Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
Not a member yet
    6108 research outputs found

    The Effectiveness of Self-Questioning as a Pre-Writing Strategy to Enhance Writing Performance

    No full text
    This study examines the effectiveness of using self-questioning as a pre-writing strategy to enhance students' writing performance in narrative texts. Thirty eleventh-grade students from UPT SMAN 10 Jeneponto participated in the study, which employed a pre-experimental design featuring a one-group pre-test and post-test. Students were instructed to generate self-questioning before writing, aiming to help them organize their ideas and develop coherent narratives. The pre-test mean score was 50.00, whereas the post-test mean score was 82.10, suggesting that writing performance scores had significantly improved. A paired sample t-test statistical analysis showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the technique had a significant effect. The most notable improvement occurred in grammar, followed by content, vocabulary, organization, and mechanics. The results indicate that self-questioning assists students in thinking critically, planning their writing more effectively, and creating better-structured texts. It also enhances their awareness of sentence structure, vocabulary use, and writing conventions. This strategy proves especially beneficial for EFL learners who often struggle with idea development and coherence. Overall, self-questioning is an effective and practical strategy for supporting students' writing in academic contexts

    Enhancing EFL Students' Speaking Skill Through Triple P Method Assisted By Gamification: A Classroom Action Research

    No full text
    This research aims to enhance the speaking skills of EFL (English as a Foreign Language) students through the implementation of the Gamified Triple P (Presentation, Practice, Production) method. By focusing on strengthening existing speaking abilities, this research seeks to make a positive contribution to the development of students' communication skills. The gamified activities using digital platforms such as Word Chain, WordWall, Padlet and Google Form. This research method used Classroom Action Research (CAR). The subjects in this research are ten grade students with a total of 28 students at Senior High School in Karawang. The time of this research is in April 2025. Findings from Cycle 1 of this research reveal that 71.4% of students achieved moderate to high levels of speaking proficiency, indicating the potential effectiveness of the Gamified Triple P Model in enhancing students’ speaking skills. However, the implementation could not be continued into Cycle 2 due to school regulations that restricted further instructional activities. Overall, the research highlights the effectiveness of the Triple P method in fostering a more interactive and enjoyable learning environment, thereby increasing students' motivation and engagement in the English language learning process

    Penerapan role playing berbasis media digital interaktif play store tema kebhinekaan profil pelajar pancasila untuk meningkatkan pemahaman karakter multikultural siswa sekolah dasar

    No full text
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pada penerapan role playing berbasis kebhinekaan profil pelajar pancasila melalui penggunaan media digital interaktif play store untuk meningkatkan pemahaman karakter multikultural siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan metode yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil yang di dapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan role playing berbasis kebhinekaan profil pelajar dapat meningkatkan pemahaman karakter multikultural pada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Krian. Yang menunjukkan bahwa pada aspek keaktifan belajar peserta didik sebanyak 38% yang artinya cukup aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan role playing berbasis penggunaan media digital interaktif play store, kemudian 38% juga pada kemampuan bertanya yang menandakan bahwa peserta didik mulai aktif namun tidak semua memiliki kemampuan tersebut, selanjutnya sebanyak 44% peserta didik sudah cukup mampu dalam melakukan kegiatan bermain peran namun perlu ekstra lebih untuk membimbing peserta didik kelas 1, serta 41% peserta didik mampu berinteraksi dengan temannya, akan tetapi 6% dari peserta didik masih belum bisa berinteraksi penuh, serta keefektifan media media digital interaktif play store adalah 82 % membantu siswa aktif dalam pembelajaran role playing. Melalui pendidikan, siswa dapat memperoleh pemahaman tentang keragaman budaya dan menjadi lebih terbuka serta memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan individu dari berbagai latar belakang budaya. Penerapan nilai-nilai multikultural dalam pendidikan menjadi sangat penting, Karena nilai-nilai tersebut memainkan peran penting dalam proses pendidikan, mereka mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan, menerima keberagaman, dan menghormati satu sama lain. Kata Kunci : Role Playing, Profil Pelajar Pancasila, play store interactive digital medi

    Strategi manajemen ekstrakurikuler sebagai wadah minat dan bakat siswa sekolah dasar: studi literatur

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajemen ekstrakurikuler di sekolah dasar, serta dampaknya terhadap pengembangan minat dan bakat siswa. Berdasarkan kajian literatur, manajemen ekstrakurikuler yang baik dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keterampilan sosial, memperluas wawasan, dan membangun rasa percaya diri siswa. Penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti dukungan dari pihak sekolah, keterlibatan orang tua, serta ketersediaan sumber daya yang memadai, termasuk fasilitas dan tenaga pengajar yang kompeten, sangat mempengaruhi keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Jenis kegiatan ekstrakurikuler yang populer di sekolah dasar, seperti olahraga, seni, dan kegiatan berbasis sains, terbukti efektif dalam mengembangkan minat dan bakat siswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam pengelolaan ekstrakurikuler, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya pelatihan bagi pembina, dan kurangnya keterlibatan siswa. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi tantangan ini agar kegiatan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami pentingnya manajemen ekstrakurikuler yang baik dan bagaimana hal tersebut dapat mendukung perkembangan holistik siswa di sekolah dasar

    Analisis pola belajar mahasiswa: studi kualitatif berbasis wawancara

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola belajar mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melalui pendekatan kualitatif berbasis wawancara mendalam. Partisipan penelitian berjumlah 15 mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah teori belajar dan pembelajaran, sehingga data yang diperoleh merepresentasikan perspektif komprehensif mengenai strategi belajar mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang berfokus pada pengalaman belajar, strategi yang digunakan, serta faktor-faktor yang memengaruhi proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis tematik, yang mengidentifikasi tema-tema utama terkait penerapan teori belajar (termasuk behavioristik dan kognitif) dalam praktik belajar calon guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pola belajar yang dipengaruhi oleh pemahaman mahasiswa terhadap teori belajar, gaya belajar pribadi, serta lingkungan belajar yang mendukung. Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana calon guru SD membangun dan mengelola proses pembelajaran mereka, serta implikasinya terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai calon pendidik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi, khususnya dalam konteks pembelajaran mata kuliah teori belajar dan pembelajaran bagi program studi PGSD

    Anjang-anjangan: Permainan Tradisional untuk Mengembangkan Literasi Bahasa Lisan Anak Usia Dini

    No full text
    Bermain adalah aktivitas yang menyenangkan bagi anak usia dini, diantaranya adalah bermain permainan tradisional anjang-anjangan, dimana permainan ini bisa untuk melatih perkembangan bahasa lisan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan menggunakan tutur kata bahasa lisan yang sopan, benar dan baik. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Cibeber Cimahi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, partisipan dan wawancara, dengan subjek penelitian adalah peserta didik usia 5-6 tahun dan guru. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan data. Penelitian menunjukkan  peserta didik yang mampu berkomunikasi dengan tutur kata bahasa lisan yang sopan, benar dan baik, terlihat hasil selama enam kali pertemuan dalam kegiatan pembelajaran permainan tradisional anjang-anjangan, terdapat peningkatan pada perkembangan bahasa lisan peserta didik, yaitu dari 11 peserta didik, terdapat empat peserta didik yang berkembang sesuai harapan, dan tujuh peserta didik berkembang sangat baik. Diharapkan penalitian ini dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru dalam mengimplementasikan literasi bahasa lisan  bagi peserta didik anak usia dini secara menyenangkan.   Indonesia’s low performance in mathematical literacy, as reported in the 2018 Programme for International Student Assessment (PISA) by the Ministry of Education and Culture, highlights the need to strengthen students’ understanding of mathematical literacy from an early age. Early introduction of mathematical concepts prepares children for future learning. One approach is to use a contextual learning model to introduce number concepts through illustrated number cards. This article aims to examine how number concepts can be introduced to children aged 4–5 years through contextual learning with illustrated number cards. The study employed a literature review method to establish the groundwork for a research framework, applying a heuristic approach by gathering relevant sources and data. Data were collected from journals, theses, and books, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of a contextual learning model with illustrated number cards is effective in introducing number concepts to young children, as it provides concrete visual representations, enhances observation, and creates an engaging and enjoyable learning experience.Bermain merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan bagi anak usia dini, bahkan banyak pakar PAUD yang mengungkapkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain, salah satu kegiatan bermain yang diberikan kepada peserta didik diantaranya adalah permainan tradisional anjang-anjangan. Permainan tradisional anjang-anjangan adalah permainan bermain peran yang dilakukan oleh sekelompok anak-anak dengan menirukan karakter seseorang sesuai dengan perannya masing-masing, sehingga dapat menjadikan solusi untuk membantu meningkatkan implementasi literasi bahasa lisan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa lisan dalam kegiatan pembelajaran melalui permainan tradisional anjang-anjangan. Penelitian ini dilaksanakan di lembanga PAUD Cibeber Cimahi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, partisipan dan wawancara, dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelompok B dan guru. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan data. hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa permainan tradisional anjang-anjangan bisa diterapkan guna pengembangan literasi bahasa lisan peserta didik pada anak kelompok B. Dengan hasil observasi implementasi literasi bahasa lisan melalui permainan anjang-anjangan peserta didik yang sudah berkembang sesuai harapan sebanyak empat peserta didik dari sebelas peserta didik, setelah mengikuti kegiatan permainan tradisional anjang-anjangan menjadi meningkat bahasa lisannya dan berkembang sangat baik. Diharapkan penalitian ini dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru dalam menerapkan literasi bahasa lisan yang menyenangkan bagi peserta didik

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ESQ (EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT) BERBANTUAN MEDIA LAGU PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS CERPEN PADA SISWA KELAS XI

    No full text
    Masalah kualitas dan pencapaian pembelajaran  peserta didik yang buruk dalam pembelajaran bahasa Indonesia masih sering terjadi yang ditandai dengan standar kompetensi yang belum terpenuhi khususnya pada keterampilan menulis. Keterampilan menulis masih dianggap sulit, karena masih ditemukan banyak siswa yang kurang motivasi dan minat dalam menulis sehingga kesulitan menuangkan ide kedalam tulisan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk; 1) mengetahui proses penerapan metode pembelajaran ESQ berbantuan media lagu, 2) mengetahui efektivitas model pembelajaran ESQ berbantuan media lagu pada pembelajaran menulis teks cerpen di kelas XI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 25 orang siswa kelas XI SMK PGRI Cianjur. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen tes menulis cerpen, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan skor keterampilan menulis teks cerpen dengan perolehan nilai tertinggi 88, dan rata-rata secara keseluruhan adalah 83, dan berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa 100% penerapan metode pembelajaran ESQ berbantuan media lagu berjalan dengan baik. Respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan metode pembelajaran ESQ berbantuan media lagu menunjukkan respon yang Positif

    MENGEJAR REVOLUSI DALAM PEMBELAJARAN MATERI TEKS BERITA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN YANG REVOLUSIONER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik terhadap media pembelajaran dalam memahami teks berita serta cara agar meningkatkan keterampilan menulis. Metode yang di ambil yaitu data kualitatif salah satunya wawancara yang dilakukan pada 10 peserta didik  SMPN 2 Cililin untuk menggali pandangan dan pengalaman mereka terkait penggunaan media pembelajaran yang revolusioner dalam pembelajaran keterampilan menulis teks berita. Hasil wawancara menunjukkan bahwa peserta didik memiliki beragam kebutuhan, termasuk media pembelajaran yang menarik, pemahaman konteks berita, penggunaan bahasa yang sederhana, dan interaksi dengan konten berita. Temuan ini menunjukkan pentingnya merancang revolusi media pembelajaran yang berfokus pada peserta didik, dengan desain yang menarik dan informatif. Pengembangan media pembelajaran yang memenuhi kebutuhan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang teks berita, memotivasi mereka untuk belajar dengan lebih baik, dan membantu mereka mengembangkan keterampilan bahasa dan sastra Indonesia. Rekomendasi untuk pengembangan media pembelajaran termasuk desain yang menarik, pemahaman konteks berita yang baik, penggunaan bahasa yang sederhana, dan peluang interaksi dengan konten berita

    Critical Discourse Analysis of Theo van Leeuwin's Inclusion and Exclusion Strategies in Merdeka.com News Portal Edition of December 20, 2020, and Detik.com News Channel Edition of December 7, 2020

    No full text
    One of the things that makes it easy to get information is the mass media or social media which contains a lot of information itself, this convenience is easy to get anywhere and anytime. Unfortunately, obtaining easy information is risk with hoaxes circulating in the community. Therefore, the reader must be more critical in filtering the information obtained. This study aims to find inclusion and exclusion strategies as Theo Van Leeuwin, the owner of the theory. Research on news discourse 6 Rizieq Followers Died During Clashes with Police in Tolo Cikampek from Merdeka online media and Event Runuta Up to 6 Habib Rizieq Followers Killed Shot on the Toll Road from online media This second found several irregularities, in which the editorial team tended to be more inclined to one party. This study uses a qualitative descriptive method in which data are obtained from literature studies on news text discourse. The marginalities found include the exclusion strategy of the passivation process, nominalization, and substitution of clauses. As for the inclusion strategy, the process of objectivation, determination-indetermination, and assimilation-individualization was found

    The Effectiveness of Eliciting Activities Model in Learning Mathematics based on Initial Mathematical Skills

    No full text
    Elementary mathematics education necessitates new instructional strategies that can address the varied baseline competencies and backgrounds of kids. The Eliciting Activities Model is a strategy that prioritizes student-centered discovery to enhance learning outcomes. This study seeks to examine the use of the Eliciting Activities Model on mathematics learning outcomes, focusing specifically on students' beginning mathematical competencies and their educational backgrounds. This quantitative study was carried out in three elementary institutions: SDN Batujajar 3, SDN Sukamaju, and SDS Yayasan Beribu, encompassing a total of 81 pupils. The research utilized a survey methodology and applied Two-Way ANOVA to investigate the impact of school origin and beginning mathematical proficiency, along with their interaction, on mathematics learning outcomes. The data gathering process included pre-tests to evaluate students' basic mathematical competencies and post-tests to measure learning results following the implementation of the model. The findings indicated substantial disparities in mathematics learning outcomes contingent upon school origin and pupils' beginning competencies. A notable interaction effect was observed, wherein students with high beginning ability from SDS Yayasan Beribu attained superior learning outcomes relative to students from SDN Batujajar 3 and SDN Sukamaju. The findings indicate that the Eliciting Activities Model effectively improves mathematics learning outcomes, especially when tailored to students' beginning skills and the educational environment

    4,363

    full texts

    6,108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa IKIP Siliwangi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇