Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Herba Kerokot (Lygodium microphyllum)
Herba Kerokot ( Lygodium microphyllum ) memiliki potensi beraktivitas sebagai tabir surya karena mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang mampu menyerap sinar ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori aktivitas tabir surya dari ektrak dan fraksi herba kerokot. Dilakukan ekstraksi herba kerokot lalu fraksinasi, kemudian ekstrak dan fraksi diukur menggunakan instrument spektofotometer pada panjang gelombang 292,5 -372,5 nm, Hasil pengukuran menunjukkan bahwa aktivitas tabir surya herba kerokot berdasarkan nilai presentase transmisi eritema( %Te) dan presentase pigmentasi (%Tp). berdasarkan presentase transmisi eritema aktvitas tabir surya herba kerokot termasuk dalam kategori fast tanning, proteksi ekstra dan suntan standar, sedangkan aktivitas tabir surya ekstrak herba kerokot berdasarkan presentase transmisi pigmentasi termasuk kategori sunblock dan potensi ekstr
Formulasi dan Optimasi Basis Emulgel Carbopol 940 dan Trietanolamin dengan Berbagai Variasi Konsentrasi
Emulgel telah muncul sebagai sistem pengiriman obat yang baik untuk obat-obat yang bersifat hidrofobik. Emulgel juga baik digunakan dengan mengurangi kesan berminyak saat diaplikasikan pada kulit untuk tujuan penggunaan lokal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formula optimum basis emulgel dengan formulasi gelling agent (Carbopol 940 0,5-2%, TEA 1-2,5%), fase minyak (parafin cair 5%), emulgator (Tween 60 5%, Span 60 5%), humektan (propilenglikol 10%), pengawet (Propil paraben 0,06%, metil paraben 0,03%). Viskositas, kemudahan sebar, homogenitas, tipe emulsi, pH, organoleptis digunakan sebagai parameter optimasi formula. Masing-masing parameter mempunyai contour plot sehingga dapat ditentukan formula yang merupakan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan formula emulgel mengandung gelling agent (Carbopol 940 1%, TEA 1,5%), fase minyak (parafin cair 5%), emulgator (Tween 60 5%, Span 60 5%), humektan (propilenglikol 10%), pengawet (Propil paraben 0,06%, metil paraben 0,03%) stabil berdasarkan hasil uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya sebar, dan freeze thaw
Profil Kromatografi Lapis Tipis Metabolit Sekunder Ekstrak Fraksi etil asetat Daun Alpukat (Persea americana Mill) Hasil Pemisahan Kromatografi Kolom Gravitasi
Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) masih merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa organik terutama terhadap senyawa yang memiliki sifat semi polar pada konstanta dielektrik 2 hingga 10. Ekstrak fraksi etil asetat dari daun alpukat telah dilakukan pemisahan dengan menggunakan eluen kloroform- etil aselatat-metanol dengan perbandingan 6:3:1 menghasilkan profil pemisahan pada plat Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yaitu fraksi gabungan A menunjukkan 4 spot noda pada UV 254 nm dengan Rf 1.82, 1.55, 1.2, 1.1, 3 spot noda pada UV 366 nm dengan Rf 1.35, 1.2, 1.1 dan 2 spot noda pada H2SO4 dengan Rf 1.4, 1.1 dan fraksi gabungan B menunjukkan 2 spot noda pada UV 254 nm dengan Rf 1.31, 1.2, 3 spot noda pada UV 366 nm dengan Rf 1.35, 1.2, 1.07 dan 1 spot noda pada H2SO4 dengan Rf 1,2. Profil spot pada KLT tersebut tampak belum ditemukan suatu pemisahan yang cukup baik yaitu nilai Rf antara spot satu dan lainnya hampir sama
Profil Metabolit Sekunder dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Fraksi Etanol Akar Bajakah (Uncaria nervosa Elmer): Secondary Metabolite Profile and Antioxidant Activity Tests from the Ethanol Fraction of Bajakah Root (Uncaria nervosa Elmer)
Kalimantan merupakan pulau terbesar kedua di Indonesia yang dikenal dengan keanekaragaman tumbuhan dan dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat setempat. Potensi yang telah di data saat ini belum menunjukkan potensi tumbuhan obat hutan Kalimantan secara keseluruhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat dan memiliki bioaktivitas adalah bajakah yang dalam bahasa Dayak berarti akar. Bajakah mengandung senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode identifikasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi etanol akar bajakah dan untuk mengetahui potensi aktivitas dari akar bajakah. Penelitian ini dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi, fraksinasi kromatografi cair vakum (KCV), pencarian profil kromatografi lapis tipis (KLT), serta identifikasi senyawa metabolit sekunder. Hasil identifikasi ekstrak metanol akar bajakah mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, fenol, terpenoid, flavonoid, dan saponin dengan rendemen sebesar 2,87%. Fraksi etanol positif mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, fenol, flavonoid, dan saponin dengan rendemen 43,5%. Untuk profil KLT dengan pemisahan terbaik pada kombinasi eluen Etil asetat:Metanol (1:3) dengan nilai rf 0,72 yang setelah diidentifikasi positif mengandung senyawa metabolit sekunder fenol, dan flavanoid serta memiliki potensi aktivitas antioksidan yang ditandai dengan adanya noda berwarna kuning pada plat KLT
Formulasi Sediaan Lotion dari Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Sebagai Tabir Surya: Formulation Lotion of Cherry Leaf Ethanol Extract (Muntingia calabura L.) as a Sunscreen
Tabir surya merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk menyerap sinar UV sehingga dapat mengurangi jumlah radiasi UV yang berbahaya pada kulit. Daun kersen (Muntungia calabura L) adalah salah satu herbal tropis yang dilaporkan memiliki kandungan flavonoid yang tinggi sehingga bisa dimaanfaatkan sebagai bahan aktif yang alami untuk pembuatan lotion tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan formulasi sediaan lotion tabir surya dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) serta mengetahui nilai SPF-nya. Sampel yang digunakan adalah Daun Kersen (Muntingia calabura L.) yang dikeringkan, diserbuk kemudian dilakukan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol daun kersen dibuat dalam konsentrasi 0,002%, 0,004%, 0,006%, 0,008%, dan 0,01%. Hasil nilai SPF yang diperoleh dari ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan konsentrasi 0,002%, 0,004%, 0,006%, 0,008% dan 0,01% sebesar 2,366; 8,214; 14,789; 19,379; 24,965. Ekstrak etanol daun kersen dapat memberikan efektifitas perlindungan terhadap sinar U
Pengaruh Pemberian Jus Tomat (Solanium lycopersicum) dan Melon (Cucumis melo L.) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Effect of Tomato Juice (Solanium lycopersicum) and Melon (Cucumis melo L.) on Blood Pressure Reduction in Hypertension Patients
Prevalensi hipertensi di Indonesia tahun 2018 sebesar 34,1%. Prevalensi hipertensi usia diatas 18 tahun tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 44,1% dan peringkat ke tiga penderita hipertensi adalah kalimantan timur sebasar 39,3%. Buah tomat (Solanium lycopersicum) dan buah melon (Cucumis melo L.) memiliki kandungan kalium yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.Tujuan penelitian pengaruh pemberian kombinasi jus buah tomat dan buah melon terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode penelitian quasi experimental dengan desain One group pre test and post test design. Pada penelitiam ini intervensi diberikan selama 7 hari dan dilakukan pengukuran tekanan darah responden sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian diperoleh hasil berbeda singnifikan dengan p value (0.000). Pemberian kombinasi jus buah tomat dan buah melon memberikan efek penurunan tekanan darah secara signifikan
Kajian Pengobatan Hipertensi di Puskesmas Karang Asam Samarinda
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang perlu diterapi dengan tepat dan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pengobatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Asam Samarinda bulan Agustus tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan secara prospektif terhadap resep obat kunjungan terakhir pasien. Pengambilan sampel 114 orang dilakukan secara purposive. Kategori usia pasien hipertensi terbanyak yaitu golongan lansia awal dengan rentang antara 45 sampai 55 tahun (62,3%). Pola terapi obat antihipertensi terdiri atas terapi tunggal (81,58%) dan kombinasi (18,42%). Pada kelompok terapi tunggal terdapat 2 golongan obat yaitu Calcium Channel Blocker (CCB) yaitu Amlodipin (69,3%) dan Angiotensin Converting Enzyme inhibitor (ACE-i) yaitu Captopril (12,3%)
Karakteristik dan Pengobatan Pasien Stroke Diinstalasi Rawat Inap RSUD A.W. Sjahranie Samarinda Periode 2014
Telah dilakukan penelitian dengan judul “Karakteristik dan Pengobatan Pada Pasien Stroke Di Instalasi Rawat Inap di RSUD A.W. Sjahranie Samarinda Periode 2014”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien stroke, mengetahui karakteristik stroke pada pasien, dan mengetahui pengobatan pada pasien stroke serta interaksi obat. Hasil penelitian karakteristik pasien yang meliputi jenis kelamin persentase tertinggi laki-laki sebesar 71 pasien (54%), hasil persentase tertinggi pasien stroke yang diderita pada pasien usia > 44 tahun sebesar 114 pasien (86%) dan jenis pekerjaan persentase tertinggi adalah pegawai swasta sebanyak 96 pasien (73%). Sedangkan hasil karakteristik stroke berdasarkan frekuensi jenis stroke persentase tertinggi pada stroke iskemik sebesar 75 pasien (57%), frekuensi tingkat kesadaran pasien sebesar 87 pasien (66%) pada GCS 15. Pengobatan berdasarkan pemilihan golongan dan jenis obat yang paling sering digunakan adalah golongan aktivator serebral dan vasodilator dengan jenis obat citicolin, nootropik dan neurotropik dengan jenis obat Piracetam dan antiplatelet dengan jenis obat Clopidogrel. Dosis obat yang diberikan berbeda-beda, hal ini disesuaikan dengan beberapa faktor dari pasien misalnya kondisi pasien, umur dan diagnosis pasien. Sedangkan rute pemberian obat yang terbanyak diberikan secara intravena. Interaksi obat yang terjadi berupa interaksi farmakodinamik antara Clopidogrel dengan Simvastatin, Clopidogrel dengan Aspilet, Aspilet dengan Captopril dan Aspilet dengan Furosemid
Standarisasi Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine americana (Aubl.) Merr.) Asal Kalimantan Timur
Telah dilakukan standarisasi pada ekstrak etanol umbi bawang tiwai (Eleutherine americana (Aubl.). Merr). Hasil pengujian parameter spesifik menunjukkan organoleptik ekstrak kental, berwarna merah, tidak berbau dan memiliki rasa sedikit pahit, dengan kandungan senyawa larut air 25,36 ± 1,61 (%) dan senyawa larut etanol 11,52±1,87 (%) serta hasil kandungan senyawa marker ekstrak 0,002/g. Hasil pengujian parameter non spesifik ekstrak etanol 96% umbi bawang tiwai menunjukkan kadar abu total 0,90±0,35 (%), kadar abu tidak larut asam 0,78±0,25 (%), bobot jenis 0,9437±0,0012, kadar air 5,28±0,14%, sisa pelarut 1,019345±0,0001626% dan kadar fenol total 163,43 ppm. Pada ekstrak terdapat cemaran bakteri 3,5 x 104 koloni/gram dan cemaran kapang khamir sejumlah 3,0 x 103 koloni/gram. Pengujian cemaran logam berat diperoleh kadar timbal 0,0105 mg/mL, kadmium 0,0318 mg/L dan arsen 0,0412 mg/L. Pengujian residu pestisida negatif pada golongan klorin, organo fosfat dan karbamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memenuhi persyaratan umum obat yang dibuat oleh bahan alam
Kajian Pemberian Leaflet dan Reminder pada Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Jalan RSUD A. W Sjahranie Samarinda Periode Desember 2014-February 2015
Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat dari tekanan darah normal (120/80 mmHg). Berdasarkan survei dari WHO, prevalensi hipertensi 40 % terjadi pada penduduk global dan 55 % kematian disebabkan oleh hipertensi. Manejemen terapi hipertensi dan modifikasi gaya hidup dapat meningkatkan efektivitas terapi dan menurunkan risiko komplikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat perbedaan efek dari leaflet dan reminder terhadap tekanan darah kepatuhan pasien dan perilaku pasien. Penelitian ini adalah studi eksperimen dengan teknik systematic random sampling. Subjek penelitian terdiri dari 50 orang yang dibagi dalam 2 kelompok dengan intervensi. Analisis yang digunakan adalah Wilcoxon and Mann Whitney U. Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (p = 0,424) dan tekanan darah diastolik (p= 0,831) antara subjek pada kelompok leaflet dan subjek pada kelompok reminder. Namun, terdapat perbedaan kepatuhan pasien antara subjek pada kelompok leaflet dan reminder. Perilaku pasien pada tahap preparation stage setelah pemberian leaflet dan reminder