JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Not a member yet
    670 research outputs found

    Profil Lipid dan Gambaran Histopatologi Aorta Tikus Hiperlipidemia dengan Pemberian EKSTRAK Kopi Hijau

    Get PDF
    The high prevalence and risk of death from cardiovascular disease has led to the development of alternative treatments derived from nature. Green coffee has not undergone a roasting process. The product is claimed as a weight loser, even though the cardiovascular effects are still controversial. This study aim was to determine the impact of green coffee bean extract on rat lipid profiles and aortic histopathology. Green coffee bean extract made by a re-maceration method using 96% ethanol. Rats were induced with high-fat diet then treated with green coffee bean extract at a dose of 200; 400; and 800 mg/kg BB. Rats were sacrificed, blood was taken for lipid profile measurements and observations were made on histopathological preparations of rat aorta. The results showed that administration of green coffee bean extract (especially doses of 200 mg/kg BW) for 14 days in hyperlipidemic mice could significantly improve lipid profiles, except HDL levels. Microscopic observations showed that green coffee bean extract could enhance the rat aorta histopathology even though it did not match normal conditions. We can conclude that green coffee bean extract has potential effects to be developed as an alternative to traditional medicine that has antihyperlipidemic effects and cardiovascular protective effects.Tingginya prevalensi dan resiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler mendorong dikembangkannya alternatif pengobatan yang berasal dari alam. Kopi hijau merupakan kopi yang belum mengalami proses penyangraian. Kopi hijau di pasaran diklaim dapat menurunkan berat badan, meskipun efek terhadap kardiovakular masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji kopi hijau terhadap profil lipid dan gambaran histopatologi aorta pada tikus model hiperlipidemia. Ekstrak kopi hijau dibuat dengan metode remaserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Tikus diinduksi dengan pemberian pakan tinggi lemak untuk membuat model hiperlipidemia dan diberi perlakuan dengan ekstrak kopi hijau dosis 200; 400; dan 800 mg/kg BB. Tikus dikorbankan dan dilakukan pengambilan darah untuk pengukuran profil lipid dan dilakukan pengamatan terhadap preparat histopatologi aorta tikus. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kopi hijau (terutama dosis 200 mg/kg BB) selama 14 hari pada tikus model hiperlipidemia dapat memperbaiki profil lipid secara signifikan, kecuali kadar HDL. Pengamatan dengan mikroskop menunjukkan bahwa ekstrak kopi hijau dapat memperbaiki gambaran histopatologi aorta tikus meskipun tidak sampai menyamai kondisi normalnya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah ekstrak kopi hijau berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif obat tradisional yang memiliki efek antihiperlipidemia dan efek protektif terhadap kardiovaskuler

    Formulasi Curcuma zedoaria Sebagai Emulgel Antioksidan

    Get PDF
    Curcuma zedoaria has a high antioxidant activity and potential to be made a topical antioxidant preparation. Emulgel is a combination of O/W emulsion with a gel base, and it has many advantages, including convenience in use. In this study, an emulgel formulation was made using Sepigel 305® with various concentrations (3%, 4%, and 5%). The emulgel formulation, the ethanol extract of C. zedoaria, was added with concentrations 1%, 2%, and 5%. The preparation was evaluated for physical quality and antioxidant activity using the DPPH method. In the selected formula, had been observing the accelerated stability tests were carried out for three months. Ethanol extract of C. zedoaria has antioxidant activity with IC50 49.72 ± 0.32 ppm. The best emulgel preparation is F2, which contains Sepigel 305® 4% and extract 2%. The F2 emulgel formulation was found to be stable physicochemical properties (organoleptic, homogeneity, viscosity, flow properties, dispersion ability, and emulsion type test) upon the accelerated stability tests, and pH met the requirements with antioxidant activity gave IC50 135.8 ppm. Ethanol extract of C. zedoaria can be made emulgel preparations using Sepigel 305®, physically and chemically stable, and has an excellent antioxidant activity for the three months of storage.Curcuma zedoaria memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan potensial untuk dibuat menjadi sediaan antioksidan topikal. Emulgel adalah gabungan emulsi M/A dengan basis gel, memiliki banyak keuntungan diantaranya adalah kenyamanan dalam pemakaian. Pada penelitian ini dibuat formulasi emulgel menggunakan Sepigel 305® dengan variasi konsentrasi 3%, 4%, dan 5%. Pada basis gel ditambahkan ekstrak etanol C. zedoaria dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, dan 5%. Terhadap sediaan dilakukan evaluasi mutu fisik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Pada formula terpilih dilakukan uji stabilitas dipercepat selama tiga bulan pengamatan. Ekstrak etanol C. zedoaria memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 49,72±0,.32 bpj. Sediaan emulgel terbaik adalah F2 yang mengandung Sepigel 305® 4% dan ekstrak 2%. Hasil uji stabilitas dipercepat menunjukkan sediaan stabil secara fisik (organoleptik, homogenitas, viskositas, sifat alir, kemampuan menyebar, dan uji tipe emulsi), pH memenuhi syarat dengan IC50 135.8 bpj. Ekstrak etanol  C. zedoaria dapat dibuat sediaan emulgel dengan menggunakan Sepigel 305®, stabil secara fisik dan kimia serta memiliki aktivitas antioksidan yang baik selama tiga bulan penyimpanan

    Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Kombinasi Zidovudin, Lamivudin, Nevirapin dan Kombinasi Tenofovir, Lamivudin, Efavirenz Pada Pasien HIV/AIDS di RSUD Kota Bekasi

    Get PDF
    HIV/AIDS has become a global issue in many countries. The implementation of ARV / HAARTprograms is always changing, due to clinical reasons, population factors, and aff ordability. Pharmacoeconomic studies can be one of the considerations in the policy process for procurement and selection of therapy regimens. The aims of this study were to determine the eff ectiveness of treatment based on CD4 increase and cost eff ectiveness analysis of HAART A and HAART B treatment regimens. This study used a cross sectional observation method. Retrospective data collection and non-experimental observation where conducted followes by a quantitative descriptive analysis according to the patient's perspective to obtain costeffectiveness data. Data were statistically analyzed to obtain the cost-eff ectiveness of treatment. The results showed that the cost-eff ectiveness analysis (CEA) of two regimens found that HAART A was more dominant than HAART B with a signifi cant diff erence p<0.05. While ACER regimen HAART A (16,227) was greater than the value ACER therapy B (28,330.7).  HIV/AIDS sudah menjadi isu global hampir di semua negara. Regimen terapi dalam pelaksanaan program pemberian terapi ARV/HAART selalu mengalami perubahan. Perubahan regimen terjadi karena alasan klinis, faktor ketersediaan, dan keterjangkauan. Studi farmakoekonomi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan proses pengadaan dan pemilihan regimen terapi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan berdasarkan peningkatan CD4 dan analisis efektivitas biaya pengobatan regimen HAART A dan HAART B. Penelitian ini menggunakan metode observasi cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif dan observasi non eksperimental yang merupakan analisa deskriptif kuantitatif menurut perspektif pasien untuk memperoleh data efektifi tas biaya, Data diolah secara statistik dan dianalisis efektivitas biaya pengobatan. Hasil analisis efektivitas biaya (CEA) dari kedua regimen didapatkan bahwa regimen HAART A lebih dominan dibandingkan regimen HAART B dengan perbedaan bermakna p<0,05. Regimen HAART A memiliki efektifi tas yang lebih baik dari HAART B dengan rasio efektivitas biaya (ACER) pada HAART A sebesar 16.227,4/kenaikan 1 sel CD4, sedangkan rasio efektifi tas biaya (ACER) HAART B sebesar 28.330,7/kenaikan 1 sel CD4

    Uji Aktivitas Antihialuronidase In-Vitro dan Karakteristik Fisik Nanostructured Lipid Carrier Ekstrak Rimpang Langkuas laki-laki (Alpinia zerumbet)

    Get PDF
    The rhizome of Alpinia zerumbet (Pers.) B.L. Burtt & R.M. Sm) contains phenolic compounds, has antihyaluronidase activity which can reduce wrinkles on the skin. This study aims to determine the physical characteristics and antihyaluronidase activity of the nanostructured lipid carrier (NLC) of the Alpinia zerumbet rhizome extract in-vitro. Alpinia zerumbet rhizome powder (4/18) was extracted by kinetic maceration method using 70% ethanol solvent, concentrated with a rotary vacuum evaporator at 100 mm Hg at a temperature of ± 50oC. The resulting extract was prepared into NLC nanoparticles using polyethyleneglycol 8-beeswax, isopropyl myristate and acrylyl glucoside with the high speed homogenization-ultrasonication method. The resulting NLC extracts were characterized by nanoparticle size and morphology, polydispersity index and zeta potential and antihyaluronidase activity test was determined using the Sigma Aldrich and Tu & Tawata methods with slight modifications. The results of the NLC characterization of Alpinia zerumbet rhizome extract were 171.3 nm; 0.37; -26.8 mV; and spherical shape. The results of the antihyaluronidase activity of Alpinia zerumbet rhizome extract loaded NLC was 552.75 µg/mL. It was concluded that the Alpinia zerumbet rhizome extract loaded NLC can be formulated into topical preparations which have the potential to be antihyaluronidase with the ability to reduce wrinkles on the skin.Rimpang langkuas laki-laki (Alpinia zerumbet (Pers.) B.L. Burtt & R.M. Sm) mengandung senyawa fenolat, memiliki aktivitas antihialuronidase yang dapat mengurangi kerutan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik serta aktivitas antihialuronidase nanostructured lipid carrier (NLC) dari ekstrak rimpang Alpinia zerumbet secara in-vitro. Serbuk rimpang Alpinia zerumbet 4/18 diekstraksi dengan metode maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 70%, dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator pada tekanan 100 mmHg dan pada suhu ±50oC. Ekstrak yang dihasilkan dipreparasi kedalam nanopartikel dengan sistem penghantaran NLC menggunakan polietilen glikol-8 beeswax, isopropil miristat dan akrilil glikosida dengan metode high speed homogenization-ultrasonication. NLC ekstrak yang dihasilkan dilakukan karakterisasi meliputi ukuran dan morfologi nanopartikel, indeks polidispersitas dan potensial zeta serta ditentukan uji aktivitas antihialuronidase menggunakan metode dari Sigma Aldrich dan Tu&Tawata dengan sedikit modifikasi. Hasil karakterisasi NLC ekstrak rimpang Alpinia zerumbet adalah 171,3 nm; 0,37; dan -26,8 mV dengan bentuk sferis. Hasil uji aktivitas antihialuronidase NLC ekstrak adalah 552,75 µg/mL. Dapat disimpulkan NLC ekstrak rimpang Alpinia zerumbet dapat di formulasi ke dalam sediaan topikal yang berpotensi sebagai antihialuronidase dengan kemampuan mengurangi kerutan pada kulit

    Uji Banding Metode Isolasi DNA Sampel FTA Card menggunakan Kit Wizard® Genomic DNA Purification, PureLink® Genomic DNA, dan Chelex-100

    Get PDF
    FTA Cards are an easy way to collect blood samples, deliveries, and stores. The totalvolume of blood samples is less is needed when compared to the blood samples taken through a vein(venipuncture). The purpose of this research is a method that can be applied to isolate DNA samplesfrom FTA Cards using the Wizard® Genomic DNA Purifi cation Kit (Promega), PureLink® GenomicDNA Kits, and Chelex-100. This research was a type of experimental research, and data analysis wasshowed in qualitative and quantitative descriptively. The samples used were 16 samples of human bloodtaken using a lancet and then placed on the FTA Card, sampling was done by accidental samplingtechnique. The variations of the PureLink® Genomic DNA kits method with the addition of SDS 10%showed thin and smear DNA bands on agarose gels. Furthermore, the Chelex-100 method showed aclear DNA band. The purity data obtained varied between 1 to 1.1 and concentrations between 190 to950 ng/μl. The conclusion of this study is DNA kits method with the addition of 10% SDS and theChelex-100 method still have impurities, with the purity value of DNA was less than 1.8 and a lowconcentration to be used as a DNA template for further molecular analysis.FTA Card merupakan cara mudah untuk pengumpulan, pengiriman, dan penyimpanan darah.Volume darah yang dibutuhkan untuk FTA Card lebih sedikit jika dibandingkan sampel darah yangdiambil melalui vena. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode yang tepat digunakan untukmengisolasi DNA sampel darah pada FTA Card menggunakan kit Wizard® Genomic DNA Purifi cation,PureLink® Genomic DNA Kit dan metode Chelex-100. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimentaldan data dianalisis dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 16 sampeldari darah manusia yang diambil menggunakan pen lancet kemudian ditotolkan diatas FTA Card,pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Hasil analisa kualitatif elektroforesismemperlihatkan metode isolasi kit PureLink® Genomic DNA yang divariasikan dengan penambahanSDS 10% terdapat pita DNA yang tipis dan smear pada gel agarose. Selanjutnya metode Chelex-100memperlihatkan adanya pita DNA yang jelas. Data kuantitatif yaitu kemurnian dan kosentrasi DNAyang diperoleh bervariasi antara 1-1,1 dengan konsentrasi antara 190-950 ng/μL. Kesimpulan dari studiini adalah tingkat kemurnian isolasi DNA dengan menggunakan metode kit PureLink® Genomic DNAdengan penambahan SDS 10% dan metode Chelex-100 masih terdapat kontaminasi, dengan nilaikermunian yang lebih kecil dari 1,8 dan konsentrasi DNA yang masih rendah untuk dijadikan DNAtemplat analisis molekuler selanjutnya

    Uji Aktivitas Antioksidan dan Anti Aging Body Butter dengan Bahan Aktif Ekstrak Daun Kelor

    Get PDF
    Moringa leaf (Moringa oleifera) was one of plants that containt phenol compounds such as alkaloid, tannin, saponin and flavonoid that were useful as a antioxidant and anti aging. The aim of this research was to prove antioxidant and anti aging’s activity of Moringa leaf. The extraction process of Moringa leaf using Maseration method with ethanol solvent 70 % ratio 1:10, then the antioxidant properties determinate using beta carotene bleaching (BCB) and anti aging’s activity test was done, after that formulated the body butter with activeingredient of Moringa leaf extract 0,5 %. Moringa extract contains total phenolic 10,45 mg GAE/g extract and 5,53 % of total flavonoid. The result showed that Moringa leaf extract had inhibition of beta carotene bleaching properties as shown by BCB results. Moringa leaf extract inhibit the collagenase activity until 47,25 % at concentration of 1600 ppm. Moringa leaf extract body butter has high potency of antiaging through antioxidant and collagenase inhibitor mechanism. Moringa body butter had good organoleptic properties. However the physical properties of moringa body butter should be optimozed its composition to get the better one.Daun Kelor  (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa fenol seperti alkaloid tannin saponin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan dan anti  aging. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas antioksidan dan anti aging daun kelor serta membuat Formulasi Body Butter dari ekstrak daun kelor. Proses ekstraksi daun kelor metode Maserasi dengan pelarut etanol 70 % perbandingan 1:10 kemudian dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode beta caroten bleaching (BCB) dan anti aging selanjutnya dilakukan formulasi body butter dengan bahan aktif ekstrak daun kelor 0,5 %. Hasil penetapan kadar Fenolik total dan Flavonoid total ekstrak daun kelor menunjukkan kadar yang dihasilkan yaitu sebesar 10,45 mgGAE/g ekstrak untuk fenolik total dan 5,53 % untuk Flavonoid Total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki aktivitas penghambatan proses pemucatan beta karoten (inhibitor BCB) dan inhibitor enzim kolagenase dengan persentase penghambatan sebesar 47 %. Body Butter ekstrak daun kelor mempunyai potensi sebagai antiaging melalui mekanisme anti oksidan dan inhibitor kolagenase. Body butter ekstrak daun kelor mempunyai penampakan organoleptis yang sudah baik dan menarik. Namun sifat fisik dari moringa body butter masih memerlukan optimasi agar lebih baik dan memenuhi standar yang telah ditetapkan

    Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. Soegiri Lamongan Periode Tahun 2017

    Get PDF
    Hypertension is a non-communicable disease characterized by increased blood pressure that reaches > 140/90 mmHg. The incidence of hypertension and its complications continues to increase every year so the potential for irrational use of drugs is also increasing.  The purpose of this study was to determine the rationality of the use of antihypertensive drugs at the outpatient installation of Hospital Dr. Soegiri Lamongan in the 2017 period, which reviews the exact indication, the right patient, the right drug, and the right dosage. This study is an observational study conducted by descriptive method and uses retrospective data, namely medical record sheets of hypertensive patients in 2017.  The sampling method used was proportional stratified random sampling. The study population was 451 medical records of hypertensive patients, the number of samples used was 82 medical records where there were 269 prescription sheets in it. The data obtained are then compared using the 2013 American Society of Hypertension (ASH) literature and 2017 Hypertension Clinical Guidelines. The results showed that the rationality of the use of antihypertensive drugs in Dr. Soegiri Lamongan Hospital in 2017 period is 100% accurate on indications, 91,82 % right on patients, 88,85% right on drugs, and 98,14% right on dosages.Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan tekanan darah yang meningkat mencapai angka >140/90 mmHg. Hipertensi ini menjadi faktor risiko utama dalam menyebabkan penyakit kardiovaskular lainnya. Angka kejadian hipertensi beserta komplikasinya terus meningkat setiap tahun sehingga potensi adanya ketidakrasionalan penggunaan obat juga semakin meningkat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Soegiri Lamongan periode tahun 2017 ditinjau dari segi tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan dengan metode deskriptif dan menggunakan data retrospektif yaitu lembar rekam medis pasien hipertensi tahun 2017. Metode pengambilan sampel yang digunakan proportional stratified random sampling. Dari jumlah total 451 rekam medis pasien hipertensi, jumlah sampel yang digunakan yaitu 82 rekam medis dimana terdapat 269 lembar resep didalamnya. Data-data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan menggunakan literatur American Society of Hypertension (ASH) tahun 2013 dan Hypertension Clinical Guidelines tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan obat antihipertensi di RSUD Dr. Soegiri Lamongan periode tahun 2017 yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 91,82%, tepat obat 88,85%, dan tepat dosis 98,14%

    Perbandingan Profil Lipid pada Tikus Putih yang diberi Crude Fucoidan dari Rumput Laut Coklat (Sargassum polycystum) yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak

    No full text
    : Brown seaweed (Sargassum polycystum) is one of the plants that produces pharmacological activity which is as anti-atherosclerotic with the potential chemical content is fucoidan. The aim of this research is to know the effectiveness of crude fucoidan in decreasing total cholesterol, LDL, TG, increasing HDL levels and atherogenic index. In the optimization phase, 5 rat test animals were used to see the effect of the composition of a high-fat diet given on lipid profiles. While in the testing phase 30 test animals were divided into 6 groups to see the effect of a high-fat and crude fucoidan diet given to lipid profiles. Examination of lipid profiles was carried out three times, namely on the 0th, 14th and 36th days, after that the atherogenic index is calculated. On the 36th day the test, rats were anesthetized and necropsy for subsequent blood collection through the heart organ.The results showed that 200 mg crude fucoidan dose could significantly decreasing total cholesterol, LDL, TG, increased HDL levels and significantly decreased the atherogenic index of rat serum compared to the dosages of 100 mg and 50 mg, but did not differ significantly from the positive control at 10 mg atorvastatin.Rumput laut coklat (Sargassum polycystum) merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan aktivitas farmakologik yaitu sebagai anti aterosklerotik dengan kandungan kimia yang berpotensi adalah fucoidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas crude fucoidan dalam menurunkan kadar kolesterol, LDL, TG, menaikkan kadar HDL dan Indeks Aterogenik. Pada tahapan optimasi digunakan 5 ekor hewan uji tikus untuk melihat pengaruh komposisi diet tinggi lemak yang diberikan terhadap profil lipid. Sedangkan pada tahap pengujian digunakan 30 ekor hewan uji yang dibagi menjadi 6 kelompok untuk melihat pengaruh diet tinggi lemak dan crude fucoidan yang diberikan terhadap profil lipid. Pemeriksaan profil lipid dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada hari ke-0, ke-14 dan hari ke-36 setelah itu dihitung indeks aterogeniknya. Pada hari ke-36 hewan uji di anestesi dan dinekropsi untuk selanjutnya dilakukan pengambilan darah melalui organ jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crude fucoidan dosis 200 mg dapat menurunkan kadar kolesterol total, LDL, TG, menaikkan kadar HDL dan memiliki penurunan indeks aterogenik serum tikus secara bermakna dibandingkan dengan dosis 100 mg dan 50 mg, tetapi tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif atorvastatin dosis 10 mg

    Analisis Kebutuhan Pasien pada Pelayanan Kefarmasian di Klinik Rawat Jalan RSUD dr. Soebandi Jember: Studi Kasus Layanan Resep

    Get PDF
    The aim of this research was to know the drug related need in the pharmacy service atpharmacy special prescription service. Descriptive study was done to out patient who fulfi ll prescriptionin the pharmacy Dr Soebandi Jember Hospital. A sample of this population is 557 patients taken withsampling techniques with stratifi ed random sampling. Retrieval of data in this study using a questionnaireinstrument. From the data needs of the patient at the pharmacy pharmacy services in the majority ofpatients explain need to therapy appropriate treatment indication for 85.6 %, at eff ective 84.9 %, atsafely 77.4 % and can be used according to the rules of use of 94.4 %. Based on these data it can beconcluded that the needs of patients at the pharmacy services are appropriate indications, eff ective,safe and can be used according to the rules of use. The requirement can be achieved due to appropriatepharmacy services running and providing pharmaceutical care is a pharmacist. Reimbursements arereimbursed by the insurance company should not be given to Pharmacist Pharmacy for pharmaceuticalcare can not walk if no pharmacist.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan obat terkait dalam pelayananfarmasi di apotek layanan resep khusus. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada pasien rawat jalan yangmenebus resep di apotek Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember. Sebuah sampel dari populasi ini adalah557 pasien yang diambil dengan teknik sampling dengan stratifi ed random sampling. Pengambilan datadalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner.Dari data kebutuhan pasien pada pelayananfarmasi, sebagian besar pasien memiliki kebutuhan untuk terapi pengobatan yang indikasi tepat sebesar85,6 %, efektif sebesar 84,9%, aman sebesar 77,4% dan dapat digunakan sesuai dengan aturan pakaisebesar 94,4%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan pasien di pelayananfarmasi indikasi yang tepat, efektif, aman, dan dapat digunakan sesuai dengan aturan pakai. Keempatkomponen kebutuhan pasien akan diterima pasien jika pelayanan farmasi diberikan dengan prinsipasuhan kefarmasian dan hanya bisa diberikan oleh apoteker. Adanya reimbursement kepada apotekerdari pihak asuransi karena pelayanan farmasi dapat bejalan sesuai asuhan kefarmasian dan pemberiasuhan kefarmasian adalah apoteker. Reimbursement yang akan diganti oleh perusahaan asuransiseharusnya diberikan kepada apoteker di apotek karena perawatan farmasi tidak bisa berjalan jika tidakada apoteker

    Formulasi dan Evaluasi Larutan Pencuci Mulut dengan Bahan Antimikroba Senyawa 1,5-Bis (3’-Etoksi-4’-Hidroksifenil)-1,4-Pentadien-3-on

    Get PDF
    1,5-bis (3-ethoxy-4-hydroxyphenyl) -1,4-pentadien-3-one (EHP) compound is an analogous compound of curcumin which has antimicrobial activity. In this study, the formulation and evaluation of mouthwash was carried out with EHP as an antimicrobial ingredient. The formulation of mouthwash was made with various concentrations of EHP 3, 6, 12, 16 and 18 ppm. Evaluation of mouthwash included organoleptic test, pH, clarity, density and antimicrobial activity against Staphylococcus aureus, Steptococcus mutans, and Candida albicans. Antimicrobial test was done by agar diffusion method. The results of organoleptic test obtained mouthwash was clear blue liquid, the aroma of mint, and fresh cold taste; pH range of 6.15 - 6.74; density of 1.0419 - 1.0561 g/cm3. The evaluation of mouthwash showed that the mouthwash was stable in storage for 1 month at 40 °C. Antimicrobial tests showed the diameter of inhibitory zone against Staphylococcus aureus (ATCC 6538); Streptococcus mutans (ATCC 31987) and Candida albicans (ATCC 10231) ranged from 6.2 to 8.4 mm at the concentration of EHP 18 bpj. The results showed that EHP compound was potential as antimicrobial ingredient in moutwash formula.Senyawa 1,5-bis(3’-etoksi-4’-hidroksifenil)-1,4-pentadien-3-on (EHP) merupakan analog kurkumin yang memiliki aktivitas antimikroba. Pada penelitian ini, dilakukan formulasi dan evaluasi larutan pencuci mulut  dengan EHP sebagai bahan aktif antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dan menguji kestabilan formula obat kumur dengan bahan aktif EHP. Formulasi larutan pencuci mulut  dibuat dengan variasi konsentrasi senyawa EHP 3, 6, 12, 16 dan 18 bpj. Evaluasi larutan pencuci mulut meliputi uji organoleptik, pH, kejernihan, bobot jenis dan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Steptococcus mutans, dan Candida albicans. Uji antimikroba dilakukan dengan metode diffusi agar. Hasil evaluasi sediaan obat yang didapat dari pengujian organoleptik antara lain obat kumur berupa cairan dengan warna biru jernih, aroma mint dan rasa segar; memiliki rentang pH 6,15 - 6,74; dan bobot jenis 1,0419 - 1,0561 g/cm3. Evaluasi larutan pencuci mulut menunjukkan bahwa larutan pencuci mulut stabil dalam penyimpanan selama 1 bulan pada suhu 40°C. Uji antimikroba menunjukkan diameter daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus (ATCC 6538); Streptococcus mutans (ATCC 31987) dan Candida albicans (ATCC 10231) berkisar antara 6,2-8,4 mm pada konsentrasi senyawa EHP 18 bpj. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa EHP sangat potensial digunakan sebagai bahan antimikroba dalam formula larutan pencuci mulut

    461

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇