JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Not a member yet
    670 research outputs found

    Conten

    No full text
    -

    Efek Ekstrak Etanol Kulit Petai (Parkia speciosa) Terhadap Fungsi Hepar Rattus norvegicus yang Terpapar Minyak Goreng Bekas

    Get PDF
    The use of cooking oil repeatedly is one of liver damage trigger which usually be marked byenhancement of SGPT and SGOT level. The objective of this study is to know the eff ect of P. speciosa peelethanolic extract in used cooking oil exposed Wistar rats (R. norvegicus). The indicator are SGPT and SGOTconcentration. Parkia speciosa peel was extracted then use to antioxidant source. Rattus norvegicus was divided into 4 group. Group 1 with no treatment, group 2 with 1 ml used cooking oil 118 mek/kg and 100 mg/l extract, group 3 with 1 ml used cooking oil 118 mek/kg and 200 mg/l extract, and group 4 as positive control with 1 ml used cooking oil 118 mek/kg. Each group serum sample was analyzed for SGPT and SGOT. The result showed that 200 mg extract treatment is signifi cantly bring lower SGPT and SGOT concentration compared to positive control. The higher dose of ethanolic extract of P. speciosa peel is highly prevent liver damage which indicated by the lower SGPT and SGOT concentration in serum. The ethanolic extract of P. speciosa peel has potential to ward off free radicals which caused by used cooking oil exposed. That fact was be marked by SGPT and SGOT decreasing persentage.Penggunaan minyak goreng secara berulang merupakan salah satu pemicu terjadinya kerusakan heparyang seringkali ditandai dengan meningkatnya kadar SGPT dan SGOT dalam darah. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol kulit petai (P. speciosa) pada R. norvegicus yang terpaparminyak goreng bekas dengan indikator kadar SGPT dan SGOT. Penelitian dimulai dengan ekstraksi kulit petaiuntuk kemudian digunakan sebagai sumber antioksidan dalam melawan paparan radikal bebas akibat minyak jelantah secara in vivo. Rattus norvegicus dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I kontrol negatif, Kelompok II dengan 1 ml minyak jelantah 118 mek/kg dan ekstrak etanol kulit petai dosis 100 mg/l, Kelompok III dengan 1 ml minyak jelantah 118 mek/kg dan ekstrak etanol kulit petai dosis 200 mg/l, serta Kelompok IV sebagai kontrol positif yang diberi 1 ml minyak jelantah 118 mek/kg. Pemberian ekstrak etanol kulit petai dengan dosis 200 mg/kgBB mampu mencegah kerusakan hepar yang ditandai dengan kadar SGPT dan SGOT serum yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif. Kesimpulan penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit petai memiliki potensi sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas akibat paparan minyak goreng bekas

    Aktivitas Ekstrak dan Tablet Nanopartikel Buah Okra (Abelmoschus esculentus (L) Moench.) Sebagai Anti- Dislipidemia Pada Tikus Yang Diberi High Fat Diet

    Get PDF
    Dyslipidemia is a condition caused by disruption of lipid metabolism due to the interaction of genetic factors and environmental factors. There is strong evidence of an association between LDL cholesterol and cardiovascular events based on clinical outcome studies, so LDL cholesterol is the main target in the management of dyslipidemia. In addition to using synthetic drugs, dyslipidemia can be treated by consuming natural ingredients, one of which is okra (Abelmoschus esculentus (L) Moench). The form of nanoparticles and nanoparticle tablets of okra fruit extract is an effort to increase antidyslipidemic activity and to make it easier to use. This study aims to obtain nanoparticle extracts and nanoparticle tablets of okra fruit extract which have antidyslipidemic activity in vivo against mice given the High Fat Diet (HFD). The research used 24 rats divided into 6 treatment groups, namely group I as normal control, group II as positive control using simvastatin as the control control, group III as a negative control, group IV as a control treatment of ethanol extract 70% okra fruit, group V as a control treatment of okra fruit extract nanoparticles, and group VI as a treatment of okra fruit extract nanoparticles tablets. All test substances are given for 14 days. Blood sampling was carried out on days 0, 14, and 28, with the parameters measured were lipid profiles including total cholesterol (KT), LDL, Triglycerides (TG) and HDL. 70% ethanol extract, extract nanoparticles, and okra fruit extract nanoparticle tablets can decrease KT levels by 33.14%, 46.31%, 45.42%, decrease TG levels by 39.46%, 43.56%, 41, 62%, decrease LDL levels by 45.22%, 68.76%, 59.94%, and can increase HDL levels by 103.80%, 119.20%, 114.39%. Based on the lipid profile of mice given HFD, 70% ethanol extract, nanoparticles, and okra fruit extract nanoparticle tablets had antidyslipidemic activity.Berdasarkan studi luaran klinis, kolesterol LDL merupakan target utama dalam tatalaksana dislipidemia, obat bahan alam salah satunya buah okra (Abelmoschus esculentus (L) Moench) dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengatasi kondisi dislipidemia. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antisislipidemia ekstrak nanopartikel dan tablet nanopartikel estrak buah okra. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok , yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol positif (simvastatin) sebagai kontrol pembanding, kelompok III kontrol negatif, kelompok IV perlakuan ekstrak etanol 70% buah okra, kelompok V perlakuan nanopartikel ekstrak buah okra, dan kelompok VI perlakuan tablet nanopartikel ekstrak buah okra. Semua zat uji diberikan selama 14 hari, tikus sebelumnya diberikan HFD dalam bentuk emulsi yang diberi secara oral. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0, 14, dan 28,parameter yang diukur adalah profil lipid meliputi kadar kolesterol total (KT), LDL, Trigliserida (TG) dan HDL. Ekstrak etanol 70%, nanopartikel ekstrak, dan tablet nanopartikel ekstrak buah okra dapat menurunkan kadar KT sebesar 33,14%, 46,31%, 45,42%, menurunkan kadar TG sebesar 39,46%, 43,56%, 41,62%, menurunkan kadar LDL sebesar 45,22%, 68,76%, 59,94%, dan dapat meningkatkan kadar HDL sebesar 103,80%, 119,20%,114,39%. Berdasarkan profil lipid tikus yang diberikan HFD maka ekstrak etanol 70%, nanopartikel, dan tablet nanopartikel ekstrak buah okra memiliki aktivitas sebagai antidislipidemia

    Pembuatan dan Karakterisasi Ko-kristal Flukonazol-Resorsinol

    Get PDF
    Fluconazole (FLU), an oral antifungal widely used in the treatment of vaginitis andcandidiasis, is known to have low bioavailability due to its low solubility. The purpose of this studywas to prepare and characterize co-crystal fl uconazole-resoscinol (FLU-RES). The preparation ofco-crystal was performed by grinding together the equimolar mixture of FLU-RES which is drippedwith a few ethanol. Powder X-ray diff raction, diff erential scanning calorimetry (DSC), and polarizedmicroscopy methods were performed to characterize the formation of FLU-RES co-crystal. Relevantphysicochemical properties include solubility tests in water and dissolution tests in pH 1.2; 4.5 and6.8 buff er solution. The powder X-ray diff ractogram of FLU-RES milled result showed the presenceof new peaks and loss of the main peaks of FLU and RES. The characterization of grinding result byDSC and polarized microscopy methods also showed the co-crystal formation between FLU and RES.The solubility of FLU-RES co-crystal in water is solubility two folds more than pure FLU, while itsdissolution rate is 1.67-1.72 times faster than pure FLU.Flukonazol (FLU), suatu anti jamur oral yang banyak digunakan pada pengobatan vaginitisdan kandidiasis diketahui memiliki bioavailabilitas kecil karena kelarutaanya rendah. Tujuan penelitianini adalah untuk membuat dan mengkarakterisasi ko-kristal fl ukonazol-resorsinol (FLU-RES).Penyiapan ko-kristal dilakukan menggerus bersamaan campuran ekuimolar FLU-RES yang diteteskansedikit etanol. Metode difraksi sinar-X serbuk, diff erential scanning calorimetry (DSC), dan mikroskoppolarisasi dilakukan untuk mengkarakterisasi pembentukan ko-kristal FLU-RES. Pengujan sifatfi sikokimia meliputi uji kelarutan di dalam air dan uji disolusi dalam larutan dapar pH 1,2; 4,5 dan 6,8.Difraktogram sinar-X serbuk hasil penggilingan FLU-RES menunjukkan keberadaan puncak-puncakbaru dan hilangnya puncak-puncak utama FLU dan RES. Karakterisasi dengan DSC dan mikroskoppolarisasi juga mennujukkan adanya pembentukan ko-kristal antara FLU-RES. Kelarutan ko-kristalFLU-RES dalam air dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan FLU murni, sementara laju disolusinya1,67-1,72 kali lebih cepat daripada FLU murni

    Formulasi Gel Peel Off Pewarna Kuku yang Mengandung Ekstrak Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) dan Sodium Carboxy Methyl Cellulose

    Get PDF
    Leaves of Pacar air or Impatiens balsamina L. (IB) are directly pounded and then placed on the surface of the nail to color the nails traditionally. It’s preferred by Moslem because wudu water can penetrate to the nail. The traditional way of using the leaves is unpleasant and these leaves should be used in the fresh form. The IB leaves contain fl avonoids, quinones and tannins that provide a natural orange color. A formulation of a nail polish containing the leaf’s extract is needed so it’s easy to use and stable during storage. The aim of this research is to make nail color gel peel off from IB extract which is easy to use and stable. Nail color gel peel off is made using Sodium Carboxy Methyl Cellulose (Na-CMC) as a gel base. This research was carried out by making six formula of gel peel off using swelling and mixing methods at various IB extract concentrations of 5%, 10% and 15% using 1% and 3 % of Na-CMC as the base respectively and the prepared product was evaluated. The IB leaves can be made into cosmetic preparations that have a good quality. All preparations have a yellow to orange red, odorous and homogeneous, pH 4.7-5.4, viscosities 630-3600 cps, has a pseudo plastic thixotropic fl ow properties. When nail color gel peel off used in nails, the base can remove from nail and only the coloring agent attached to the nail.Daun Pacar air atau Impatiens balsamina L. (IB) secara langsung dihancurkan dan diletakkan di permukaan kuku untuk mewarnai kuku secara tradisional. Hal itu lebih dipilih oleh kaum Muslim karena air wudhu dapat penetrasi melalui kuku. Cara tradisional menggunakan daun tidak menyenangkan dan daun tersebut harus digunakan dalam bentuk segar. Daun IB mengandung fl avonoid, kuinon, dan tanin yang menyediakan warna jingga alami. Sebuah formulasi pewarna kuku mengandung ekstrak daun diperlukan agar memudahkan penggunaan dan stabil selama penyimpanan. Tujuan penelitian ini untuk membuah gel peel off pewarna kuku dari ekstrak IB yang mudah digunakan dan stabil. Gel peel off pewarna kuku menggunakan Sodium Carboxy Methyl Cellulose (Na- CMC) sebagai basis gel. Penelitian tersebut dilakukan dengan membuat enam formula gel peel off yaitu metode swelling and mixing pada ekstrak IB dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% menggunakan Na-CMC 1% dan 3 % sebagai basis gel, lalu sediaan dievaluasi. Daun IB dapat dibuat menjadi sediaan kosmetik yang memiliki kualitas yang bagus. Semua sediaan memiliki warna kuning hingga jingga kemerahan, beraroma, homogen, pH 4.7-5.4, viskositas 630-3600 cps, memiliki tingkat alir pseudo plastic thixotropic. Ketika gel peel off pewarna kuku digunakan pada kuku, basis gel dapat dilepas dari kuku dan hanya tertinggal pewarna kukunya saja yang menempel pada kuku

    Kajian Mekanisme Estrogenik Kombinasi Ekstrak Kemangi dan Adas melalui Histopat Ovarium dan Uterus

    Get PDF
    Research on the Estrogenic Mechanism Study of the Combination of Basil Herb (Ocimumamericanum) and Fennel Fruit (Foeniculum vulgare) against the background of research results whichshowed that the combination of 70% ethanol extract of basil herbs 0.35g / 200g BB and fennel fruit0.0725g / 200g BB had effi cacy estrogenic because it greatly aff ects the duration of the estrus phase,vascularization and weight of the ovaries and uterus. The aim and target to be achieved from thisresearch is to know the working mechanism of the combination of estrogenic basil and fennel fruitherbs. The parameters observed were histopathological examination of the ovary and uterus. Histopathictest results in the ovary and uterus show the eff ect of treatment on the development of follicles in theovary and uterine wall thickening. So it can be concluded that the mechanism of estrogenic combinationof basil and fennel fruit extracts occurs through the mechanism of genomics, where phytoestrogencompounds in both plants pass through cell membranes and interact with receptors so that they canproduce estrogen-like eff ects.Kombinasi ekstrak etanol 70 % herba kemangi 0,35g/200g BB dan buah adas 0,0725g/200g BB memiliki khasiat estrogenik karena sangat berpengaruh terhadap lama fase estrus, vaskularisasi dan bobot ovarium serta uterus. Tujuan dan target yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menentukan mekanisme kerja kombinasi herbKombinasi ekstrak etanol 70 % herba kemangi 0,35g/200g BB dan buah adas 0,0725g/200gBB memiliki khasiat estrogenik karena sangat berpengaruh terhadap lama fase estrus, vaskularisasi danbobot ovarium serta uterus. Tujuan dan target yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menentukanmekanisme kerja kombinasi herba kemangi dan buah adas yang berkhasiat estrogenik. Parameter yangdiamati adalah pemeriksaan histopatologi ovarium dan uterus. Hasil uji histopat pada ovarium danuterus menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap perkembangan folikel pada ovarium danpenebalan dinding uterus. Kesimpulan dari kajian adalah mekanisme estrogenik kombinasi ekstrakherba kemangi dan buah adas terjadi melalui mekanisme genomik, dimana senyawa fi toestrogen padakedua tanaman melewati membran sel serta berinteraksi dengan reseptor sehingga dapat menimbulkanefek seperti estrogen.a kemangi dan buah adas yang berkhasiat estrogenik. Parameter yang diamati adalah pemeriksaan histopatologi ovarium dan uterus. Hasil uji histopat pada ovarium dan uterus menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap perkembangan folikel pada ovarium dan penebalan dinding uterus. Kesimpulan dari kajian adalah mekanisme estrogenik kombinasi ekstrak herba kemangi dan buah adas terjadi melalui mekanisme genomik, dimana senyawa fitoestrogen pada kedua tanaman melewati membran sel serta berinteraksi dengan reseptor sehingga dapat menimbulkan efek seperti estrogen

    Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lip Balm Rambut Jagung (Zea mays L.) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl)

    Get PDF
    Jagung sebagai komoditas utama di Provinsi Gorontalo menghasilkan limbah yang cukupbanyak. Hal ini membuat pemerintah menawarkan peluang investasi dengan memanfaatkan limbahjagung, di antaranya rambut jagung. Studi pustaka menunjukkan bahwa rambut jagung memilikiaktivitas antioksidan yang cukup baik, sehingga dilakukan formulasi lip balm dengan memanfaatkaninfusa rambut jagung sebagai bahan aktif. Penelitian kuantitatif dengan quasi eksperimen laboratoriumdilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari sediaan lip balm rambut jagung (Zea mays L.)yang diformulasi dengan menggunakan tiga konsentrasi infusa rambut jagung, yaitu Formula A (7,5%);Formula B (15%) dan Formula C (22,5%). Sediaan dibuat dengan mencampurkan fase air (infusa rambutjagung dan gliseril monostearat) dengan fase minyak (lanolin, beeswax, setil alkohol, paraffi n cair danminyak jagung) serta emulgator (span 60 dan tween 60). Hasil uji stabilitas organoleptik dan pH selama4 minggu pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada perubahan, baik dari segi organoleptik maupunpH masing-masing sediaan. Aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan spektrofotometer UVVisibel“SHIMADZU UV-1800” dan kuersetin (1000 μg/mL) sebagai pembanding. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa Formula B (15%) memberikan aktivitas yang lebih baik dalam meredam radikalDPPH dengan nilai IC50 sebesar 0,987 mg/mL, Formula C (22,5%) sebesar 1,857 mg/mL dan FormulaA (7,5%) sebesar 2,909 mg/mL.Corn as the main commodity of Gorontalo Province produces a lot of waste. This makes thegovernment off er investment opportunities by utilizing corn waste, including corn silk. Literature studiesshow that corn silk has a good antioxidant activity, so the lip balm formulation was done by utilizingcorn silk infusion as an active ingredient. Quantitative research with quasi laboratory experimentswas done to determine antioxidant activity of corn (Zea mays L.) silk lip balm formulated using threeconcentrations of corn hair infusion, namely Formula A (7.5%); Formula B (15%) and Formula C(22.5%). Preparations was made by mixing water phase (corn hair infusion and glyceryl monostearate)with oil phase (lanolin, beeswax, cetyl alcohol, liquid paraffi n and corn oil) and emulgator (span 60and tween 60). The results of the organoleptic stability and pH evaluation during 4 weeks observationshowed that there was no change, both in terms of organoleptic and pH of each preparation. Antioxidantactivity was measured using “SHIMADZU UV-1800” UV-Visible Spectrophotometer and quercetin(1000 μg/mL) as comparison. The results showed that the Formula B (15%) gave a better activityin reducing DPPH radical with IC50 value was 0.987 mg/mL, Formula C (22.5%) 1.857 mg/mL andFormula A (7.5%) 2.909 mg/m

    Pengaruh Konseling dan Alat Bantu Pengingat Pengobatan terhadap Kepatuhan Minum Obat dan Outcome Klinik Pasien Diabetes Melitus dan Hipertensi

    Get PDF
    The World Health Organization declares Diabetes Mellitus and Hypertension as one of the health emergencies. Adherence to medication is an important factor in controlling this disease. Research is needed to find out the combination of counseling and treatment reminder aids will aff ect adherence and clinical outcomes. Pretest-posttest design was conducted in February 2019 - May 2019. Sample population was Prolanis patients at Puskesmas Kembaran I, Purwokerto Timur II and Sumbang I. The inclusion criteria were 66 patients with type 2 diabetes and 72 patients with hypertension. The determination of the pretest-posttest group was by simple random sampling. The adherence instrument used MARS, counseling and medication reminder tools according to pharmaceutical counseling guidelines. The respondents were women, low education, normal BMI, didn’t work, combination of Diabetes medication and single medication for Hypertension. The pretest group was categorized as non-adherent, but experienced an increase after the intervention. The interventions given also had an eff ect on improving medication adherence and controlling the clinical outcome of type 2 DM patients and hypertensive patients at the Puskesmas (p-value 0,000 <0.05). The combination of pharmacist counseling interventions with medication reminders is more eff ective in increasing medication adherence in patients with type 2 Diabetes mellitus and Hypertension.World Health Organization menyatakan penyakit Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi sebagai salah satu keadaan darurat kesehatan. Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam mengontrol kadar gula dan tekanan darah. Diperlukan penelitian untuk mengetahui apakah pemberian kombinasi konseling dan alat bantu pengingat pengobatan akan berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat serta outcome kliniknya. Pendekatan eksperimental pretest-posttest design dilakukan pada bulan Februari 2019 - Mei 2019. Populasi sampel penelitian adalah pasien Prolanis di Puskesmas Kembaran I, Purwokerto Timur II dan Sumbang I. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi 66 pasien DM tipe 2 dan 72 pasien hipertensi. Penentuan kelompok pretest-posttest secara simple random sampling. Instrument kepatuhan menggunakan MARS, SOP konseling dan alat bantu pengingat pengobatan sesuai standar pedoman konseling kefarmasian. Mayoritas responden perempuan, berpendidikan rendah, IMT normal, tidak bekerja, kombinasi obat (glimepiride dan metformin) dan obat tunggal (amlodipin). Mayoritas kelompok pretest berkategori tidak patuh, tetapi mengalami peningkatan setelah intervensi. Intervensi yang diberikan juga berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan minum obat serta mengontrol outcome klinik pasien DM tipe 2 dan pasien hipertensi di Puskesmas (p-value 0,000 < 0,05). Kombinasi intervensi konseling apoteker dengan alat bantu pengingat pengobatan lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 dan Hipertens

    Content

    No full text
    ---

    Pengaruh Pemberian Aspartam secara Oral terhadap Kadar AST dan ALT Serum serta Gambaran Histopatologi Hati Tikus Putih

    Get PDF
    Aspartame is low calorie sweetener metabolized into aspartic acid, phenylalanine and methanol, methanol cause damage to the liver. The purpose this study to determine the effect rats of oral aspartame administration for 90 days on biochemical parameters AST, ALT and liver histopathology. Rats were divided randomly into four groups: normal control, dose groups 126, 252, 504 mg/kgBW. Blood samples were taken on the 0th, 30th, 60th and 90th days to measure AST, ALT levels and 90th day to see liver histopathology. AST and ALT measurements using UV-VIS spectrophotometry with a wavelength of 340 nm. The levels of AST and ALT on the 90th day in the normal group 41,55 and 48,40 UI/L. Dose groups 126, 252, and 504 mg / kgBW were low doses 54,62 and 57,72 UI/L, 66,88 and 70,47 UI/L, 77,50 and 80,03 UI/L. Rats histopathology liver of aspartame showed hemorrhage. Concluded aspartame can increase of AST and ALT levels in rats blood serum and liver damage.Aspartam merupakan pemanis rendah kalori yang dapat dimetabolisme menjadi asam aspartat, metanol dan fenilalanin, metanol menyebabkan kerusakan pada organ hati. Tujuan dari penelitian ini mengetahui efek pemberian aspartam pada tikus secara oral selama 90 hari terhadap parameter biokimia, yaitu kadar AST, ALT dan gambaran histopatologi hati. Tikus dibagi secara acak menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok dosis 126, 252, dan 504 mg/kgBB. Sampel darah diambil pada hari ke-0, 30, 60 dan 90 untuk diukur kadar AST dan ALT pada hari ke-90 dilakukan pengambilan organ hati untuk dilihat gambaran histopatologi hati. Pengukuran AST dan ALT menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan panjang gelombang 340 nm. Kadar AST dan ALT hari ke-90 kelompok normal 41,55 dan 48,40 UI/L. Kelompok Dosis 126, 252, dan 504 mg/kgBB berturut-turut yaitu 54,62 dan 57,72 UI/L, 66,88 dan 70,47 UI/L, 77,50 dan 80,03 UI/L.  Gambaran histopatologi hati pada tikus menunjukan adanya hemorhagi. Dapat disimpulkan aspartam dapat meningkatkan kadar AST dan ALT pada serum darah tikus serta menyebabkan kerusakan hati

    461

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇