Peradaban Journal of Economic and Business
Not a member yet
41 research outputs found
Sort by
The Influence of Islamic leadership on Employee Psychological Well-Being with the Mediation of Organizational Justice
This study explores the relationship between Islamic leadership, organizational justice, and employee psychological well-being in the workplace. Islamic leadership, rooted in the teachings of Islam, is examined for its influence on employee well-being. The concept of psychological well-being, encompassing self-acceptance, positive relationships, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth, is the primary focus of this research. A quantitative research method with a positivist approach and survey methodology was employed. The results reveal a significant relationship between Islamic leadership, organizational justice, and employee well-being. Organizational justice is also found to mediate the relationship between Islamic leadership and psychological well-being. These findings hold significant implications for organizational management, emphasizing the importance of religious values in leadership and justice in creating a fair work environment. Islamic leadership can serve as a source of motivation for employees, while organizational justice can enhance employee well-being. The study's findings can be utilized as a foundation for developing more effective management strategies to improve employee psychological well-being in the workplace. This research contributes significantly to understanding the relationship between Islamic leadership, organizational justice, and employee well-bein
Analisis kebijakan Moneter di Negara Mayoritas Muslim: Tunisia.
This research aims to analyze the monetary policy of Tunisia, a country with a Muslim-majority population, from both conventional and Islamic perspectives. Monetary policy, under the responsibility of the Central Bank, seeks to maintain currency stability and ensure overall economic strength. Islamic monetary policy specifically incorporates principles such as the prohibition of usury (riba), currency stability, the avoidance of excessive speculation, promoting productive financing, distributive justice, inflation control, and transparency. Tunisia, with its majority Muslim population, provides an interesting case for examining how Islamic principles are reflected—or not—in its monetary policy. This study employs a descriptive qualitative methodology, utilizing secondary data from library research, including websites and scientific journal articles. The findings show that Tunisia's monetary policy has a significant impact on economic indicators such as price stability, currency value, and overall economic growth, contributing to benefits like increased employment, higher purchasing power, improved investment levels, and sustainable economic prosperity. Key tools include interest rates, open market operations, reserve requirements, foreign currency interventions, selective credit policies, and macroprudential regulations
Adaptive Stakeholder Management in Social Startups: Enhancing Social Impact and Economic Sustainability
This research examines the implementation and outcomes of stakeholder relationship management (SRM) strategies in social startups, focusing on Indonesia's Social Organization Matchmaking program. Conducting by a qualitative approach, this study explores how the Outreach Campaign team designed and implemented SRM strategies to engage diverse Organizations within a resource-constrained, emerging market context. The findings highlight a multifaceted SRM approach encompassing strategic communication, personalized engagement, value co-creation, and digital interaction. This adaptive strategy significantly enhanced program outcomes, including a higher success rate in matching Organizations with sponsors, increased retention, and overall satisfaction. Key factors contributing to effective SRM were identified, such as fostering trust through transparent communication, cultivating commitment through shared value creation, and balancing digital and traditional engagement methods. Contextual factors, including cultural norms, economic realities, technological infrastructure, and regulatory environment, shaped SRM strategies.Penelitian ini meneliti implementasi dan dampak strategi manajemen hubungan pemangku kepentingan (Stakeholder Relationship Management/SRM) pada startup sosial, dengan fokus pada program Matchmaking Social Organizations di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana tim Outreach Campaign mengembangkan dan melaksanakan strategi SRM untuk melibatkan berbagai penyelenggara dalam konteks pasar berkembang yang memiliki keterbatasan sumber daya. Temuan menunjukkan pendekatan SRM yang beragam, mencakup komunikasi strategis, keterlibatan personal, penciptaan nilai, dan interaksi digital. Strategi adaptif ini secara signifikan meningkatkan hasil program, termasuk peningkatan keberhasilan kemitraan antara penyelenggara dan sponsor, tingkat retensi yang lebih tinggi, serta kepuasan keseluruhan yang lebih baik. Studi ini mengidentifikasi faktor kunci yang berkontribusi pada efektivitas SRM, seperti membangun kepercayaan melalui komunikasi transparan, komitmen yang didorong oleh penciptaan nilai bersama, serta keseimbangan antara metode keterlibatan digital dan tradisional. Faktor kontekstual seperti norma budaya, realitas ekonomi, infrastruktur teknologi, dan lingkungan regulasi ditemukan memainkan peran penting dalam membentuk strategi SRM. Penelitian ini menyoroti bagaimana tim Outreach berhasil menavigasi faktor-faktor tersebut untuk menciptakan pendekatan yang disesuaikan bagi berbagai penyelenggara. Kontribusi teoretis mencakup perluasan teori SRM ke startup sosial, integrasi pendekatan SRM digital dan tradisional, serta redefinisi nilai dalam SRM melampaui aspek moneter untuk mencakup dampak sosial dan pengembangan ekosistem. Studi ini juga memberikan implikasi praktis bagi startup sosial, manajer program, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi SRM yang efektif di pasar berkembang. Penelitian ini menegaskan peran penting SRM yang adaptif dan sensitif terhadap konteks dalam keberhasilan program startup sosial. Penelitian ini juga memberikan dasar bagi studi masa depan tentang dampak jangka panjang SRM dalam konteks budaya yang beragam dan perannya dalam membentuk ekosistem dampak sosial yang lebih luas
PENGARUH MOTIVASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PERDAGANGAN KOTA METRO
The study aims to analyze the influence of motivation and compensation on employee performance at the Trade Department of Metro City by adopting Herzberg's Two-Factor Theory. Since the trade sector is a major contributor to the Regional Gross Domestic Product (RGDP) of Metro City and plays a central role in organizational success, this study evaluates the impact of motivation as a motivator and compensation as a hygiene factor on employee performance. The findings indicate a positive and significant influence of motivation and compensation on employee performance, both partially and simultaneously. Based on these findings, this study provides several strategic recommendations for the Trade Department to optimize motivation programs, revise the compensation system, and enhance employee training programs. The practical implications of this study are expected to contribute to improving productivity, employee job satisfaction, and achieving organizational goals more effectively.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan kompensasi terhadap kinerja pegawai di Dinas Perdagangan Kota Metro dengan mengadopsi Teori Dua Faktor Herzberg. Mengingat peran sentral sumber daya manusia dalam keberhasilan organisasi, terutama di sektor perdagangan yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Metro, penelitian ini mengevaluasi pengaruh motivasi sebagai faktor pemicu dan kompensasi sebagai faktor pemelihara terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan baik motivasi maupun kompensasi terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini memberikan sejumlah rekomendasi strategis bagi Dinas Perdagangan untuk mengoptimalkan program motivasi, merevisi sistem kompensasi, dan meningkatkan program pelatihan bagi pegawai. Implikasi praktis dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas, kepuasan kerja pegawai, serta pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektifDinas Perdagangan Kota Metro menghadapi tantangan dalam meningkatkan kinerja dan motivasi pegawai. Meskipun terdapat peningkatan kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB, disiplin kerja dan kompetensi pegawai masih perlu ditingkatkan. Ketidakpastian status kepegawaian non-ASN dan ketidaksesuaian kompensasi dapat mempengaruhi motivasi dan kinerja. Sistem pengurangan TPP diterapkan untuk mendorong peningkatan kinerja pegawai ASN. Evaluasi SAKIP menunjukkan peningkatan nilai dari tahun ke tahun, mencerminkan upaya instansi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Pra survei terhadap pegawai menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja. Untuk mengatasi masalah ini, dinas perlu fokus pada implementasi sistem penilaian yang lebih baik dan penyesuaian kompensasi sesuai standar untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung efektivitas dan motivasi pegawaI. Melalui analisis regresi linier berganda terhadap data survei, temuan menunjukkan bahwa motivasi dan kompensasi secara bersama-sama berdampak signifikan terhadap kinerja. Secara individu, motivasi dan kompensasi juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja. Sekitar 53.8% variasi dalam kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh motivasi dan kompensasi. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi manajemen dalam merancang kebijakan yang dapat meningkatkan motivasi dan kompensasi pegawai, serta meningkatkan kinerja individu dan organisasional
Pengaruh Konflik Peran Ganda, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja Pada Karyawan Wanita terhadap Stres Kerja di Pabrik Gula Arasoe dan Camming
Work stress is a phenomenon commonly experienced by employees, especially women, who have responsibilities in both the workplace and household. This study aims to determine the impact of role conflict, workload, and work environment on the level of work stress among female employees in two sugar factories, namely Arasoe Sugar Factory and Camming Sugar Factory. This research used multiple linear regression method to analyze data obtained through questionnaires distributed to 66 female employees. The results of statistical tests show that role conflict, workload, and work environment partially have a significant effect on work stress with a significance level of 5%. The determination test shows that the three independent variables together explain 73.2% of the variation in the level of work stress, while other unexamined factors in this study contribute 26.8%. These results indicate that role conflict, workload, and work environment have a significant influence on work stress among female employees in both sugar factories.
Stres kerja merupakan fenomena yang banyak dirasakan oleh pekerja utamanya perempuan yang memiliki tanggung jawab dalam lingkungan kerja dan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap tingkat stres kerja pada karyawan perempuan di dua pabrik gula, yaitu Pabrik Gula Arasoe dan Pabrik Gula Camming. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda untuk menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 66 karyawan perempuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan tingkat signifikansi 5%. Uji determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama menjelaskan sebanyak 73,2% variasi dalam tingkat stres kerja, sementara faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini menyumbang sebanyak 26,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap stres kerja pada kaeyawan perempuan di kedua pabrik gula tersebut.Stres kerja merupakan fenomena yang banyak dirasakan oleh pekerja utamanya perempuan yang memiliki tanggung jawab dalam lingkungan kerja dan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap tingkat stres kerja pada karyawan perempuan di Pabrik Gula Arasoe dan Camming. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda untuk menganalisis data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 66 karyawan perempuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap stres kerja dengan tingkat signifikansi 5%. Uji determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama menjelaskan sebanyak 73,2% variasi dalam tingkat stres kerja, sementara faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini menyumbang sebanyak 26,8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konflik peran ganda, beban kerja, dan lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap stres kerja di Pabrik Gula Arasoe dan Camming
Spirit Ekonomi Profetik: Telaah Patronisme Nabi Muhammad SAW dalam Transformasi Sistem Ekonomi yang Berkeadilan
This article examines the role of Prophet Muhammad's patronage in transforming the economic system of Arab society before the advent of Islam, which was oppressive, exploitative, and unjust. The research method employed in this study includes a literature review and descriptive analysis of the prophetic economic teachings and policies introduced by Prophet Muhammad. Data were gathered from various Islamic teachings and scholarly literature, such as exegesis, books, and journals relevant to the topic. The results indicate that Prophet Muhammad established a just economic system in Arab society with four main pillars: siddiq, amanah, tabligh, and fathonah. Measures taken included prohibiting usury, imposing zakat, emphasizing the values of hard work, abolishing slavery, and reforming the economic system in accordance with Sharia principles. Consequently, society became more prosperous through economic practices based on spiritual values and human ethics.
Artikel ini mengulas peran patronisme Nabi Muhammad SAW dalam transformsi sistem ekonomi masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam, yang cenderung menindas, eksploitatif, dan tidak adil. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dan analisis deskriptif terhadap ajaran dan kebijakan ekonomi profetik yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad. Data yang digunakan berasal dari berbagai sumber ajaran Islam dan literatur ilmiah, seperti tafsir, buku, dan jurnal yang relevan dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Muhammad membangun sistem ekonomi msyarakat Arab yang berkeadilan dengan empat pilar utama, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Langkah-langkah yang diambil termasuk larangan terhadap riba, kewajiban zakat, penekanan pada nilai-nilai kerja keras, penghapusan perbudakan, dan reformasi sistem ekonomi sesuai prinsip-prinsip syariah. Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih sejahtera melalui praktik ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai spiritual dan etika kemanusiaan
Analysis of Fiscal Policy in the Management of the National Budget in Indonesia
The study aims to analyze fiscal policy in managing the state budget of Indonesia. The method employed is descriptive analysis, which involves explaining and describing information from both oral and written sources obtained through literature studies. The findings indicate that Indonesia's fiscal policy leans towards an expansionary approach, leading to a deficit in the state budget. Additionally, the government has initiated the export of downstream commodities with high added value to boost state revenue. Furthermore, the adoption of zero-based budgeting has been implemented to minimize state spending. These strategies are believed to enhance the management of the state budget.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan fiskal dalam mengelola anggaran negara Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang melibatkan penjelasan dan deskripsi informasi dari sumber-sumber lisan dan tertulis yang diperoleh melalui studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan fiskal Indonesia cenderung mengarah pada pendekatan ekspansionis, yang mengakibatkan defisit dalam anggaran negara. Selain itu, pemerintah telah memulai ekspor komoditas hilir dengan nilai tambah tinggi untuk meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, penerapan anggaran berbasis nol juga telah dilakukan untuk meminimalkan pengeluaran negara. Strategi-strategi ini diyakini dapat meningkatkan pengelolaan anggaran negara
Pemetaan Penyebab Persistensi Korupsi di Sektor Publik: Memahami Motivasi Individu, Dukungan Faktor Eksternal, dan Normalisasi dalam Budaya Organisasi
Corruption in the public sector represents a significant issue in many countries, causing harm to societies and undermining policymaking processes. Despite numerous research efforts aimed at understanding this phenomenon, there remains a need for a deeper understanding of the causes and effective solutions. This study aims to map the factors contributing to the persistence of corruption in the public sector and identify relevant mitigation strategies. Findings from a literature review indicate that corruption evolves gradually, beginning with individual motivations, reinforced by external factors, and then normalized within organizational culture. Mitigation recommendations are necessary at each stage. These may include re-education on corruption and anti-corruption values, enhancing economic equity, strengthening democracy, reducing political interference in oversight institutions, and bolstering the roles of auditors and internal oversight. Consequently, strengthening social controls and collective learning are expected to diminish and prevent corruption in the public sector.
Korupsi dalam sektor publik adalah masalah yang signifikan di banyak negara, merugikan masyarakat, dan melemahkan proses pembuatan kebijakan. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan untuk memahami fenomena ini, masih ada kebutuhan akan pemahaman yang lebih dalam tentang penyebab dan solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang menyebabkan persistensi korupsi dalam sektor publik dan mengidentifikasi strategi mitigasi yang relevan. Hasil penelitian melalui tinjauan literatur menujukkan bahwa korupsi berkembang secara bertahap, dimulai dari dorongan individu, diperkuat oleh faktor-faktor eksternal, lalu dinormalisasi dalam budaya organisasi. Rekomendasi mitigasi korupsi diperlukan di setiap tahap tersebut. Beberapa di antaranya melibatkan pembelajaran ulang kembali tentang korupsi dan nilai-nilai anti-korupsi, meningkatkan pemerataan ekonomi, memperkuat demokrasi, mengurangi intervensi politik dalam lembaga pengawasan, dan memperkuat peran auditor serta pengawasan internal. Dengan demikian, penguatan pengendalian sosial dan pembelajaran kolektif diharapkan dapat mengurangi dan mencegah korupsi dalam sektor publik.Korupsi dalam sektor publik adalah masalah yang signifikan di banyak negara, merugikan masyarakat, dan melemahkan proses pembuatan kebijakan. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan untuk memahami fenomena ini, masih ada kebutuhan akan pemahaman yang lebih dalam tentang penyebab dan solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang menyebabkan persistensi korupsi dalam sektor publik dan mengidentifikasi strategi mitigasi yang relevan. Hasil penelitian melalui tinjauan literatur menujukkan bahwa korupsi berkembang secara bertahap, dimulai dari dorongan individu, diperkuat oleh faktor-faktor eksternal, lalu dinormalisasi dalam budaya organisasi. Rekomendasi mitigasi korupsi diperlukan di setiap tahap tersebut. Beberapa di antaranya melibatkan pembelajaran ulang kembali tentang korupsi dan nilai-nilai anti-korupsi, meningkatkan pemerataan ekonomi, memperkuat demokrasi, mengurangi intervensi politik dalam lembaga pengawasan, dan memperkuat peran auditor serta pengawasan internal. Dengan demikian, penguatan pengendalian sosial dan pembelajaran kolektif diharapkan dapat mengurangi dan mencegah korupsi dalam sektor publik
Role of Pesantren in Improving Sociopreneurs of the Community Around Pesantren in Palembang City
The function of pesantren besides education and da'wah is community empowerment. One of the implementations of the empowerment function is the role of Pesantren in increasing Sociopreneurship in the community around the pesantren. So, this study suggests the role of pesantren in increasing the Sociopreneurship of the Islamic Boarding School Community in Palembang City. This study uses descriptive qualitative research methods and field research methods. Data collection techniques were carried out using observation, and interviews by distributing 30 questionnaires to pesantren administrators and local communities. The study found that social entrepreneurship in pesantren is carried out by providing students with the skills to run a business and collaborate with SMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) to develop businesses. Pesantren also provides economic assistance to socioeconomically disadvantaged populations. The development of Sociopreunership carried out by pesantren has a positive impact on the community around the pesantren, especially in improvement an living standards.ABSTRAK
Salah satu tujuan Pesantren adalah selain untuk mendidik santri juga sebagai pusat dakwah dan membantu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat di lingkungan sekitar. Berdasarkan Latar belakang tersebut perlu diadakannya Penelitian dengan rumusan masalah Bagaimana Peran Pesantren Dalam Meningkatkan Sociopreuners Masyarakat di Sekitar Pesantren di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan metode penelitian lapangan serta berdasarkan data primer maupun data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan cara observasi, wawancara dengan membagikan 30 kuesioner ke pengurus Pesantren dan warga sekitar. Dengan adanya Sociopreuners ini masyarakat sekitar Pesantren selain mendapat pelatihan keagamaan juga dapat terbantu secara ekonomi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukkan bagi Pengelola Pesantren agar lebih meningkatkan lagi peran Sociopreneurs bagi Masyarakat.
Kata Kunci : Pesantren, Kota Palembang, Masyarakat, Sociopreuner
Exploring Amartya Sen's Capability Approach: Insights from Climate Change Adaptation in Indonesia
The article delves into the Capability Approach, exploring its concepts and applications, illustrated through its adaptation to climate change challenges in Indonesia. The objective is to enhance understanding and illustrate its effectiveness in addressing climate change impacts. Proposed by Amartya Sen, the Capability Approach provides a holistic view of societal well-being by empowering individuals or groups to achieve life goals. It encompasses various abilities for decent living, including education, health, and freedom. Emphasizing capability enhancement, it transcends economic measures to consider essential aspects shaping human life. Insights into climate change adaptation reveal the Capability Approach's ability to identify the most vulnerable social groups. The article suggests solutions: enhancing capabilities in vulnerable groups and promoting sustainable economic development. By understanding and improving capabilities, along with fostering sustainable economic development, the Capability Approach offers a pathway to address climate change impacts and achieve long-term resilience