Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Deteksi Dispensing Error Pada Peresepan Sediaan Kapsul Racikan di Apotek Wilayah Kecamatan Samarinda Ulu
Dispensing error adalah kegagalan dalam proses pengobatan berupa pembagian obat yang mengarah atau berpotensi membahayakan pasien dan menyebabkan kerugian pasien. Angka kejadian kesalahan dalam permintaan obat resep cukup tinggi, yaitu antara 0,03 hingga 16,9%. Dari beberapa kejadian medication error sebesar 3,66% adalah dispensing error. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kejadian medication error berupa dispensing error dalam bentuk keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan di 10 Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian observatif dengan pengambilan data dari resep obat pasien pada beberapa Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu periode Juli-September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan persentase keseragaman bobot yaitu 30% memenuhi syarat dan 70% tidak memenuhi syarat
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Merung (Coptosapelta flavescens Korth.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans
Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri gram positif penyebab utama infeksi pada mulut yaitu karies gigi. Akibat tingginya prevalensi karies pada anak sehingga diperlukan alternatif dan pencarian kandidat senyawa antibakteri baru. Tumbuhan merung (Coptosapelta flavescens Korth.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antibakteri yang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Secara empiris akar tumbuhan merung dimanfaatkan oleh masyarakat Kutai untuk mengobati beberapa penyakit infeksi seperti diare, bisul, dan keputihan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung terhadap bakteri Streptococcus mutans. Akar tumbuhan merung diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut metanol. Pengujian antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dilakukan menggunakan metode difusi kertas cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi uji (0.01, 0.02, 0.1, 0.2, 2, 10) mg/disc. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan merung memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0.02-10 mg/disc yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dimulai pada konsentrasi 0.02 mg/disc (7.61 mm) dan dengan zona bening terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 10 mg/disc (20.60 mm). Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan merung terdapat golongan metabolit sekunder flavonoid, fenol, tanin, dan antrakuinon. Senyawa turunan fenolik tersebut telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antibakter
Peningkatan Kelarutan Ekstrak dan Fraksi Buah Libo (Ficus variegata Blume) dengan Pengaruh Penambahan Kosolven
Telah dilakukan penelitian peningkatan kelarutan ekstrak dan fraksi buah Libo (Ficus variegata Blume) dengan pengaruh penambahan kosolven trietanolamin, gliserin dan propilenglikol. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kosolven terbaik yang dapat meningkatkan kelarutan optimal ekstrak dan fraksi buah Libo (Ficus variegata Blume) sehingga dapat digunakan untuk berbagai jenis formulasi. Penambahan kosolven trietanolamin, gliserin dan propilenglikol dapat mempengaruhi tingkat kelarutan ekstrak dan fraksi buah Libo (Ficus variegata Blume
Kajian Kualitas Hidup Pasien yang Menjalani Hemodialisa di RSUD. A.W. Sjahranie
Gagal ginjal kronik merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan struktur atau fungsi ginjal dengan ekskresi albumin abnormal atau penurunan fungsi ginjal yang dilihat dengan pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (LFG) yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan. Pada pasien dengan LFG kurang dari 15ml/menit dilakukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis, yang dilakukan tiap 3 hingga 4 kali seminggu, sehingga perlu diteliti mengenai kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien menggunakan kuesioner KDQOL-SF di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD A.W Sjahranie memiliki kualitas hidup dalam kategori baik sebanyak 47,6%, kategori cukup sebanyak 23,8% dan 28,6% memiliki kualitas hidup dalam kategori kurang
Analisis Biaya Minimal dan Efektivitas Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Panglima Sebaya Paser
Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang memerlukan terapi selama hidupnya sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk terapi pengobatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obat antidiabetik dengan biaya minimal dan efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Panglima Sebaya Paser. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap catatan rekam medis. Hasil penelitian terhadap 95 pasien menunjukkan bahwa obat antidiabetik yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi insulin novorapid dengan levemir dan novorapid engan ezelin. Penggunaan obat yang efektif pada terapi diabetes melitus adalah insulin ezelin kombinasi dengan novorapid dengan nilai ACER Rp 22.984,00
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Merung (Coptosapelta tomentosa) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme prokariotik patogen. Tumbuhan merung (Coptosapelta tomentosa) merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dengan populasi terbanyak pada terdapat pada kecamatan Tenggarong. Masyarakat Kutai menggunakanakar tumbuhan merung untuk mengobati penyakit infeksi dan penyakit bebrapa degeneratif seperti radang sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol akar tumbuhan merung terhadap bakteri gram negatif Escherichia coli dan gram positif Staphylococcus aureus dan mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Akar tumbuhan merung diektrasksi menggunakan pelarut metanol dengan metode maserasi kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif. Aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode cakram difusi dengan konsentrasi uji (10, 20, 100, 200, 2000, 10000) µg/disc.Hasil identifikasi golongan metabolit sekunder terdapat senyawa alkaloid, flavanoid, fenol, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol akar tumbuhan merung dimulai pada konsentrasi 100 µg/disc
Potensi Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.)
Kalanchoe pinnata diketahui memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi antara lain penyembuh luka, anti-diabetes, anti-inflamasi dan analgesik yang baik, bahkan secara empiris efektif sebagai antipiretik. Prostaglandin sebagai salah satu mediator nyeri, juga turut berperan dalam mekanisme terjadinya pireksia. Senyawa aktif yang diduga bertanggungjawab terhadap aktivitas ini antara lain adalah flavonoid, polifenol, dan triterpen. Telah dilakukan penelitian untuk melihat efek antipiretik dari ekstrak etanol daun cocor bebek terhadap tikus. Induksi pireksia dilakukan dengan menginjeksikan suspensi ragi (bakers’ yeast) pada tikus secara subkutan. Kenaikan suhu tubuh tikus diamati setelah 16 jam dan setelahnya diberikan perlakuan. Kontrol positif diberikan parasetamol sedangkan kelompok uji diberikan ekstrak dengan dosis 100 mg/kg, 200 mg/kg dan 300 mg/kg. secara oral. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek pada dosis 100 mg/kg dan 200 mg/kg mampu menurunkan suhu tubuh tikus sedangkan dosis 300 mg/kg tidak menunjukkan aktivitas penurunan suhu tubuh tikus
Kajian Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Infeksi Menular Seksual di RSUD Aw Sjahranie Samarinda
Penyakit menular seksual adalah bagian dari infeksi saluran reproduksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus yang masuk dan berkembang biak di dalam tubuh yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, jenis-jenis penyakit infeksi menular seksual, dan pengobatan infeksi menular seksual. Metode ini dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien infeksi menular terbanyak berjenis kelamin laki-laki yakni sebanyak 55 pasien (50,93 %), sedangkan 53 pasien (49,07 %) berjenis kelamin perempuan. Karakteristik pasien laki-laki penderita infeksi menular seksual mayoritas berusia pada masa dewasa awal, 26-35 (21,29 %), tingkat pendidikan SLTA (41,67%), pekerjaan sebagai karyawan swasta (34,26%), dan status belum menikah (27,78%). Sedangkan karakteristik pada pasien perempuan penderita PMS mayoritas berusia pada masa remaja akhir, 17-25 (22,22%), tingkat pendidikan SLTA (21,30%), pekerjaan sebagai IRT (25,93%), dan status menikah (36,11%). Jenis penyakit infeksi menular seksual dengan kasus terbanyak pada pasien laki-laki ialah Gonorrhea yakni sebanyak 24,07 %, sedangkan pada pasien perempuan ialah Kondiloma Akuminata yakni sebanyak 24,07%. Obat yang paling sering digunakan pada pengobatan Gonorrhea ialah Sefiksim (38,71%), pada pengobatan Kondiloma Akuminata ialah Ciprofloxacin (28,57%), pada pengobatan Herpes Genital ialah Asiklovir (77,80%), pada pengobatan Candidiasis ialah Ketokonazol (100%), pada pengobatan Sifilis ialah Doxicyclin (66,67%), pada pengobatan Ulkus Genital ialah Ciprofloxacin (50%), dan pada pengobatan Trichomoniasis ialah Metronidazol (66,67%)
Aktivitas Antibakteri Sediaan Sabun Cair Berbahan Aktif Ekstrak Etanol Daun Karamunting (Melastoma malabathricum)
Karamunting merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh liar dan berlimpah di seluruh daerah tropis. Daun karamunting telah diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri. Salah satu cara pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengaplikasikan ekstrak etanol daun karamunting dalam produk sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun karamunting dan sediaan sabun dengan bahan aktif ekstrak etanol daun karamunting khususnya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun karamunting dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus memiliki respon hambatan pertumbuhan termasuk dalam kategori lemah sampai sedang dengan zona hambat dan zona bunuh antara 1-10 mm. Sedangkan aktivitas antibakteri sediaan sabun cair dengan bahan aktif ekstrak etanol daun karamunting memiliki respon hambat yang lebih besar dibandingkan sediaan sabun cair tanpa bahan aktif ekstrak etanol daun karamunting
Evaluasi Pati Umbi Talas (Colocasia esculenta Schott) Sebagai Bahan Pengisi pada Sediaan Tablet Parasetamol
Umbi talas mengandung kadar pati yang sangat tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengisi tablet. Penggunaan pati sebagai bahan pengisi umum digunakan dalam formulasi sediaan tablet guna menyempurnakan bentuk tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kualitas granul serta sifat fisik tablet parasetamol dan mengetahui formulasi sediaan tablet parasetamol dengan bahan pengisi pati umbi talas. Penelitian ini diawali dengan isolasi pati talas. Pati talas yang diperoleh, dibuat menjadi 4 formula tablet yaitu F1, F2, F3, dan F4 dengan metode granulasi basah. Konsentrasi pati umbi talas yang digunakan dalam tablet yaitu 8,3% (F1), 12% (F2), 15,3% (F3), dan 18,5% (F4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula tablet parasetamol memenuhi persyaratan kualitas granul dan sifat fisik tablet parasetamol. Semakin tinggi konsentrasi pati umbi talas akan menurunkan waktu hancur tablet. Formula F4 merupakan formula terbaik sebagai bahan pengisi tablet parasetamol berdasarkan hasil evaluasi kualitas granul dan evaluasi sifat fisik tablet