuk mengembangkan dan meningkatkan aspek perkembangan anak, salah satunya dengan media buku bercerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa pada anak

    Implementasi Kartu Angka sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini

    No full text
    Berpikir simbolik sangat penting bagi perkembangan anak usia dini. Berpikir simbolik seorang. Jika anak  tidak menerima stimulus yang tepat  maka mereka tidak akan berkembang dengan baik, maka harus didukung dengan stimulus yang benar. kembali. Tetapi kemampuan berpikir simbolik kelompok B masih kurang terlihat ada beberapa anak yang masih keliru antara angka dua dan lima, angka enam dan sembilan faktor penyebab kurang media pembelajaran yang belum begitu lengkap  serta metode belajar yang monoton. Untuk meningkatkan berpikir simbolik perlu adanya media yang menarik contohnya dengan media kartu angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan setelah diperkenalkannya media kartu angka langkah-langkah penelitian dalam paradigma desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas yang meliputi langkah-lamgkah rencana, tindakan, observasi dan regleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada kelompok B. Pengumpulan analisis data pada penelitian ini  menggunakan observasi dan teknik statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian ini terdapat perkembangan berpikir simbolik pada anak dengan kategorinilai  baik yaitu berkembang sesuai harapan. Terdapat hasil dari penelitian pada penelitian pra-siklus mencapai persentase 50%, dilanjut dengan sikus kesatu mencapai persentase 52% dan pada siklus kedua mencapai persentase 65% dengan capaian berkembang sesuai harapan. Symbolic thinking plays a crucial role in early childhood development. Without appropriate stimulation, children may struggle to develop this ability effectively and thus require consistent support. However, in Group B, children’s symbolic thinking skills are still not well designed, as evidenced by difficulties distinguishing between certain numbers, such as two and five, or six and nine. This issue is largely due to the limited availability of learning media and the use of monotonous teaching methods. To enhance symbolic thinking, engaging media such as number cards can be used. The purpose of this study was to examine the development of symbolic thinking skills through the use of number card media. The research employed a classroom action research design based on the Kemmis and McTaggart model, comprising four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of the study were children in Group B. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques presented in percentages. The findings showed that children’s symbolic thinking abilities improved to the category of “developing as expected.” In the pre-cycle, the achievement percentage was 50%, increasing to 52% in the first cycle and reaching 65% in the second cycle, indicating consistent progress in symbolic thinking development.Perkembangan berpikir simbolik sangat penting bagi perkembangan anak usia dini di dukung dengan media yang di gunakan salah satunya media kartu angka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan berfikir simbolik pada anak setelah menggunakan media kartu angka. Penelitian menggunakan penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang Langkah penelitiannya meliputi rencana, T  indakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya kelompok B sebanyak 10 orang anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan di analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase. Hasil penelitian ini terdapat perkembangan kognitif dengan kategori nilai baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada pra siklus mencapai 50%, lalu pada sikus ke-1 mencapai 63% dan pada siklus ke-2 mencapai 82,5%

    Pemanfaatan PAJAR (Papan Belajar) untuk Meningkatkan Daya In-gat Anak Usia Dini dalam Pembelajaran Huruf Vokal dan Angka

    No full text
    Media merupakan salah satu hal penting dalam keberhasilan pembelajaran pada anak usia dini. Dengan media, pembelajaran akan lebih konkret dan mudah dipahami oleh anak usia dini, sehingga anak lebih mudah mengingat dan fokus dalam pembelajaran, terlebih pada pembelajaran huruf dan angka. Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan media Papan Belajar (PAJAR) untuk meningkatkan fokus dan daya ingat pada anak usia dini, khususnya pada pembelajaran huruf vokal dan angka di RA Asy Syafi'. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terhadapa orang tua, dan analisis dokumentasi, dengan target anak usia 4–5 tahun. Data yang didapatkan dianalisis secara induktif untuk menemukan pola dan hubungan. Dari data yang dianalisis pada penelitian mengungkapkan bahwa sifat interaktif dan multisensori PAJAR secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kinerja memori anak. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa aktivitas seperti mencari, menempel, menulis huruf dan angka mendorong perkembangan keterampilan motorik dan memfasilitasi interaksi guru-anak yang lebih dalam. Hal ini menunjukkan bahwa penerapannya menghasilkan peningkatan motivasi belajar dan daya ingat materi pembelajaran pada anak usia dini.   Learning media play a crucial role in supporting the success of early childhood education. Appropriate media make learning more concrete, easier to understand, and more engaging, thereby enhancing children’s focus and memory, particularly in learning letters and numbers. This study examines the use of the Learning Board (PAJAR) to improve focus and memory in early childhood, specifically in learning vowels and numbers at RA Asy Syafi'. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observations, parent interviews, and documentation analysis involving children aged 4–5 years. The data were analyzed inductively to identify emerging patterns and relationships. The findings reveal that the interactive and multisensory features of the PAJAR media significantly enhanced children’s engagement and memory performance. Observation results indicated that activities such as searching, sticking, and writing letters and numbers fostered motor skill development and strengthened teacher–child interactions. These results suggest that the implementation of PAJAR media increases learning motivation and improves memory of learning materials in early childhood.Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan media PAJAR (Papan Belajar) untuk meningkatkan fokus dan daya ingat pada anak usia dini, khususnya pada pembelajaran huruf vokal dan angka di RA Asy Syafi'. Perkembangan kognitif pada tahap awal memberikan landasan pendidikan, mencakup keterampilan akademis yang penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui observasi, wawancara orang tua, dan analisis dokumentasi, dengan target anak usia 4–5 tahun. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sifat interaktif dan multisensori PAJAR secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan kinerja memori anak-anak. PAJAR merupakan media pembelajaran yang didesain untuk menggabungkan permainan dan pembelajaran melalui metode interaktif yang menstimulus keterampilan motorik halus dan keterlibatan melalui pendekatan visual dan taktil. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa aktivitas seperti mencari, menempel, dan menulis huruf dan angka mendorong perkembangan keterampilan motorik dan memfasilitasi interaksi guru-anak yang lebih dalam. Hal ini menunjukkan bahwa penerapannya menghasilkan peningkatan motivasi belajar dan daya ingat materi pembelajaran pada anak usia din

    Penggunaan Media Loose Parts untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini

    No full text
    Latar belakang penelitian ini yakni masih rendahnya kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok A di RA Muslimin Awilarangan dikarenakan penggunaan media pembelajaran yang monoton dalam pembelajaran, dimana anak diberikan tugas untuk mengerjakan lembar kerja anak (LKA) pada saat pembelajaran. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak diperlukan media yang sesuai dan menarik bagi anak. Maka peneliti menggunakan media loose parts. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak dengan menggunakan media loose parts. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang diambil dengan cara observasi. Subjek penelitian ini adalah 10 anak yang terdiri dari empat anak laki-laki dan enam anak perempuan. Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif jenis statistika deskriptif, disajikan dengan nilai persentase. Kesimpulan penelitian ini, pada tahap prasiklus kemampuan berpikir simbolik anak masih belum mencapai kriteria berkembang sangat baik, hanya 20% anak yang mencapai kriteria berkembang sesuai harapan. Setelah dilakukannya tindakan siklus I dan II kemampuan anak meningkat dengan hasil 80% anak dalam kriteria berkembang sangat baik dan 20% anak dalam kriteria berkembang sesuai harapan.   This study was motivated by the low level of symbolic thinking skills among Group A children at RA Muslimin Awilarangan, which was attributed to the use of monotonous learning media, particularly the frequent use of worksheets during instructional activities. To enhance children’s symbolic thinking skills, more appropriate and engaging learning media are required. Therefore, this study implemented loose parts media. The purpose of this study was to examine the improvement in children’s symbolic thinking skills through the use of loose parts media. The research employed Classroom Action Research (CAR). Data were collected through observation. The subjects consisted of 10 children, including four boys and six girls. Data were analyzed using descriptive quantitative statistics and presented in percentages. The findings indicated that during the pre-cycle stage, children’s symbolic thinking skills had not yet reached the criteria for excellent development, with only 20% of children meeting the expected development criteria. After the implementation of the first and second cycles, children’s symbolic thinking skills showed significant improvement, with 80% of children achieving the requirements for very good development and the remaining 20% achieving the criteria for developing as expected

    PEMBELAJARAN DARING MATERI MENULIS TEKS NEGOSIASI DAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBANTUAN MEDIA POSTER

    No full text
    This research is motivated by problems in online learning to write negotiating texts. In this study, a further analysis was carried out on the application of online learning to write negotiating texts using a qualitative descriptive method, namely to seek what teachers did in improving the quality of learning in writing negotiating texts by using a contextual teaching and learning (CTL) approach with the aid of poster media. This research was conducted in class X MIPA 1 with 20 students as research subjects. In this study, the learning process was carried out using a CTL (contextual teaching and learning) approach with the aid of poster media. In an effort to measure the increase in online learning outcomes, the material for writing negotiating texts uses a CTL (contextual teaching and learning) approach with the help of poster media. The contextual teaching and learning (CTL) approach was chosen because it was felt that it could train students to relate the material to everyday life in negotiating activities. So that poster media will help students to create or express creative ideas in writing negotiating texts

    PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA BONEKA TANGAN

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas VII di MTsN 3 Bandung Barat. Permasalahan pembelajaran yang terjadi di MTsN 3 Bandung Barat yaitu keterampilan berbicara siswa masih belum berkembang dengan baik. Kemampuan siswa masih terbilang rendah dalam menjawab dan mengulas kembali isi cerita yang disampaikan oleh guru. Maka dari itu harus ada peningkatan melalui media dan model pembelajaran yang digunakan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Peneliti memilih model Problem Based Learning berbantuan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif, Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah tes awal (pretest) dan tes akhir setelah diterapkannya media boneka tangan dengan model Problem Based Learning (posttest). Penelitian ini menggunakan beberapa instrument, yaitu; 1) lembar observasi siswa, 2) lembar observasi guru, dan 3) lembar soal tes. Terdapat peningkatan yang signifikan dari hasil tes sebelum dan sesudah diterapkannya media boneka tangan dengan model Problem Based Laraning. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada pretest yaitu 44,95, sedangkan setelah diterapkannya media boneka tangan dengan model Problem Based Learning meningkat menjadi 77,75. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa  model Problem Based Learning berbantuan media boneka tangan berhasil diterapkan pada siswa kelas VII di MTsN 3 Bandung Barat

    EFEKTIVITAS MODEL CTL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS PENTIGRAF DENGAN BANTUAN WATTPAD

    No full text
    Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap berbagai hambatan yang dihadapi siswa dalam menulis teks cerpen, seperti keterbatasan waktu dan padatnya kegiatan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan metode alternatif guna menunjang pengembangan keterampilan menulis siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan teks pentigraf yang dipadukan dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan didukung oleh media aplikasi Wattpad untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang membandingkan hasil pre-test dan post-test siswa dalam menulis teks pentigraf. Hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XI SMK TI Pembangunan Cimahi menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu dari nilai rata-rata 75,56 menjadi 89,91 setelah perlakuan. Dengan demikian, pembelajaran menulis teks pentigraf menggunakan model CTL dan media Wattpad terbukti efektif diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

    Effectiveness of Problem Based Learning Model Assisted by Youtube on Explanatory Text Writing Skills

    No full text
    This study aims to test the effectiveness of the problem-based learning model supported by YouTube media in improving the skills of writing explanatory texts in class VIII students of Mts Plus An-nur Sumedang. Through a structured problem-solving process, students actively seek information from various relevant YouTube videos. The results of the study indicate; the application of the PBL learning model assisted by Youtube can improve the ability to write explanatory texts and the learning interest of class VIII students of MTs Plus An-Nuur Sumedang. This is evidenced by the increase in test scores, so the value of the ability to write explanatory texts of students before using the PBL model assisted by Youtube was 65,640 and after using the PBL model assisted by Youtube was 86,200. ability to write explanatory texts. This study concludes that the PBL learning model assisted by Youtube is effective in improving the ability to write explanatory texts and the learning interest of class VIII students of MTs Plus An-Nuur Sumedang

    Development of Video-Assisted Problem Based Learning Models Worksheet to Improve Students’ Mathematical Problem-Solving Abilities on Junior High School

    No full text
    The ability to solve mathematical problems is one of the basic skills that is very important for every student to have. This ability not only contributes to the understanding of mathematical concepts, but is also important to support an active and interesting learning process. Therefore, the development of interactive Student Worksheets is very necessary. This study aims to develop worksheet with a Problem Based Learning model supported by video media. The method used in this study is a research design that is divided into two parts, namely planning design and formative evaluation design which includes: 1) expert assessment, 2) individual evaluation, 3) small groups, and 4) proposed trials. The subjects of this study consisted of 40 students at SMPN 2 Cimahi. The data collection techniques used were interviews, documentation studies, questionnaires in the form of scales to validate the feasibility and practicality of the developed teaching materials, in addition, a collection of questions was also used to measure the effectiveness of the developed teaching materials. The data processing process was carried out using quantitative and qualitative methods. The conclusion of this study shows that worksheet is very valid, practical, and effective in improving the mathematical problem-solving abilities of junior high school students. Therefore, this worksheet is worthy of being used in the mathematics learning process

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇