Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kemasan Penyimpanan terhadap Kadar Senyawa Non Spesifik Kemangi (Ocimum basilicum L.) pada Suhu Tertentu
Kemangi (Ocimum basilicum L.) mengandung senyawa fenolik paling banyak di antara senyawa lainnya. Kondisi tersebut berperan kepada penghitaman daun kemangi yang dapat menurunkan nilai ekonomi dan kualitas sehingga dibutuhkan kemasan penyimpanan tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar senyawa larut air dan larut etanol, perubahan bobot pasca simpan, dan analisis kualitatif senyawa fenol. Daun kemangi yang telah dipanen dan disortasi kemudian dikemas ke dalam kemasan alumunium foil, daun pisang, plastik polipropilen (PP), dan kertas koran. Proses penyimpanan dilakukan pada suhu 5-8ºC selama 5 hari. Setelah penyimpanan selesai, dilakukan pengujian untuk mengetahui mengetahui kadar senyawa larut air dan larut etanol, perubahan bobot pasca simpan, dan analisis kualitatif senyawa fenol. Penggunaan kemasan berpengaruh terhadap perubahan bobot pasca simpan kemangi dimana daun pisang memiliki susut bobot paling rendah sebesar 6%. Sementara itu, analisis kualitatif senyawa pada perlakuan menunjukkan masih terkandung senyawa fenol
Analisis Karakteristik Dismenore pada Remaja Putri
Nyeri haid atau dismenore adalah nyeri yang dirasakan pada saat menstruasi sehingga dapatmengganggu aktifitas sehari-hari wanita. Biasanya wanita mengalami rasa yang tidak nyaman padasaat menstruasi, seperti keram dan biasanya disertai mual dan pusing. Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran karakteristik remaja putri yang mengalami dismenore di SMKN 1 MuaraBengkal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode observasi. Diperoleh hasil kejadiandismenore paling banyak terjadi pada responden yang memiliki 16 tahun sebesar 36,67%, memilikiusia menarche 12-13 tahun sebesar 63,33%, dengan durasi nyeri haid 1 hari sebesar 40,00%,responden tidak melakukan penanganan saat nyeri sebesar 66,67%, responden dengan gejala pusingsebesar 60,00%, dan didapatkan responden sebesar 76,67% mengatakan bahwa nyeri haid dapatmempengaruhi aktivitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara usia, usiamenarche, durasi nyeri haid, penanganan saat nyeri haid, gejala lain saat dismenore yang dapatmempengaruhi terjadinya dismenore
Analisis Cemaran Mikroba pada Ikan Asin Air Tawar Di Samarinda
Penyakit melalui makanan marak terjadi belakangan ini, hal ini terjadi karena kontaminasi baik secara biologi ataupun kimia pada makanan. Ikan adalah salah satu jenis makanan yang besar kemungkinannya untuk mengalami kontaminasi secara biologi. Salah satu cara mencegah terjadinya kontaminasi, yaitu dengan pengawetan dengan pembuatan ikan asin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cemaran mikroba pada olahan ikan asin air tawar di Samarinda. Pengujian mikrobiologis dilakukan terhadap 3 sampel ikan asin air tawar yang diambil dari produsen ikan asin di Samarinda, meliputi pemeriksaan angka cemaran mikroba dengan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan pemeriksaan mikrobiologis dengan Most Probable Number (MPN), serta pemeriksaan bakteri koliform dan bakteri pathogen seperti Escherichia coli dan Salmonella thyposa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 sampel ikan asin air tawar terdapat cemaran mikroba namun tidak melebihi batas Standar Nasional Indonesia
Profil Metabolit Sekunder, Kelarutan, dan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Paronema canescens Jack): Secondary Metabolite Profile, Solubility, and Sunscreen Activity Ethanol Extract of Sungkai Leaf (Paronema canescens Jack)
Tumbuhan Sungkai (Paronema canescens Jack) secara empiris digunakan oleh masyarakat suku Dayak untuk mengobati berbagai macam penyakit. Ekstrak daun sungkai memiliki aktivitas tabir surya kategori ultra dengan nilai SPF (Sun Protecting Factor) pada konsentrasi 600 ppm, 400 ppm, 200 ppm masing masing 24 . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metabolit sekunder ekstrak etanol daun sungkai, kelarutan ekstrak etanol daun sungkai, dan nilai SPF ekstrak etanol daun sungkai. Metode penelitian yang digunakan yaitu ekstraksi dengan metode maserasi, kemudian dilakukan uji kelarutan serta uji aktivitas Hasil penelitian yang di dapatkan adalah metabolit sekunder ekstrak daun sungkai mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, dan steroid dengan rendemen ekstrak yang di dapat sebesar 23,33%. Kelarutan ekstrak daun sungkai pada pelarut etanol sebesar 84%, dalam aquades 62%, dan dalam n-heksan 55%. Nilai SPF ekstrak daun sungkai pada konsentrasi 200, 300, 400, 500, 600,700, dan 800 ppm masing-masing sebesar 15,46 ; 15,82 ; 19,29 ; 20,91 ; 24,36 ; 25,75; dan 27,00 sehingga termasuk kategori proteksi ultra
Pengaruh Hidrolisis Asam Klorida Terhadap Karakteristik Fisika Kimia Pati Buah Sukun (Artocarpus communis)
Pati sukun dapat bermanfaat sebagai eksipien pada tablet yang digunakan sebagai pengisi, pengikat maupun penghancur pada konsentrasi yang sesuai. Akan tetapi pati sukun memiliki beberapa kelemahan diantaranya adalah tidak memiliki laju alir maupun sudut istirahat dan nilai kompresibilitas yang buruk yang menandakan buruknya kemampuan suatu bahan untuk digunakan sebagai bahan pengikat metode cetak langsung pada pembuatan tablet. Salah satu cara yang dipilih untuk meningkatkan laju alir adalah dengan memodifikasi pati menggunakan hidrolisis asam. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi asam klorida terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun, mengetahui pengaruh durasi hidrolisi asam terhadap karakteristik fisika-kimia pati buah sukun dan mengetahui berapa konsentrasi asam klorida dan durasi hidrolisis asam yang optimum pada modifikasi pati buah sukun. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan asam klorida pada pati sukun dengan variasi konsentrasi dan lama perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel waktu dan konsentrasi memengaruhi karakteristik fisika kimia pati sukun, dimana semakin besar konsentrasi dan lama perendaman nilai laju alir, sudut istirahat, swelling power dan indeks kopresibilitas yang dihasilkan semakin baik, akan tetapi rendemen yang dihasilkan semakin rendah
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol dan Profil KLT Partisi Cair-Padat Ekstrak Daun Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis)
Tumbuhan Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) merupakan tumbuhan asli dari Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun Jahe Balikpapan dan juga mengetahui profil KLT partisi cair-padat dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol kemudian dipartisi cair-padat secara berturut-turut dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) diuji dengan menggunakan metode DPPH (1,1-dyphenyl-2-picrylhidrazyl). Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) menunjukkan nilai IC50 212,71 ppm
Isolasi dan Uji Aktivitas Jamur Endofit Daun Kokang (Lepishantes amoena (HAASK) LEENH) Sebagai Antibakteri
Tanaman Kokang (Lepishantes amoena (Haask) Leenh) merupakan tanaman khas Kalimantan Timur yang mulai langka keberadaannya, apabila tanaman kokang dieksploitasi besar-besaran untuk dijadikan sebagai simplisia untuk diekstraksi maka akan menyebabkan kepunahan, sehingga diperlukan isolasi jamur endofit dari daun kokang untuk mencegah kepunahan tersebut. Jamur endofit dapat memproduksi metabolit sekunder yang serupa dengan tanaman inangnya dan umumnya memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui kerakteristik jamur endofit dari daun kokang, mengetahui golongan metabolit sekunder jamur endofit dan mengetahui aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acne dan Eschericia coli. Metode untuk identifikasi golongan metabolit sekunder dilakukan dengan analisis KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode KLT-Bioautografi. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh 3 isolat jamur endofit yang memproduksi metabolit sekunder flavonoid dan steroid yang berfungsi sebagai antibakter
Pengaruh pH terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus L. Benth)
Ekstrak etanol daun miana memiliki aktivitas antioksidan yang baik dengan nilai IC50 48,04 ppm. Stabilitas dari antioksidan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti oksigen, cahaya, pH, dan suhu. Pengaruh pH terhadap aktivitas antioksidan dilihat dengan menggunakan buffer Sitrat pH 3, 4 dan 5,3 serta buffer Sitrat – Fosfat pH 3; 4; 5,3; 6; 7; dan 8. Uji terhadap aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) menggunakan spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai IC50 yang paling baik pada pH 4 dengan buffer Sitrat (IC50 29,97 ppm) dan dengan buffer Sitrat – Fosfat (IC50 30,88 ppm)
Efek Antiinflamsi Ekstrak Herba Kerokot (Lygodium microphyllum Cav.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Tumbuhan kerokot secara empiris digunakan masyarakat untuk pengobatan demam dan nyeri otot serta memiliki potensi sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas herba kerokot sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan yaitu paw edema dengan induksi karagenan pada tikus putih. Tikus putih dikelompokan menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan Na-CMC 1%, kelompok kontrol positif yang diberikan natrium diklofenak 50 mg, dan tiga kelompok uji yang diberikan ekstrak dengan tiga variasi dosis yaitu 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB yang masing-masing diberikan secara oral kemudian diinduksi karagenan 1% agar mengalami edema. Pengukuran volume edema kaki tikus putih menggunakan alat pletismometer setiap 60 menit selama 7 jam. Hasil analisis data pengujian menunjukkan bahwa ketiga dosis uji memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, kemudian ekstrak herba kerokot memiliki dosis efektif sebesar 150 mg/kgBB dan memiliki potensi yang sama dengan natrium diklofenak 50 mg
Identifikasi Flavonoid Hasil Fermentasi Sari Kacang Hijau dan Ekstrak Kacang Hijau (Vigna radiata) Menggunakan Lactobacillus casei
Daun beluntas (Pluchea indica L) memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tanin, monoterpen, sterol dan kuinon. Kandungan di dalam daun beluntas (Pluchea indica L) membuat daun ini memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif. Senyawa-senyawa tersebut tidak stabil terhadap perubahan oksidasi, cahaya, dan perubahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas antibakteri. Uji terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan buffer sitrat dan fosfat pH 5,5 dan 6,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pH berpengaruh pada aktivitas antibakteri, aktivitas antibakteri yang paling baik pada pH 5,5 dengan diameter zona bening pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,612 mm dan bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 14,492 mm. Sedangkan untuk bakteri Propionibacterium acne sebesar 9,849 mm pada pH 6,5